
"Huaahhh" Teriak Mona
"Sial! sial! sial! Lagi-lagi Kaira. Apa kurangnya aku darinya? Bahkan dia tidak lebih cantik dariku. Ok memang dulu aku sangat gemuk dan jelek, tapi karenanya aku mengubah diriku. Sekarang? Dia bahkan tak melirikku"
"Hahhh..."
Pranggg... Mona mengobrak abrik meja riasnya. Dia membanting vas bunga dan apapun disekitarnya Suara benda jatuh dan pecah pun terdengar sampai luar.
"Ada apa sih Mona?" Tanya ibu Mona.
"Mama tau Kaira kan?"
"Ya tentu saja. Istri dari Eren kan? Ada apa dengannya? Apa dia mencari gara-gara kepadamu?"
"Dia membuatku malu setengah mati. Bahkan Eren pun membelanya." Jelasnya pada mamanya
"Sudahlah. Itu adalah hal yang wajar. Namun, jika kamu ingin mendapatkannya, mama ada ide bagus buat kamu" Ibu Mona pun membisikkan ide yang ia maksud.
"Hmm benar juga kata mama. Jika Eren melihat istrinya sudah kotor oleh orang lain, maka dia akan merasa jijik terhadapnya. Terimakasih ma, mama memang paling bijak" Pujinya pada mamanya.
Nyonya Richards saat ini adalah nyonya kedua dari keluarga Richards. Dulu, Tuan Richards memiliki seorang istri berparas cantik dan berhati lembut. Namun, Dia menghilang tanpa jejak. Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Sebelum dia menghilang, Nyonya Richards terdahulu memergoki suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain. Dia pun tidak terima dan memutuskan untuk pergi. Sejak saat itu, tidak diketahui keberadaannya. Tuan Richards dan Nyonya Richards pertama memiliki sebuah anak laki-laki yang sekarang sedang berkuliah di luar negeri. Semenjak ibunya menghilang, dia bersekolah disana dan tinggal bersama saudaranya di Inggris. Entah kapan akan kembali. Sempat dulu tuan Richards mencari keberadaan istrinya, namun selalu saja dihalangi oleh selingkuhannya. Hingga suatu ketika, Nyonya Richards hamil Mona yang menyebabkan mereka hanya terfokus pada Mona bahkan Tuan Richards tidak pernah memedulikan Tuan muda Richards di Inggris sekarang.
John Richards atau biasa dipanggil Young Master Richards(Tuan Muda Richards) adalah anak pertama dari Tuan Richards dengan Nyonya Richards yang pertama. Dulu, mereka saling mencintai dan memiliki keluarga yang harmonis hingga orang ketiga datang kedalam kehidupan mereka. Nyonya Richards pertama menghilang dan Tuan Muda Richards dititipkan oleh ayahnya kepada salah seorang saudaranya yang berada di Inggris. Awalnya, Richards sering sekali mengunjungi anaknya, namun setelah Mona terlahir didunia ini, dia seakan telah melupakan anaknya sepenuhnya. Bahkan setelah John Richards berusia 17 tahun, Richards sama sekali tidak pernah menghubungi anaknya bahkan mengirim uang pun tidak. John akhirnya bekerja disalah satu perusahaan ternama dan dengan mudahnya dia mendapatkan jabatan tinggi, karena kecerdasannya diatas rata-rata. Beberapa tahun setelahnya, dia memulai usahanya pribadi dan mendapatkan kesuksesan besar.
Yeah aku bisa berdiri sendiri sekarang. Aku tidak memerlukanmu lagi Ayah. Kamu adalah ayah paling keji yang pernah aku temui dan dengan kekuasaan ku sekarang, Aku bisa mencari fakta tentang keberadaan mama.
Saat ini, John telah bersiap untuk kembali ke Indonesia, tempat kelahirannya. Dia bersiap untuk mencari keberadaan mamanya yang telah hilang lama itu. Dia berharap semoga mamanya masih hidup dan baik-baik saja.
"Young Master John, Penerbangan ke Indonesia akan segera berangkat. Saya bantu check in dulu" Kata Asisten Pribadinya
"Thank u, Nick"
John menunggu Nick diruang tunggu. Tak berselang lama, Nick pun muncul dan memberitahukan jika Mereka sudah bisa berangkat sekarang
...........
Disisi lain
Kaira dan Eren bermain-main disekitar pantai tersebut. Sebelum matahari sepenuhnya tenggelam, mereka memanfaatkan waktu untuk bermain air dan kejar-kejaran.
"Eren, hentikan." Teriak Kaira spontan. Kaira membalikkan badan membelakangi Eren. Eren mendekat dan memeluknya dari belakang.
"Hey. Sejak kapan Ara-ku berani memanggil namaku?" Bisik Eren lirih ditelinga Kaira. Dia menggigit telinganya lembut dan meniupnya pelan. Muka kaira memerah seperti tomat.
"Ma-maaf sayang. Saya tidak bermaksud be..." Eren membalikkan badan Kaira dan membungkam bibirnya.
"Tak apa. Kamu boleh memanggil namaku sepuasnya. Kamu milikku saat ini." Kaira hanya tersenyum mendengarnya. Mereka berpelukan. Rangga memotretnya. Memotret momen-momen langka yang entah akan berlangsung selamanya atau tidak.
"Mau kemana kamu sekarang? Apa sudah puas bermain di pantai?" Tanya Eren kepada Kaira
__ADS_1
"Saya ingin berjalan menyusuri pantai ini bergandengan tangan dengan anda." Tak berfikir lama, dia pun mengambil tangan Kaira dan menggandengnya.
