Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Bertemu Lagi


__ADS_3

Setelah melakukan segala tugasnya, mulai dari beberes rumah, mengurus Clarissa hingga mengurusi dirinya sendiri, Eren pun berangkat ke cafe yang telah ditentukan. Dia akan menghadiri sebuah perjamuan besar yang akan menghadirkan seluruh pengusaha kelas atas di Indonesia. Pria itu terlihat begitu bersemangat. Pasalnya, dia akan bertemu dengan rekan bisnis dan kolega bisnisnya kedepannya atau mungkin bekerjasama dengan beberapa pengusaha lainnya.


Eren pergi tanpa pamit, karena Clara terlihat acuh tak acuh padanya. Kendati demikian, Eren masih saja memasakkan sarapan bagi istrinya. Eren meraih kunci mobilnya yang tergeletak di depan TV rumahnya dan langsung melajukan mobilnya hingga ke tempat tujuan.


Sedangkan, disisi lain...


"Lauren, Karen sayang. Kalian sama mbok dulu ya. Mama dan om Wisnu mau berangkat dulu" Ucap Kaira kepada kedua buah hatinya


"Iya, ma. ayen nungguin ama pulang" Ucap Kairen yang masih berusaha menyempurnakan setiap kalimatnya.


Sedangkan Lauren terlihat begitu tenang dan dingin. Pria itu memang benar-benar fotokopi dari sang Ayah, Eren.


"Lauren, jaga adikmu baik-baik ya nak. Yang nurut sama mbok dan bantu mbok sebisa mungkin" Ucap Kaira kepada anaknya


"Hmmm, Lauren akan menuruti pesan mama. Mama hati-hati ya sama om Wisnu" Ucap Kaira


"Kai, apa ga sebaiknya ngajak mereka aja? Kan kalian juga baru tiba disini, ya sekalian aja ajak mereka mengenal kembali ibunda mereka berasal juga Lauren kan lahir disini" Ucap Wisnu


"Nanti saja kita agendakan. Ini adalah masa-masa yang tidak boleh kita lewatkan" Jawab Kaira


"Yaudah ya, Lauren, Karen, mama berangkat dulu ya. See u" Ucap Kaira sambil kiss bye kepada kedua malaikat kecilnya.


Kaira terlihat sangat cantik kali ini. Sangat elegan dengan jas berwarna biru satu stel miliknya yang senada dengan milik Wisnu. Mereka berdua telah berangkat dari rumah mereka.


Hingga lima belas menit kemudian, Mereka pun telah tiba. Suasana telah ramai disana. Namun, mereka tidak terhitung telat. Semua orang tengah asyik mengobrol satu sama lain. Kaira memasuki ruangan dengan gayanya yang menarik perhatian semua orang


"Selamat datang nona Kaira dan tuan Wisnu. Silahkan untuk mengisi buku kehadiran" Ucap seorang pelayan yang sepertinya memang disewa khusus.


Dulu, wanita ini benar-benar tidak dihargai oleh semua orang termasuk dengan suaminya sendiri. Namun, hal itu berbeda saat Eren memperkenalkannya sebagai istri sahnya. Sayangnya, hal tersebut tidak berlangsung lama. Kaira harus bercerai dengan Eren yang membuatnya terpuruk hingga beberapa tahun belakangan. Gunjingan bahkan hinaan telah ia terima mentah-mentah. Semuanya menyalahkan sikapnya yang memilih untuk tinggal satu rumah dengan pria yang tidak dinikahinya. memang, menjadi seorang janda itu serba susah.


Kaira berbincang-bincang sebentar dengan beberapa rekan bisnisnya yang telah dikenalnya lama. Ada Thomas pula disana. Kaira tidak akan pernah melupakan jasa si orang baik tersebut


"Selamat pagi, Tuan muda Lee. Lama tak berjumpa" Sapa Kaira


"Oh Kaira. Jangan sungkan-sungkan. Panggil saya Thomas saja seperti biasa. Gimana keadaan kamu?" Tanya Thomas


"Baik tuan Thomas. Saya bersyukur usaha saya berkembang pesat kali ini" Jawab Kaira


"Lalu, bagaimana dengan keadaan anda? Apakah semuanya masih berjalan lancar? Oh iya, kemanakah mbak Lana? Sepertinya, saya sudah terlalu lama tidak bertemu" Tanya Kaira berbasa-basi


"Ya, Lana sibuk di rumah. Dia harus merawat anak-anak kami dan sekarang dia juga hamil lagi, anak kelima kami" Jawab Thomas


Kedua orang ini, apakah begitu subur atau begitu ganas diranjang? Usia masih sekitaran 35 dan anak sudah 5? Astaga~Batin Kaira.


"Tuan Lee" Panggil seseorang


"Kaira, seseorang memanggilku. Aku harus pergi terlebih dahulu. Permisi" Pamit Thomas


"Hati-hati, Thomas."


Kaira melanjutkan aktivitasnya dengan berkeliling seisi ruangan. Wanita itu melihat seseorang yang sama sekali tidak asing di matanya. Dia adalah Eren, seorang pria yang berhasil mengguncang jiwanya selama beberapa tahun ini.


"Hai nona Kaira. Anda semakin cantik saja. Hai juga untuk Tuan Wisnu" Sapa seorang pria paruh baya, sang empunya acara.


