
"Kakak lagi di resto Q steak Denpasar. Kakak mau makan sama temen-temen kakak dulu waktu kuliah." Jawab Kaira
"Kamu sendiri ngapain?"
"Aku lagi BLA BLA BLA"
Rayhan dan Kaira berbicara dengan waktu yang lama hingga melupakan ke-empat orang yang bersamanya tadi.
"KA-I-RA!!!" Bentak Raya.
"Kai, lu gimana sih? Kita udah nungguin lu udah berapa lama disini? Jamuran tau ga" Ucap Raya.
"Ehh, aku ganggu kakak ya? Maaf udah curhat sampai menyebabkan kakak dimarahi." Ucap Rayhan tak enak hati
"Gapapa kok adik ganteng. Kita rela menunggu" Ucap Tiara yang tiba-tiba mengintip foto profil milik Rayhan.
"Yaudah ya, Ray. Kakak lanjutin sama temen-temen. See u dan hati-hati" Pamit kakaknya
"See u"
Kaira menutup teleponnya.
"Kai, kasih lah nomor adik lu ke kita-kita. Jangan pelit lah." Rayu Tiara.
"Baru tau aku kalau adik kamu setampan itu. Jadi gemes" Ucap Raya
"Enggak enggak. Nanti adik aku ga polos lagi karena kalian. Udahlah, kalian cari aja Sono cowok-cowok yang seusia. Jangan sama berondong" Jawab Kaira
"Tapi kan, adik kamu cuman beda dua tahunan dari kita. Ahh males ah Kaira Medit" Ucap Tiara merajuk.
Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berkaraoke berlima. Suara Mahen benar-benar terdengar sangat merdu. Selain itu, dia juga pintar bermain gitar, drum juga piano. Benar-benar seorang pria multi talent. Namun sayangnya, pria itu sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mengambil hati Kaira. Kaira sepertinya telah mengunci pintu hatinya rapat-rapat tanpa dirinya sendiri pun sadari.
...............
Pukul 18.35 WITA
Eren telah tiba di bandara Ngurah Rai, Bali. Suasana Bali yang indah terproyeksi dengan jelas di depan matanya. Saat itu, dia bersama Kaira dan sekarang dia harus sendiri bersama dengan Anna dan Rangga yang tentu saja membuatnya iri
Hufftt, apakah benar tidak apa-apa bila aku meninggalkan Clara sendirian dalam kondisinya sekarang? ~Batin Eren
"Oh ya, kalian bertiga emang masih jomblo? Bukannya beberapa bulan lalu kalian mengabarkan kalau Sasa akan segera menikah?" Tanya Kaira
"Hufftt, pria itu brengs*k. Dia meninggalkanku di hari dimana aku dan dia akan melaksanakan tunangan. Aku menunggunya selama beberapa jam hingga tamu pun mulai pergi. Ehh ternyata, aku lihat di sosial medianya pakai akun fake, ternyata dia lagi kencan sama mantan pacarnya." Curhat Sasa. Air mata wanita itu pun terjatuh membasahi pipinya. Sedangkan, Kaira tersenyum tipis kepadanya.
"Lha u sendiri gimana? Udah nikah, punya anak atau..." Kata-kata Tiara terhenti sejenak, membuat semua orang disana penasaran akan kelanjutannya. Namun, juga bisa menebaknya
"Atau apa?"
"Atau jangan-jangan kamu sama Mahendra udah jadian lagi? Terus terus kapan nikahnya?" Tanya Tiara melanjutkan ingin tahu.
"Tidak, kita hanya ketemuan kemarin dan aku ingin menraktirnya hari ini untuk gajian pertamaku" Balas Kaira.
"Lha berarti lu jomblo sampai sekarang?" Tanya Tiara menyelidik
"Gak. Aku sudah ada anak satu..."
__ADS_1
"APA?!!!" Kata-kata Kaira dipotong oleh mereka bertiga
"Kapan lu nikahnya? Kenapa ga undang-undang gue sih? Terus, mana suami lu? Apa dia ga marah?" Tanya Tiara menyerocos tanpa henti
Bukankah dulu Eren pernah mengumumkan pernikahan kami? Lalu, kenapa banyak orang tidak mengetahuinya? Atau jangan-jangan mereka mengira hal itu tidak mungkin terjadi padaku?~Batin Kaira.
