TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
New


__ADS_3

Apa yang terjadi dengan kepala Aarav? Mungkin kah dia memiliki bipolar? Atau kepribadian ganda? Astaga, Oxanna sungguh merinding ketika memikirkan sikap pria itu tadi!


Oxanna kira, kegilaan pria itu akan berhenti tapi ternyata salah. Dia semakin dibuat heran sebab Aarav mengundang banyak tamu untuk datang ke mansion dalam rangka merayakan hari jadi pernikahan yang ke 3 bulan.


Atau, Aarav memang sengaja mengundang seluruh istri dari pejabat yang tinggal di Skalov Castel agar bersosialisasi dengan Oxanna yang merupakan sosok introvert?! Belum lagi, pria itu memerintah dirinya agar dekat oleh beberapa wanita agar memperlancar bisnis Skalov, hell!


"Kau sudah sembuh, di sana hanya duduk, minum, berbincang, dan selesai. Mengapa banyak keluhan? Aku melakukan ini supaya kau bisa memiliki banyak kenalan. Selanjutnya, kau juga bisa ikut acara rutin bulanan Skalov, kan?" Aarav mengatakan alibi ketika didesak Oxanna jujur.


Ya walaupun dia sudah bisa bergerak bebas, tapi dia ingin sekali menolak. Tetapi, melihat persiapan yang dilakukan begitu besar, mau tak mau, Oxanna harus menyambut kehadiran istri sosialita tersebut karena mereka telah ada di taman luas mansion Aarav.


Bersama dengan Maria, mereka ditangani oleh penata rias terkenal di internasional yang sengaja datang demi memenuhi undangan Aarav. Oxanna disulap menjadi semakin cantik dengan riasan tipis tapi menonjolkan sisi feminimnya juga dia harus memakai dress sepanjang lutut tanpa lengan berwarna putih bermotif bunga-bunga kecil.


Sedangkan Maria, dia memilih pakaian yang disukai. Mengapa Oxanna tidak? Sebab, Aarav lah yang berinisiatif memilih itu!


"Tersenyumlah, kau bisa membuat seluruh tamu undangan pulang," bisik Maria ketika mereka dalam perjalanan menuju tempat party.


Oxanna mendengkus pelan. "Ya. Kau jangan jauh-jauh dariku nanti, Maria. Aku tidak mengenal mereka," katanya.


"Memangnya aku kenal? Lagian, mereka pasti akan menempel padamu, Oxanna. Yakin lah, semua orang pasti bersikap baik hati sebab kau siapa? Nyonya Skalov, istri sah Aarav!" Maria mendukung dengan cara menyindir.


Oxanna memutar kedua matanya malas. "Huh!"


Kemudian, mereka telah sampai di tempat acara yang kini sudah ramai oleh tamu undangan. Oxanna kira, Maria adalah satu-satu wanita berpenampilan paling glamor dan norak. Nyatanya, hampir seluruh istri-istri yang tinggal di Skalov Castel ini memakai pakaian jauh lebih glamor. Mereka bahkan memakai perhiasan yang hampir menutupi seluruh lengan serta leher, belum lagi di kepala dan kaki.


Oxanna sedikit ngeri!

__ADS_1


"Senang berkenalan dengan Anda, Nyonya Skalov. Perkenalkan namaku Stella, Anda bisa memanggilku Madam Stell," kata sosok yang berpenampilan paling glamor di antara para wanita.


Oxanna menyambut jabatan tangan itu. "Selamat datang di kediaman Skalov dan senang berkenalan dengan Anda, Madam Stell," balasnya tersenyum lebar.


"Dia adalah istri pejabat menteri keuangan," bisik Maria tetap mempertahankan senyumannya supaya tidak ada yang curiga.


Dibalas anggukan samar oleh Oxanna. Kemudian, dia kembali berkenalan dengan wanita lain. Ada istri dokter terkenal yaitu Madam Rose, adapun desainer ternama yang belum memiliki pasangan yakni Nona Grace, dan beberapa pejabat lain yang tidak bisa Oxanna ingat satu persatu.


Namun, dia cepat mengakrabkan diri dengan Stella, Rose, dan Grace. Yang mana, Aarav memerintah dirinya supaya dekat dengan mereka bertiga. Maria memilih untuk melipir dari mereka dan berbincang-bincang dengan istri pejabat lainnya.


