
Eren mengajak Kaira bersantai dan menikmati malam di sebuah restoran yang memiliki pemandangan yang indah. Above Eleven lah jawaranya.
Labirin-labirin yang didesain dengan cantiknya membawa kenangan tersendiri yang memadukan suasana romantis dan indahnya pemandangan hijau. Eren menggandeng tangan Kaira lembut, dia tak melepaskannya sama sekali. Benar-benar memanjakan mata.
Sesampainya di Rooftop sekalipun, suguhan pemandangan hijau berpaduan dengan birunya pantai nampak jelas disana. Entah pantai apa itu, yang jelas Kaira dan Eren sungguh menikmatinya. Mereka memesan cocktail special yang menjadi andalan di restoran ini tak lupa juga beberapa jenis makanan perpaduan Jepang dan Peru.
"Permisi tuan, nyonya. Mau pesan apa?" Seorang pelayan datang. Mereka berpakaian ala Bali. Semua kental akan budaya, berbeda dari di Jawa yang bahkan sudah jarang sekali orang yang memakai baju adat mereka
Eren menyebutkan semua hal yang dipesan. Kaira hanya menurutinya,karena dia sama sekali tak mengetahui menu yang akan disuguhkan, mempercayai suaminya adalah keputusan yang tepat
"Ara, aku mau ke toilet sebentar ya" Pamit Eren
"Hmmm. Jangan lama-lama ya, mas. Keburu dingin nanti" Ucap Kaira
Eren berlalu pergi meninggalkan istrinya yang menatap lekat ke pemandangan di depan sana.
Namun, tanpa mereka sadari, seseorang membuntuti mereka sedari tadi, seseorang itu pergi untuk menemui Eren. Siapa lagi kalau bukan Clara? Wanita tak tahu malu itu benar-benar membuat semua orang muak, tak terkecuali Eren
Plakk
Clara menepuk pundak Eren. Eren berhenti, terdiam sejenak sebelum membalikkan badannya
"Kamu?!! Untuk apa kamu disini?" Eren menarik tangan Clara ke sebuah lorong menuju kamar mandi.
"Stttt. Apa kamu ingin istrimu tercinta itu mendengarnya?" Ucap Clara dengan gaya centilnya
"Apa maumu?" Tanya Eren.
"Tentu saja kamu" Clara memutar-mutar kancing baju milik Eren yang memang sengaja dibuka agar memperlihatkan sedikit dada bidangnya yang sangat menawan itu
Clara tak lupa dengan menempelkan wajahnya ke baju Eren, menyisakan jejak disana. Tentu saja bukan jejak bibir, namun jejak parfum dan juga bedaknya yang tebalnya 5cm itu
"HALU" pekik Eren. Pria itu mendorong Clara kuat hingga menyebabkan dia terjatuh ke lantai. Semua orang melihatnya, membuat sebuah kehebohan disana. Beruntung Kaira tidak menyadarinya
"Puas kamu? Puas? Ohh atau jangan-jangan memang beneran kamu yang membuat Kaira hampir kehilangan nyawanya waktu itu?" Selidik Eren
"Kalau iya memang mengapa? Atau kamu mau aku membongkar semua kebohongan kamu dan muncul di depan kaira saat ini?" Tanya Clara.
Wanita ini benar-benar...
Rahasia? Eren sama sekali tak mengetahui rahasia apa yang dimaksudnya. Seingatnya, pria itu benar-benar tidak pernah memiliki rahasia apapun dibelakang Kaira, terutama sejak dirinya berjanji pada istrinya. Pria itu tak habis pikir, namun lebih baik menghindar dari pada mencari mati, bukan?
__ADS_1
"Aku selalu tak bisa berkata apa-apa lagi kepadamu." Eren menghela nafas kasar
"Cepat katakan, apa maumu?" Lanjutnya
"Simple saja. Tinggalkan Kaira dan nikahi aku" Balas Clara.
Ingin sekali rasanya Eren menikam wanita ini dari belakang. Dia benci bahkan sangat benci dengan ancaman yang membuatnya harus memilih pilihan yang tidak sesuai dengan keinginannya
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkannya lagi."
Eren capek meladeni wanita gila itu. Pria itu melangkah pergi menjauh meninggalkan Clara yang berdiri sendirian disana. Sayangnya, Eren terlalu bodoh untuk menyadari sesuatu. Clara tiba-tiba berlari dan memeluknya erat
"Clar, kamu kenapa..." Eren kehilangan kesadarannya setelah Clara menyuntikkan cairan yang berada dalam jarum di genggamannya.
Berhasil. Ga nyangka ternyata Eren sebodoh ini. Dia benar-benar ceroboh. ~Batin Clara.
Memang salahnya yang menyuruh Rangga dan Anna, kedua bodyguard nya, untuk menjaga buah hatinya dan pergi hanya berdua dengan Kaira. Namun, penjaga bayaran pun tak luput disisinya. Namun, mereka tidak akan turun tangan kecuali tuan mereka dalam bahaya.
