
Saat ini, Kaira sudah bisa kembali bekerja.
"Kai, itu kamu?" Tanya seseorang dari ujung sana. Dia berjalan mendekat
"Ohh ya. Dia benar Kaira kita... Ahh Kai-ku" Zuli dan Angela memeluk Kaira...
"Uluh-uluh. Gimana bulan madunya nih? Katanya kamu diculik waktu itu, tapi kamu gapapa kan?" Zuli dan Angela terus bertanya kepadanya.
"Uhmm aku..."
"Sudah ngobrolnya?" Suara seksi seorang pria terdengar dibelakang Kaira. Lantas, Angela dan Zuli bergegas kembali ke meja mereka.
"Kamu ih ngagetin aja. Kasian kan mereka?"
"Emang salah ya kalau saya ke ruangan istri saya?" Tanya Eren yang lalu menarikku dan memelukku dari belakang
"Ihh kamu apaan sih. Ini masih dikantor lho. Mereka semua melihat kearah kita" Kaira mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Eren. Mukanya tersipu malu. Semua orang menatap kearah mereka dan mulai bergosip. Beberapa dari mereka merasa iri.
"Iya iya tau kami para jomblowan dan jomblowati hanya bisa menelan ludah" Celetuk seseorang disana. Eren hanya tersenyum melihat ekspresi malu Kaira dan semakin menjadi.
"Oh iya, kamu pergi ke ruangan saya. Ada yang mau saya bicarakan" Ucap Eren sambil berlalu pergi
Puhh dasar pria mesum. Sengaja kan buat aku berada di situasi canggung begini?
Sepanjang jalan, Kaira menebak-nebak apa yang akan dilakukan oleh Eren. Apa yang akan dia katakan. Saat tiba di ruangannya...
"Hey sayang kemarilah" Seorang wanita berdiri disampingnya. Ya, dia adalah sekretaris barunya itu.
"Kenalin, ini adalah Manda. Dia adalah sekretaris baru saya yang saya katakan kemarin kepadamu. Saya mempekerjakannya karena Rangga masih memiliki tugas diluaran sana." Eren memperkenalkan sekretarisnya pada Kaira.
"Hai Manda." Kata sekretaris Eren dengan tatapan meremehkan.
"Hai Kaira"
uhh kedua wanita yang bersaing memang sangat menakutkan Batin Eren melihat persaingan diantara mereka.
"Manda, silahkan kamu kembali keruangan kamu. Saya ingin berbicara empat mata dengan istri saya" Eren menyuruhnya pergi. Manda menuruti perintahnya.
Kaira bersiap untuk menginterogasi Eren.
Aku memiliki firasat yang kurang enak. Eren melihat kearah Kaira yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
Oh tidak. Tamatlah riwayatku hari ini. Eren semakin menenggelamkan dirinya dan rasanya ingin menghilang dari muka bumi.
"Katakan padaku, Apa kamu sengaja mempekerjakan sekretaris yang bahkan lebih cantik dariku? Mengapa kau tidak memilih pria sebagai sekretaris?" Kaira mendekati Eren dan meregangkan otot tangannya bersiap untuk memukulnya.
"Ampun Ara ampun. Aku tidak tahu. Aku hanya menyuruh Rangga untuk mencarikan ku penggantinya. Dan lagi kau lebih cantik darinya, ok?" Eren memuji-muji Kaira berharap dia tidak marah lagi.
"Terimakasih." Kaira luluh sejenak
"Tidak. Kau sengaja kan membuatku melayang di udara dan menghindari pertanyaanku?" Kaira menarik kerah baju Eren.
__ADS_1
"Tidak. Aku..." Eren benar-benar tak bisa berkata-kata.
Tunggu sebentar, Mengapa aku harus takut padanya? Sedangkan sedari dulu, tidak ada wanita yang membuatku setakut ini
"Baiklah baiklah. Aku akan meminta Rangga untuk mengganti sekretaris yang baru dan aku menunjukmu,istriku, sebagai sekretaris yang baru dan Manda akan menggantikanmu."
"Nahh begitu dong."
Hufft hampir saja. Jangan sampai aku tidur diluar... Eren membayangkan betapa menakutkannya istrinya jika sedang marah.
Kaira kembali ke ruang kerjanya dan bersiap untuk pindah. Eren telah memberitahukan kepada Manda untuk menggantikan tempat istrinya.
Huh gegara wanita rendahan itu, Aku tidak memiliki kesempatan untuk berdekatan dengan tuan muda Eren. Emangnya kamu siapa? Hanya istri kontraknya saja kan? Tunggu saja nanti. Batin Amanda.
Mereka bertukar posisi sejak hari ini. Namun, saat mendekati jam pulang kerja, Ayah Kaira menelfonnya
"Halo, iya ayah?"
"Ra, bisakah kamu pulang ke rumah?" Tanya seorang pria diujung telepon sana
"Iya. Ada apa?" Tumbenan ayah menelfonku. Ada apa ya?
"Kamu datang saja ya"
"Baiklah".
"Telepon dari siapa itu?" Tiba-tiba sosok tinggi besar itu muncul dari belakang Kaira
"Hantuuuu" Kaira memundurkan kursinya tanpa sadar, kursinya mengenai sosok dibelakangnya tersebut.
"Ahh tuan muda. Sakit ga?" Kaira berdiri dan melihat kaki Eren
"Masih pake ditanya? Ya sakit lah ah." Kaira mendudukkan Eren dikursinya dan melepas sepatu serta kaos kaki Eren.
