
Seminggu telah berlalu. Semua gosip dan hal besar di kantor ini pun perlahan mulai memudar, Kaira pun dapat beraktivitas seperti biasanya
📳Drttt drttt
Suara ponsel Kaira berdering saat dirinya fokus menatap layar komputer di depannya.
"Halo" Kaira mengangkat teleponnya.
"Kai, ini gue" Ucap seseorang di ujung telepon sana.
"Gue Wisnu. Ini nomor baru gue" Lanjutnya
"Ohh tuan Wisnu. Ada apa tuan?" Tanya Kaira
"Tidak, hanya mengabari saja. Tapi, bisakah tidak begitu formal kepadaku?" Tanya Wisnu balik
"Maaf tuan, jika tidak ada kepentingan pekerjaan, jangan ganggu waktu saya. Terima kasih" Balas Kaira tanpa berbasa-basi.
"Tapi kai..."
"Halooo... halooo..."
"Sial!!! Berani-beraninya wanita itu menutup telepon dariku. Tapi Kaira Luna, semakin kamu jutek kepadaku, aku akan semakin mengejarmu hingga dapat" Gumam Wisnu dalam hati. Pria itu menyeringai saat melihat wajah cantik Kaira yang dia print out dan letakkan di sebuah bingkai di meja kerjanya. Foto itu selalu dia bawa kemanapun dia berada termasuk juga kamar mandi.
Jangan ditanya ada berapa banyak foto Kaira di kamar mandi dan kamar tidurnya. Sudah tak terhingga jumlahnya, namun tentu saja hanya dirinya yang mengetahuinya.
Sedangkan disisi lain...
"Hufftt, benar-benar menyebalkan. Maunya apa sih pria ini? Masih saja sempat-sempatnya godain istri orang. Apa dia sudah tidak memiliki pekerjaan?" Gumam Kaira
"Apanya yang dingin dan kejam. Menurutku, dia hanyalah seorang pria mesum saja" Lanjutnya
Eren masuk ke dalam ruangan Kaira, semua mata menatap kearahnya. Sudah bukanlah hal yang mengherankan lagi bila mereka semua sudah mengetahui bila Kaira adalah nyonya muda William yang sekarang. Mereka bahk0ll0lllllan tak berani berkata kasar kepadanya. Itu agak sedikit membuat Kaira canggung tak terbiasa.
"Ada apa? Aku melihatmu dari kejauhan dan kau nampak sedang kesal" Ucap Eren sambil membawakan sebuah minuman Boba rasa matcha latte dingin kesukaan Kaira
"Nih untuk kamu" Eren menyerahkan bungkusan plastik di tangannya.
"Unch. Thank u suamiku sayang. Aku kesal dengan temanmu itu. Bisa-bisanya dia godain aku di jam kerja begini" Ucap kaira dengan bibir manyunnya. Si penggila kerja satu ini benar-benar membenci orang yang tidak serius dalam pekerjaannya sama halnya yang dilakukan Sasa waktu itu.
................
Seperti biasa, ini adalah jadwal bagi Kaira untuk mengontrol dan mengawasi proyek yang sedang berjalan. Kaira nampak sudah mulai bersiap untuk meluncur ke lokasi yang telah ditentukan.
Disisi lain...
"Bang, inget ya. Kamu harus berhasil kasih obat ini ke Kaira, buat Kaira dan Eren bertengkar,ok?" Ucap Clara. Wanita itu memberikan sebuah botol berisikan obat panas untuk Kaira.
"Siap boss!!! Ingat ya, kalau Eren sudah menjadi milikmu, kamu harus membantuku mendapatkan Kairaku"
__ADS_1
Kedua pasangan licik ini telah merencanakan sesuatu untuk menjebak Kaira kali ini. Berhasil, misi kali ini harus berhasil. Jika hanya dengan foto tidak dapat membuat mereka salah paham, maka harus dilakukan rencana lain. Plan A gagal, harus sesegera mungkin melaksanakan plan B, begitulah seterusnya. Entahlah, sudah berapa banyak rencana yang dibuat mereka berdua.
Kaira tanpa ragu melangkah menuju sebuah cafe milik Wisnu, dengan mantap dan yakin serta percaya diri, dirinya menarik sebuah kursi yang berada di pojokan, memesan matcha latte kesukaannya dan menunggu Wisnu sambil menatap keluar jendela.
Waktu telah berlalu selama sepuluh menit lamanya. Tidak biasanya bagi Wisnu untuk terlambat apalagi dia sangat membenci seseorang yang terlambat. Bukankah itu munafik? Aura kesal terpancar jelas di wajah Kaira, dirinya mulai mengerucutkan bibirnya sambil terus menengok ke arah jam mungil yang ada di tangannya
Kemana sih pria ini? Waktu itu, dia yang sebal gegara gue terlambat kurang dari satu menit saja dan sekarang dia membiarkan gue nungguin hampir 30 menit. Yang benar saja. Gue juga pingin segera pulang kali. Dasar pria munafik.~Batin Kaira dalam hati.
Dia terus saja memerhatikan jendela luar yang penuh dengan aktivitas orang di luar cafe. Berlalu lalang, memarkirkan kendaraan dan kendaraan yang masih saja seliweran lewat di depan mata Kaira. Wanita itu seolah menggabut sambil menunggu kedatangan seseorang yang tak tau dimanakah dia berada.
