Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Babymoon


__ADS_3

Jadwal telah ditentukan, tiket pun telah dibeli. Tak lupa Eren juga sudah mempersiapkan segala kejutan yang nantinya akan membuat Kaira bahagia. Ini adalah kali pertama bagi mereka jalan-jalan setelah Eren Junior tercipta di dunia ini.


Babymoon mungkin hanya alasan bagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta ini. Cinta mereka tumbuh untuk kesekian kalinya. Senyum merekah di raut wajah cantik dan tampan mereka, sungguh sempurna. Bahkan, orang-orang disekitarnya pun tertular kebahagiaan itu.


"Pa, ma, Eren sama Kaira berangkat dulu ya" Pamit Eren.


Kedua orang tua Eren tentu saja berada di sana untuk melihat keberangkatan kedua anak mereka itu. Anak? Ya, jangan lupakan kedua orang tua Eren telah menganggap Kaira sebagai anak perempuannya. Bagaimana tidak, Eren adalah anak satu-satunya yang mereka pula. Memiliki anak menantu yang begitu baik seperti Kaira sungguh anugerah yang Tuhan jatuhkan pada mereka. Senyum tak luput dari wajah mereka, tangis pun mewarnai keberangkatan mereka seakan mereka akan pergi begitu lama


"Udah dong ma. Jangan nangis. Kan Ara perginya bentaran doang." Ucap Kaira menenangkan wanita paruh baya didepannya itu


"Hiks hiks. Gimana nanti kalau mama kangen sama kamu dan cucu mama ini?" Mama Eren berbicara dengan sesenggukan layaknya anak kecil yang menangis dan menjawab diwaktu yang bersamaan


"Kan kita bisa video call kan? Lagipula, mas Eren kan ada untuk kami berdua. Kalau terjadi sesuatu, mas Eren ga akan ninggalin kami kok" Kaira mencoba membujuk Mama mertuanya itu.


Nampak sangat jelas kekhawatiran sekaligus rasa sayang yang mendalam pada mata wanita itu. Kaira dapat merasakannya. Sepertinya, mama Eren benar-benar trauma dengan kejadian waktu itu, kejadian saat Eren dijebak bahkan saat Eren mengusirnya. Mungkin jika di dekat mereka, mama Eren dapat membantu, bagaimana jika jauh? Mereka hanya dapat


"Sudah ya, ma. Percaya saja sama anak-anak kita. Bukannya kamu ya yang kemarin menyuruh mereka babymoon biar makin dekat?" Kali ini, papa mertua yang turun tangan. Sepertinya, itu membuahkan hasil. Mama Eren nampak lebih tenang dari pada beberapa waktu lalu. Wanita itu menyeka air matanya dan memeluk erat Kaira tak lupa juga dengan bayinya


"Lho ma, Eren ga dipeluk?" Tanya Eren sambil merentangkan kedua tangannya


"Ogah. Mama ga akan mau peluk-peluk kamu sebelum kamu bisa memastikan keadaan Kaira dengan aman sampai disini" Ucap mama Eren. Wanita itu memalingkan pandangannya ke arah yang berlawanan.


Krik krik krik krik.


Suasana hening sekaligus canggung tercipta disana. Eren malu setengah mati hingga dia merasa ingin menenggelamkan kepalanya ke tanah dan pergi dari sana.


"Ya sudah ya pa, ma. Ara dan mas Eren beserta baby L mau babymoon dulu kali ini. See you" Ucap Kaira. Kaira melepaskan kiss bye kepada kedua mertuanya. Eren dan Kaira berjalan menjauh, memasuki mobil dan berangkat menuju ke bandara.


.................


Beberapa jam kemudian...

__ADS_1


Mereka sepertinya sudah sampai didaerah yang telah ditentukan, daerah yang cantik dan asri membuat mata jernih seketika. Deburan ombak terasa jelas disana, sangat menenangkan. Kaira menarik nafasnya dalam-dalam dan merasakan pesona yang tiada tara. Dimana lagi kalau bukan pulau Dewata Bali. Pulau sejuta dewa dengan sejuta pula keindahan yang didalamnya, siapa yang bisa menolak untuk berkunjung kesana? Tempat paling indah, romantis serta tenang bagaikan surga.


"Mas, kita mau kemana kali ini?" Tanya Kaira.


Tak ada respon dari Eren. Pria itu terus berjalan ke depan dan mencari mobil jemputannya. Oh ya, mereka tentu saja tidak lupa membawa Ana dan Rangga bersama. Rangga tadi sempat pamit untuk menyewa sebuah mobil bersama Ana. Kedua orang itu menyetujuinya. Sepertinya, kapal mereka akan segera berlayar.


Bip bip


Bel mobil jemputan telah terdengar nyaring disana. Eren menarik tangan Kaira tanpa sepatah kata pun. Kaira hanya berlari mengikuti langkah kaki Eren, menaiki mobil dan pergi ke tujuan yang bahkan dirinya sendiri tak tahu kemana. Eren membisu tanpa kata. Pria itu melihat pemandangan sekitar seolah dia perang dingin dengan Kaira. Kaira hanya menatapnya penuh kebingungan di matanya


Ada apa dengan mas Eren? Apakah selama dipesawat tadi aku berkata salah? tapi, bukankah aku hanya berbincang biasa? ~Batin Kaira


Sesampainya di hotel...


