

Layaknya sebuah judul buku yang beberapa hari ini dibaca oleh Kaira. Cinta yang tak pernah mati, yang dimiliki oleh pemeran utama pria dan wanita yang terjebak dalam perjodohan yang harus memperjuangkan cinta mereka. Walau rintangan menghadang, mereka tak pernah menyerah, karena cinta itu tidak akan pernah menyerah dalam keadaan apapun dan dalam bentuk apapun.
Kaira mempercayai itu. Dia sudah bertekad untuk selalu menjaga cintanya untuk Eren, untuk Lauren dan mereka yang sudah mengisi kehidupan Kaira. Mulai dari susah dan senang, semua orang berperan didalamnya.
Eren mengajaknya ke suatu tempat, tempat dimana tidak banyak orang yang mengunjunginya. Namun, ini adalah spot terbaik untuk melihat sunset, pemandangan indah yang akan menyaksikan cinta mereka berdua. Cinta yang katanya tak pernah mati itu, cinta yang akan selalu dijaga olehnya.
Dia tak tahu apa yang terjadi kedepannya. Akankah Eren tetap bersamanya atau malah memilih wanita lain itu masih menjadi misteri sang ilahi. Namun, Kaira tak lupa tuk mengucapkan rasa syukur atas apa yang dia rasakan saat ini.
Lama perjalanan ditempuh mereka berdua. Penat di punggung pun terasa sungguh menyiksa, namun itu terbayar sudah saat mereka mendarat dengan aman di sebuah pantai bernama Pantai Tegal Wangi Jimbaran atau biasa dipanggil Pantai Jimbaran saja. Tak banyak turis yang mengetahui. Hal inilah yang membuat Eren sangat tertarik untuk datang kesana, menikmati sunset berdua dengan sang istri dan mendekapnya.
............
Krakkk
Eren menarik tuas remnya. Mereka telah sampai. Suasana sungguh sejuk. Sangat memanjakan mata
"Bagus sekali..." Ucap Kaira dengan matanya yang berbinar
Eren memeluknya dari belakang dan bertanya
"Gimana? Ara suka?" Tanyanya dengan nada lembut di telinga Kaira. Dia dapat merasakan nafas Eren dengan sangat jelas. Hangat dan nyaman. Pria itu... Hufftt, percayalah banyak orang yang menyukainya.
"Ya, Ara suka. Suka banget. Terima kasih, mas" Kaira mengecup pipi Eren.
"Hanya begini saja?" Eren mulai menggodanya.
Gigitan dan tiupan kecil di telinga Kaira pun dia lakukan, membuat telinga wanita itu sangat merah seperti tomat.
Eren membalikkan badan istrinya dan mengecup dan ******* mesra bibir Kaira. Mereka sangat panas. Bahkan, mereka hampir saja melakukan itu di alam liar
"Mas, jangan... Kita masih diluar" Ucap Kaira lirih
__ADS_1
Betapa bodohnya dia. Bagaimana mungkin dia bahkan mematung dan malah menikmati setiap sentuhannya, tidak melawan sedikitpun.
"Apakah kamu yakin tidak mau melakukannya disini? Mumpung ga ada orang lho" Nada seksi itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa dosa. Kaira pun tak bisa berkata-kata lagi. Dia terpana.
Eren mendudukkan Kaira di bibir pantai, sesekali membiarkan tubuh mereka basah diterjang ombak. Eren menaiki Kaira dan menekannya. Namun, kaira menahannya agar tidak sampai tertidur di pasir putih di pantai itu
Hati kedua orang yang sedang mengintip itu pun bergejolak. Jiwa jomblo mereka pun meronta-ronta.
"Ana, apa kita masih perlu lihatin beginian? Kenapa kita ga nikmatin sendiri aja sih sambil jaga tuan kecil?" Tanya Rangga.
Terdengar aneh memang jika Rangga sedikit banyak omong. Ana pun benar-benar tak terbiasa.
"Lu sekarang kok jadi banyak bac*t sih?" Balas Ana kesal.
Wanita itu melanjutkan melihat aktivitas langka dari kedua majikannya sambil terus memberikan susu kepada bayi yang sedang diasuhnya. Ana masih belum memberikan jawaban kepada Rangga. Namun, Rangga telah bertekad untuk memilikinya, mengejarnya dan mendapatkannya. Untuk caranya, dia bahkan tidak mengetahuinya hingga detik ini
................
Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 17.00 WITA yang menandakan matahari akan segera tenggelam sebentar lagi, hanya beberapa menit lagi. Suasana langit yang sungguh indah disuguhkan oleh sang maha kuasa untuk makhluknya. Mereka hanya diminta untuk bersyukur atas apa yang diberikan-Nya pada mereka.
