TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Mencari Informasi


__ADS_3

"Mengapa Jordan menghubungi nomorku sepagi ini?"


Morevo mengernyitkan dahi, saat menatap layar ponsel. Tertera nama Jordan di sana, dia tahu betul. Jika sekertaris pribadinya itu, tidak akan menghubungi dia di pagi buta. Tanpa ada sesuatu hal yang sangat penting.


"Hallo!" sapa Morevo.


"Hallo, Tuan. Saya sudah mendapatkan informasi penting tentang Dokter Oxanna," jelasnya dari arah seberang.


"Apa? Apa kau benar menemukan petunjuk tentang gadis itu? Coba ceritakan, Jordan," sahut Morena dengan wajah kegirangan.


Bagaimana tidak? Selama ini, Morevo sudah banyak berbakti pada keluarga Skalov. Sehingga membuat dirinya, tidak ingin sedikitpun mengecewakan Aarav.


Setelah kemarin pewaris tunggal Skalov, memberikan perintah. Untuk mencari tahu lebih dalam tentnga Dokter Oxanna. Tanpa menunggu lama, Morevo mengerahkan sekertarisnya demi mencari data akurat.


"Begini, Tuan. Saya menemukan data tentang Dokter Oxanna. Ternyata dia sedang bekerja sama dengan Organisasi Kadiocy," kata Jordan dengan yakin.


"Apa kau sedang tak bercanda, Jordan? Organisasi Kadiocy?" Marevo hendak memastikan kembali, jika dia tak salah dengar barusan.


"Iya. Tuan pasti sedikit tahu, tentang organisasi Kadiocy itu. Sementara waktu, hanya itu yang saya sampaikan."


Dari sebrang, Jordan menutup saluran panggilan. Hanya menyisakan Morevo, yang masih tak percaya dengan pernyataan via telepon barusan.


Bergegas Morevo pergi menuju rumah sakit. Setelah sebelumnya, dia pulang hanya untuk membersihkan badan.


***


"Apa kau yakin, Morevo? Bagiamana bisa, seorang Dokter ternyata bekerja sama dengan Organisasi Kadiocy?" keluh Aarav tak percaya akan hal tersebut.


"Benar, Sir. Informasi ini sangat akurat. Saya sudah menyuruh orang kepercayaan saya, untuk mencari kebenaran tentang Dokter Oxanna. Alhasil, ternyata Dokter itu memang ada hubungannya dengan Organisasi Kadiocy," jelasnya panjang lebar. Berusaha meyakinkan Aarav, jika apa yang dia katakan. Bisa di pertanggung jawabkan dan benar adanya.


Aarav masih menggelengkan kepala, karena tak percaya setelah mendengar semua ini. Tapi jika di pikir-pikir, pantas saja jika Dokter Oxanna pernah hampir membunuh dirinya.


"Terima kasih, Morevo. Informasi yang kau berikan kali ini, memang sangat berguna untukku. Jadi kita bisa menilai betapa busuknya Dokter itu!" Aarav menatap tajam ke depan. Mengepalkan kedua tangannya, sembari mengucapkan sumpah serapah di dalam hati.


Morevo hanya terdiam, berdiri tegap di samping ranjang rumah sakit. Tanpa ekspresi berlebihan, dia hanya mendengarkan setiap keluh kesah yang keluar dari mulut Aarav.


"Oh iya, Marevo. Kau harus tetap mengawasi gerak-gerik Dokter Oxanna. Jangan sampai lengah, dan kecolongan dengan tipuan serta rencana busuk dari wanita itu." Lagi dan lagi, Aarav tidak akan membiarkan Oxanna merasa menang.

__ADS_1


Mau tak mau, mereka tetap bersiaga. Seandainya, jika Dokter Oxanna kembali berbuat ulah. Ataupun bahkan, kembali nekad mencelakai Aarav seperti kejadian beberapa hari silam.


"Baik, Sir. Tenang saja! Saya akan memastikan, jika Dokter Oxanna dalam pengawasan saya," sahut Morevo.


Tok! Tok!


Terdengar suara dari arah pintu. Terlihat Dokter Oxanna masuk dan menjinjing sebuah bingkisan kantong besar.


"Selamat pagi, Sir," sapa Oxanna. Melewati Morevo yang duduk di sofa ruangan VVIP tersebut. Lalu melangkah menuju Aarav.


"Selamat pagi, Dokter Oxanna. Apa yang kamu bawa pagi ini?" balas Aarav manja.


Bagaikan akting sempurna, saat Aarav sedang berhadapan dengan Oxanna. Jelas saja! Dia tak ingin, jika Dokter itu curiga. Jika dirinya sudah berhasil sedikit informasi penting tentang Oxanna.


