
Mereka telah menunggu selama beberapa waktu, menit bahkan jam. Ada perasaaan cemas, panik yang tak terkira apalagi Sasa sangat membutuhkan untuk transfusi sumsum tulang belakang. Walau harapan untuk cocok antara anak dan orang tua kandung, namun hal tersebut hanya ada kemungkinan sebesar beberapa persen saja.
Setelah menunggu hampir dua jam, dokter kembali dengan membawa dua buah lembar yang masing-masing diletakkan didalam amplop.
"Hasil tes kalian berdua telah keluar dan silahkan kalian baca" Ucap dokter sambil menyerahkan kedua amplop tersebut.
"Ya, seperti kalian lihat bila kalian berdua tidak memiliki kecocokan terutama dengan bapak. Bapak tidak memiliki kecocokan sama sekali terhadap pasien" Ucap Dokter membuat Eren mengernyitkan keningnya.
"Apa maksud dokter?" Tanya Eren
"Saya tidak dapat mengatakannya, karena banyak kasus anak kandung tidak cocok sama sekali dengan ayahnya" Ucap dokter.
"Saya sarankan kalian mencari kerabat terdekat pasien secepatnya karena semakin cepat semakin baik."
"Kalau tidak ada hal lain, saya izin pamit. Permisi" Pamit dokter
"Dok, tunggu" Panggil Wisnu
"Iya pak, ada apa?"
"Tolong periksa saya. Saya yakin milik saya akan cocok dengan anak itu" Ucap Wisnu
Eren berdiri menghampiri Wisnu yang sedang berbincang dengan Dokter tersebut.
"Wisnu, ada apa denganmu? Bagaimana kamu bisa begitu yakin jika kamu cocok dengan Sasa?" Tanya Eren.
"Aku akan mengatakannya nanti. Aku harus segera pergi karena nyawa Sasa tidak dapat menunggu lagi. Kamu harus mengerti hal ini, Eren." Jawab Wisnu sambil berlalu pergi meninggalkan Eren yang masih bergeming pada posisinya.
.................
"Mama, Kak Olen sama aku sudah siap. Yuk kita berangkat" Ucap Karen sambil menarik baju mamanya.
"Baiklah. Bagaimana dengan nenek?" Tanya Kaira
"Nenek juga sudah siap. Tapi, kakek kerja. Ga bisa ikut" Jawab Karen.
"Baiklah, cuss kita berangkat"
Kaira beserta rombongan berangkat menuju rumah sakit. Namun, sedari pagi tadi, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Wisnu disana. Tidak seperti biasanya, pria itu menghilang tanpa jejak bahkan tak mengucapkan sepatah katapun kepadanya.
Wisnu kemana ya? Apa jangan-jangan dia sibuk? Ahh sudahlah. Nanti aku kabari dia saja~Batin Kaira.
Sedangkan itu, Wisnu sedang berada di ruang lab untuk penguji coba kecocokan yang dimaksudkan
"Bapak tunggu kabar dari kami ya. Maksimal satu jam hasil akan keluar. Silahkan bapak menunggu di luar. Jika ada keluhan atau sakit, bapak dapat menghubungi kami sesegera mungkin" Ucap Dokter menjelaskan
"Baik dok, terimakasih" Ucap Wisnu.
__ADS_1
Wisnu beranjak dari tempat duduknya dan bersalaman dengan dokter tersebut.
Aku lupa tidak memberitahukan bila aku masih ada di rumah sakit kepada Kaira. Pasti dia sedang khawatir~Batin Wisnu
Wisnu merogoh kantongnya dan mencoba untuk menemukan sebuah ponsel miliknya disana. Setelah ketemu, pria itu langsung mencari nama Kaira di kolom pencarian dan tanpa ragu langsung meneleponnya.
Tuutttt tuuuttt tuuuutttt...
Telepon tersebut telah tersambung
"Halo Wisnu, kamu dimana?" Tanya Kaira langsung pada intinya
"Ahh maaf Kaira. Aku lupa memberitahumu bila aku ada di rumah sakit. Aku tadi malam pulang ke hotel dekat rumah sakit dan sekarang sedang berada di rumah sakit" Jawab Wisnu
"Baiklah. Aku pikir sesuatu terjadi kepadamu. Jaga diri baik-baik...."
"Karena aku gatau sampai kapan aku bisa terus bersamamu" Ucap Kaira lirih.
"Apa kamu bilang? Bukankah kita akan selalu bersama?" Tanya Wisnu
"Ahh tidak tidak. Kamu mungkin salah dengar. Intinya, kamu harus baik-baik. Aku akan tiba disana satu jam lagi. Mungkin kami mau mampir ke toko buah atau hanya sekadar makan" Ucap Kaira
"Ga perlu repot-repot kali Kai. Kamu datang saja Sasa pasti akan senang" Sahut Wisnu keceplosan.
"Maksud kamu? Bahkan orang tua Sasa saja tidak berkata demikian. Eren walau peduli dan mudah sungkan, tapi dia juga tidak pernah berkata demikian. Kamu sudah seperti ayahnya saja bisa tahu isi hati Sasa" Celetuk Kaira tiba-tiba
"Baiklah Kaira. Kalian makan baik-baik dulu sampai kenyang. Kalian semua hati-hati ya" Ucap Wisnu
"Baiklah, aku pergi dulu. Bye bye" Ucap Kaira sambil mengakhiri teleponnya.