"Aku baru cerai. Sudahlah, jangan dibahas lagi. Aku ga mau membahasnya" Tolak Kaira tegas membahasnya.
Mereka bertiga terbuai dalam kenikmatan. Mabuk adalah senjata utama bagi kaum muda seperti mereka. Mereka bukanlah anak remaja lagi, namun juga belum dapat dikatakan sebagai seseorang yang sepenuhnya dewasa. Bahkan orang dewasa sekalipun beberapa melakukannya. Kaira tak berani menyentuh barang haram itu dan hanya ikut bernyanyi, berjoget dan juga bersenang-senang. Suaranya sangat indah dan staminanya sangat kuat.
"Uhh, Kai. Lu ga asyik ah. Minum ini lho" Ucap Raya sambil menyodorkan sebotol arak kepada Kaira.
"Gak. Aku ga bisa minum dan ga suka. Dari kecil, mama ga pernah ajarin aku begitu" Elak Kaira.
"Udahlah. Cuman lu lho yang ga mabuk. Lihat Mahen, dia bahkan sudah mabuk berat tuh. Ahahahah" Ucap Tiara seperti orang gila.
Plak, plak plak
Kaira menampar mereka satu persatu membuat mereka tersadar sepenuhnya.
"Auhh, Kai. Lu gila ya nampar-nampar orang" Protes Sasa.
"Kalian sih. Ini sudah malam waktunya pulang. Mahen, ayo pulang. Wisnu dan mbok pasti udah nyariin. Aku nanti yang nyetir" Ucap Kaira tegas.
"Ba-baik" Balas Mahen
Kaira memapah Mahendra keluar dari bar, namun sesuatu tak terduga terjadi disana.
Plakkk
Mahen memojokkan Kaira ke dinding, menatapnya dengan tatapan penuh arti.
"Sttt, jangan bawel. Aku hanya ingin menikmatimu" Bisik Mahen sambil membungkam mulut Kaira dengan satu jarinya
Mahen menjadi sedikit bringas dan seakan mau menerkam wanita dihadapannya. Ketiga temannya pun melihat kejadian itu. Mereka bertiga telah sadar sepenuhnya.
"Mahen, lu ngapain?" Teriak mereka bertiga serentak
Mahen tak menggubrisnya.
"Mahen, jangan aneh-aneh deh. Kamu belum jadi suami aku. Please, lepasin" Kaira meronta-ronta dengan sekuat tenaganya. Sayang, kekuatan pria itu jauh sudah terlalu kuat. Pria itu telah menguncinya hingga tak ada celah sedikitpun baginya untuk kabur.
Tak lama kemudian, dia meneguk sebuah air liur dalam mulutnya. Suara itu terdengar samar-samar di telinga Kaira membuatnya semakin merinding ketakutan.
................
Setelah tiba di bandara, seseorang mengantarkan sebuah mobil khusus yang telah disewa oleh Rangga beberapa hari sebelumnya.
"Rangga, kita ke restoran Q steak Denpasar. Saya kangen sama masakan dan bir disana" Ucap Eren.
"Baik tuan" Balas Rangga singkat.
Mereka berangkat menuju tempat tersebut.
Tiga puluh menit kemudian...
__ADS_1
Mereka telah sampai di depan pintu masuk pusat perbelanjaan itu. Eren tak pernah lupa untuk selalu membeli sebuah kopi di area pintu masuk mall. Kedai kopi itu memang sudah terkenal sejak mall itu resmi dibuka. Rasa nikmat nan klasiknya memang tak dapat ia elakkan
"Rangga, jam berapa meeting kita besok?" Tanya Eren.
"Jam 9 pagi tuan" Jawab Rangga.
"Oh, baiklah. Itu sudah cukup"
...............
Koridor ruang VIP Q steak Denpasar...
"Mahen, lepaskan!!!!" Bentak Kaira kepadanya.
