
Kaira berdandan dalam kamarnya. Dia memakai baju-baju yang telah dia pilih tadi sore. Dia memilih semua pakaian baru ditoko itu yang terlihat elegant dan pas dibadannya.
Bip bip
Suara klakson mobil pun terdengar jelas tanda Eren telah pulang. Kaira pun gugup dan melihat kembali riasan serta dirinya. Saat dirasa sudah cukup dia pun menunggu Eren naik ke kamar.
"Ara. Ara." Teriak Eren
Nih cewek kemana sih? Bikin kesel aja. Suami pulang kerja ga disambut, dipanggil pun dia tidak langsung menjawab. Geram Eren kesal. Eren pun duduk di meja ruang makan.
"Bi. Tolong ambilkan air ya" Suruh Eren sopan. Walau dia tuan muda keluarga ternama dan seorang playboy, namun dia sangat berpendidikan dan memiliki tata Krama yang baik. Dia tidak memandang seseorang berdasarkan status terlebih bibi telah menemaninya sedari dia kecil jadi dia menganggapnya seperti ibu sendiri karena mama Eren merupakan seorang wanita karir.
"Baik den." Bibi pun membalasnya dengan lembut juga dan segera mengambilkan air minum untuk Eren. Dia pun segera memberikan kepadanya.
"Silahkan tuan." Katanya sambil memberikan air minum tersebut. Lantas, Eren pun meminumnya dan bertanya
"Bi. Ara kemana? Mengapa dia lama sekali?"
"Saya tidak tahu tuan. Mungkin nyonya muda sedang tidur. Sebaiknya Tuan melihatnya." Saran bibi
Eren pun mengikuti sarannya. Sebenarnya bibi mengerti mengapa nyonya mudanya tidak kunjung turun atau bahkan tidak menyambut tuan muda satu ini.
Langkah demi langkah kaki Eren pun terdengar. Semakin gugupnya Kaira dibuatnya. Tak lama, Eren pun membuka pintu kamar mereka dan melihat sosok wanita cantik disana. Memang Kaira sengaja membelakangi pintu untuk membuat Eren terkejut. Eren pun berjalan mendekat.
Siapa dia? Mengapa berani-beraninya memasuki kamarku? Apa dia Kaira? Tapi, tidak mungkin dia memiliki baju stylist begini. Batin Eren.
Eren pun menepuk pundak perempuan itu dan perempuan itu pun berdiri dan membalikkan badannya.
"Selamat datang Tuan Muda" Sapa Kaira.
Eren pun terperangah tak percaya. Dia tidak percaya jika istrinya begitu cantik ketika berdandan seperti ini.
"Tuan..." Panggil Kaira yang dipotong oleh Eren.
"Shh" Eren pun menghentikan Kaira. Dia pun memojokkan Kaira di dinding kamarnya dan menatap lekat. Tak lama, Eren pun mencium bibir Kaira. Kaira membelalakkan matanya namun dia tidak bisa menolak dan akhirnya dia pun mengikuti permainan-permainan nakal Eren.
__ADS_1
"I can't believe it, baby. U r really beautiful tonight" Bisik Eren ditelinga Kaira. Pipi dan telinga Kaira pun seketika memerah.
"Apa yang tuan katakan? Saya melakukan ini untuk membuat tuan bangga memiliki saya" Balas Kaira.
Entah mengapa Eren sedikit merasa jikalau dalam kata-kata Kaira itu menggambarkan jikalau Kaira lagi sedih dan itu membuatnya sakit.
Ada apa denganku ini? Mengapa aku merasakan kesedihan yang mendalam dimatanya? Dan mengapa aku merasa bersalah padahal sebelumnya aku sama sekali tidak mempedulikan nya. Eren tak bisa menyangkal. Penampilan Kaira hari ini membuatnya terpana dan membuatnya semakin sadar jika dia telah jatuh cinta pada istri kontraknya ini.
"Don't be sad, baby. I am here for u" Bisiknya lagi. Tanpa sadar Kaira pun menangis. Baru kali ini Eren memperlakukannya dengan lembut begitu. Rasanya dia tidak ingin melewatkan satu detik pun keindahan ini. Eren pun memeluk mesra Kaira dan menyeka air matanya.
"Ara, Maafkan aku jika aku selalu menyakitimu. Maafkan aku yang selalu mengkhianati mu hingga membuatmu tidak nyaman. Aku mengerti aku jarang sekali memanjakanmu bahkan aku pun jarang bersikap lembut padamu. Aku hanya mengambil keuntungan darimu tanpa memerhatikan jika kamu sangat dirugikan disini. Aku janji aku akan lebih baik nantinya" Eren pun luluh akhirnya. Usaha Kaira tidaklah sia-sia. Semenjak saat itu, Kaira pun mengenakan pakaian-pakaian yang bagus dan elegant setiap bersama Eren.
............................
Keesokan harinya
Ara. Sebelumnya aku tidak pernah menemanimu berbelanja dan memanjakanmu. Kamu yang selalu berbuat banyak padamu. Mungkin saat ini adalah waktunya untuk aku menebus semuanya. Batin Eren
Eren pun bergegas bangun dan mandi. Semenjak malam itu, dia benar-benar ingin berubah demi Kaira. dia tidak ingin menyakiti Kaira lagi. Entah sampai kapan itu berlangsung. Kaira yang sedari tadi sudah bangun pun memerhatikan Eren dari kejauhan dan merasa sangat bahagia.
Aku harap kamu begini terhadapku selamanya. Aku harap tidak ada orang ketiga diantara kita. Dan juga aku ingin kamu sepenuhnya melupakan masa lalumu itu.
