Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Ditalak


__ADS_3

Rangga dan Anna telah sampai tepat waktu di pintu gerbang rumah Kaira yang dibelikan oleh Eren sebagai mas kawin mereka.


Rangga dan Anna bergegas masuk dan mendapati Kaira yang terus saja menatap lurus. Wajahnya nampak pucat, matanya sembab dan lebih terlihat tak terurus dibandingkan biasanya


"Nyonya..." Panggil Anna lirih.


Suara Anna berhasil memecah keheningan dalam pikiran Kaira. Wanita itu menoleh kearah seorang gadis disebelahnya.


"Anna" Kaira spontan memeluk wanita itu dan menangis dalam dekapannya.


"Nyonya. Sudah jangan menangis. Pria baj*ngan seperti itu ga pantas mendapatkan wanita sebaik dan secantik..." Anna menghentikan ucapannya, untuk sesaat dia melirik ke arah dua orang yang juga merupakan majikannya.


Bodoh, bodoh, bodoh. Gimana bisa sih gue keceplosan? Mana ngehina seorang anak dihadapan orang tuanya pula. ~Batin Anna


Wanita itu menatap kedua orang yang berusia lanjut itu dengan tatapan tak enak hati.


"Ma-maaf, tuan besar, nyonya besar. Anna keceplosan. Hehe" Ucap Anna yang diakhiri dengan kekehan kecil Anna yang benar-benar tak enak hati itu.


"Anak itu memang pantas disebut sebagai Baj*Ngan. Aku tidak akan pernah memaafkannya." Timpal Mama Eren. Anna terkejut saat mengetahui seorang ibu yang menghina anaknya sendiri demi wanita lain yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun padanya.


Nyonya besar memang wanita yang baik cantik pula. ~Batin Anna.


.............


Di suatu tempat yang tidak diketahui keberadaannya...


Eren tak dapat tidur semalaman suntuk. Matanya terpejam, namun hatinya tidak, pikirannya pun begitu. Dia memikirkan apa yang telah dilakukannya hari ini. Semua kenangan dan kejadian hari ini terekam jelas di benaknya. Dia telah sangat menyakiti Kaira.


ARGHHH. Kenapa sih gue bodoh. Bodoh banget? Kenapa gue sampe kepancing emosi begini astaga? ~Batin Eren


Clara yang menyadari bila pria disampingnya itu masih kelabakan, dia memaksakan dirinya untuk membuka mata.


"Lho sayang. Kok belum tidur? Mikirin apa sih?" Tanya Clara


"Ga mikirin apa-apa." Jawab Eren tiba-tiba dingin


Dasar kamu kaira!!! Bahkan Eren sudah kembali ke tanganku saja masih kau goda? Memang benar-benar wanita ******!!!~Batin Clara penuh emosi.


"Mas. Udahlah jangan mikirin cewek kayak dia. Kan dia duluan yang salah, dia naik ke ranjang pria lain dan bahkan menggoda pria lain tanpa sepengetahuan mu. Untuk apa memikirkannya lagi. Ingat-ingat deh sekarang. Apa yang sudah dia perbuat ke kamu? Ga ada kan? nah... Bla bla bla" Celoteh Clara di malam hari. Eren tak menghiraukannya, namun sedikit banyak kata-kata dari Clara masuk ke dalam hatinya, jiwanya dan pikirannya membuat kebenciannya kepada Kaira, segala adegan dan kejadian waktu itu terekam jelas dalam benaknya. Kaira telah membohonginya.


Raut wajah Eren berubah seketika. Dia mengepalkan kepalanya saat segala kejadian terputar dalam angan-angannya bak sebuah film.


"Kalau aku kasih saran nih ya mas, mending cerai aja sih daripada bertahan malah nyakitin diri sendiri." Ucap Clara.


Eren masih terbungkam tanpa kata. Clara berpura-pura tidak menghiraukannya, membuatnya semakin yakin atas keputusannya. Ya, pisah dari Kaira. Dia sudah lama memikirkannya, namun dia juga ragu.


Eren kembali terbaring di ranjangnya, memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya. Sedangkan itu, Clara menyeringai penuh arti. Dia menang telak lagi Kali ini. Sebentar lagi, dia akan menyandang status "nyonya muda William" yang akan sangat dihormati dan disegani.


..................


Keesokan paginya...


Kaira bangun seperti biasanya. Dia langsung menuju ke sebuah ranjang bayi yang ia letakkan tepat disisi tempat tidurnya.


