TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Suami Sakit


__ADS_3

Di ruangan serba putih dan penuh dengan bau obat-obatan. Aarav tengah sadar, serta berusaha membuka kedua matanya.


"Di mana aku?" ucapnya lirih.


Aarav melihat ke sekeliling. Nampaknya dia sudah tak begitu asing, dengan suasana lingkungan di sana.


Jelas saja! Jika saat ini, dirinya sedang berada di ruangan bangsal. Kini sedang berada di rumah sakit, secara intensif.


"Morevo, dimana gadis itu? Maksudku dimana Dokter Oxanna sekarang?" tanya Aarav menelisik ke arah bawahannya.


"Maaf, Sir. Dokter Oxanna sedang berada di luar." Tanpa gugup, Morevo menatap ke arah Aarav.


"Suruh Dokter itu, masuk ke dalam sini. Aku hanya ingin, dia yang merawatku sekarang!"


Morevo mengangguk, dia segera beranjak dari samping Aarav. Lalu bergegas menuju ke arah ruang tunggu di depan rumah sakit.


Di sana, Oxanna sedang bermain akting. Dia berpura-pura, sangat khawatir dan perduli pada keadaan Aarav. Padahal keluarga Skalov, sudah mengetahui jika dalang diibalik kecelakaan pewaris tunggal Skalov adalah Oxanna.


"Sir Aarav sengaja menyuruh Anda masuk ke dalam sekarang," titah Morevo tegas.


Oxanna melirik ke arah lelaki itu. "Baiklah. Aku akan segera masuk ke sana."


Tiba di ruangan rawat inap kelas VVIP yang mewah. Oxanna menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya.


Saat ini, dia sedang berpikir. Bagaimana caranya, agar bisa segera lolos dari kehidupan Aarav. Dan membuat lelaki itu, agar bisa merenggang nyawa dengan cepat.


"Ada apa kau memanggilku, Sir? Apa kau sedang membutuhkan bantuanku?" tawar Oxanna.


"Tentu saja. Karena kau, aku saat ini terbaring di rumah sakit. Jadi kau harus bertanggung jawab, untuk mengurus semu kebutuhanku. Terutama saat aku masih berada di bangsal ini," perintah Aarav tanpa menunggu penolakan dari gadis itu.


Oxanna setuju. Dengan sabar, dia harus membantu Aarav. Serta sebuah mungkin, tetap terlihat baik di hadapannya.


Dalam hati, Aarav tersenyum. Sebab tak menyangka, jika dia bisa membodohi Oxanna. Berpura-pura tak tahu-menahu tentang dia yang sebenarnya.

__ADS_1


Benar saja! Selama seharian penuh, Oxanna merawat Aarav dengan sungguh-sungguh. Menyiapkan segala keperluan hingga kebutuhan Aarav.


"Ternyata kau memang sangat berpegang teguh untuk merawatku, Dokter Oxanna," ucap Aarav memecah keheningan.


"Aku hanya menjalankan sesuatu, dan memang wajib aku lakukan," balas Oxanna tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang kini bergelas suami baginya.


Aarav ternyum penuh kemenangan. " Memang harusnya begitu, Dokter. Bukankah tugas seorang istri, adalah mengurus dan merawat suaminya yang sedang sakit?" ocehnya tanpa henti.


Saat ini, Oxanna sedang menyuapi Aarav. Setelah sebelumnya, bodyguard keluarga Skalov memeriksa makanan yang tersaji untuk Tuan pemalas dan pemarah itu.


***


"Maaf, Sir. Aku harus pulang ke rumah." Oxanna berkata pada Aarav dengan hati-hati.


Selain itu, dia bergegas bangkit dari tempat dimana dia sedang duduk. Lalu mendekat ke arah ranjang VVIP tersebut, "Untuk apa kau harus pulang ke rumah, Dokter Oxanna? Bukankah tugasmu adalah merawat pasien, sekaligus suami bagimu?" sindiran pedas dilayangkan pada Oxanna.


"Maaf, Sir. Saya hanya ingin mengganti pakaian dan sedikit beristirahat." balasnya tenang. Sedetik kemudian tersenyum ke arah Aarav.


Aarav tersenyum miring. " Kita lihat saja, Dokter Oxanna. Apa yang akan kau lakukan di rumah? Apa kamu sudah menyiapkan rencana lain?"


Sementara itu, di sisi lain Oxanna mengemudi dengan kecepatan tinggi. Meski tubuhnya masih terasa sakit. Tapi dia tetap bertekad, ingin mencari tahu sesuatu tentang Aarav.


