Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
TIDAK ADIL!!!


__ADS_3

Masih sama, di sebuah kamar hotel VVIP tempat dimana Eren memergoki Kaira berbaring di atas Wisnu, temannya sendiri.


Seorang pria dan wanita tengah asyik merayakan kemenangan rencana mereka. Mereka telah berhasil satu langkah menuju kehancuran kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu. Siapa lagi kalau bukan pasangan Kaira dan Eren?


"Huh, ternyata lu pinter juga ya bang aktingnya" Puji Clara


"Yoi dong. Siapa dulu dong orangnya, Wisnu gitu loh. Btw, ide lu juga cemerlang." Balas Wisnu


"Cihh, jangan senang dulu. Ini masih permulaan"


"And then? Lu ga lupa janji lu kan?" Tanya Wisnu


"Enggak dong bang Wisnu sayang" Ucap Clara dengan suara seksinya membuat Wisnu benar-benar tak tahan dibuatnya.


Pria itu langsung bangkit dan menutup pintu kamar mereka, menguncinya rapat-rapat dan kembali mendorong Clara agar dirinya dapat berbaring diatasnya.


Mereka berdua memadu kasih tanpa cinta, hanya memuaskan nafsu masing-masing semata.


Sedangkan di sebuah bar...


"Satu lagi bang" Ucap Eren kepada seorang bartender yang melayaninya.


Beberapa wanita penghibur berada di ruangan VIP miliknya hingga seseorang yang dia kenali datang tuk menyapanya


"Woyy bung. Lama ga ketemu." Sapa pria itu


"Apa kabar lu? Kok ga pernah contact gue?" Lanjut pria itu bertanya


"Gue sibuk bro. Akhir-akhir ini banyak hal terjadi" Balas Eren.


"Lu sendiri gimana di Amrik? Lancar kan?" Tanya Eren balik


"Lancar dong. Ehh btw lu ngapain disini? Kemana istri lu yang cantik itu? Ga lu bawa?" Tanya Pria itu


"Gue lagi marahan sama dia, Thom. Bisa-bisanya dia selingkuhin gue coba" Curhat Eren


"Selingkuhin lu? Bagaimana bisa?" Tanya Thomas penasaran.


"Entahlah. Gue kemarin mergokin dia sama temen SMA gue si Wisnu itu. Gatau dah gue pernah cerita sama lu atau kaga. Yang jelas, dia juga kenal baik sama Clara."


"Gue dengar kabar kalau Clara balik ke Indo. Lu ga balikan lagi sama si cewek murahan itu kan?"


"Cihh, mana mau gue sama bekas kek dia. Ninggalin gue demi pria tua Bangka itu. Untung waktu itu gue ga ketipu sama dia"


Eren curhat panjang lebar dengan Thomas. Memang, mereka lama tidak bertemu. Mungkin sudah sekitar setahunan ini. Eren menceritakan semua yang terjadi pada dirinya setahun belakangan, begitu juga dengan Thomas hingga tak terasa sekarang sudah hampir pukul 3 dini hari. Thomas sudah mengantuk berat, terlebih dia datang hanya untuk mengontrol barnya,bukan bermain dengan wanita penghibur yang ada di sana.


"Bro, gue balik dulu ya. Entar si Lana cosplay jadi harimau. See u" Pamit Thomas


"Yoi"


Seseorang sedari tadi mengintip di balik dinding sana tak berani masuk dan mendekat karena ada Thomas di sana. Saat Thomas pergi, wanita itu langsung menyelinap ke dalam.


"Hai Eren sayang. Kamu sendirian lagi? Tch tch tch. Kasihan. Punya istri kok ga guna" Ucap Clara.


"Mendingan sama gue. Hari ini, kita have fun bersama sampai mabuk, gimana?" Tantang Clara


"Okay. Siapa takut?" Eren menerima tantangan tersebut.


Satu jam sebelumnya...


"Hufftt, Abang cukup puas kali ini. Kamu makin hebat saja, Clara" Puji Wisnu.