Hufftt, aku ga bisa bayangin kalau aku kehilangan kamu, Kaira. Tuhan, tolong lindungi dia hingga dia menjadi milikku sepenuhnya~Batin Wisnu memanjatkan doa.
..................
Satu jam kemudian...
Wisnu kembali ke ruang lab untuk mengetahui hasil dari tes sumsumnya dengan Sasa.
"Tuan Wisnu, silahkan masuk" Ucap sang dokter
Wisnu langsung membuka pintu ruangan tersebut dan duduk di kursi yang telah disediakan
"Sumsum tulang belakang anda kebetulan cocok dengan pasien. Apakah anda yakin ingin melakukan transplantasi ini? Ini akan sangat menyakitkan bagi anda dan ada beberapa yang mengalami komplikasi." Ucap dokter menjelaskan
"Saya yakin dok. Saya akan memberikan segalanya untuk anak semata wayang saya. Mohon dokter atur waktu untuk kami melakukan transplantasi ini" Jawab Wisnu mantap.
"Baiklah, silahkan tuan untuk kembali terlebih dahulu. Kami akan memanggil anda beberapa saat setelahnya"
__ADS_1
"Baik, terimakasih dokter."
Wisnu kembali ke ruang tempat Sasa dirawat saat ini. Tampak wajah cemas dan takut kehilangan yang tergambar jelas pada raut wajah Eren, namun itu berbeda dengan Clara. Wanita itu masih saja terlihat santai bahkan tak peduli dengan keadaan anaknya sendiri. Wisnu menghampiri mereka dan menyapa mereka
"Hai Eren, Clara." Sapa Wisnu
Eren berdiri, langsung menghampiri Wisnu yang berdiri tepat di depannya
"Gimana hasilnya?" Tanya Eren
"Cocok" Jawab Wisnu singkat.
"Syukurlah. Tapi, bagaimana mungkin?" Tanya Eren mulai curiga.
"Eren, ada suatu hal penting yang ingin aku bicarakan padamu. Tapi, jangan shock atau emosi" Ucap Wisnu menepuk pundak Eren. Pria itu mendudukkan Eren tepat disampingnya.
"Cepat katakanlah. Aku benci seseorang yang membuatku penasaran" Ketus Eren.
"Sebenarnya..." Kata-kata Wisnu tertahan sejenak. Dia kembali ragu untuk membicarakan faktanya mengingat temperamen Eren yang sangat buruk.
"Kenapa? Jika tidak niat memberitahu, maka jangan beritahu" Geram Eren.
"Sebenarnya, Aku adalah ayah kandung Clarissa. Clarissa adalah anakku dengan Clara" Ucap Wisnu menggemparkan semua orang.
Jderr jderr jderrr
Kilatan amarah menyambar-nyambar diantara mereka. Bukan hanya amarah, namun dunia Eren berhenti seketika. Clara pun terkejut setengah mati atas pernyataan yang dilontarkan oleh Wisnu
"Gak. Ga mungkin. Mana mungkin aku bisa memiliki anak denganmu? Aku bahkan tidak pernah melakukan apapun denganmu" Elak Clara.
"Apa kamu lupa waktu itu? Waktu dimana sebelum kamu memintaku untuk menjebak Eren dengan memberikan obat pemabuk padanya? Lalu, ingat saat itu sebelum kamu mengatakan ingin menjebak Kaira hingga ingin menyebabkan mereka bercerai?" Tanya Wisnu kepada Clara mengingatkan Clara kepada kejadian di masa lalu. Clara menubrukkan dirinya pada sebuah dinding dan bersandar padanya.
BRAKKK!!!
Eren menekan Wisnu hingga mengenai dinding dibelakangnya. Pria itu juga mengangkat baju Wisnu dengan tatapan emosi miliknya.
"Bukti apa yang kamu punya hingga dapat mengatakan hal demikian huh? Apa kamu tidak cukup puas telah menghancurkan rumah tanggaku dengan Kaira dulu?" Tanya Eren dengan nada emosi. Pria itu menggertakkan giginya.
"Ini, aku telah melakukan tes DNA tiga hari yang lalu. Dan saat itu, kamu menjemput Clara di lokasi syutingnya." Jawab Wisnu sambil menyerahkan hasil tes DNA yang baru saja keluar kemarin.
Eren membaca isi dari tes DNA tersebut. Pria itu mengacak-acak rambutnya frustasi sekaligus menyesal dengan keputusan yang ia buat waktu itu.
"Sial!! Hahaha. Betapa bodohnya diriku telah mencintai anak dari pria lain bahkan meninggalkan anak kandungku sendiri. Kamu memang benar-benar wanita jal*ng ga guna yang pernah aku temui. Aku benar-benar kecewa sama kamu." ucap Eren seperti orang gila
"Mulai hari ini, kamu bukan lagi istriku. KAMU AKU TALAK!!!" Pekik Eren keras memenuhi koridor rumah sakit.
Pria itu melemparkan hasil Tes DNA itu sembarangan dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua
__ADS_1