Stella merupakan anak dari keluarga terpengaruh di Eropa, sedangkan Rose, suaminya merupakan dokter yang memiliki jam terbang paling tinggi. Ada juga Grace, desainer terkenal yang seluruh karyanya terjual di harga paling mahal serta dia merupakan desainer tinggal untuk Miss Universe. Tetapi, setinggi apapun martabat yang mereka miliki, akan kalah jika dibandingkan oleh Oxanna karena pengaruh Skalov.


"Suamiku menitip salam untuk Anda, Ma'am. Jika Anda memiliki waktu, dia ingin mengundang Anda agar dapat hadir di Lembaga Penelitian," kata Rose.


"Ah, benarkah? Aku akan berbicara dengan Aarav," jawab Oxanna tersenyum tipis.


"Kami akan mengadakan jamuan teh musim semi pada minggu depan, Mam. Apakah Anda dapat datang?" ajak Stella.


Oxanna mengambilnya, membaca dengan lamat-lamat setiap tulisan yang tertulis. Haruskah dia hadir?


"Baik lah, aku akan hadir jika kalian menghilangkan percakapan formal ini," sahut Oxanna setengah bercanda.


Lantas, mereka tertawa dan menyetujui keinginan Oxanna. Kemudian, percakapan santai lainnya memenuhi situasi hangat di antara mereka.


***

__ADS_1


"Ah, lelahnya!" Oxanna merebahkan tubuh di kasur yang super nyaman tersebut. Dia memejamkan mata dengan lelah, acara party dadakan yang dibuat Aarav telah selesai pada malam hari. Karena, para suami tiba-tiba hadir dan memperpanjang durasi pertemuan.


Sial, Aarav sengaja!


Saat ingin terlelap, suara pintu diketuk membuatnya terjaga. "Masuk!"


Seseorang membukanya dari luar. "Nyonya, ada undangan dari seseorang," kata Kepala Pelayan saat memasuki kamar.


"Taruh," ujar Oxanna pelan.


Kepala pelayan tersebut segera menaruh undangan ke meja kamar kemudian pamit keluar dari sana.


Oxanna mendesah kasar sebelum bangkit dan mengambil kartu undangan tersebut. "Dari Skalov Entertainment?" gumamnya membaca logo yang tertera di depan undangan.


Segera dia membaca isi dari undangan tersebut. Yang mengatakan jika Oxanna diundang casting salah satu acara varietas show mengenai kesehatan yang akan dirilis dalam waktu dekat. Dia diundang sebagai dokter ahli di Skalov Hospital. Tapi tentu saja dia meragukan jika acara itu melihatnya sebagai seorang dokter tanpa mempertimbangkan statusnya yang kini istri Aarav.


"Aku belum sempat melakukan rencana balas dendam, mengapa harus hidup dengan nyaman?" Oxanna menghela napas panjang lalu melempar kartu undangan tersebut ke sembarang arah setelah dia memikirkan tujuannya datang ke mari.


Menurut Oxanna, keluarganya memang salah sebab mengajarkan kesesatan kepada umat. Tetapi, Skalov lebih salah karena menjadikan alasan itu untuk menyingkirkan sang ayah. Maka dari itu, Oxanna ingin memikirkan lagi langkah apa yang harus dia lakukan. Saat ini, dia sudah tahu sejarah asli masa dulu dan dia akan mengambil keputusan lainnya.


Singkat saja, pengorbanan selama 20 tahun, mendendam dan membenci Aarav tidak boleh sia-sia, bukan?


"Apakah aku harus menerima?" Oxanna kembali bergumam saat sebuah ide picik terlintas di benaknya. Kedua matanya membulat ketika beberapa rencana muncul. "Benar, aku harus mengikuti acara ini dan membuat sesuatu di sana."


"Aku harus menghancurkan diri sendiri supaya bisa menyeret Aarav dan Skalov jatuh bersama. Jika bisa, aku harus memiliki nama besar supaya pengaruh itu kian tajam," kata Oxanna tersenyum sinis.

__ADS_1


Keputusan Oxanna sudah bulat. Dia akan menjadi orang terkenal supaya bisa menyeret Aarav hancur.


"Jika nyawa tidak bisa dihilangkan begitu mudah. Maka, perkataan tajam orang di luar sana bisa perlahan-lahan membunuh dari dalam, kan?"


__ADS_2