"Iya dong. Ini semua kan berkat Abang Wisnu juga"


"Ehh tapi, kamu yakin gapapa kita tadi ga pakai pelindung?" Tanya Wisnu

__ADS_1


"Udah tenang aja. Ini bukan masa subur aku kok. Bentar lagi paling juga datang" Jawab Clara dengan entengnya.


"Baguslah kalau begitu."


Wisnu mengenakan pakaiannya dan celananya, sama halnya dengan Clara.


"Bang, gue cabut dulu ya" Pamit Clara


"Mau kemana lu? Udah malam ini."


"Tch, bodoh." Umpat Clara


"Sekarang ini, Eren pasti berada di bar milik temennya itu. Si Thomas. Dia pasti membutuhkan seorang wanita untuk menghiburnya dan menantangnya hingga mabuk. Bukankah ini kesempatan yang bagus untukku menjebaknya dan membuatnya menjadi milikku sepenuhnya?" Jelas Clara panjang lebar


"Benar juga. Gue anterin ya" Tawar Wisnu


"Boleh boleh. Tapi, jangan sampai ketahuan. Kalau ketahuan, gue bunuh lu" Ancam Clara


"Ampun boss"


..............


Clara dan Eren minum sampai keduanya mabuk, tidak, sepertinya hanya Eren yang paling mabuk. Clara dengan pandainya mengelabui Eren, pria itu pun langsung tepar di tempat.


"Cihh, kekuatan minum masih sama lemahnya seperti dulu. Ga asyik" Ucap Clara menghina Eren yang hampir tak sadarkan diri


"Uhuk uhuk, ini juga karena lu, Clar. Lu curang." Balas Eren setengah sadar setengah tidak.


Eren menatap Clara dengan lahapnya. Itulah bahayanya jika Eren minum dan mabuk, dia akan memangsa semua wanita di depannya dan Clara sangat hafal dengannya.


Clara mengirim pesan kepada Wisnu untuk mengambil beberapa potret foto dirinya dan Eren, lalu mengirimkannya pada Kaira. Kesempatan langka ini, mengapa harus disia-siakan?


Cekrek cekrek cekrek


"Baby, wanna move to my room?" Goda Clara kepada Eren.


Clara merangkulkan tangannya ke leher Eren dan menatapnya lekat. Jantung Eren berdetak dengan kencangnya, persis seperti mereka dulu. Membooking ruang khusus VVIP serta sebuah kamar, seperti sebuah reunian yang berujung perpisahan. Bukan perpisahan dengan Clara, namun dengan Kaira.


"As u wish baby" Balas Eren


Clara memapah Eren sendiri ke sebuah ruangan yang telah direncanakan. Wisnu mengintip dari luar, Clara berkedip dan menyeringai kearahnya mengisyaratkan sebuah kalimat "Yes, we get it"


Disisi lain...


Sudah jam segini, kenapa mas belum pulang ya?~Batin Kaira.


Kaira terjaga dari tidurnya. Dia terus menatap jam, sesekali keluar kamar. Namun, hanya ada Rangga yang tertidur di sofa.


"Rangga... Rangga" Kaira membangunkan pria itu


"Ehh, nyonya muda" Rangga langsung terjaga dan berdiri dengan tegapnya layaknya seorang prajurit yang diharuskan siap setiap saat.


Rangga mengusap pelan matanya, mencoba menghilangkan semua kantuk yang menghampiri dirinya.


"Maaf saya membangunkan kamu. Kamu ada kabar dimana tuan muda?" Tanya Kaira lembut


Rangga merogoh ponselnya dan membuka. Betapa terkejutnya dia melihat jam yang terpampang nyata di layar.


Jam tiga?!! Gila!! Gue ketiduran selama itu. Bukan bukan, tapi kemana tuan muda?~Batin Rangga


"Apakah tuan tidak menghubungi anda?" Tanya Rangga sedikit panik.