Hingga sebuah langkah besar mendekat ke arahnya. Pria berbadan tegap, tinggi besar dengan setelan jas keren serta tas tenteng yang biasa dibawanya kemanapun menyapa Kaira yang sedang termenung
"Hai, Kai. Sudah menunggu lama ya? Maaf" Ucap Wisnu dengan santainya tanpa beban
"Hmmm. Jika ada sesuatu, katakanlah. Saya capek dan masih harus memasak untuk keluarga saya" Ketus Kaira
"Jangan marah-marah dong. Iya, saya salah. Tak seharusnya saya terlambat. Namun, bukankah kita memang di awal janjian jam segini?" Ucap Wisnu bersilat lidah. Benar-benar pria yang selalu mengelak saat salah. Pria yang tak bertanggung jawab.
"Lalu, mengapa anda tadinya menolak? Ahh sudahlah. Itu tidak penting. Untuk proyek sudah berjalan dengan semestinya. Apa masih ada tambahan? Mengapa anda selalu mengajak saya ketemuan layaknya sesuatu ingin dibahas?" Tanya Kaira dingin.
"Ya itu benar. Tapi, saya tetap mau mendekor semuanya dengan detail. Bla bla bla" Ucap Wisnu menjelaskan.
Kaira mendengarkannya dengan tatapan malasnya. Semua bentuk ide dan proposal tidak berubah begitu signifikan dari yang sebelumnya.
Semua isinya hampir sama. Lalu, sebenarnya apa tujuan dia? Semua sudah di sepakati lalu ada apa lagi ini? Bukankah tinggal mengawasi saja?~Batin Kaira
Kaira tanpa ragu langsung meminum secangkir Matcha Latte hangat dengan semangatnya, membuat matanya yang awalnya mengantuk seketika menjadi semangat. Namun, sesuatu terjadi.
Ughhh... Sa-sakit sekali. Mengapa kepalaku sakit~Batin Kaira dalam hati
Kaira memegangi kepalanya erat, memijat-mijatnya dan akhirnya, dia pun tumbang.
📳 Tuuutttt... tuuuutttt
Wisnu menelepon seseorang dan berkata
"Berhasil" Ucap Wisnu singkat. Pria itu langsung menutup teleponnya dan beralih ke Kaira. Dia membawa kaira pergi ke sebuah tempat yang telah ditentukan.
Sedangkan di kantor William Group...
Ara kemana ya? Apakah dia sudah sampai? Mengapa firasatku benar-benar tidak enak? ~Batin Eren
"Rangga, apakah Anna ada menghubungi kamu tentang Ara? Dia sudah sampai kan?" Tanya Eren kepada Rangga
"Anna telah konfirmasi kepada saya jika nyonya baik..."
"Tuan muda, gawat!!!" Ucap Ana memotong perkataan Rangga
"Ada apa, Anna? Bicaralah dengan jelas." Tanya Eren.
__ADS_1
Wajah panik nampak jelas di wajah Eren saat ini. Keringat membasahi wajahnya bahkan sekujur tubuhnya.
"Nyonya Kaira... hosh hosh hosh"
"ARA KENAPA? KALAU NGOMONG JANGAN SETENGAH-SETENGAH. SAYA BENCI ITU!!!" Bentak Eren
"Nyonya kaira hilang. Dia tidak ada di cafe itu tuan." Jawab Anna
"Apa?!! Bagaimana bisa? Bukankah saya menyuruhmu untuk menjaganya?" Tanya Eren
"Ahh sudahlah. Tunjukkan dimana terakhir kamu melihat Ara" Lanjut Eren
Anna menuntun jalan kepada Eren dan mereka memasuki mobil.
..............
Sesampainya disana...
"Tadi nyonya muda menunggu di pojokan sana dan melarang saya masuk. Jadi, saya menunggu di luar. Lalu, saya kesana untuk mencuci tangan. Saat saya kembali, nyonya muda sudah tak ada" Jelas Anna panik. Panik dan takut menyerang perasaan Anna bersamaan. Keringat bercucuran dari tubuhnya, jatuh ke tanah. Namun, seorang wanita berjalan menghampiri mereka.
"Hai, mantan." Sapa wanita itu
"Clara, lu ngapain disini? Tunggu. Jangan-jangan lu yang culik Ara." Ucap Eren
Eren berjalan mendekatkan dirinya kepada Clara, mengeluarkan aura membunuh yang sangat menekan.
"Katakan, dimana Ara?!!" Ucap Eren dingin
"A-aku... Aku gatau apa-apa" Jawab Clara
Glekkk
Dia meneguk air liurnya saat Eren semakin memojokkannya.
Baru kali ini gue lihat Eren semarah ini demi wanita. Bahkan, aku pun tidak pernah diperlakukan begini olehnya. Pelet apa sih yang diberikan wanita ****** itu kepada Eren?~Batin Clara dalam hati.
"A-aku benar-benar ga tau. Tapi, aku tadi melihat Wisnu dengan Kaira menuju ke sebuah hotel bintang lima" Balas Clara
"Tunjukkan jika kamu tidak mau mati ditanganku" Ancam Eren
Clara berjalan dengan gemetaran menuju ke mobil. Biasanya, dia akan sangat manja dan enjoy di sisi Eren, namun kali ini berbeda.
............
Sesampainya disana...
Eren berlari menuju lobby tempat mereka berada dan melacak keberadaan Kaira. Mereka semua bungkam,karena itu adalah privasi hotel. Namun, Eren tetap saja memaksa bahkan menunjukkan kartu VVIP miliknya. Aura kebingungan terpampang nyata di wajah beberapa karyawan tersebut
"Baik bapak. Ini adalah kunci kamar dari orang yang bapak sebutkan tadi. Mohon jangan membawa nama kami" Ucap seorang resepsionis hotel.
__ADS_1