"Maukah anda bernyanyi untuk memeriahkan acara hari ini? Dengar-dengar dari rekan bisnis saya dan tim dalam proyek dari perusahaan lain, Suara anda begitu merdu. Saya sangat penasaran ingin membuktikannya. Saya akan merasa terhormat jika nona mau menyumbangkan suara emas nona" Pinta pria itu setengah memohon

__ADS_1


"Turuti saja dia. Mungkin saja, dia dapat menjadi partner bisnis mu yang baru kelak" Bisik Wisnu


Kaira mengangguk dan menyetujui ucapan pria tadi. Pria itu menuntun Kaira kearah panggung dan mempersilahkan Kaira untuk duduk disana. Kaira tak tahu harus bernyanyi apa, namun setelah melihat wajah Eren, ide lagu itu langsung terlintas dibenaknya.


"Aku yang lemah tanpamu,


Aku yang rentan karena,


Cinta yang t'lah hilang darimu yang mampu menyanjungku"


Sebuah bait pertama lagu disenandungkan oleh Kaira dengan merdunya. Berbagai pasang mata melirik kearahnya dan menghentikan aktivitas mereka tak terkecuali Eren.


Ara?~Batinnya dalam hati


"Selama mata terbuka,


sampai jantung tak berdetak,


Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu.


Darimu.. Ku temukan hidupku.


Bagiku.. Kau lah cinta sejati."


Kaira menatap Eren dengan tatapan sendunya.


"Bila, yang tertulis untukku,


Adalah yang terbaik untukmu


Yang terindah dalam hidupku.


Namun, tak kan mudah bagiku,


Meninggalkan jejak hidupmu,


Yang t'lah terukir abadi,


Sebagai Kenangan Yang Terindah..."


Setiap syair, setiap lirik yang tercurahkan dari bibir Kaira, mengandung sebilah pedang didalamnya. Sangat menusuk hati, sangat membuat para pendengar ikut merasakan apa yang ia rasakan, termasuk juga Eren.


Kaira pun sesekali menyeka air matanya, ditengah-tengah nyanyiannya. Jika ditanya apakah dia sudah move on dari Eren, jawabannya hanya satu, Belum.


Butuh waktu seumur hidup baginya untuk melupakan seseorang yang pernah mengisi hari-harinya. Terlebih lagi, pria itu adalah ayah kandung dari kedua orang tuanya.


Kaira menyelesaikan satu lagu dalam sekejap. Tidak jarang dari mereka menghapus air mata mereka setelah mendengar Kaira bernyanyi, seakan sedang mengutarakan perasaannya.


Eren semakin mendekat kearah panggung. Pria itu memberanikan diri untuk berdiri tepat dihadapannya. Menatap wajah cantik Kaira yang masih sama seperti dulu. Senyuman yang selama ini ia rindukan pun kini sepertinya telah pudar disebabkan olehnya.


Hiruk pikuk penonton akhirnya terdengar disana. Mereka berteriak


"Lagi!!! Nona Kaira, satu lagi saja ya. Please" Ucap beberapa penonton disana.


Memang penonton di acara perjamuan para pembisnis itu berbeda. Sangat jauh berbeda. Mereka terlihat sangat elegan walau meminta tambahan.

__ADS_1


"Baiklah" Ucap Kaira menuruti


"Lagu ini spesial. Khusus untuk seseorang yang berada diantara kita semua." Ucap Kaira menyindir Eren.


"Pernah aku jatuh hati,


Padamu sepenuh hati,


Hidup pun akan ku beri,


Apapun kan ku lalui.


Tapi, tak pernah ku bermimpi,


Kau tinggalkan aku pergi,


Tanpa tahu rasa ini,


Ingin rasa ku membenci"


Ingatan demi ingatan terputar dalam benaknya. Ucapan demi ucapan mengharukan pun juga terdengar nyaring disana, seakan seseorang sengaja memutarnya pada telinganya. Saat saat dia dituduh oleh Eren melakukan hal terlarang dengan Wisnu. Saat dirinya dan Eren dalam masa sebelum pernikahan itu berakhir. Saat dimana Eren lebih memilih Clara di hadapannya dan anaknya.


..."Aku benci sama kamu"...


..."Dasar Istri ga berguna"...


......"Aku memilih dia"......


Tiga kalimat yang selalu dibencinya itu akan selalu terbayang-bayang di benaknya.


"Tiba-tiba kamu datang,


Saat, kau telah dengan dia,


S'makin hancur ha..ti...ku


Jangan datang lagi cinta,


Bagaimana aku bisa lupa,


Padahal kau tahu keadaannya,


Kau bukanlah untukku.


Jangan lagi rindu cinta,


Ku tak mau ada yang terluka,


Bahagiakan dia, aku tak apa,


Biar aku yang pura-pura. Lupa..."


Kali ini bayangan saat Eren datang kembali, saat dirinya merasa terpuruk, ditekan oleh temannya sendiri, Mahendra, Eren datang di waktu yang tepat layaknya seorang pahlawan. Namun, disisi lain pria itu juga meluapkan rasa cemburunya padanya. Itu sangat menyesakkan baginya. Eren yang sudah berstatus menjadi suami orang, menidurinya untuk pertama kalinya. Dia yang masih tetap berusaha untuk melupakannya pun harus gagal akibat kejadian kala itu.


Rasa rindu, rasa cinta dan rasa ingin datang milik Eren benar-benar telah berhasil menyayat hatinya. Antara cinta dan benci berpacu dalam waktu. Dan hari ini pun, sekali lagi, dia harus dihadapkan, harus bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ingin ia lihat lagi selamanya.

__ADS_1


Kaira kali ini benar-benar tak dapat melanjutkan nyanyiannya. Wanita itu menyeka air matanya dan menghentikan nyanyiannya. Setelah itu, turun dari panggung dan pergi ke toilet tanpa sebab. Menyebabkan semua orang nampak kebingungan.


__ADS_2