"Good morning kesayangan mama" Sapa Kaira ke anak pertamanya.

__ADS_1


Lauren menatap Kaira dengan mata mungilnya yang bening, sebening samudra. Warna perpaduan antara Kaira dengan Eren terlihat sempurna pada sosok mungil itu. Senyumnya menghangatkan seisi ruangan, mencerahkan bahkan secerah sinar mentari.


Lauren berceloteh di pagi hari. Dia tertawa terbahak-bahak saat ibundanya menggelitik perutnya. Sungguh, hidup kaira akan benar-benar sempurna jika Eren tidak berpaling darinya.


Setelah puas bermain dengan Lauren, Kaira membawa anak semata wayangnya itu ke bawah untuk sarapan. Dia tak lupa untuk memberikan asi kepada bayi mungil itu, menaruhnya pada sebuah kereta dorong dan menemaninya makan disampingnya.


"Hai anak mama cantik. Gimana tidurnya tadi malam? Nyenyak kan?" Tanya mama Eren yang baru saja muncul dari kamarnya. Sedangkan papa Eren dengan dinginnya berjalan lurus dan langsung duduk tanpa kata.


Ting tong.


Suara bel terdengar nyaring di seisi ruangan. Mereka semua memberhentikan aktivitas mereka dan bertanya-tanya siapa yang datang. Mengapa sepagi ini?


Anna dengan sigap berlari dan membukakan pintu untuk tamu itu.


"Tuan, silahkan masuk" Ucap Anna setelah melihat siapakah orangnya.


"Hai Kaira, om, Tante. Wisnu sudah membawakan masakan spesial dari mbok" Ucap Wisnu


"Makasih ya nak Wisnu"


"Silahkan duduk di sebelah sini tuan" Kaira menyingkirkan beberapa peralatan bayi yang ada di sebelahnya. Wisnu pun duduk di sana.


"Makasih ya btw."


"Hmm sama-sama"


Bibi membantu Kaira membukakan masakan yang dibawakan Wisnu, tak terkecuali Anna. Mereka semua makan di meja makan yang sama. Keluarga kaya yang baik dan langka ini, memang tidak pernah membedakan seseorang dari derajatnya. Mereka menghargai semua, semua boleh makan di tempat yang sama tidak dibedakan.


"Hummm, masakan mbok kamu enak banget Wisnu" Celetuk mama Eren saat mengincipi beberapa masakan. Mereka makan dengan nikmatnya sambil mengobrol dengan asyik hingga terlarut akan suasana.


Mereka semua telah usai dengan sarapan mereka masing-masing. Kaira, Lauren dan Wisnu seperti biasa bermain di taman. Sedangkan papa Eren menonton televisi di ruang keluarga dan mama Eren membantu bibi dan Anna membereskan sisa makanan.


"Nyonya besar, Nyonya ga perlu ikut-ikutan. Kan ada kita" Ucap Anna


"Ya udah deh. Saya bikinin kopi untuk suami saya dan untuk Wisnu serta Kaira ya. Terimakasih bibi, Anna" Ucap Mama Eren halus. Wanita itu melangkah pergi.


"Benar-benar majikan yang langka ya, bi. Heran Anna, kenapa bisa ya tuan Eren menjadi iblis tak berperasaan dengan istrinya sendiri?" Ucap Anna saat mencuci piring


"Saya juga ga tau non."


Dari belakang, mereka berdua mendengarkan suara kegaduhan. Mereka sesegera mungkin menghentikan aktivitas mereka


"Bi, Anna, ada apa ya?" Tanya mama Eren.


"Gatau juga saya nyonya. Mending kita lihat saja yuk" Ucap Anna


Mereka bertiga berlari ke depan.


"Ahhh. Mas. Lepaskan" Rintih Kaira.


Mama Eren terkejut saat melihat menantu kesayangannya itu tiba-tiba ditarik paksa oleh anaknya sendiri. Eren datang tidak sendiri, Clara berada tepat disampingnya.


"Eren, lepasin Kaira ga" Bentak Wisnu.


Wisnu menggenggam tangan Eren dan memukulnya sangat keras

__ADS_1


"Siapa anda ikut campur urusan saya dengan istri saya?" Tanya Eren dengan matanya yang memerah


"Siapa saya? Yang jelas saya bukan pria baj*ngan seperti anda"


"SUDAH CUKUP!!!" Teriak Mama Eren histeris.


