
Melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita, yang pernah singgah dan mengisi keseharian kita bukanlah hal yang mudah. Semua orang pasti membutuhkan waktu seumur hidup untuk melakukannya. Rasa sakit karena perpisahan, rasa tak rela kenangan indah yang berakhir begitu saja serta beberapa hal lainnya menjadi alasan utama mengapa seseorang begitu tidak relanya berpisah dan melupakannya, walau mereka tahu hubungan mereka sudah benar-benar tak layak untuk dipertahankan.
Namun, pertanyaan dibalik itu semua hanyalah sederhana. Apakah orang itu pantas untuk tidak dilupakan? Apakah orang yang telah menyakiti kita masih pantas untuk mendapatkan cinta kita, air mata kita dan pengorbanan kita? Tentu saja tidak. Semua orang berhak bahagia, itulah alasannya.
Sama halnya dengan Kaira, Wanita cantik itu sangat berhak untuk bahagia. Sudah cukup dia menerima semua penderitaan itu sendirian. Dia harus kuat, harus bisa move on dari Eren dan fokus pada kehidupannya dan anaknya kelak.
Hari ini adalah hari pertama dimana Kaira bekerja. Wanita itu nampak ceria berdiri tegak disamping Thomas, bos barunya sekarang.
"Semuanya harap berkumpul" Ucap Thomas lantang.
"Perkenalkan ini adalah sekretaris baru saya. Namanya Kaira Luna. Mungkin sebagian dari kalian telah mengetahui identitasnya. Namun, saya harap kalian bisa berbaur dengannya dan tidak mendiskriminasinya. Jika saya mengetahui hal itu terjadi, maka saya tidak akan segan-segan memecat kalian. MENGERTI?!!" Ancam Thomas dengan penuh penekanan.
"Mengerti, tuan muda" Ucap para karyawan serentak.
"Bagus, kalau begitu kembali ke ruangan kalian masing-masing"
Semua orang kembali menuju tempat mereka sesuai dengan yang diperintahkan. Semua orang berbisik, bergosip mengenai Kaira. Dia nampak biasa saja mendengarnya, bagaimanapun dulu dia juga sering ditatap sinis, dan digosipi seperti itu.
Kaira kembali fokus pada pekerjaannya.
Disisi lain....
Eren dan Clara tengah menjalani kehidupan bahagianya pasca menikah. Mereka berdua bersiap-siap untuk membuka setiap kado dan amplop yang diberikan para tamu undangan. Dengan bahagianya, Clara mengambil sebuah buku keuangan dan bolpoin untuk mencatat segalanya.
"Hummm, banyak ya mas. Sepertinya segalanya berjalan lancar" Ucap Clara pada pria di depannya.
Eren menanggapinya dengan senyuman manis nan elegant miliknya.
Tangan mungil, namun penuh dosa milik Clara sudah menggeliat mengambil amplop dihadapannya, membukanya satu persatu dan mencatatkan isi di dalamnya.
Hingga tak terasa, tersisa tiga kotak besar terakhir di hadapan mereka. Kotak milik Kaira, Wisnu dan pria bernama Mahendra tertera jelas di masing-masing kotak tersebut
"Kaira, Mahen sama bang Wisnu." Baca Clara lirih.
"Aku ingin melihat apa yang diberikan wanita itu pada kami" Gumam Clara hingga nyaris tak terdengar.
"Kaira?" Tanya Eren
Bayangan kejadian waktu itu berputar kembali dalam benaknya. Saat itu, dia tanpa sadar mengejar Kaira dan memeluknya dari belakang..Namun, tatapan mata kebencian yang tercurah pada mata bening nan cantik miliknya membuat hatinya terasa teriris-iris. Tangisnya yang pecah sekaligus aksinya yang menolak dipeluknya sangat membekas dihatinya. Apakah dia sudah keterlaluan terhadap wanita itu?
__ADS_1
"Eren?" Panggil Clara yang membuyarkan lamunannya.
"Ehh? Ada apa?" Balas Eren linglung.
"Kamu mikirin apa sih? Udahlah mas. Ga usah merasa bersalah. Kamu lihat kan bahkan sudah ada dua pria baru disisinya? Mana mungkin sih seorang istri yang tega selingkuh dari suaminya bisa setia?" Ucap Clara memanaskan suasana.
Kebencian di hati Eren pun meningkat. Dia tanpa kata-kata langsung membuang jauh-jauh kotak bertuliskan nama "Kaira" disana.
Dasar pria bodoh. Gampang banget dipengaruhi~Batin Clara sambil menyeringai kegirangan.
..............