Hanya ini yang bisa aku lakukan sekarang Ara. aku harap kamu akan bahagia. Eren pun telah memikirkan bagaimana senyuman Kaira nanti saat melihat apa yang telah ia lakukan.
Kriingggg Suara telepon Eren berbunyi. Dia pun ke ruang ganti di kamarnya untuk mengangkat telepon. Dia tidak ingin Kaira tau.
"Tuan. Segala sesuatu yang anda perintahkan kepada saya sudah saya selesaikan. Dan tim yang berada di Bali pun hampir 100% menyelesaikan tugasnya. Saya masih memantau perkembangan mereka dan memastikan tidak ada yang akan terjadi nantinya. Saya juga telah menyiapkan beberapa bodyguard bayaran dan pelindung bayangan untuk nyonya muda nantinya."
Nb: Pelindung bayangan adalah beberapa orang, seperti bodyguard, yang dibayar untuk melindungi seseorang secara tersembunyi. Jadi, tidak ada orang yang akan mengetahui keberadaannya bahkan orang yang mereka lindungi. Mereka adalah seseorang yang handal dalam bersembunyi dibalik layar. Mereka disewa biasanya untuk melindungi seseorang yang memiliki musuh bisnis atau sebagainya. Eren menyewa mereka hanya untuk berjaga-jaga saat Kaira ingin keluar dan menolak menggunakan bodyguard yang untuk melindunginya.
"Bagus. Pantau terus mereka. Jika mereka bekerja dengan bagus nanti aku akan mengirimkan bonus untuk setiap orang termasuk juga kamu" Kata Eren puas
Rangga pun tersenyum mendengarnya. Bagaimana tidak, siapa sih yang tidak senang mendengar kata "Bonus"?
"Terimakasih Tuan muda. Saya pastikan tidak akan mengecewakan anda" Kata Rangga terdengar riang disana sebelum Eren memutuskan panggilan teleponnya.
__ADS_1
Apa kamu tahu, Ara? Dengan kehadiranmu disini, Banyak senyuman diwajah kami semua. Rumah ini menjadi lebih bewarna dan tidak membosankan. Hanya dalam waktu beberapa hari, kamu telah mengubah semuanya. Kamu bahkan bisa mencuri hati semua orang dalam beberapa waktu ini. Kamu bagaikan seorang malaikat. Batin Eren bangga memiliki istri seperti Kaira.
Dia pun keluar dari ruang ganti dikamarnya. Dia pun berjalan ke arah Kaira. Kaira yang sedari tadi sudah terbangun itu berpura-pura tidur lagi.
Huft. Dia mau kemana sih? Sudah sewangi dan Serapi ini? Apa mau mencari pelacur lagi diluaran sana? Jika begitu, usahaku sia-sia dong? Geramnya dalam hati karena memang ruang ganti mereka itu kedap suara jadi, tidak ada yang bisa mendengarnya. Lalu, dia pun merasa seseorang mengecupnya. Spontan, dia pun membuka matanya.
"Hai My Ara" Sapa Eren melihat Kaira membuka matanya. Sontak Kaira pun terkejut.
"Wahh.. Ahh Tuan. Mengagetkan ku saja. Tunggu, My Ara?" Kaira pun memegang dahi Eren dan memastikan dia tidak sedang demam. Eren pun memegang tangan Kaira di dahinya itu dan menggenggamnya.
"Tidak, Ara. Aku baik-baik saja." Lalu, dia mengecup bibir Ara pelan.
"Hmmm. Ada apa tuan? Mengapa pagi-pagi sekali anda membangunkan saya? Ini kan masih jam 4 belum jam 6. Saya masih memiliki 2 jam lagi untuk melanjutkan tidur saya. Dan lagi, badan saya serasa remuk karena anda semalam" Dia bertanya dengan kesal mengingat kejadian semalam, karena Eren terlalu aktif semalam, Dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur. Badannya pun sakit semua.
"Hehe. Maaf ya. Aku keterlaluan semalam." Eren menjawab nya dengan cengengesan.
Kaira pun bangun dari rebahannya. Dia terkejut dengan perubahan sikap Eren yang signifikan. Apa? Dia bisa tertawa dan bergurau begitu didepanku? Kemarin-kemarin bahkan dia sangat dingin padaku. Ada apa dengannya hari ini? Kerasukan kali ya? Ahh aku harus tanya Rangga kemana dia membawa pergi tuan mudanya ini. Batin Kaira
"Ara.. Hey.. Mengapa? Aku terlihat tampan ya?" Canda Eren
"Iyaa tuan memang yang tertampan.'juga yang paling nyebelin'" geramnya pelan
"Apa? Aku tidak mendengarnya" Eren yang mendengar samar-samar pun mulai emosi
"Hehe tidak ada." Jawab Kaira
"Sudah sudah." Eren memberikan amplop berisi dua ticket menuju ke Bali itu kepada Kaira.
"Ini apa tuan?" Tanya Kaira
"Buka saja" Pinta Eren kepadanya. Kaira pun membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya dia melihat kedua tiket tersebut.
"Yaa Ara. Aku ingin kita berlibur ke Bali. Kita akan berangkat ke Bali nanti jam 9. Aku juga sudah meminta izin dan memberitahukan kepada ketua divisi kamu berada. Juga, aku sudah menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan nanti." Eren menjelaskan nya pada Kaira. Sontak Kaira pun memeluk Eren sambil menangis terharu.
"Terimakasih tuan. Inilah yang saya tunggu-tunggu." Eren pun senang mendengarnya.
__ADS_1
"Sekarang, yok kita makan bersama. Kamu harus jaga kesehatan sebelum berangkat." Kata Eren menasehati Kaira dan menggendongnya menuju ke ruang makan.
"Baik" Balas Kaira