Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Pria munafik


__ADS_3

Keesokan paginya...


Rangga tak berhasil menjemput Eren untuk pulang, namun dia tetap saja setia menunggu Eren di dalam mobil tepat di depan pintu masuk bar hingga seorang pria mengetuk pintunya.


Tok tok tok


"Permisi" Ucap pria itu


Rangga membuka pintu kaca mobilnya


"Permisi, mohon pindahkan mobil anda..."


"Ehh tuan Rangga. Ada apa anda disini?" Tanya Pria itu


"Tunggu tunggu, Eren... Dia belum pulang?" Lanjutnya


Rangga menjawabnya dengan sekali gelengan.


"Baik, saya akan membawanya kepada anda. Mohon tunggu sebentar"


"Thanks"


Pria itu meminta kepada pelayan di bar miliknya itu menunjukkan dimanakah kamar Eren berada. Yap, pria itu adalah Thomas. Baru kali ini, dia mengunjungi bar milikny pagi hari.


"Lis, coba kamu carikan kamar yang dipesan pria bernama Eren" Ucap Thomas


"Maaf tuan, tidak ada disini" Jawab pelayan itu


Aneh, Rangga bilang Eren belum pulang. Atau jangan-jangan Eren beneran ga ada disini? Tapi, pria itu ga pernah salah melacak keberadaan tuannya.


"Kalau kamar atas nama Clara Ishabella?" Selidik Thomas


"Untuk kamar atas nama Clara ada,pak. Tapi, bukankah itu privasi tamu ya pak?" Tanya pelayan itu balik


"Tch, turuti saja apa kata saya. Jika ada apa-apa, saya yang nanggung sendiri bukan? toh ini juga milik saya" Ucap Thomas geram


Pelayan itu menuruti perintah atasannya, lalu mengambilkan kunci untuknya. Thomas bergegas menuju tempat yang telah ditunjukkan.


"ASTAGA DRAGON!!!" Teriak Thomas di ambang pintu.


"EREN, CLARA!!! kalian benar-benar keterlaluan ya. Cepat bangun" Bentak Thomas.


"Tho-thomas" Ucap Eren dan Clara bebarengan.


Clara langsung bangkit dan meraih pakaian-pakaiannya yang tergeletak di lantai, kemudian dirinya menuju kamar mandi.


"Ren, sadar ga sih lu? Bisa-bisanya lu tidur sama mantan kekasih lu sendiri? Apa lu ga mikir perasaannya istri lu huh?" Tanya Thomas geram

__ADS_1


"Arghh, bawel banget sih lu jadi cowok. Masih pagi udah di ceramahin." Pekik Eren


"Lu tau, Rangga dari tadi nungguin lu. Gue yakin dia udah nungguin lu dari tadi malam. Dia sampai ketiduran di mobil. Apa lu tega lihat dia begitu?" Tanya Thomas


Eren langsung bangkit dari tidurnya. Pria itu memakai pakaiannya dan langsung pergi dari kamar tersebut tanpa berbasa-basi kepada Clara.


"Selamat pagi, bos." Sapa Rangga.


"Bener lu daritadi malam disini?" Tanya Eren


"Ya, dan nona Clara membuat seluruh satpam yang berada disini melarang saya untuk masuk" Jelas Rangga.


Awas aja kalian. Gue pecat satu-satu baru tau rasa~Batin Thomas.


Thomas adalah lelaki buaya. Pria itu senang sekali minum dan ditemani beberapa wanita penghibur di bar miliknya sendiri. Namun, dia tidak pernah sampai terlewat batas. Dia sendiri bahkan membenci pria yang menyakiti hati istrinya dengan berselingkuh dibelakang mereka.


Eren dan Rangga pulang ke rumah mereka. Pria itu masih setengah sadar setengah tidak.


Sesampainya di sana...


"Mas..." Ucap Kaira serak. Suara dan tenaga wanita itu terkuras habis setelah semalaman dia menangis kencang


"Tch, apaan sih peluk-peluk" Bentak Eren


Sontak Kaira kaget dan membuka matanya lebar-lebar


"Memang kenapa? Toh juga kamu begitu kan kemarin sama Wisnu?" Jawab Eren dengan entengnya.


"Sudahlah, aku mau lanjut tidur. Minggir" Lanjut Eren mendorong wanita dihadapannya itu.


"Mas, tunggu" Kaira mempertegas nadanya.


