Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Janji Temu


__ADS_3

"Bro, gue denger perusahaan lu lagi berkembang ya? Kita bisa kerja sama ga? Gue kan punya lahan di kawasan elite timur. Nahh gue mau buka resto makanan jepang dan Korea disana. Gimana menurut lu?" Tanya Wisnu


Kawasan Elite Timur merupakan kawasan yang baru sama berkembang dengan pesatnya. Teknologi disana pun sudah tak kalah jauh di pusat ibu kota. Terlebih lagi, disana prospek kedepannya akan semakin cemerlang terlebih di usaha makanan. Wisnu cukup pintar untuk hal ini. Tawaran menggiurkan tersebut, bagaimana bisa Eren menolaknya?


"Terus masalah lu apaan?" Tanya Eren


Kedua pria dingin dihadapan Kaira saat ini telah berubah menjadi seseorang yang bukan dirinya, seseorang yang sangat berbeda dari penampilannya. Mereka menunjukkan muka aslinya.


"Ya karena gue kekurangan modal lah. Gue udah beli tanah itu aja nguras sebagian harta gue. Apalagi bangunnya." jawab Wisnu dengan mudahnya


"So, lu mau ngajak kerja sama gue gitu?" Tanya Eren tanpa basa basi lagi


"Iya lah. Memangnya ngapain lagi" Jawab Wisnu sambil mendekati Eren seperti sedang membujuknya


"Ya deh iya. Kirim proposalnya besok dan kita..." Eren terdiam seketika. Dia melupakan satu hal. Besok adalah hari sibuk baginya dan banyak sekali janji temu dengan rekan bisnis lainnya. Bahkan rapat akan diadakan dari pagi hingga sore dengan klien yang berbeda. Itu sudah cukup membuatnya pening seharian. Bahkan itu akan dia alami selama seminggu ke depan


Eren tak pernah menumpuk pekerjaannya. Dia selalu disiplin dan tepat waktu, namun Kaira telah mengubah kebiasaan Eren itu hanya demi dirinya, demi membujuk Kaira pulang.


"Kita apaan bro?" Tanya Wisnu yang sedari tadi menunggu jawaban Eren


"Kalau Minggu berikutnya gimnaa bro? Bisa ga bro?" Tanya Eren. Dia merasa bersalah saat tiba-tiba menyetujuinya.


"Tch, dasar orang sibuk. Kalau Minggu depan, terus kapan gue bangunnya? Itu pun kalau di ACC pihak kantor lu, kalau enggak?" Wisnu nampak sedikit kesal


"Sudah sudah. Mas, proyek kali ini, serahkan saja pada saya. Saya juga lebih berpengalaman soal desain dan soal kerja sama dengan perhitungan untung rugi. kondisi lahan yang bagus dan strategis maupun tidak pun saya juga paham. Jadi, saya janji saya tidak akan mengecewakan mas. Gimana?" Ucap Kaira menawarkan diri.


"Tapi, kamu ga boleh capek, Ara. Apalagi kamu habis stress berat kemarin-kemarin. Untung saja baby kita ga kenapa-napa" Eren mengelus lembut perut Kaira. Kaira hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya. Semua wanita akan merasa senang saat ada seseorang yang memperhatikannya, bukan?


"Woy woy. Sorry nih ya bro. Tolong hargai saya yang jomblo" Ucap Wisnu


"Tch, diam lu jomblo. Makanya cari pacar sono" Ujar Eren


"Ga usah khawatir mas. Aku bisa menjaga diri. Toh cuma survey lokasi dan ngobrol dekat lokasi kan? Lagian kan ada Tuan Wisnu. Pastilah saya aman" Kaira mencoba membujuk Eren. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya bukanlah wanita tak berguna seperti yang diucapkan Clara padanya waktu itu.

__ADS_1


Eren terdiam untuk waktu yang lama. Dia berpikir keras, sangat keras.


"Baiklah, tapi berhati-hatilah dan..." Eren terdiam lagi sejenak. Dia maju kearah Kaira dan berbisik lirih ditelinganya


"Jangan dekat-dekat sama dia ya" Bisik Eren. Setelah itu, Eren menjilat telinga istrinya itu. Kaira mengerang kegelian


"Ya, aku janji. Ara akan selamanya jadi milik Mas Eren" Ucap Kaira sambil memeluk suaminya mesra.


"Huh, sudahlah. Gue bosen disini jadi nyamuk mulu. Nanti kabarin gue keputusan kalian kapannya. Gue cabut dulu" Pamit Wisnu berlalu pergi. Kaira dan Eren saling bertatapan dan tertawa bersama


Sementara itu, Clara telah menanti Wisnu dalam waktu yang lama. Dia sedari tadi berguling-guling di ranjang empuk milik Wisnu. Berguling ke kanan dan ke kiri. Mau meneleponnya pun dia tak enak hati takutnya dia bertemu dengan klien


"Cihh, kalau bukan karena butuh, gue juga ga mau kali suruh nunggu lama begini" Gumam Clara


"Apa semua pria itu sama? Mereka sama-sama suka membuat seorang wanita menunggu. Sudah satu jam lebih ini. Aku benar-benar bosan disini" Lanjutnya.


