
"Nice! Wah, langka sekali otak udangmu ini bisa mendapatkan ide yang luar biasa," kata Maria setengah memuji dan mengatainya.
Oxanna mendengkus. "Sial. Aku lebih pintar darimu, tahu!"
Maria tertawa dan tetap fokus menata rambut Oxanna. Sore nanti, lebih tepatnya dua jam kemudian, dia harus datang ke stasiun televisi untuk casting program baru.
"Sudah selesai," kata Maria sambil memamerkan hasil karyanya. Rambut sepanjang dada milik Oxanna ini dibentuk dengan gaya curly berwarna coklat, wanita itu mewarnai rambutnya agar mendapatkan suasana baru.
"Lumayan lah," puji Oxanna.
Maria memutar kedua matanya malas kemudian bersidekap dada. "Ya! Cepat ganti baju."
Lagi-lagi, pakaian yang dikenakan oleh Oxanna adalah pilihan Maria. Kemeja biru langit dan celana jeans biru dongker.
"Mengapa aku seperti remaja? Ah, remaja saja lebih baik dalam berpakaian daripada aku," cibir Oxanna tak suka dengan penampilannya sendiri. Itu karena tubuh dia terlalu kecil dan mirip anak-anak.
"Cih. Ini lebih bagus daripada dress bunga-bunga pilihan Aarav," balas Maria.
"Ah iya, benar!" Oxanna menyengir.
Kemudian, mereka berdua segera menuju perusahaan televisi tersebut bersama dengan beberapa bodyguard suruhan Aarav. Ah, berbicara tentang pria itu. Kini, dia menjabat sebagai direktur utama SHC sebab Morevo belum bisa sepenuhnya menghandle perusahaan.
Namun, Oxanna ragu akan alasan itu. Seseorang yang begitu malas hanya untuk bergerak, mau bekerja selama 12 jam? Hell, dia yakin jika Aarav memiliki rencana besar di perusahaan!
30 menit kemudian, mereka telah sampai. Oxanna ditemani Maria segera menuju ruang rapat, di mana tempat casting akan dilakukan. Wanita yang merupakan resepsionis segera mengantarnya.
"Maria, tolong bantu aku berbicara nanti jika aku tergagap di depan dewan nanti," bisik Oxanna sesaat sebelum masuk ke dalam ruangan rapat.
Maria berdehem.
"Silakan, Mrs. Skalov."
Oxanna mengangguk lalu masuk ke dalam ruang diikuti Maria. Dia tersenyum lebar melihat beberapa orang di dalam segera berdiri untuk menyambutnya.
"Terima kasih telah datang, Mrs. Skalov."
"Iya, terima kasih banyak telah mengundangku datang ke mari. Tidak perlu sungkan," kata Oxanna sopan. Dia dan Maria segera duduk di kursi yang disediakan.
__ADS_1
Lalu, mereka saling memperkenalkan diri. Sosok yang menyambut Oxanna tadi adalah Mr. Alex, ketua divisi di bidang varietas show. Ada juga Mr. Alex sebagai produser acara, Nona Ruce sebagai sutradara, dan ada Madam Vivi yaitu artis sekaligus MC acara.
"Baik, Madam. Sebelumnya, terima kasih karena telah memenuhi undangan kami yang bertujuan untuk mengcasting Madam Oxanna agar bisa menjadi guest tetap di acara variety show kami." Mr. Alex memberikan proposal acara kepada Oxanna dan juga Maria.
"Acara kami bertema 'hidup sehat bersama Dokter Oxanna' yang mana acara akan tayang secara live selama 2 kali seminggu. Acara berlangsung selama satu jam, para audiens yang hadir di studio dapat bertanya mengenai kondisi fisik atau kesehatan lainnya lalu Anda akan menjawab pertanyaan itu secara spontan. Selain Anda, ada beberapa ahli yang akan mendampingi di sana," kata Mr. Alex menjelaskan.
"Acara ini akan berlangsung selama 3 bulan, jika antusias penonton melebihi perkiraan, kami akan membuat season selanjutnya dan kita memperbaharui kontrak kerja sama," lanjutnya kemudian.
Oxanna mengangguk-angguk mengerti sembari membaca proposal tersebut secara keseluruhan. Lantas, dia menunjukkan sesuatu kepada Maria sebab ada bagian yang membuatnya bingung.