Air mata telah bergelimang di pelupuk matanya, siap untuk terjun bebas kapan saja yang dia inginkan. Kaira berlari ke arah Eren yang berhenti tepat di depannya


"Mas, apa sih salah aku ke kamu sampai kamu memperlakukan aku begini? Aku sudah ngalah sama kamu, kasih kamu kesempatan hingga berulang kali dan nyatanya apa? Kamu masih main gila dengan wanita itu." Protes Kaira


"Lalu, kenapa? Toh kamu juga sama saja kan?"


"Tch, aku benar-benar sudah ga tau harus ngomong gimana lagi sama kamu. Kenapa sih kamu ga bisa percaya sama aku? Apa mempercayaiku sesulit itu? Kenapa kamu lebih mempercayai wanita yang jelas-jelas meninggalkan kamu. Sedangkan aku? Aku melahirkan seorang anak untukmu, penerus. Aku juga sama sekali ga pernah memiliki pemikiran untuk berpaling darimu. Kenapa kamu kasih aku kesempatan untuk menjelaskan saja tidak sih?" Tanya Kaira.


Eren hanya terdiam seribu bahasa.


Suasana hening untuk sesaat


"Kamu dan wanita itu sama saja. Sama-sama ******" Balas Eren


Perkataan itu sungguh menyayat hati setiap wanita yang mendengarnya.

__ADS_1


PLAKKK


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Eren.


"Jangan pernah sama-sama in aku dengan wanita kotor itu. Aku ga Sudi, mas. AKU SAMA SEKALI GA SUDI!!!"


Kaira menarik nafas dalam-dalam, menghapus air matanya.


"Mas, Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu percaya lagi? Tolong katakan. Jangan begini..." Kaira berlutut dihadapan Eren, namun pria itu sepertinya sama sekali tak menggubrisnya.


Eren berlalu pergi meninggalkan kaira yang masih berlutut di lantai itu seraya berkata


"Kalau masih mau berlutut, silahkan. Aku ga akan peduli" Ucap Eren acuh tak acuh.


"DASAR PRIA MUNAFIK!!" Teriak Kaira dari lantai bawah. Eren menghentikan langkahnya untuk sesaat.


"Apa kamu bilang?" Tanya Eren dari atas sana.


"Pria munafik!! Kenapa? Memang benar kan kamu pria munafik? Kamu mengatakan kamu jijik dengan wanita kotor yang telah menyentuh dan disentuh oleh pria lain, padahal kenyataannya dia ga nyentuh aku sama sekali" Celetuk Kaira


"Sedangkan kamu? Jelas-jelas dia sudah bekas beberapa pria, termasuk juga pria tua yang LEBIH PANTAS(menegaskan) untuk menjadi Ayahnya. Oh ya, apa kamu ga curiga selama beberapa hari sebelum dia tinggal disini, dimana dia tinggal? Tch, tentu saja di rumah teman baj*ngan kamu itu." Tambah Kaira.


Emosinya tidak dapat dibendung lagi. Dia mengeluarkan semua uneg-uneg dan segala fakta yang dia ketahui. Celakanya, Eren tak percaya dengan ucapannya.


"Kamu. Kamu yang tidur dengan pria itu masih berani memfitnah orang lain? Tch, sudahlah. Aku sudah buta memperistri seorang wanita rubah sepertimu"


BRAKKK


Eren menutup pintunya setelah menyelesaikan kata-kata terakhirnya.


Apa yang dikatakan Ara sungguh kenyataannya? Tapi, memangnya apa urusanku? Eren... Bagaimana bisa sih kamu begitu munafik? Jijik sama istri sendiri padahal waktu itu bajunya masih utuh dan dia memang terlihat seperti dijebak, tapi kenapa gue bisa seemosi ini sih?~Batin Eren.


Sebenarnya, dia sangat mempercayai setiap perkataan Kaira. Namun, kebodohan dan kecemburuan yang membuta itu menyebabkannya menjadi bodoh. Sungguh bodoh. Dia bahkan menyakiti hati seorang wanita yang dia tahu bila wanita itu tidak bersalah. Eren mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia membuang baju yang penuh akan kecupan Clara disana, beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi, menggosok setiap bekas yang berada di sana.


"Haruskah ku mati karenamu?


Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu.


Haruskah ku relakan hidupku?


Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku.


Hentikan denyut nadi jantungku.


Tanpa kau tahu betapa suci hatiku untuk memilikimu"


Lagu yang sangat memilukan dimainkan oleh sebuah radio lokal yang biasa didengarkan oleh bibi terdengar disana, membuat Kaira sedikit tersadar, bila mati, bukanlah sebuah penyelesaian, namun hanya sebuah penimbunan masalah yang tak ada ujungnya.

__ADS_1


__ADS_2