Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Bersama dengan Wisnu


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Kaira berdiam diri di rumah. Rasanya, berbagai jenis jamur tumbuh di badannya. Badannya kaku, capek dan sakit akibat penyiksaan Eren semalam


"Mas, aku mau ke proyek ya, please?" Pinta Kaira sambil menunjukkan ekspresinya. Mata cantiknya membulat sempurna seperti anak kecil meminta permen kepada Ayahnya.


"Tapi, Ara. Kamu kan kurang tidur semalam. Lagipula, kamu juga baru selesai lahiran terus langsung ke Bali lagi. Apa ga capek? Mending kamu jaga baby L, ya? Kalau masalah proyek itu kan akunya bisa ambil alih" Tanya Eren


"Aku maunya kalau aku pulang, ada kamu yang udah nyiapin aku makan, bikinin aku kopi, nyambut aku kayak biasanya" Lanjutnya


"Ayolah mas. Please" Sekali lagi, Kaira membulatkan matanya dengan sempurna, mendongak keatas dan menatap mata Eren. Sesekali pria itu meneguk air liurnya sendiri melihat betapa imutnya istrinya itu


"Aku janji deh, aku hanya akan bekerja sampai sebelum kamu pulang,ok? Kan kamu sendiri yang nyerahin proyek ini ke aku? Lagian, aku bosan di rumah" Ucap Kaira sambil memanyunkan bibirnya dan menyedekapkankan tangannya merajuk.


Eren mengecup bibir Kaira lembut membuat Kaira membelalakkan matanya dengan sempurna.


"Mas... Ada bibi tuh" Ucap Kaira dengan pipinya yang memerah.


"Ya udah. Kamu boleh pergi. Tapi, ingat ya sama janji kamu" Ucap Eren lembut


"SIAP BOSS" sahut Kaira senang. Kaira berlari dan bersiap memakai pakaian kerjanya.


Uhhh, ternyata setelah melahirkan tubuhku tetap seksi ya. Hanya sedikit berisi saja.~Batin Kaira


Kaira berkaca, berputar dan melihat tubuh moleknya yang sedikit lebih berisi dibandingkan dulu sebelum dirinya melahirkan. Namun, wanita itu masih tetap sama, sama-sama cantiknya.


Kaira menyabet tasnya dan keluar dari kamarnya. Tak lupa, dia merapikan kemejanya dan rambutnya sebelum sampai ke lantai dasar.


"Aku siap" Ucap Kaira.


Eren menatapnya lekat hingga matanya melotot ingin keluar. Wajah, pipi dan telinganya pun mulai memerah. cantik sekali... Begitulah pikirnya kira-kira. Kaira nampak bingung dengan ekspresi suaminya yang bahkan tak dapat melepaskan pandangan matanya dari tubuh seksi miliknya


"Mas, kamu kenapa sih lihatin aku sampai sebegitunya? Ada yang salah kah?" Tanya Kaira sambil mengeceki badannya


"Enggak tuh, aku juga sudah memakai semua pakaian lengkap... "


Brakkk


Eren tak tahan melihatnya. Pria itu memojokkan Kaira ke sebuah tembok yang berada di sana. Rangga, Ana dan bibi pergi saat mengetahui niat Eren, menjadi nyamuk bukanlah hal yang tepat.


"Kamu lebih berisi, Ara. Aku menyukainya." Goda Eren


Cupp


Sebuah kecupan manis nan lembut mendarat mulus di bibirnya. Kaira hanya menatap mata indah Eren sambil sesekali memejamkan matanya, menikmati permainan pria itu

__ADS_1


"Sudah dong mas. Nanti kita terlambat lho" Ucap Kaira


Eren menyudahi kegiatannya. Dia tahu persis bagaimana sifat sahabatnya itu. Terlambat satu menit sama dengan pembatalan kontrak. Bukankah itu terlalu kejam?


Eren dan Kaira masuk ke dalam mobil yang sama. Hari ini, Eren memiliki meeting sekitar pukul 9 yang berarti dirinya dapat mengantarkan Kaira hingga selamat sampai tujuan. Eren mempercayai Kaira, mempercayai Wisnu yang tidak mungkin melakukan apapun dibelakangnya.


.............


Beberapa saat kemudian...


Kaira sudah sampai di sebuah restoran mewah yang tak lain adalah milik Wisnu sendiri.


"See you, mas. Hati-hati ya" Kaira melambaikan tangannya kepada Eren. Mobil suaminya itu pergi semakin menjauh hingga hanya terlihat seperti titik di ujung sana.


Kaira memasuki restoran itu dengan gayanya yang penuh kharisma. Setiap pasang mata akan jatuh hati dibuatnya, sungguh mempesona. Ditambah kulit cantiknya, tubuh yang seksi bak gitar spanyol dan tinggi itu membuat Kaira nampak sempurna. Sungguh, nikmat Tuhan yang tiada tara


"Maaf, saya terlambat" Ucap Kaira saat melihat Wisnu yang telah menunggunya di sana


"Gapapa. Duduklah" Respon Wisnu.


Tidak biasanya dia menoleransi keterlambatan seseorang. Ini adalah kali pertamanya dia berbaik hati dengan seseorang. Hanya kaira lah yang mampu mencuri hatinya.


Wisnu masih saja sibuk dengan laptop dihadapannya. Rasa kecewa sudah pastilah ada. Bagaimana mungkin dia tidak kesal dan kecewa saat seseorang datang terlambat.


"Tuan, apakah ada desain tambahan yang ingin didiskusikan kali ini? Mengapa anda ingin menemui saya?" Tanya Kaira.