"Tidak. Jika dia mengabariku, kenapa aku harus bertanya padamu." Ucap Kaira


"Duhh, kemana lagi sih pria ini? Suka banget bikin orang panik" Lanjutnya

__ADS_1


"Nyonya tenang. Saya akan mencarinya"


Tinggg


Suara pesan masuk ke ponsel milik Kaira. Dengan sigap, wanita itu langsung membuka ponsel yang berada ditangannya.


Kaira menutup mulutnya, air mata mengalir begitu saja. Foto Clara bersama Eren terpasang jelas disana. Seorang anonymous (sebut saja begitu) mengirimkan beberapa foto dari posisi yang berbeda, berbeda pula aktivitasnya


Kissing dan hal lainnya terkirim dengan jelas hingga Eren masuk ke sebuah kamar bersama Clara pun dikirimkan di sana.


Tak hanya itu saja, sebuah video terkirim disana. Video syur berisikan Eren yang berbaring di atas Clara.


Pranggg


Kaira membuang ponselnya itu ke arah sembarangan.


"Arghhh.. Jijik!!! Menjijikkan!!!" Teriak Kaira. Luka lamanya yang belum pulih dulu, kini kembali lagi. Terlebih kata-kata itu terngiang-ngiang lagi dibenaknya.


Rangga yang paham pun langsung mengambil ponsel tersebut, melacak keberadaan si pengirim video. Dia yakin ini pasti telah direncanakan.


"Nyonya, nyonya tenangkan diri anda."


Rangga terpaksa harus menelepon Anna yang terlelap di kamar atas, kamar pengantin Kaira dan Eren.


"Halo An" Sapa Rangga


"Apaan sih Rangga? Lu ga lihat ini jam berapa?" Bentak Anna


"Lu itu gimana sih? Gue kan suruh nemenin nyonya Kaira, kenapa lu malah ketiduran"


Anna meraba kasur di sebelahnya. Benar, Kaira tak berada di sisinya.


"Lho, nyonya."


Anna yang panik pun langsung berlari turun ke bawah, mendapati Rangga yang sedang sibuk menenangkan Kaira.


"Nyonya. Nyonya gapapa kan?" Teriak Anna


Kaira menggeleng pelan.


"Jaga nyonya. Awas kalau sampai dia kenapa-kenapa." Ucap Rangga dengan nada mengancam


"Iya iya. Lu mau kemana sih?"


"Nanti gue ceritain" Jawab Rangga singkat.


Cihh, katanya mau ngejar gue, gitu masih dingin sama gue~Batin Anna.


Kaira menatap lurus tembok yang ada di hadapannya. Tatapan matanya kosong dan menyisakan sejumlah kesedihan di dalamnya. Anna pun dapat merasakannya walau dia tak tahu apa yang baru saja terjadi kepada wanita yang duduk di hadapannya


"Nyonya"Panggil Ana sambil memegang tangan Kaira yang sangat dingin.


"Apakah nyonya muda bersedia berbicara kepada saya? Saya akan disini 24 jam bersama nyonya" Kaira tersadar dari lamunannya. Dia tanpa berbasa-basi langsung memeluk Anna dengan erat dan menangis dalam diam di pelukannya.


Anna merasakan pundaknya yang basah, basah sekali.


"Nyonya Kaira ga kenapa-napa kan? Kok nangis? Non, jangan buat saya panik" Ucap Anna yang tegang seketika setelah Kaira memeluknya tiba-tiba


Kaira meluapkan semua emosinya dalam pelukan Anna. Tentu saja dia tidak melukai wanita yang berada dalam peluknya


Setelah tenang, wanita itu melepaskan pelukannya.


"Maaf ya, An. Aku memeluk kekencangan ya?" Tanya Kaira sambil menghapus air matanya. Suara Kaira serak dan lirih(bindeng) setelah menangis.


"Itu bukan masalah besar. Tapi, ada apa sebenarnya? Tuan muda ga berulah lagi kan?" Tanya Anna menyelidik

__ADS_1


__ADS_2