
Sudut pandang Aarav
***
Pesan Aarav hanya satu, jangan sampai Oxanna dapat kabur dari mansion ini tanpa pengawasan. Benar! Apa Aarav akan meninggalkan Oxanna dengan hati tenang begitu saja? Tentu saja tidak! Dia memang pergi, tetapi sendiri dan meninggalkan Jordan yang akan selalu mengawasi wanitanya dari kegelapan. Pria itu akan menjadi bayangan.
Tepat lima hari yang lalu, lebih spesifiknya yaitu sepuluh menit setelah Aarav diberi tahu jadwal meeting terbaru. Jordan melaporkan mengenai penelusurannya mengenai masa lalu Oxanna yang masih dipertanyakan oleh dirinya. Begitu rinci dan bahkan ada bukti memperkuat dugaan itu.
Ya, benar! Aarav mengetahui marga yang sebenarnya milik Oxanna. Walaupun tidak ada Morevo, Jordan telah menempati posisi tersebut dan menjadi lebih ambisius untuk membuat tuannya puas dan mendapatkan perhatian lebih. Ah, dia dapat hukuman kecil karena telah melepaskan Kadiocy.
"Ah, jadi, Oxanna adalah generasi kedua dari Keluarga Krovopuskov. Aku bahkan tidak ingat saat mengucapkan janji suci pernikahan dulu," gumam Aarav sambil menatap foto masa kecil Oxanna di tangannya.
Keluarga Krovopuskov .., dapat sedikit Aarav jelaskan jika itu adalah bagian dari masa lalu, di mana perjuangan para tetua di Skalov untuk memulai bisnis kerajaan di wilayah ini. Termasuk, membantai seluruh penduduk demi menguasai daerah dan berhasil membuat wilayah lain tunduk. Masa itu, negara ini masih berbentuk kerajaan di mana, sang penerus akan memimpin tetapi jika sudah tidak ada pewaris lagi, maka orang yang terkuat akan menguasainya.
Hingga, kakeknya, Skalov berhasil merebut semua kekuasan tersebut dari garis keturunannya sendiri dan mendirikan membangun ulang struktur kenegaraan serta menyerahkan urusan negara ke pihak yang lebih berwenang. Tetapi, dengan satu syarat. Yaitu tetap membiarkan keturunan Skalov akan menguasai bisnis di sana dan seluruh urusan pembangunan harus diserahkan kepada mereka.
Aarav hanya tahu sejarah dari buku biografi yang ditulis saja. Dia tahu masa itu ada satu keluarga yang menentang keras hingga digantung di alun-alun kota. Yakni, kepala keluarga Krovopuskov. Pemimpin agama terbesar di wilayah ini dan seluruh rakyatnya adalah pengikut orang tersebut.
Namun, tidak ada yang tahu jika Krovopuskov menyebarkan ajaran sesaat dan mempengaruhi mereka agar memberikan kekayaan kepadanya. Begitu lah keluarga itu mencari uang. Hal ini sudah dimuat ke dalam buku biografi Tuan Skalov tapi banyak rakyat luar wilayah yang meragukan kebenarannya padahal tetua yang masih hidup telah setuju oleh fakta tersebut.
"Berarti, Oxanna mencoba membunuhku karena ingin balas dendam?" Aarav kembali bersuara demi menyakinkan diri sendiri.
"Siapa Kadiocy sebenarnya?" tanya Aarav bingung.
Di sini lah Aarav berada untuk menuntaskan penasaran yang ada dan langsung turun tangan sendiri. Lembaga penampungan anak tanpa orang tua di Paris. Di mana Oxanna sempat menjadi sukarelawan selama berkuliah di sana. Oh tentu, informasi ini dia dapatkan dari Juan.
Adiknya itu mengamuk saat tahu jika Oxanna menuduhnya dengan keji. Aarav sengaja memberitahu untuk mendapatkan informasi berharga. Pintar kan? Buktinya, dia ada di tempat masa lalu wanita itu!
Namun, yang membuat Aarav bingung adalah Juan setuju untuk membantunya padahal dia tahu jika pria itu membenci kehadiran Aarav.
__ADS_1
Setelah dia menyelesaikan urusan di Indonesia selama beberapa hari. Aarav terbang langsung ke negara ini dan tidak langsung pulang ke mansionnya. Dia harus mengetahui rencana sempurna Oxanna lalu memutuskan apa yang harus dia lakukan untuk membalas wanita itu.