"Terjadi perubahan rencana..." Wisnu memenggal kalimatnya. Pria itu terdiam seketika saat melihat kaira begitu cantik hari ini.


"Tuan?" Panggil Kaira membuyarkan lamunannya


"Ehh maaf maaf. Sampai dimana tadi?" Ucap Wisnu salah tingkah.


Kaira tersenyum hangat kepadanya.


"Ada perubahan rencana mengenai desain ruangan restoran ini mengingat ada beberapa hal yang harus dikondisikan kedepannya. Jadi, walau saya menjualnya kepada orang lain atau akan dialihfungsikan, tempat ini dapat digunakan. Singkatnya, saya ingin membuat tempat ini multi fungsi. Jadi, mumpung pembangunan masih baru berjalan setengah, maka saya rasa menambahkan atau mengurangi item-item ini juga diperlukan. Terlebih lagi, saya menginginkan tema restoran yang begini" Ucap Wisnu fokus kepada proposal. Dia memberikannya pada Kaira.


Kaira mengambilnya dengan tangan mulus putih lentik miliknya, harum sekali saat tangan itu tak sengaja berlalu dihadapan Wisnu


Biasanya, wanita akan terlihat gendut pasca melahirkan, namun Kaira malah terlihat semakin mempesona. Badannya semakin berisi. Bahaya!! Wanita ini benar-benar membahayakan!!! ~Batin Wisnu


Kaira masih saja serius membaca dokumen yang berada ditangannya


Plakk

__ADS_1


Dia menutup dokumen tersebut


"Baik, saya menyukai konsepnya. Anda memang pandai dalam desain. Mengapa anda tidak membuka perusahaan sendiri di bidang desain?" Tanya Kaira


"Kai, jangan terlalu formal,ok? Kayak sama siapa aja"


"Maaf, namun prinsip saya adalah saya harus profesional. Saat bekerja, saya harus memperlakukan semuanya sebagaimana semestinya. Bahkan, saya bersikap profesional kepada suami saya sendiri." Balas Kaira dingin


Menarik!! Wanita penggila kerja yang profesional seperti inilah yang aku mau. Bukan seperti Clara yang taunya minta duit mulu~ Batin Wisnu.


Mereka mengobrol dan bahkan menyempurnakan isi proposal tersebut sampai kemudian telah ditemukan hasil akhir yang sempurna. Mereka sangat puas dan memutuskan untuk terjun ke lokasi proyek.


Saat itu, Clara berada di dekat mereka. Wanita murahan itu mengikuti jejak Kaira dan Wisnu bersama, menanti kesempatan yang tepat untuk menemukan angle yang pas untuk memotret mereka berdua dan membuat Eren salah paham.


Sesampainya di lokasi proyek


"Nahh, pembangunan telah sampai di tahap ini. Kemungkinan, tidak akan ada kemunduran selama tidak ada halangan yang berat. Kami seratus persen menggunakan bahan material terbaik serta tukang-tukang profesional. Apakah anda suka, tuan muda Wijaya?" Jelas Kaira panjang lebar


"Ya, saya sangat menyukainya. Tanpa kamu menjelaskan, saya sudah paham betul bagaimana sifat sahabat saya itu. Walau terkadang harganya sedikit lebih mahal, namun pengajuan harganya yang paling masuk akal. Terlebih, dia juga menjelaskan secara rinci dalam dokumen tersebut. Saya menyukai pengusaha yang transparan seperti itu. Dan ya, saya juga menyukai kamu, istri seorang pengusaha yang bahkan memiliki kemampuan yang tak kalah hebatnya dengan suaminya. Saya yakin, Eren tidak membantumu kali ini, bukan?" Tanya Wisnu


"Tuan muda selalu membantu saya saat saya membutuhkan. Namun, selama saya bisa, saya akan meng-handle segalanya sendiri. Lagipula, saya memang dulunya adalah karyawan tuan muda William sebelum menjadi istrinya. Ngomong-ngomong, mengapa kita sekarang menjadi membahas soal masalah pribadi saya ya?" Tanya Kaira


"Ya seperti yang kamu ketahui. Hidup itu ga selamanya harus serius. Ada kalanya saat bekerja pun kita butuh bercanda tawa bersama rekan kerja seperti mereka(menunjuk kearah beberapa tukang)" Ucap Wisnu


"Anda memang benar. Kalau begitu, apakah anda mau melihat yang berada didalam?"


"Boleh"


Disisi lain...


Clara sudah tiba disana. Wanita itu diam-diam menguntiti Kaira dan Wisnu.


"Mas mas, sini" Panggil Clara kepada seorang tukang yang baru saja melewatinya


"Ada apa mbak?" Tanya pria itu


"Mas lihat kedua orang di dalam itu kan?" Tanya Clara


"Iya, dia adalah bos kami. Tuan muda Wijaya dan Nyonya muda William. Ada apa ya?" Balas Tukang berbalik bertanya


"Kamu jatuhkan ember ini di atas mereka, ok?"


"Aduhh saya ga berani, mbak. Maaf"

__ADS_1


"Ini nih buat kamu. Nanti kalau berhasil, saya akan tambahkan lagi. Gimana?" Tawar Clara memberikan sejumlah uang dalam amplop coklat. Tentu saja, tukanb tersebut tidak menolaknya. Hanya menjatuhkan ember saja, bukan? Itu tidak akan menghilangkan nyawa seseorang.


"Baik, saya akan lakukan" Ucapnya menyetujui permintaan Clara


__ADS_2