"Semoga kali ini, aku bisa lebih leluasa mencari tahu tentang Aarav." lirih Oxanna dalam hati.


Sesampainya di kediaman keluarga Skalov. Oxanna masuk ke ruangan kerja milk Aarav. Bergegas memasuki ruangan kerja milik Aarav.


Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu, pada kesempatan kali ini. Terlebih lagi, suaminya sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Bagi dirinya, hanya inilah yang paling tepat. Untuk mencari tahu apa kelemahan Aarav yang sesungguhnya.


"Ah, sial! Brengsek! Mengapa aku tidak bisa menemukan apapun?" umpat Oxanna kesal.


Hampir satu jam, Oxanna mencari tahu dan menggeledah ruangan kerja Aarav. Tapi dia tidak menemukan apapun, ataupun sedikit petunjuk tentang kelemahan suaminya.


Oxanna mulai frustasi dan memegang kepalanya." Aku harus bagaimana lagi? Gimana caranya aku membunuh Aarav? Dia harus benar-benar mendapatkan pembalasan setimpal. Tidak hanya mati saja, tapi juga pergi dengan cara yang mengenaskan." paparnya berbicara sendirian.

__ADS_1


Setelah sempat terhenti, Oxanna kembali melancarkan aksinya. Laci bahkan lemari kecil, yang ada di ruangan kerja Aarav. Tak luput dari penggeledahan yang tak seharusnya.


Berbagai berkas di atas meja, serta barang lainnya. Tetap ikut serta, menjadi incaran Oxanna. Tapi semua percuma! Sebab tidak ada petunjuk sama sekali, tentang informasi mengenai Aarav.


"Dasar keturunan Skalov pecundang! Bagaimana bisa, aku tidak menemukan apapun untuk mengalahkan pria ini!" Oxanna berjalan mondar-mandir. Tentu saja, dia merasa gelisah. Karena tak ada jalan, untuk menghancurkan bahkan untuk menghadapi Aarav sekalipun.


Kedua mata Oxanna memerah. Sedetik kemudian, ada cairan hangat yang lolos begitu saja. Dia merasa tidak berguna dan sia-sia.


***


Morevo menyerahkan iPad pada Aarav. "Silakan, Sir."


Aarav menerima barang tersebut. Lantas segera mengecek, hasil CCTV yang merekam seisi rumahnya. Seketika membuat dia tersenyum sinis, setelah melihat hasil rekaman yang menunjukkan jika Oxanna sedang berada di ruangan kerjanya sendiri.


"Apa yang sebenarnya kamu mau, Dokter Oxanna? Apa kau tak merasa cukup puas, setelah berhasil membuatku terluka dan hampir merenggang nyawa?"


Aarav menyunggingkan senyuman datar. Dalam rekaman CCTV saat ini, terlihat jelas jika Oxanna sedang menggeledah seisi ruangan kerja tersebut. Entah! Entah apa yang sedang dia cari.


Namun hanya satu, yang kini membuat Aarav semakin penasaran pada istrinya itu. Siapakah Dokter Oxanna? Apa yang sedang dia rencanakan saat ini?


"Jadi bagaimana menurut Anda, Sir?" tanya Morevo tegas.


"Saat ini, saya sedang tidak ingin melakukan apapun pada Dokter Oxanna. Hanya saja, saya cukup merasa penasaran dengan niat tersembunyi dari gadis itu." balas Aarav sambil menelisik keberadaan Oxanna di rumah.


Morevo paham betul, dengan rasa penasaran dari Aarav. Sebab selama ini, mereka berpikir jika Dokter Oxanna tidak berbahaya sama sekali. Tapi nyatanya? Justru dia tak ubah, bagaikan musang bermuka dua.


"Apa kau bisa menggali lebih dalam lagi, mengenai kehidupan Dokter Oxanna?" Aarav menatap tajam ke arah Morevo.


""Tentu saja, Sir. Saya akan mencari lebih dalam lagi, tentang informasi dia."


Morevo bergegas keluar bangsal VVIP. Meninggalkan Aarav dengan sejuta rasa penasaran, yang kini masih menghinggapi hatinya.


"Dokter Oxanna, siapa kau sebenarnya?" gumamnya dalam hati. Tanpa sedikitpun berkedip, saat melihat wanita itu masih bersikeras mencari sesuatu di sana.

__ADS_1


__ADS_2