"Saya hanya membawakan baju ganti, untuk Tuan pulang. Dan sarapan untuk kita bertiga." Oxanna mengeluarkan tiga porsi makanan cepat saji. Kemudian menaruhnya di atas meja.


Bukan rahasia lagi, fasilitas di bangsal kelas VVIP pasti akan lebih lengkap. Tidak hanya seperti bangsal kelas bawah, yang hanya mempunyai bed dan bantal saja.


"Terima kasih, Dokter Oxanna. Kau sungguh baik! Aku yakin, hatimu sangat begitu mulia, bukan?" sindir pedas dari Aarav, tepat mengenai ulu hati Oxanna.


"Tentu, Sir. Saya hanya bisa membawa sarapan seadanya. Bukankah lebih baik, daripada harus menikmati makanan dari rumah sakit?" balasnya. Pandangan Oxanna beralih pada Aarav, yang sudah mulai bisa duduk.


"It's no problem. Sarapan ini bisa untuk aku dan Morevo. Iya kan?" jelasnya tak mau kalah.


"Oh iya. Morevo, saya harap kau bisa mewakili saya untuk pergi ke acara amal istri-istri pejabat. Bagaimana, Dokter Oxanna? Benar kan kamu setuju dengan usulan saya?" Aarav menoleh ke arah istri sahnya.


Walaupun setuju atau tidak. Aarav akan tetap menyuruh Morevo, untuk mengawasi Dokter Oxanna dari dekat.


"Tenang saja, Sir. Saya setujui dengan usulannya!"


Oxanna tersenyum pada Morevo. Sebab inilah, kesempatan besar bagi dirinya untuk menggali informasi tentang Aarav melalui orang kepercayaan pewaris tunggal Skalov.


***


"Apa kamu sudah siap?"


Oxanna berjalan menuju arah mobil. Bertepatan hari ini, acara amal yang akan dilakukan oleh istri-istri pejabat akan berlangsung.

__ADS_1


Memakai gaun warna merah, dengan high heels senada. Oxanna nampak terlihat cantik dan berkelas.


Dia melangkah anggun, hendak menemui Morevo yang sedang menunggu di garasi mobil. Sementara Aarav masih di rumah sakit. Dia masih belum bisa, mengikuti kegiatan dan acara apapun untuk sementara waktu.


"Iya. Saya sudah siap," jawabnya singkat. Lalu bergegas membukakan pintu mobil untuk Oxanna.


"Thank you, Morevo.


Mobil melaju ke tempat acara amal tersebut. Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya terdiam. Sama sekali, tidak ada percakapan yang berlangsung.


"Hmm, sudah berapa lama kau bekerja pada keluarga Skalov?" tanya Oxanna memecah keheningan.


Sementara itu, Morevo lebih memilih diam dan tak ingin menanggapi pertanyaan dari Dokter itu.


Oxanna menggelengkan kepala. Dia tak habis pikir, dengan tingkah Morevo yang begitu dingin. "Apa kau tak mendengarku berbicara?"


Seketika membuat Morevo menoleh. "Maaf saya sedang menyetir," balasnya singkat.


Mereka kembali terdiam, hingga tiba di acara amal. Oxanna menatap takjub, dengan deretan istri para pejabat yang ikut hadir di sana.


Memakai pakaian indah dan elegan, serta deretan kendaraan mewah berkisar ratusan juta rupiah.


"Selamat datang, Nyonya Skalov."


Sebuah sapaan, mengalir deras dari berbagai kalangan istri pejabat. Mereka terlihat sangat senang, atas kehadiran Oxanna di sana.


"Bolehkah aku bertanya? Sejak kapan kamu bekerja pada keluarga Skalov?" pancing Oxanna. Sebab besar kemungkinan, Morevo tau semua hal tentang Aarav.


"Sudah lama, sejak aku kecil," balasnya seadanya.


"Ohh. Morevo apa hal yang paling ditakuti oleh suamiku?" pancingnya langsung to the point.


Mendengar pertanyaan Dokter Oxanna yang tak masuk akal. Seketika membuat Morevo menoleh ke arah Oxanna.


"Tidak. Tidak ada yang ditakuti oleh Tuan Aarav," balasnya singkat.


Saat ini, rasanya Oxanna ingin mengumpat kasar pada Morevo. Sebab tak sesuai harapan, bahkan tidak ada sedikitpun informasi yang bisa dia gali.

__ADS_1


"Sialan! Awas saja, Morevo! Suatu saat nanti, aku akan membuatmu berkhianat pada Aarav," sumpahnya dalam hati, serta dendam yang membara.


__ADS_2