"Tuh lihat kan kaki saya sampe memar tuh" Eren menunjuknya dengan tatapan matanya.
"Ahh maafkan saya tuan. Saya ambil es batu dan obat untuk mengompres ya." Pamit Kaira
"Cepetan. Sakit nih ah" Kaira berlarian ke kulkas di ruang istirahat Eren. Tentu saja, dia pernah masuk ke ruangan itu apalagi setelah hubungannya dan Eren membaik.
"Duuh dimana ya obatnya?" Saat Kaira membuka-buka laci meja di ruang istirahat, Dia melihat foto seorang gadis kecil sedang membawa boneka kesayangannya.
"Ehh bukankah ini adalah fotoku? Dimana dia mendapatkannya?" Kaira mengambil foto tersebut dan ternyata dibawahnya terdapat foto seorang wanita cantik, mungkin seusia dengan Eren.
"Siapa wanita ini? Apa dia kekasihnya itu yang dikatakan Rangga? Kalau ga salah namanya Clara" Kaira membawa kedua foto tersebut bersama dengannya.
"Ahh lama amat sih kamu." Keluh Eren
"Maaf tuan. Saya kebingungan mencari barang." Kaira lantas mengompres kaki Eren yang bengkak.
"Baru saja saya angkat kamu sebagai sekretaris saya, kamu bahkan sudah melukai saya?"
__ADS_1
"Maaf tuan." Kaira merasa bersalah.
"Sudah selesai tuan." Kaira membereskan barang-barang yang ia gunakan tadi.
"Bagus."
"Oh ya tuan, saya ingin bertanya. Ini siapa?" Kaira menunjukkan foto seorang wanita cantik yang diduga adalah Clara.
"Ohh dia Clara, mantan pacar saya yang pertama..."
"Apa? Darimana kamu mendapatkan foto itu?" Eren sadar atas apa yang dipertanyakan oleh Kaira. Lantas, dia mengambil foto itu.
"Uhmm saat saya mencari kain untuk mengompres memar kaki anda, saya menemukan itu" Dengan polosnya Kaira menjawab pertanyaan itu
"Lain kali, kamu jangan sentuh-sentuh barang saya."
"Tapi kan saya istri anda. Dan mengapa anda menyimpan foto wanita lain? Apa arti saya dalam hidup anda" Kaira menangis membuat Eren bingung harus berbuat apa.
"Jangan nangis dong. Saya gatau harus berbuat apa kalau kamu nangis begini" Eren berusaha membuat Kaira berhenti menangis
"Tapi, tuan muda sudah menyakiti saya. Apa saya ga boleh nangis? huwaaa. Tuan muda jahat ke saya. Saya gamau kenal tuan muda lagi. Tuan muda pergi dari sini" Kaira mengusir Eren pergi dan menutup pintunya.
"Ara... Buka pintunya. Hey. Kenapa jadi saya sih yang diusir? Bukannya ini adalah kantor saya? Ara..." Eren berteriak diluar ruangan
Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa juga saya harus mengetuk-ngetuk pintunya? Toh saya bisa kembali ke ruangan saya sendiri. Ahh memang wanita sulit sekali ditebak. Eren terlihat seperti orang tak punya arah. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan Kaira. Dia seperti seorang pria yang ketangkap basah selingkuh oleh istrinya.
"Tuan muda, Anda kenapa?" Manda datang ke ruangan Eren untuk menyerahkan berkas yang harus ia tanda tangani.
"Gapapa. Bukan urusan kamu juga." Eren melihat-lihat berkas itu dan mencermatinya
"Untuk apa kamu masih berdiri disini? Cepat pergi" Ucapnya sedikit kasar
"Ahh baik tuan" Manda keluar dari ruangan Eren
Apa sih yang telah dilakukan wanita rendahan itu? Bagaimana bisa dia yang biasa-biasa saja itu mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari Tuan muda? Gumamnya sepanjang jalan. Angela mendengarkan apa yang baru saja ia gumamkan
"Kamu iri ya sama Kaira?" Tanya Angela
"Apaan sih? Ngapain juga aku harus iri padanya?" Tentu saja Manda tidak mau mengakuinya
"Halah. Gausah ngeles deh lu. Gua kasih tau ya. Gausah mimpi deh buat jadi 'wanitanya' Tuan muda. Lu tuh ga ada seujung kukunya dibandingkan dengan kaira, ehh nyonya muda maksud saya"
"Kamu!!!"
"Apa? Berani? Saya laporin kamu ke tuan muda." Ejek Angela.
Huff gadis busuk. Kamu sama saja ya dengan Kaira. Sama-sama wanita jal*ng. Awas saja kamu nanti.
Semenjak Kaira naik jabatan menjadi asisten dan sekretaris pribadi Eren William, Ruangan tempat Zuli, Angela dan Kaira bekerja dulu menjadi sangat sepi dan penuh dengan kekesalan yang disebabkan Manda. Zuli dan Angela sangat suka mengerjai Amanda, karena mereka tahu niat busuk Amanda kepada Kaira. Seperti hari ini, mereka berdua menuangkan air di kursi Amanda dan membuat Amanda malu karena bajunya basah
"Wihh Amanda ngompol ya?" Kata Zuli
__ADS_1
"Aduhh man, kamu udah Gedhe lho padahal. Kok masih kayak bocil aja." Satu ruangan tertawa dan mempermalukan Amanda.
Kalian berdua. Tunggu saja pembalasanku. cihh Batin Amanda sambil berlalu...