Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Kembali ke rumah mama mertua


__ADS_3

Kaira, Wisnu serta Mahen beranjak dari pesta tersebut dan pergi mengunjungi orang tua Eren. Ya, walau hubungan diantara mereka telah usai, namun Kaira benar-benar tak rela bila melepaskan kedua mertuanya yang sudah sangat baik terhadapnya, mendukungnya dan menjaganya dikala dia terpuruk dulu. Kaira bukanlah seorang wanita yang tidak tahu balas budi.


Beberapa menit kemudian, Kaira pun telah sampai di pintu gerbang rumah mertuanya. Terlihat Anna disana sedang berjaga, lalu ada pun Rangga yang mengantarkan dokumen kepada sang papa mertua.


Anna yang tak sengaja menatap lurus ke depan, matanya menangkap sosok yang selama ini ia rindukan. Dia melihat Kaira berjalan kearahnya dengan dua pria tampan di belakangnya.


"Non Kaira. Ini beneran non Kaira kan?" Tanya Anna tak percaya.


Anna berlari kegirangan bak menyambut pangeran dari negeri minyak.


"Oh nona. Anna kangen banget sama nona. Unch unch" Celoteh Anna sambil meluapkan segala kerinduannya hingga dirinya tersadar masih ada dua pria yang berdiri tegak disamping Kaira.


Anna perlahan mulai mengendurkan pelukannya.


"Non, siapa dia? Kalau pria ini saya kenal. Dia Wisnu si perusak hubungan orang kan?" Tanya Anna sembarangan.


"Nona Anna, bisakah anda mengatur kembali ucapan anda?" Tanya Wisnu dengan tatapan sinisnya.


"Kenapa? Bukankah itu faktanya?" Tanya Anna menantang.


"Sudah sudah. Apakah pertemuan kali ini akan menjadi pertikaian untuk kalian? Aku capek. Aku masuk dulu" Ucap Kaira kesal.


"Tuh kan gara-gara kamu sih."


"Kok aku? Bukannya tadi kamu yang mencari gara-gara?"


"Ahh sudahlah, aku ga mood" Ucap Anna sambil berlalu pergi.


"Dasar cewek gila. Dia yang duluan dia juga yang marah." Gumam Wisnu


"Sudahlah, ayo kita masuk".


Di dalam rumah besar nan megah milik keluarga William, matanya mencoba tuk mencari dan menangkap sosok yang membuatnya kemari, siapa lagi kalau bukan kedua mertuanya. Namun, sepertinya dia tak dapat menangkap bahkan hanya sekadar bayangannya.


"An, kemana papa sama Mama?" Tanya Kaira


"Kalau nyonya besar ada di kamarnya. Untuk tuan besar tadi katanya ngurusin pekerjaan sama Rangga, nyonya. Jika nyonya berkenan, silahkan duduk terlebih dahulu, saya akan memanggilkan nyonya besar" Jawab Anna yang kemudian berlalu begitu saja.


Kaira menuruti perkataannya. Dia merindukan segalanya. Dia mengusap lembut sofa yang pernah didudukinya dengan Eren kala itu, kala dirinya diusir sekaligus marah kepada Eren saat Clara masuk kembali dalam kehidupan mereka.


Dulu, kita duduk berdua disini mas. Tapi sekarang, hanya tinggal kenangan kita saja... Sungguh tragis~Batin Kaira


Kaira berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Dia sudah tak pantas menangisi pria yang telah tega padanya. Mahen yang mengerti akan kegundahan hatinya pun langsung mendekatinya.


"Kai, kamu gapapa?" Tanya Mahen berbisik lembut

__ADS_1


"Gapapa."Jawab Kaira singkat.


..............


Tok tok tok


Anna mengetuk pintu majikannya.


"Masuk" Teriak Mama Eren dari dalam.


"Anna, ada apa?" Tanya wanita yang sedang memanjakan dirinya di ranjangnya.


"Nyonya, nona kaira datang" Ucap Anna dengan nada girang.


"APA?!!" Pekik Mama Eren


Pranggg


Semua hal yang berada disamping wanira paruh baya itu terjatuh dari kasurnya, dia tak mempedulikannya.


"Ahh, akhirnya."


Mama Eren ini memang sedikit kekanakan, namun dia benar-benar seorang wanita yang baik. Banyak wanita yang akan iri dengan Kaira.


..............


"Ahhh. Mama. Stop stop. Pipi Kaira basah, kaira kehabisan nafas" Seru Kaira kepada mertuanya yang tak melepaskannya sedikit pun


"Ehh maaf maaf. Mama terlalu bahagia. Mama kangen sama kamu..." Kata-kata Mama Eren terhenti sesaat setelah melihat seorang pria tampan duduk tepat disamping Kaira


"Kamu... Kamu siapa?" Tanya mama Eren.