Pukul 15.00
Jam menunjukkan pukul tiga sore menandakan semua karyawan sudah waktunya untuk pulang. Kaira tengah bersiap untuk itu. Dia sudah tak sabar untuk melihat pria kecil kesayangannya di rumah.
"Tuan muda, saya izin pulang ya. Semua dokumen pekerjaan saya letakkan diatas meja saya. Permisi" Pamit Kaira
"Thank u, Kaira" Ucap Thomas.
Kaira keluar dari ruang kantornya.
Itu... itu mobil mewah siapa?~Batin Kaira.
"Mahen?" Celetuk Kaira.
"Hai, Kaira. Maaf aku tidak menghubungimu sebelumnya. Aku ingin mengajakmu untuk jalan-jalan sore ini, ke teman-teman, makan bersama dan menonton. Maukah?" Tanya Mahen
Seketika ucapan mama Eren terputar dalam benaknya layaknya sebuah mesin pemutar musik otomatis
Flashback on
"Kaira, kamu coba deh sama pria ini. Sepertinya, dia sudah dari lama menyukaimu"
"Tapi ma... Bagaimana dengan Wisnu? Bukankah itu tidak adil?"
"Kencani dua-duanya lah. Tapi, pas mau menikah lagi, pilih salah satu aja. Jangan diembat semua"
Flashback off
__ADS_1
uhhh, gila kali gue kencan sama dua cowok sekaligus. Tapi, benar juga kata mama. Mungkin dengan begini aku tidak memikirkannya lagi~Batin Kaira
"Kaira?" Panggil Mahen
"Ahh iya. Aku mau. Tapi, aku harus menghubungi Wisnu atau mbok dulu. Kalau tidak, mereka akan khawatir kepadaku seperti terakhir kali" Balas Kaira.
Tuuutttt tutttt tuuuuttt
Telepon pun tersambung
"Halo, Wisnu" Sapa Kaira membuka obrolan
"Hai,Kai. Tumben nelepon aku jam segini? Minta dijemput?" Tanya Wisnu spontan
"Enggak enggak. Aku cuman mau bilang kalau aku izin pulang terlambat, aku akan pergi bersama dengan Mahen mungkin kami akan berkunjung ke rumah-rumah temen-temen kami dulu." Ucap Kaira di ujung telepon.
Wisnu bergeming di posisinya. Dia tidak merespon dalam waktu yang lama.
Apakah aku harus menyetujuinya? Namun, jika aku melarangnya pun aku tidak memiliki hak. Bukan berarti aku membiarkannya tidur di rumahku itu berarti aku dapat mengekangnya~Batin Wisnu
"Baiklah, kamu hati-hati ya. Nanti aku akan mengatakannya pada si mbok" Ucap Wisnu
"Thank u,nu. Nanti suruh si mbok jangan masak. Aku akan membelikan sesuatu buat kalian. Anggap saja sebagai syukuran aku diterima kerja"
"Kalau begitu, aku tutup dulu ya Wisnu. Bye bye" Pamit Kaira langsung menutup teleponnya.
"Sudah?" Tanya Mahendra yang masih setia berdiri disampingnya.
Kaira membalasnya dengan anggukan cepat. Mahen membukakan pintu untuk Kaira bak tuan putri istana. Beberapa pasang mata melirik kearah mereka dan berdecak iri pada Kaira. Karyawati baru di perusahaan Lee itu sudah memancarkan sinarnya. Pria tampan selalu mengelilinginya. Mulai dari Eren William hingga Ida Bagus Made Mahendra pun siap menjemputnya. Sudah bukan rahasia umum lagi bila Kaira merupakan mantan istri dari Eren, namun Kaira masih saja bangga pernah menjadi milik pria kejam itu.
.................
"Kai, gimana kerjanya tadi? Semua lancar?" Tanya Mahen membuka obrolan, memecahkan keheningan.
"Baik. Tidak ada yang menyusahkanku Karena sebelumnya tuan Thomas menggertak mereka." Jawab Kaira
"Menggertak? Memangnya, kamu mengenal pria itu hingga menggertak para karyawannya demi kamu?"
Kaira mengangguk lirih
__ADS_1
"Dia teman mas Eren. Aku juga tidak mengerti persis teman seperti apa, tapi dia orang yang baik dan setia pada istrinya. Dia juga yang pernah membelaku waktu itu di bar miliknya sendiri" Jawab Kaira menjelaskan
"Sepertinya, dia orang yang baik ya dan sepertinya hanya aku yang tidak mengetahui banyak tentangmu. Aku jadi iri deh" Celoteh Mahen yang dibalas dengan senyum manis milik Kaira