Clara memutuskan untuk beberes di apartment milik Wisnu yang sedikit berdebu, karena jarang dipakai itu. Setelah itu, dia memutuskan untuk mandi.


.................


"Huh, segarnya. Wisnu punya baju yang bagus ga ya? Gue lupa cuci baju lagi pas masih di rumah Eren. Tch." Clara menuju ke lemari pakaian milik Wisnu. Dia menemukan beberapa set pakaian mulai dari kaos, kemeja, jas,dll. Sepertinya, jika dia malas pulang, Wisnu akan menginap di apartment miliknya atau mungkin sekadar untuk bermalam dengan wanita yang dibayar olehnya.


"Sepertinya ini bagus" Clara mengambil salah satu kemeja bewarna putih dengan motif paling baik menurutnya. Kemeja itu jelas kebesaran di badannya. Dia terlihat seperti sedang mengenakan dress yang besar, dia tidak memakai celana tambahan bahkan dalaman pun tidak. Sepertinya dia sengaja.


"Mumpung Wisnu belum datang, mending gue cuci baju dulu. Disini ga mungkin ga ada mesin cuci bukan?" Gumam Clara. Dia membongkar kopernya dan mengeluarkan seluruh pakaian kotornya. Sesuatu terjatuh dari dalam tasnya. Sebuah set perhiasan mahal diletakkan di tasnya.


Apa ini dari pria tua itu? Tch, tak disangka ternyata dia tidak terlalu tega ~Batinnya


Dia membongkar semakin dalam. Bukan hanya satu set perhiasan lengkap, namun juga kartu rekening dengan limit tertinggi juga sertifikat sebuah rumah di negara tempat tinggalnya juga diberikan olehnya. Dia bahkan tak tahu kapan pria tua yang dinikahinya itu membeli rumah untuknya di negaranya sendiri. Sepertinya, dia sudah mempersiapkan jika dia harus cerai dengan Clara.


Huh, ternyata ga sia-sia juga gue nikah sama si ugly bast*rd itu. Ternyata, dia sudah mempersiapkan semua ini. Kalau begitu, aku tidak perlu khawatir jika tidak mendapatkan Eren. Wisnu pun ok sepertinya. Ahh sudahlah. ~Batin Clara. Dia menyimpan kembali barang-barang tersebut


Tak lama setelahnya, Wisnu telah pulang.

__ADS_1


Kriekkk


terdengar suara seseorang membuka pintu. Clara berpura-pura tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan aktivitasnya, yaitu mencuci pakaian.


"Clar? Clara?" Panggil Wisnu


Kemana nih anak? Dia ga ngambek gegara gue kelamaan kan?~Batin Wisnu


Wisnu mencari Clara di seluruh tempat apartmentnya pun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan wanita bertubuh sexy tersebut.


Wisnu memutuskan untuk menyerah, dia berpikir bila wanita itu tidak akan lari kemana-mana. Pasalnya, kopernya saja masih diletakkan di kamar pribadi milik Wisnu


Wisnu berjalan ke dapur, tempat dimana Clara berada


"Clara!! Aku kira kamu kemana tadi. Kenapa ga nyaut sih aku panggil-panggil?" Tanya Wisnu.


Clara hanya terdiam tak menyahuti pria itu


"Hufftt, ngambek ya?"Lanjut Wisnu. Pria itu mendekati Clara dan memeluknya dari belakang


"Maafin aku ya bikin kamu nungguin lama. Tadi, aku ada sedikit masalah..." ucap Wisnu manja


"Ada masalah apa memangnya?" Clara membalikkan badannya dan mengalungkan tangannya pada Wisnu


Wisnu mengecup bibirnya lembut.


"Aku hanya bertemu ibu hamil yang cantik saja." Wisnu membenamkan wajahnya di pundak Clara. Dia benar-benar terlihat seperti anak kecil hingga membuat Clara jijik padanya. Clara adalah tipe wanita yang hanya mencintai harta dan dirinya sendiri. Dia menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan, termasuk juga memberikan harapan palsu kepada korbannya.


Clara berpura-pura seperti sedang marah. Dia mendorong pria dihadapannya itu untuk menyingkir darinya


"Cihh, aku tidak suka ya bang Wisnu bilang-bilang wanita lain cantik. Bang Wisnu itu cuma bisa jadi milik Clara seorang. TITIK!!!"


Wisnu hanya tersenyum menanggapinya

__ADS_1


Jika Clara mengerti wanita itu, akankah wanita itu dalam bahaya? Namanya siapa tadi? Kaira ya. Kaira. Bagaimana pun Clara adalah masa lalu Eren dan Kaira adalah masa depan pria itu. Btw, Kaira tau tentang Clara ga ya?~Batin Wisnu penasaran


__ADS_2