"Enggak. Kaira, malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya" Ucap Mahen dengan senyum liciknya.
Tuhan, apakah ini adalah hukuman darimu karena aku tengah berkencan dengan kedua pria sekaligus dan tak sengaja menyakiti hati mereka? Jika begitu, berilah aku solusinya. Aku pun tak ingin semua ini berlarut-larut. Itu sangat menyakitkan.~Batin Kaira
Kaira sebisa mungkin menjauhkan badan mahen darinya. Namun, semua itu sia-sia. Mahen berhasil menjilati leher Kaira paksa. Beruntung suasana di sana sepi. Tak ada orang. Hanya ada ketiga cecungik yang masih berteriak-teriak tidak jelas di tempat mereka berdiri.
"Rara, Sasa, Tiara. Tolong aku" Pinta Kaira dengan nada sendu.
"Ba-baik" Jawab mereka serentak.
"KALIAN MINGGIR!!!"
Mahen menghempaskan mereka bertiga dari tangannya hingga ada yang terjatuh di lantai, membentur dinding dan terpelanting cukup jauh. Pria itu benar-benar telah gila.
"Tch, maafkan kami Kaira, karena kami pria ini jadi begini."
"Ahhh" Rintih Kaira saat pria itu mulai menggigit bibirnya gemas.
Hingga saat puncaknya, saat dia akan melakukannya lebih lanjut, seorang pria datang dan menariknya dengan kasarnya.
Bughhh
Suara pukulan memenuhi koridor tersebut, mengundang perhatian banyak orang yang kebetulan sedang mampir hanya sekadar untuk makan atau bermalam.
"Ahh" Jerit dari ketiga sahabat itu terdengar nyaring ditelinga. Mereka semua hanya menonton aksi seru itu sambil memakan pop corn. Ya, hitung-hitung tontonan gratis.
"Woy woy woy, jagoan dari mana ini? Datang tiba-tiba merusak suasana orang saja" Ucap Mahen
*Mahen menjadi pria baj*ngan setelah mabuk. Atau memang jangan-jangan sifatnya memang begitu? Bukankah lebih baik dengan Wisnu daripada dia? Aku ingat Wisnu pernah mabuk sekalipun, dia tidak akan melakukan hal sebejat itu kepadaku, ya walau dia penyebab kerusakan rumah tanggaku...
Tapi tunggu, Dia... Eren? Ngapain pria ini sampai sini*?~Batin Kaira tersadar saat melihat Eren membalikkan badannya.
Bugh bugh bugh.
Pertikaian masih terus berlanjut. Wajah kedua pria itu telah bonyok dan penuh luka pukulan. Namun, Eren memenangkannya kali ini. Mahen kalah telak. Pria itu tersungkur ke lantai dan tak dapat bangkit lagi. Sedangkan Eren dengan sadisnya mengangkat kerah baju pria yang sudah terkapar lemah itu.
"Bangun ga lu!!! Tadi sok-sokan menjadi paling hebat. Lu pikir lu bisa dengan mudahnya melecehkan wanita..Dasar pria baj*ngan" Bentak Eren
"Heh, apa gue ga salah denger? Bukannya lu juga baj*ngan kelas kakap? Lu ninggalin istri lu demi mantan lu. Bukankah lu lebih baj*Ngan ketimbang gue? Habis manis sepah dibuang." Ucap Mahen menusuk hati.
"Apa maksud mahen? Tapi, bukankah itu tuan muda William? Untuk apa dia kemari bahkan menolong Kaira dari mahen... Apakah dia mengenalnya?" Bisik Sasa
__ADS_1
"Gue juga ga tau lah. Hubungan orang kaya memang rumit. Kita lihat saja mereka" Sahut Tiara
Sedangkan Raya tengah asyik melihat dan mendengarkan ucapan mereka, berusaha untuk menerka-nerka maksud dari perkataan Mahen dan mengapa pria yang terkenal sangat dingin dan tak berperasaan itu bahkan rela terluka serta menerima pukulan hanya demi seorang wanita? Dunia sedang tidak baik-baik saja. Pikir semua orang yang berada di sana.