TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Bab 47


__ADS_3

Sore hari itu, Oxanna dan Aarav pergi menjenguk Maria ke rumah sakit. Di dalam kamar Maria, dia melihat sudah ada Morevo sudah ada di dalam kamar Maria. Di sana, Oxanna mengatakan kepada Morevo jika Maria bukanlah istri pria yang menjabat sebagai CEO Skalov Holding Company itu


Tanpa disangka, Morevo menjawab bahwa dirinya sudah mengingat semuanya dan pria itu mengakui bahwa dia telah jatuh cinta pada Maria sejak pertama kali bertemu kembali dengan wanita itu.


Maria menangis bahagia, dia tidak menyangka jika pemuda yang diam- diam dia cintai itu ternyata juga mencintai dirinya.


"Syukurlah jika ternyata semuanya berakhir bahagia seperti ini, semoga hubungan kalian berdua bisa berlanjut hingga ke pelaminan nanti," ujar Aarav yang diamini oleh Morevo, Maria dan Oxanna.


"Untuk menambah kegembiraan kita semua, aku ingin menambahkan satu berita gembira lagi. Apakah itu?" Aarav mengajukan sebuah pertanyaan ke arah Oxanna, istrinya. "Ayo, Sayang. Sampaikan berita gembira itu."


Wajah Oxanna tersipu malu mendengar perkataan suaminya, wanita itu lalu menarik napas panjang sebelum akhirnya melanjutkan kalimat Aarav, suaminya.


Maria dan Morevo saling berpandangan satu sama lain, mereka berdua merasa penasaran dengan berita gembira yang disebutkan oleh Aarav tadi. Karena saking merasa antusiasnya, Maria kemudian bertanya kepada Oxanna.


"Berita gembira apa yang kalian bicarakan itu, Oxanna? Bisakah kalian berdua tidak bermain teka teki seperti ini?"

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan oleh Maria, Tuan. Bisakah Anda mengatakan kepada kami berita bahagia apakah itu? Tolong langsung katakan saja kepada kami, karena kami tidak pandai dalam bermain teka teki," sambung Morevo.


Aarav tergelak mendengar pertanyaan dari Maria dan Morevo. Sedangkan Oxanna semakin dalam menundukkan kepalanya. Wajah wanita itu semakin memerah karena dia merasa sangat malu.


"Nah, karena mereka berdua sudah sangat penasaran, bisakah kau langsung mengatakan saja berita gembira yang kau bawa itu kepada mereka berdua?" titah Aarav kepada istrinya.


Oxanna mengangguk dan pada akhirnya dia mengaku bahwa saat ini dia tengah berbadan dua. Maria dan Morevo bertukar pandang, mata mereka terlihat berbinar senang mendengar berita tersebut. Maria merentangkan kedua tangan, Oxanna yang melihatt isyarat inipun mendatangi wanita itu dan mereka berdua pun berpelukan.


Sementara di belakang mereka berdua, Aarav dan Morevo tersenyum bahagia. Hal itu membuat suasana rumah sakit di sore hari itu menjadi lebih berwarna dan ceria. Malam harinya, Oxanna dan Aarav berpamitan untuk kembali pulang ke rumah mereka. Sedangkan Morevo memutuskan untuk menemani Maria di rumah sakit.


"Sungguh beruntung sekali aku bisa menikah denganmu, Oxanna. Kau adalah wanita terindah di dalam hidupku. Aku bersumpah akan selalu menjagamu," bisik Aarav sambil mengusap surai lembut milik istrinya


Hari demi hari berlalu, pagi itu Oxanna sedang mempersiapkan makan pagi untuk suami tercintanya ketika tiba- tiba saja perutnya terasa sakit sekali, Aavar yang baru saja sampai di ruang makan dan melihat kejadian tersebut langsung berlari menghampiri Oxanna.


"Ada apa, Sayang? Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa kau terlihatt seperti sedang kesakitan begini? Apa yang sakit? Katakan padaku, Sayang," pinta Aarav, nada suaranya terdengar sangat cemas.

__ADS_1


"Perutku ... perutku terasa sangat sakit sekali. Rasanya seperti dipilin dengan tali, sakit sekali, Sayang. Terutama di bagian bawah ini," ujar Oxanna seraya menunjuk perut bagian bawahnya.


Mata Aarav mengikuti arah tangan istrinya dan alangkah terkejutnya dia saat melihat lelehan cairan merah kental di kaki istrinya. Tanpa banyak bicara, Aarav pun menggendomgi istrinya dan membaringkannya di ranjang mereka.


Aarav kemudian mengambil telepon selularnya dan menelepon dokter kandungan langganan istrinya. Satu jam kemudian dokter itu datang dan langsung melakukan pemeriksaan pada Oxanna.


"Bagaimana keadaan istriku, dokter? Apa yang terjadi pada dirinya? Dia bilang perut bagian bawahnya terasa sakit seperti dipilin dengan tali, kira- kira apa yang telah terjadi sebenarnya?" Aarav meminta penjelasan kepada dokter kandungan itu.


"Begini, Tuan. Nyonya Oxanna hampir saja kehilangan bayinya, tetapi beruntung sekali hal itu tidak terjadi karena Tuan Aarav telah menyuruh Nyonya Oxanna beristirahat. Ini saya beri vitamin untuk penguat kandungan. Semoga berhasil dengan baik," jawab sang dokter sambil menyerahkan satu kaplet vitamin penguat kandungan itu kepada Aarav.


Selama beberapa waktu Oxanna harus mengonsumsi vitamin penguat kandungan tersebut dan setelah vitamin tersebut habis, sang dokter kembali memeriksa keadaan dan menyatakan bahwa Oxanna telah pulih dan kandungannya tidak ada masalah.


Aarav merasa gembira dan mengadakan syukuran atas kehamilan istrinya. Aarav melarang istrinya untuk beraktivitas dan memanjakan istrinya. Sementara itu, di rumah sakit, Maria bangun. Dia dan Morevo menangis keras dan mereka memutuskan untuk menikah kembali.


Setelah keluar dari rumah sakit, Morevo mengajak Maria ke rumahnya, dan memperkenalkan wanita itu kepada ayahnya yang dulunya adalah asisten Aarav. Di luar dugaan mereka sang ayah ternyata menyetujui hubungan mereka dan merestui rencana pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2