"Oh iya Tante maaf. Saya sudah tidak sopan, langsung terduduk sebelum memperkenalkan diri." Ucap Mahen dengan sopan


"Nama saya Ida Bagus Made Mahendra, teman kuliah Kaira." Ucapan halus lembut sehalus sutra itu terlontar dari bibir merah manis milik Mahendra. Pria dengan lesung pipi yang menambah kemanisan wajahnya itu memang layak menjadi seorang keturunan dari keluarga bangsawan. Tutur katanya yang lembut nan anggun, gerakannya yang elegan membuat mama Eren tak berkedip melihatnya. Dia bahkan menundukkan dirinya saat memperkenalkan diri.


"Mah... Udah jangan bengong begitu" Tegur Kaira tiba-tiba.


"Ahh eh iya. Silahkan nak Mahendra duduk dulu. Cerita-cerita sini. Gimana bisa bertemu dengan Kaira." Ucap Mama Eren ramah.


"Ehh dimana Wisnu?" Tanyanya saat tidak menangkap sosok tinggi besar Wisnu disekitarnya.


"Oh, tadi katanya lagi ke mobil ambil barang. Nahh tuh orangnya"


"Hai Tante, selamat sore. Maaf ya, Wisnu cuman bisa kasih ini ke Tante" Sapa Wisnu.

__ADS_1


Apa cuman aku yang baru saja mengenal Kaira? Bahkan Aku yakin aku lebih lama mengenal Kaira dibandingkan pria tengil ini~Batin Mahen


"Thank u ya, nu. Bagaimana Kaira? Dia ngerepotin ga?" Tanya mama Eren kepada Wisnu.


"Enggak kok te. Kaira mandiri banget. Dia kerja di salah satu perusahaan Thomas katanya" Balasnya


"Wihh. Dunia memang sempit ya."


.............


Mereka semua bersenda gurau, berceloteh riang, bercerita-cerita tentang segala sesuatu yang telah mereka lalui. Namun, satu hal pasti yang belum diketahui Mahendra, Nyonya besar William yang sekarang ini sangat dekat layaknya mama sendiri bagi Kaira adalah ibunda dari pria brwngsek yang telah melukai Kaira, pria yang ia temui tadi sedang memeluk Kaira dengan pakaian pengantinnya.


"Oh ya mahen, dari nama kamu, sepertinya kamu adalah keturunan bangsawan dari Bali. Apakah kamu anak dari nyonya Ida?" Tanya mama Eren


"Uhh, sebenarnya Ida itu nama gelar Tante. Nama mama saya adalah Sandrina Chevrolet. Tapi, karena mama keturunan asli dari bangsawan Bali, jadi diberi gelar Ida Ayu Sandrina. Begitu" Jelas Mahen panjang lebar.


"Hehe, salah ya. Tapi, benar kamu anaknya kan??"


Mahen merespon dengan mengangguk elegant. Bahkan tawanya pun elegant. Benar-benar serba elegant.


"Oh pasti kamu sudah lupa sama Tante ya? Kamu dulu sering main sama anak tante" Ucap Mama Eren tiba-tiba.


"Anak tante?" Mahen melirik kearah Kaira yang asyik dengan cemilan didekapnya.


"Bukan. Sebenarnya, Kaira itu adalah menantu Tante. Tapi, kaira sudah seperti anak tante sendiri. Kaira hanya memiliki seorang Ayah,tapi Ayahnya jarang pulang. Dia sering disiksa ibundanya. Hingga gatau gimana ceritanya, Kaira bertemu dengan anak tante,Eren...."


"Eren? Apakah pria yang menikah hari ini? Apakah pria yang telah membuatmu menangis?" Tanya Mahen memotong ucapan mama Eren


"Ya..." Jawab Kaira singkat dan sendu. Kaira menatap cemilan dihadapannya,dia menjadi kehilangan seleranya.


"Tapi, itu semua tidak ada hubungannya dengan mama dan papa. Please, jangan salah paham kepada mereka. Mereka orang baik" Ucap Kaira tiba-tiba. Dia tahu dengan kemampuan Mahen, dia bisa melakukan apa saja kepada keluarga kecilnya itu.


"Hufftt, baiklah. Aku juga yakin kalau Tante ini dan suaminya bukan orang baik seperti pria itu, bagaimana mungkin kamu mau kembali,bukan?"


"Tante, maafkan Mahen yang sudah lancang ini" Ucap Mahen. Lagi-lagi dia menundukkan kepalanya untuk meminta maaf. Pria itu memang sungguh berbudi luhur, berbeda dengan mereka semua yang ada disana.


"Kaira, kamu coba deh sama pria ini. Sepertinya, dia sudah dari lama menyukaimu" Bisik mama Eren


"Tapi ma... Bagaimana dengan Wisnu? Bukankah itu tidak adil?" Balas Kaira


"Kencani dua-duanya lah. Tapi, pas mau menikah lagi, pilih salah satu aja. Jangan diembat semua" Ucap mama Eren ditelinga Kaira.


"Pfttt" Kaira terkekeh pelan mendengar ucapan mama mertuanya.


"Memangnya kenapa kalau kaira mau dua? Kan enak ngeharem" Balas Kaira menggoda mama Eren balik.

__ADS_1


"Dasar menantu lucknut!!!" Pekik Mama Eren yang dibarengi tawa menggelegar mereka


__ADS_2