Sebagai guest, akan ada beberapa episode spesial di mana dia harus menunjukkan kehidupan pribadinya selama satu hari. Yang mana, dia dan Aarav akan masuk frame lalu berakting sebagai suami istri normal pada umumnya.
"Apa? Kau tidak ingin hadir?" bisik Maria.
"Haruskah bersama dengan Aarav? Tidak bisa kehidupanku di rumah sakit saja?" tanya Oxanna berusaha menawar kepada Maria terlebih dahulu.
Maria menggeleng samar. "Yang ada, seluruh orang akan mengira jika kau tak pernah mengurusi Aarav dan membuat pria itu kembali bekerja. Kau ingin dimusuhi satu dunia?"
"OMG. Hell," umpat Oxanna menggeleng ngeri. Dia menelan ludah kasar lalu mengangguk. Kemudian, dia kembali mengalihkan perhatian kepada mereka.
"Baik lah, aku mengerti. Di mana tanda tangan kontraknya?" tanya Oxanna memutuskan.
Ah, bahkan Oxanna tak perlu repot-repot untuk meminta persetujuan dari Aarav!
***
"Hei, apa kau sangat gugup? Apa kau sudah memberitahu Aarav jika akan datang ke mari?" tanya Maria ketika mereka turun dari mobil dan memasuki lobby perusahaan SHC.
Oxanna menggeleng pelan. "Belum, kejutan, huh?"
Maria tertawa kecil sambil memamerkan layar ponselnya yang menyala. "Taraa, aku sudah memberitahu suamiku. Dan karena kau malas berhubungan dengan Aarav, kita harus menunggu mereka yang kini tengah rapat!!"
Oxanna tertawa pelan lalu merangkul lengan Maria dan tersenyum lebar kepada karyawan yang menyapa mereka. Kemudian, mereka memasuki lift prioritas, lift khusus untuk para direktur SHC.
Saat masuk ke dalam sana, tawa Oxanna langsung lepas. Maria menatapnya heran.
"Apa yang kau tertawakan? Apakah wajahku lucu bagimu?" Maria menatapnya dengan sinis.
__ADS_1
Beberapa saat tertawa, Oxanna baru mereda. Dia menyeringai meremehkan kepada Maria. "Suamiku? Astaga, Maria. Apa kau begitu larut dalam sandiwara tersebut?" ejeknya.
Maria bersidekap dada sambil cemberut. "Cih!"
Ting!
Mereka sudah sampai di lantai 10. Yang mana, hanya ada ruangan Aarav dan Morevo. Saat mereka berjalan mendekati sekretaris yang berada di meja depan, wajahnya sedikit terkejut saat melihat mereka.
"N-yonya Aarav dan Nyonya Morevo!" sapanya tergagap.
Oxanna dan Maria menaikkan sebelah alisnya bingung melihat ekspresi tersebut.
"Apa Aarav dan Morevo ada di ruangannya?" tanya Oxanna menelan kebingungan tersebut.
Dia menelan ludah takut lalu menggeleng pelan. Matanya melirik-lirik ke arah ruangan Morevo membuat Oxanna curiga. "Tidak ada, Nyonya. Tuan Skalov dan Tuan Morevo sedang rapat. Silakan Nyonya menunggu di ruang—."
"Oke. Kami akan menunggu di ruang Morevo," putus Oxanna memotong. Sekretaris tersebut terlihat sangat tegang saat mendengarnya. Belum sempat dia melarang, Oxanna langsung menarik Maria berjalan menuju ruangan CEO SHC tersebut.
"Hei, ada apa denganmu?" bisik Maria kebingungan.
Oxanna tak menjawab, dia membuka pintu dan mereka segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Siapa kalian?"
Mereka berdua menoleh. Maria begitu tegang ketika melihat sosok wanita tengah duduk di kursi kebesaran milik Morevo.
"Kau yang siapa?" tanya Oxanna sinis melihat wanita itu dari atas sampai bawah.
Wanita di sana berdiri dan berjalan menghampiri keduanya. Dia menyeringai meremehkan kepada Oxanna. "Aku Selena!"
Oxanna seperti mengenal nama itu. "Selena? Pramugari?"
"Ya!" jawabnya sombong. Dia menatap Oxanna dengan wajah pongah.
"Aku Oxanna, istri Aarav," balasnya kemudian yang telak membuat Selena diam.
Namun, Selena berdehem keras. "Aku calon istri Morevo!"
__ADS_1
"Apa?!"