Kaira menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di hotel baru bintang lima milik Eren itu. Disana, telah dipersiapkan sebuah kejutan yang pasti akan membuat semua orang iri melihatnya.


Mata kaira melihat sekeliling dengan liarnya. Eren tak bisa luput memandangi Kaira yang berdecak kagum, mengagumi hasil dari kerja keras Eren beberapa bulan ini. Pembukaan hotel adalah saat yang special bagi mereka dan Eren pun mengatasnamakan hotel ini dengan nama Kaira di sertifikatnya. Bahkan, nama hotel ini pun merupakan namanya "Kaira Hotel" itulah namanya.


"Mas, ini buat aku?" Tanya Kaira


Eren membalasnya dengan anggukan elegantnya. Air mata jatuh tanpa diberi aba-aba


"Terima kasih" Ujar Kaira tersenyum hangat ke Eren.


Hari mulai memanas, Eren mengajak Kaira ke sebuah pantai dengan sejuta keindahan disana. Pantai Pandawa adalah jawabannya. mentari tengah tersenyum memberikan kehangatannya, menyapa setiap insan yang berada di sana. Benar-benar menakjubkan. Kaira dan Eren pergi berdua saja, sedangkan Rangga dan Ana diberikan tugas untuk menjaga baby L disana. Mereka berdua benar-benar cocok menjadi seorang pasangan ibu, bapak dan anak. Sangat manis.


"Baby L, mama sama papa jalan-jalan dulu ya. Nanti baby L sama aunty Ana dan uncle Rangga" Ucap Kaira. Wanita itu tidak membiasakan anaknya memanggil Ana dan Rangga dengan ucapan seakan mereka adalah bawahan. Kaira telah menganggap mereka seperti bagian dari keluarganya.


"Kalian boleh jalan-jalan juga kok. Asalkan kalian menjaga Lauren dengan baik" Ucap Kaira. Wanita cantik itu tersenyum hangat kepada mereka berdua membuat mereka kelebakan salah tingkah.


Eren menarik tangannya pergi dari sana. Kaira benar-benar cantik menggunakan mini dress tanpa lengan yang terlihat sederhana dan santai, namun sangat menunjukkan lekuk tubuhnya dengan baik. Wanita itu tak lupa membawa topi serta kacamata hitam bersamanya.

__ADS_1


................


Sesampainya di pantai Pandawa...


Kaira berlari dengan kaki kecilnya yang menjulang. Wanita itu nampak girang layaknya burung yang dilepaskan dari sangkarnya. Dia berlari, berputar bahkan melompat dengan indahnya. Beberapa pasang mata tak dapat melepaskan pandangan mereka dari keelokan tubuh Kaira. Ibu beranak satu itu benar-benar masih terlihat seperti seorang remaja yang baru merasakan cinta pertamanya. Eren memotretnya diam-diam.


Wanita itu menuju ke bibir pantai dan merasakan air menghantam lembut kakinya. Dia menikmati pemandangan, sesekali memejamkan mata seraya berdoa berharap kejadian ini berlangsung selamanya. Eren berada dipeluknya, memanjakannya bahkan tidak dapat pergi sedetikpun darinya.


Eren mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang


"Gimana? Kamu suka? Maaf, terakhir kali kita tidak puas bermain disini. Jadi, aku mau mengulanginya. Aku ingin melihat senyum manismu ini setiap hari. Bolehkah?" Tanya Eren. Pria itu menggigit lembut telinga Kaira.


Kaira membalikkan badannya dan merangkul kan kedua tangannya ke tubuh Eren. Meskipun wanita itu belum mandi setelah perjalanan jauh, namun tubuhnya masih terasa harum dan segar. Ingin rasanya Eren melahapnya sekarang juga, namun kaira pasti akan meronta.


"Tentu saja boleh. Senyumku ini, hanya untuk suamiku tercinta. Bolehkah senyum suamiku ini hanya untuk diriku juga?" Tanya Kaira.


Eren mengangguk. Pria itu mencium bibir istrinya tanpa permisi. Kali ini, Kaira pun tidak menolaknya bahkan membalasnya.


Diam-diam seseorang keharmonisan hubungan mereka


"Tuan, nyonya, semoga kalian berdua bahagia selamanya. Jadi, tuan kecil tidak akan menderita dikemudian hari" Ucap Ana yang menjadi saksi kejadian kali ini. Sedangkan, Rangga yang awalnya sibuk memotret bosnya itu, menyimpan kameranya dan menggenggam kedua tangan Anna


"An, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu. Boleh kah?" Tanya Rangga. Pria yang biasanya dingin kepada setiap wanita bahkan ke teman-teman terdekat Eren sekalipun itu benar-benar layaknya seseorang yang tidak dikenal oleh Ana. Dia tertegun saat Rangga dapat berbicara layaknya manusia normal


"Bicara saja." Jawab Ana santai.


Rangga mengarahkan tubuh Ana ke hadapannya. Pria itu menatap wajah Ana lekat


"A-aku... Aku suka sama kamu... Will u be mine?" Ucap Rangga terbata-bata


Belum sempat Ana menjawabnya, Lauren menangis kencang. Demi tidak diketahui dan mengganggu Kaira dan Eren, Ana memilih untuk menjauh dari sana dan meninggalkan Rangga sendirian disana.

__ADS_1


__ADS_2