"Rangga, lu muncul sana gih. Keknya tuan muda mau foto tuh" Ana mendorong Rangga dan memaksanya, lalu bersembunyi kembali
"Ehh Rangga, kok kamu bisa disini? Bagaimana dengan Ana dan Lauren?" Tanya Kaira dengan suara lembutnya
Ahhh cantik sekali nona. Badannya mulus banget mana suaranya merdu lagi. Ga kek Ana cewek tapi suaranya ngebas ~Batin Rangga
"Woyyy... PLAKKK" Eren menepuk pundak Rangga kasar
"Ahh tuan.. Sakit" Rintih Rangga
"Makanya kalau ditanya itu jawab. Ga sopan banget sih jadi bawahan" Ucap Eren dengan nada songongnya
"Maaf nyonya muda. Saya hanya mengagumi suara anda..." Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Rangga terbungkam saat merasakan hawa tak enak disampingnya. Dia lebih sayang nyawanya ketimbang mengatakan yang sebenarnya
__ADS_1
"Maaf nyonya, Ana dan Lauren berada tak jauh dari sini. Saya dipaksa oleh Ana untuk membantu kalian berdua." Ucap Rangga sambil melirik kearah Ana dibalik batu besar tersebut
Rangga!!!! Kenapa lu jujur banget sih jadi cowok?!!! sumpah ngeselin banget nih cowok!!!~Batin Ana
"Udahlah, Ara. Mumpung kang foto dah ada disini, ayo kita foto" Ucap Eren
Kaira mengikuti perintah suaminya. Mereka bergaya layaknya orang yang sedang pre-wedding. Faktanya, mereka tidak pernah melakukannya. Rangga tentu saja tak lupa mengarahkannya. Pria itu sungguh terampil dan multitalent. Benar-benar pria idaman
"Ara, sudah dong lihatin Rangganya. Tatapan kagum itu cuman buat aku, ok?" Bisik Eren cemburu
"Pfftt.. Mana mungkin sih aku sayang sama orang lain? Tentu saja cuman sama mas Eren seorang" Balasnya
Rangga memotret saat mereka tak sadar, foto candid mereka bahkan lebih baik. Kaira terkekeh dengan manisnya, sedangkan Eren menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Semua itu benar-benar layak untuk dipertontonkan.
"Nahh sudah tuan, nyonya. Saya harus kembali. Permisi" Pamit Rangga dingin.
penyakit dingin pria itu sepertinya kumat deh? ~Gumam kaira dalam hati
Kaira dan Eren menatap langit bersamaan. Mereka menikmati saat-saat terakhir sunset, menikmati hari-hari yang mungkin kedepannya tidak akan pernah mereka rasakan kembali. Eren bergumam lirih disamping Kaira
"You are so beautiful today, baby. I love it. Kamu kek langit disana..." Eren Menunjuk kearah langit yang mulai menampakkan keindahannya.
"Kamu seperti sunset, sama-sama cantiknya. Aku sangat menyukainya, aku suka kehangatan dan setiap kali aku melihatnya, aku merasa nyaman sama halnya seperti saat aku didekapmu. Nyaman, hangat dan indah. Kamu benar-benar meneduhkan, beda dengan wanita lainnya. Aku tahu in the past, aku benar-benar suka bermain wanita. Namun, jujur saja, aku belum pernah menemukan wanita yang seperti dirimu. Aku bersyukur atas itu. Aku bersyukur memiliki kamu, Ara. Bahkan, kecantikan sunset itu akan menghilang ditelan malam yang gelap, namun kecantikan Ara ku akan tetap bersinar." Kata-kata gombalan yang entah Eren pelajari dimana pun terlontar dari mulutnya. Dia memang pecinta wanita dan playboy kelas kakap, namun dia juga adalah pria yang dingin dan benci kata-kata manis. Eren menggesek-gesekan wajahnya dan menenggelamkan wajahnya di pundak Kaira membuat wanita itu semakin gemas. Eren beralih menenggelamkan wajahnya ke dua buah gunung besar milik Kaira.
"Akankah kita selamanya seperti ini,Ara? Kamu ga akan ninggalin aku kan?"
"Kata-kata itu seharusnya keluar dari mulutku,mas. Kamu mengenal diriku. Apakah aku pernah meninggalkanmu sejauh ini? Tidak kan? Namun, yang aku takutkan adalah kamu akan meninggalkan aku lagi" Momen yang harusnya romantis itu pun menjadi sedikit mellow.
Eren berdiri tegap menatap istrinya. Pria itu menghapuskan jejak air mata pada pipi Kaira
"Enggak. Aku sudah berjanji ga akan ninggalin kamu, Ara. Ingat janjiku,ok? Jangan takut. Aku akan selalu ada disini" Eren memeluk Kaira sangat erat.
Mereka melewati hari ini dengan sangat indah dan penuh momen mengharukan. Kenangan yang takkan terlupakan selamanya, kenangan yang akan selalu dikenang hingga akhir hayat mereka...
__ADS_1
.............
Bersambung...