Clara membopong tubuh kekar milik Eren. Dia sudah mempersiapkan segalanya, beberapa orang berpakaian sangar menghampirinya.
"Kalian kemana aja sih? cepat bantu gue. Buat apa gue bayar kalian kalau kalian kerjanya lemot gini" Sinis Clara.
Saat Clara mengalihkan tubuh Eren kepada bodyguard nya, wanita itu tak sengaja bertabrakan dengan Wisnu yang entah untuk apa dia berada disana. Dunia itu sempit sekali ya kawan-kawan.
"Clara, apa yang kamu lakuin disini dan ini... Mengapa Eren berada disini? Ada apa dengannya?" Pekik Wisnu
"Ohh jangan-jangan kamu mau merebutnya dari istrinya lagi ya? Jawab!!! Clara, sadar Clara. Kasihan Kaira kalau lu terus kek gini. Apa sih yang lu harapin dari Eren? Biarin dia bahagia sama Kaira" Lanjutnya
"Bukankah kamu menyukai Kaira? Bukankah jika aku berhasil memisahkan mereka kamu akan bahagia juga? Bukankah setelahnya kamu memiliki peluang untuk mendapatkannya?? Ga usah munafik deh bang" Balas Clara.
Wisnu berfikir untuk sesaat.
Apa yang dikatakan Clara benar juga. Sudahlah, aku akan melihat apa yang dia lakukan. Jika itu keterlaluan, aku tidak akan segan kepadanya ~Batin Wisnu
"Sudahlah daripada terus melamun disini dan malah membuatku ketahuan dan semua rencana gagal, lebih baik lu bantuin gue. Gimana?" Tawar Clara
"Gue harus apa?" Tanya Wisnu bingung
Clara membisikkan beberapa rencana padanya. Entah apa yang dia bisikkan, yang jelas itu akan menguntungkan baginya. Wisnu hanya mengangguk tanpa respon. Dia pun menyetujui tindakan Clara selama itu tidak membahayakan Kaira.
"Gimana? Setuju?" Tanya Clara untuk terakhir kalinya
__ADS_1
"Selama kamu tidak membahayakan kaira, tentu saja aku setuju" Jawab Wisnu
"Good" Clara tersenyum puas. Semua orang berada dipihaknya dan kendalinya saat ini
..............
Sementara itu, Kaira menengok sekeliling, mencari keberadaan Eren disana.
Mas Eren kemana sih? Masa lupa kalau aku masih disini? Atau jangan-jangan dia tersesat? Ahh ga mungkin lah. Sepertinya, Mas udah terbiasa berkunjung di cafe ini ~Batin Kaira.
Wanita itu memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya dan berusaha mencari Eren ke sekeliling hingga seseorang mengiriminya sebuah pesan
"Hai, Kaira. Ini aku, Wisnu" Ucap seseorang dalam pesan
Wisnu? Tumbenan dia chat.
"Hai. Ada apa? Sesuatu terjadi?" Balas Kaira
"Tidak, aku hanya ingin menyapa. Oh ya, aku sekarang di Bali. Apakah kamu juga di Bali?" Tanya Wisnu
"Ba-bagaimana kamu bisa tahu?" Kaira menengok kanan dan kiri sekali lagi memastikan tidak ada Wisnu disana
"Aku melihat Eren tadi. Kupikir dia datang bersamamu. Ternyata benar" Balas Wisnu dengan entengnya
"Kamu melihat Eren? Dimanakah dia sekarang? Dia baik-baik saja kan? Dia diculik ga?" Pekik Kaira tanpa henti
"Tenang tenang. Satu-satu dong nanyanya. Aku bingung mau jawabnya"
"Ya kan kita hanya mengirim pesan bukan saling telepon. Jawab saja" Pinta Kaira
"Baiklah baiklah. Aku tadi melihat Eren di kamar mandi bar. Aku melihat sepertinya dia sedang bersama dengan Clara..." Wisnu mulai memanas-manasi Kaira.
Wisnu mengirimkan sebuah foto Eren yang dibopong oleh Clara dari belakang.
Kaira awalnya tidak menginginkan untuk memercayainya, namun sayang sekali pikiran dan hatinya begitu gegabah. Dia langsung percaya dan menelepon Rangga
...Insting seorang istri tak pernah salah....
Sedari tadi, dia merasakan sesuatu yang mengganjal pada hatinya. Bukan masalah Eren yang mendua, namun dia merasakan sesuatu akan terjadi dan benar saja Eren dijebak oleh Clara lagi dan lagi. Kaira tak habis pikir bagaimana bisa Eren sebodoh itu, bagaimana bisa dia seceroboh itu.
Bukan. Bukan itu intinya saat ini. Kaira hanya ingin tahu kebenarannya, Rangga datang dengan segera. Beruntunglah. Dia melacak keberadaan Eren saat ini dengan bantuan teknologi yang dipasang oleh Rangga. Ponsel mereka saling bertautan. Hingga diketahui Eren memasuki sebuah ruangan
__ADS_1