Mereka berdua menghentikan perkelahian untuk sesaat, melepaskan tangan masing-masing dan merapikan baju mereka


"Eren, ada apa lagi kamu kemari? Bukankah kemarin sudah jelas? Mau sampai kapan kamu menyakiti Kaira?" Protes Mama Eren.


"Ya. Mama benar. Kaira aku akan berhenti sampai disini. Aku tidak ingin menyiksa diriku dan kamu..." Eren menarik nafasnya.


"Maka dari itu, aku talak kamu" Ucap Eren tegas dan lugas.


Jederrr...


Kilat kepedihan menyambar-nyambar di hatinya. Dia tak mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Belum sempat dia melupakan sakit hatinya kemarin saat mengetahui Eren lebih memilih Clara, sekarang dia bahkan menalaknya hanya demi wanita perusak rumah tangganya itu? Sungguh keji, kejam dan tidak adil. Dunia rasanya seakan berhenti berputar. Jantung Kaira terasa mendadak berhenti sejenak. Wanita itu terpaku untuk waktu yang lama, terngiang-ngiang ucapan Eren barusan. Dia menjatuhkan dirinya dan memegang kaki Eren.


"Please, jangan talak aku. Jangan tinggalin aku." Pinta Kaira memelas.


Namun, sayang seribu sayang, pria itu telah sepenuhnya terhasut, telah dikendalikan oleh siluman ular disampingnya. Eren dengan kasarnya menendang tangan Kaira dan membuatnya terjatuh untuk kesekian kalinya.


PLAKKK


Sebuah tamparan keras melayang dari tangan Mama Eren. Dia tak dapat lagi berkata-kata.


"Kurang ajar kamu!!! Kalau memang ga niat nikahin Kaira ya jangan maksa nikahin dia dong. Jadi cowok kok lembek. Yang gentle. Kalau anda ga mau Kaira, biar dia sama saya saja. Saya akan menjamin setiap kebahagiaan untuknya. Ga kayak pria busuk macam anda" Celetuk Wisnu


"Cihh, sok-sokan suci. Bukankah Anda sendiri yang menyebabkannya?"


"Lu bodoh Eren. Sungguh bodoh. Gue udah jelasin ke lu, berkali-kali bahkan, jika wanita ini(menunjuk kearah Clara), wanita sialan ini yang ngejebak lu. Tapi, lu malah main gila sama dia. Ngotak dong" Wisnu benar-benar telah muak dengan sahabatnya itu


"Terlambat. Semuanya sudah terlambat. Clara tengah hamil anak gue dan kami akan menikah secepatnya." Ucap Eren dengan entengnya.


"Oh ya Kaira. Saya akan menguruskan surat perpisahan kita secepatnya. Sampai jumpa di pengadilan" Ucap Eren diikuti dengan lambaian ditangannya. Sedangkan, Clara menjulurkan lidahnya, mengece Kaira.


Wisnu mencoba mengulurkan tangannya dan memegang pundaknya berniat membantunya untuk berdiri


"Kai, lu gapapa kan?" Tanya Wisnu


"Menyingkirlah. Aku benci kamu Wisnu. Aku benci kamu" Teriak Kaira histeris. Dia langsung lari menuju kamarnya dan menguncinya rapat-rapat, meninggalkan semua orang disana dalam kesunyian, kecanggungan dan rasa bersalah masing-masing.


Wisnu langsung mengejar Kaira dan menggedor-gedor pintu Kaira dengan waktu yang lama


"Kai, kamu harus dengerin penjelasan aku. Aku minta maaf. Aku sudah menyebabkan ini semua. Tapi, percayalah. Aku melakukan ini karena aku cinta banget sama kamu. Please, buka pintunya" Teriak Wisnu dari luar


"Pergi kamu Wisnu. Pergi. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!!!" Teriak Kaira dari dalam


"Nak, lebih baik kamu pergi dulu. Biarkan Kaira menenangkan dirinya ya." Ucap Mama Eren


Wisnu menurutinya, dia pergi dari sana, pulang ke rumahnya. Dia merasa sangat bersalah dalam hatinya, menyebabkan seseorang yang sangat dia cintai dalam keadaan menderita, menderita batin dan fisik. Dia telah salah, salah menilai, salah memasuki kehidupan bahagia kaira dan Eren dan menghancurkan segalanya. Pria itu memutuskan untuk pergi ke bar dan minum sampai puas.


..........


Menurut kalian ya, lebih baik Kaira sama siapa nih? Wisnu, Eren atau mungkin pria lain?

__ADS_1


__ADS_2