
Sudah beberapa hari ini Kaira berada di rumah sakit. Eren mondar mandir dari rumah, kantor dan rumah sakit. Dia terus menjaga Kaira sepulang kerja hanya mampir ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian lalu membeli makanan, setelah nya dia langsung menuju Kaira. Entah bisa dibilang ini adalah rasa khawatir Eren atau hanya perasaan bersalah Eren padanya. Alangkah indahnya jika perlakuan Eren saat ini pada Kaira adalah rasa khawatir, pikirnya.
Andai saja dia adalah pangeran ku yang sesungguhnya. Seperti dalam film maupun novel-novel yang aku baca, Suami mereka sangat memanjakan mereka layaknya mereka adalah tuan putri. Kapan aku bisa merasakan nya ya?Ah apaan sih aku berharap banget sama kulkas. Dia bahkan tega melakukan hal itu dan bahkan mengancamku tadi. Kaira membayangkan setiap adegan novel yang baru-baru ini dia baca rekomendasi dari Zuli, temannya itu.
Beberapa menit kemudian
Dokter datang ke kamar Kaira untuk mengecek keadaannya. Sekarang memang waktunya pemeriksaan.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?"
"Sudah stabil pak. Nanti sore, Jika tidak ada suatu hal yang salah, mungkin istri bapak bisa pulang."
"Baik dok"
Syukurlah kalau begitu, aku tak perlu kesana kemari untuk merawatnya. Tapi, aku ini kenapa? dulu bahkan aku tak sepeduli ini dengan Mona saat dia berada di rumah sakit. Sudahlah ga penting juga. Eren masih tetap saja menyangkal pikiran dan hatinya bahwa dia sudah mulai ada rasa pada Kaira bahkan sejak pertama kali mereka bertemu.
Jam menunjukkan pukul empat sore dimana pemeriksaan kedua hari ini akan dilakukan. Inilah yang menentukan apakah Kaira boleh pulang atau harus menetap di rumah sakit. Tak lama kemudian, dokter pun datang dan mulai memeriksanya
"Nyonya Will keadaan nya semakin membaik, jadi dapat dipastikan sekarang nyonya sudah boleh pulang." Kata dokter itu yang di sambut senyum bahagia dari keluarga Eren.
"Yeay akhirnya. Sayang, nanti kita makan ya. Mama mau merayakan kepulangan mu"
"Hmm baiklah."
Oh iya baru saja teringat. Mengapa keluarga Kaira tak pernah menjenguknya ya? Hanya adiknya saja yang datang
"Eren, kamu sudah beritahu keluarga Kaira kan bahwa Kaira sakit dan dirawat disini?"
"Iya ma sudah. Ada apa?"
"Mengapa mereka tak datang ya? hanya adiknya saja?" Pertanyaan yang sedari tadi mama Eren pikirkan namun tak memperoleh jawaban
"Gapapa ma, Ara sudah terbiasa seperti ini. Mama tahu sendiri kan kondisi keluarga Ara. Ara dan adik Ara tidak memiliki ibu kandung lagi dan sekarang hanyalah ibu tiri yang hanya ingin memanfaatkan kami, sedangkan ayah selalu sibuk dengan urusan nya sendiri tak terlalu mempedulikan kami. Ya Kami dari dulu memang sering disiksa oleh ibu" Kata Kaira sedih
Entah mengapa aku menjadi semakin kasian pada gadis ini. Eren merasa iba dengan Ara dan semakin tak tega menyakiti nya. Namun, ini yang harus dia lakukan pikirnya.
Maaf Ara aku benar-benar tak tega, namun semakin ku menyayangimu dan kamu menyayangi ku, semakin ku harus melepasmu dari hatimu. Aku tak ingin melukaimu lebih dari ini. Maaf. Seumur hidup Eren akan terus merasa bersalah jikalau Kaira ditinggalnya saat lagi sayang-sayangnya, karena dia tahu persis bagaimana sakitnya itu.
__ADS_1
"Eren" Panggil Mama membuyarkan lamunannya"
"Ayo kita berangkat. Jangan melamun mulu. "
"Hehe maaf ma. Aku sedikit kepikiran urusan pekerjaan juga kelelahan"
Lalu, Eren membopong Kaira menuju mobilnya. Syukurlah Ara tak mengalami cidera serius terutama pada kepalanya. Hanya kakinya saja yang sakit.
Lama perjalanan mereka menuju suatu restoran mewah di ibu kota. Restoran itu adalah restoran yang biasanya dikunjungi Eren dan mamanya. Dan akhirnya, mereka pun tiba di restoran mewah tersebut. Kaira dan yang lainnya pun masuk. Tak lupa Eren masih tetap membantu Kaira berjalan.
"Permisi tuan nyonya, Ini menu masakan di restoran kami."
Wahh mahal sekali ini. Kalau bukan karena dia mana mungkin aku akan pernah mencicipi masakan di restoran yang sudah mendunia ini.
"Saya pesan Foie Gras"
"Apa itu?" Bisik Kaira. Kaira memang tak pernah pergi ke restoran mewah seperti ini. Bahkan dia hanya pernah memakan masakan barat,yaitu hamburger dan spaghetti yang murah meriah.