Juan memimpin masuk ke dalam gedung diikuti para bodyguard Aarav. Dia membawa sang kakak menuju ruang direktur yang ada di lantai empat. Di sini, begitu mewah! Seluruh ruangan dibentuk agar berguna bagi anak-anak dan memiliki fasilitas lengkap. Tentu saja tidak gratis!
Sesampainya di dalam ruangan, Bodyguard Aarav menodong pistol ke arah direktur tersebut yang bernama Mr. Davidson.
"Saya salah apa, Tuan?!" Mr. Davidson menatap Aarav ketakutan. Tentu saja dia tahu siapa Aarav. Di belahan dunia mana yang tidak mengenal pewaris keluarga Skalov?!
Aarav menatapnya Juan untuk memerintahnya berbicara. Juan mengangguk.
"Anda masih ingat dengan Oxanna, Mr. Davidson?" tanya Juan setelah memberikan perintah agar bodyguard menurunkan senjata apinya.
Mr. Davidson menatap Juan takut-takut lalu menggeleng, "Tidak!" serunya.
"Katakan atau aku akan mengambil kelima jarimu sebagai hukuman atas pembohong," ancam Juan kemudian.
Juan mengangguk. "Ya. Aku Juan, teman Oxanna yang dulu selalu membantu lembaga ini ketika ada acara."
"Oxanna? Ouh, si dokter itu!" Mr. Davidson berseru lega ketika mengingatnya. Dia lantas menatap Aarav lalu mengangguk beberapa kali dengan kuat. "Ya, aku ingat dengan Oxanna!! Dia mahasiswa kedokteran dan bukan asli rakyat ini."
Aarav menyeringai. "Kalau begitu, beritahu apapun yang kau ketahui mengenai Oxanna. Karena dia adalah isteriku," katanya.
Mr. Davidson terperangah beberapa detik lalu tanpa ragu dia mulai menceritakan bagaimana pertemuan dirinya dengan Oxanna.
"Aku kenal dengan Oxanna melalui rekomendasi seorang teman. Dulu, lembaga kami kekurangan orang sehingga aku setuju untuk memperkerjakan mahasiswa. Dia mengatakan jika Oxanna adalah kerabat jauhnya," kata Mr. Davidson.
"Siapa pria itu?" tanya Aarav penasaran.
Mr. Davidson menimbang-nimbang sesaat. "Dia seorang pria tua," ungkapnya.
__ADS_1
"Namanya!" bentak Juan tak sabar.
"Kadiocy!" Mr. Davidson mengungkapkan identitas tersebut karena ketakutan.
Aarav dan Juan saling pandang. Kemudian, anak sulung dari Skalov tersebut pergi dan meninggalkan ruangan diikuti oleh sang adik.
Dia cukup tahu hubungan keduanya hanya dengan satu kalimat itu. Tetapi sebelum pergi, Aarav meninggalkan perintah kepada bodyguard.
"Cari tahu latar belakang Kadiocy dari dia. Jika menolak, habisi saja."
***
Saat ini, Aarav dalam perjalanan pulang menuju mansion. Dia yang tidak ingin selalu memikirkan Oxanna pun menyibukkan diri berkutat kepada pekerjaan. Di tengah-tengah itu, Jordan mengabari hal penting.
"Ada apa?" tanya Aarav dari seberang telepon. Dia tidak mendengar jawaban selain suara napas seseorang yang terengah-engah. "Jordan!"
Juan melirik sang kakak singkat. "Ada apa, Kak?" tanyanya.
"Bicaralah Jordan," kata Aarav lagi untuk mengkonfirmasi.
Beberapa saat kemudian, baru lah Aarav mendengar suara Jordan yang begitu lemah. "Segera sampai lah, Tuan. Maaf jika saya tidak bisa memenuhi perintah Anda ...."
Sebelah alis Aarav terangkat, dia begitu bingung dengan kalimat ambigu tersebut. Ketika dia ingin berbicara, panggilan telepon terputus.
"Sial. Apa yang terjadi dengan Jordan?!" umpat Aarav kesal. Dia tidak bisa memutuskan apapun ketika berada di udara dalam perjalanan seperti ini.
Aarav tenggelam dalam kebingungan tanpa menyadari jika ada seseorang yang diam-diam menyeringai. Siapa lagi kalau bukan Juan!
Juan memalingkan wajah ke luar jendela dan berusaha keras menahan senyuman. "Rubah licik. Kau berhasil dalam permainan ini ... Oxanna!"
__ADS_1