"Itu adalah masakan khas Perancis. Kamu mau mencoba?"
"Hmm sepertinya aku mau beef steak saja. Aku tak pernah memakan itu. Akan sangat sayang jika aku tak menghabiskan nya"
"Mama mau apa?" Eren mengalihkan perhatian nya dan menanyai mamanya
"Mama pesan seperti Ara saja"
Pelayan itu pun mencatat setiap pesanan yang mereka sebutkan.
"Oh iya mbak tambah gelatonya tiga"
"Baik tuan. Mohon ditunggu" Pelayan pun pergi setelahnya.
"Tuan, Gelato itu apa lagi?"Bisik Kaira di telinga Eren yang menyebabkan Eren tertawa. Bahkan Gelato saja tak mengerti pikirnya.
Mengapa dia tertawa sih? Apa yang lucu dariku?
"Lalu, apa yang kamu makan? Mengapa gelato saja tak mengerti?"
__ADS_1
"Hanya masakan rumah yang aku buat sendiri dan yang aku pernah makan dari masakan barat hanya spaghetti dan hamburger murah yang aku beli di pinggir jalan"
"Separah itu kah? Lalu, bagaimana dengan gajimu?"
"Kamu tahu sendiri jika gajiku tak seberapa, belum lagi ibu tiriku itu selalu meminta uang untuk membayar biaya sewa kamar ku dan adikku kepadaku. Memang itu rumahnya karena rumah kami yang di desa telah dijual saat ayah masih belum sejaya sekarang. Jadi, aku hanya bisa mengandalkan sisa uangku itu untuk memasak sendiri agar lebih hemat dan bisa menabung lalu menyewa rumah dengan adikku. Jika ingin makan sesuatu yang enak, aku hanya bisa membeli yang murah diluaran sana"
"Sayang, sekarang kamu adalah menantu kesayangan mama, kamu bisa minta apa saja yang kamu inginkan kepada mama. Selama wajar, mama akan berusaha memenuhi nya sekalipun kamu meminta mobil mewah ataupun rumah yang besar"Kata mama Eren yang merasa iba dengan kehidupan Kaira
"Terimakasih ma. Aku hanya ingin tempat tinggal yang layak untuk adikku."
"Besok kita Carikan rumah untuk adikmu. Ajak dia agar dia memilih rumahnya sendiri"
"Benar nih ma? Terimakasih banyak ma" Kaira terkejut serta senang sekali atas ucapan mama Eren itu. Sungguh baik mama Eren kepadanya. Dia merasa sangat beruntung memiliki mertua yang sangat mencintai nya itu. Bisa dibilang mama Eren itu adalah mertua idaman semua orang. Mereka pun berbincang santai tentang pengalaman Kaira dimasalalu, Eren bahkan kisah cinta mama Eren dan papanya. Kaira sangat iri dengan mama Eren yang bisa mendapatkan suami seperti papanya Eren
Andai saja Eren memperlakukan ku seperti ayahnya itu. mungkin hidupku akan sangat bahagia sayangnya pernikahan kami hanya berdasarkan sebuah kesepakatan. Yeah aku ga boleh terlalu berharap padanya atau aku yang akan sakit kelak.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Pesanan mereka sudah datang dan Kaira antusias ingin memakan beef steak yang sudah lama ia ingin beli itu. Eren hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu.
Wahh akhirnya aku bisa memakan daging selembut ini. Enak sekali
"Mas, aku boleh ga mencoba foi foi apa tuh ah susah sekali ngomong nya"Tanya Kaira sambil menunjuk makanan yang Eren pesan
"Foie gras. Coba saja jika kamu ingin" Lantas Kaira langsung mengambil garpu dan sendok dihadapan nya dan mencoba makanan itu.
"Bagaimana? enak"
"Enak sekali mas. Maaf mas, ma jika aku terlihat berlebihan"
"Tak apa. Kamu bisa pesan lebih banyak lagi. Kamu harus sehat ya" Kata Eren lembut
"okay"
Bahagianya aku saat mama tuan ada disini, tuan muda memperlakukan ku dengan baik. Beda sekali dengan saat kita dirumah. Jangankan memperlakukan ku seperti ini, dia bahkan sedingin kulkas dan sangat tak peduli denganku. Huft. Tapi tak apalah sekarang aku puaskan dulu..
Setelah makanan mereka habis, mereka mengantarkan mama Eren pulang kerumahnya dan melanjutkan perjalanan ke rumah mereka. Sesampainya dirumah, Eren tak membantu istrinya itu jalan
"Tuan, bagaimana cara saya turun? Tolong bantu saya"
__ADS_1
"Rangga, bantu dia. saya lelah"
Haih yang benar saja. Dia bersikap lembut benar-benar hanya didepan ibunya. Setelah itu, aku dicampakkan begitu saja. Ara kamu harus kuat. Kamu harus bisa menuntaskan pernikahan ini dan ga boleh membuat adik dan ayah disiksa atau dicelakai oleh ibu. Batinnya menyemangati dirinya sendiri