"Seperti ini?" Jujur saja, ini adalah kali pertama Eren bergandeng tangan dengan wanita. Bahkan dengan Clara dan Amalia mereka hanya duduk dicafe dan mungkin melakukan adegan yang lebih intim, namun tidak dengan adegan kecil romantis begini. Pasalnya Eren bukanlah tipikal pria romantis.
"Iya"
"Hmm kelihatannya asyik juga. Besok-besok saya akan membawa kamu kesini lagi atau mungkin akan sering membawamu jalan-jalan bersama" Eren mengecup kening Kaira
"Asyik" Kaira bersorak gembira. Mereka pun berjalan-jalan menyusuri pantai yang terbentang luas. Mereka juga sesekali bermain air. Eren menggendong Kaira dan memutar-mutarnya.
"Ahhh... Lepaskan aku... Hahaha" Mereka terlihat sangat gembira. Rangga hanya bisa berbaring di tempat yang ia sewa tadi. Seseorang menghampirinya.
"Senang bukan melihat pemandangan seperti itu?" Suara dari belakangnya. Rangga pun terduduk dan menoleh kearah belakang.
"Rang, ehh tuan, Apakah saya bisa duduk disini?" Tanya seseorang itu.
"Hmm." Dia pun duduk disebelah Rangga.
"Mengapa tuan melihat kearah mereka? Tuan cemburu? Atau ingin memiliki pengalaman yang sama dengan mereka? Mengapa tidak coba mencari pasangan?"
"Kamu itu ya, kalau tanya bisa ga sih satu-satu? Bingung saya jawabnya. Lagipula jangan panggil saya tuan lagi. Kamu teman saya, cukup panggil nama saya jika tidak ada orang melihatnya."
"Baiklah. Lantas, mengapa kamu masih sendiri sekarang?" Tanya Anna ingin tahu. Ya, seseorang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Anna. Dia selalu berada dimana pun nyonya mudanya berada.
"Kamu tahu sendiri kan? Prinsip hidup saya adalah Tuan Muda. Selama dia belum menemukan kebahagiaan sejatinya, maka saya belum bisa mencari kebahagiaan sejati saya sendiri" Rangga pun berbaring lagi dan melihat ke atas langit.
"Mengapa?"
Dia berubah. Dia benar-benar berubah. Lelaki yang dulunya sangat menjengkelkan dan buaya darat sekarang hanya berfokus pada atasannya. Sifatnya bahkan berbeda dengan dirinya saat masih sekolah dulu. Dia begitu dingin dan licik mengikuti sifat tuan muda.
"Kau lihat sekarang dia bahagia kan? Lantas, mengapa kamu masih sendiri dan tidak mencari cinta sejatimu juga?" Anna menunjuk kearah Eren dan Kaira.
"Kau tidak mengerti dirinya. Walau dia nampak bahagia sekarang, belum tentu kedepannya. Dia masih terbayang-bayang akan masa lalunya. Jika masa lalunya datang lagi padanya, maka semua kebahagiaan ini hanyalah kenangan bagi nyonya muda dan dirinya. Dia akan menjadi seseorang yang bahkan bukan dirinya. Saya bahkan merasa sangat kasihan dengan nyonya muda jika sampai saat itu datang..."
"Mengapa aku melihat seperti tuan mudamu sedikit munafik ya?" Rangga pun terbangun dan melotot kearahny
"M-maksud aku, dia terlihat sangat mencintai istrinya bahkan semua orang bisa melihat tidak ada lagi bayangan wanita lain diwajahnya. Namun, dia masih tidak sadar dengan besarnya cintanya pada istrinya. Dia bahkan masih beranggapan dia masih mencintai masa lalunya. Menurutku, itu hanyalah obsesi semata." Mereka masih menatap kedua orang yang sedang bersanda gurau dibawah sinar matahari yang akan tenggelam itu.
"Apa yang kamu katakan benar."
"Lalu, Apakah kamu mau berjalan-jalan ke sekitar?" Anna mengulurkan tangannya. Rangga meraih tangannya dan bangkit.
"Hmm. Ide yang bagus. Mau seperti mereka?" Anna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Sepanjang jalan, mereka menceritakan tentang semua yang telah mereka hadapi setelah lama tidak bertemu, dikarenakan Rangga pindah ke ibu kota. Namun, belum lama ini Anna pindah ke ibu kota untuk mencari pekerjaan. Kebetulan sekali saat dia membutuhkannya, Rangga meneleponnya.
Tanpa sengaja saat sedang asyik bermain bersama dengan Eren, mata kaira menangkap pemandangan yang menurutnya itu cukup menarik
"Sayang" Panggil Kaira lirih dan menggoda
"Hmm?" Eren masih saja sibuk memeluk Kaira dan menciumi lehernya.
__ADS_1
"Ughh. Ahhh.. Bi-bisa ti-tidak kamu ber-berhenti sejenak?" Ucap Kaira terbata-bata
"Baiklah baiklah. Ada apa?" Eren menghentikan aktivitasnya.
"Selama aku menjadi istrimu, aku tidak pernah melihat dia bermesraan bahkan akrab dengan seorang wanita bahkan jika itu teman lamanya di sekolah" Kaira menunjuk kearah Rangga yang asyik berjalan sambil bergandengan tangan dengan Anna.
"Bahkan dia terkenal sebagai kulkas 7 pintu dikanto.. Ups" Kaira keceplosan.
"Tidak perlu khawatir aku tidak akan mengatakannya kepadanya. Tidak perlu memikirkan tentangnya. Biarkan dia memiliki kebahagiaannya sendiri. Sejak bersamaku, dia tidak pernah menemukan kebahagiaannya. Apakah kamu mau melihat-lihat kesana?"
Hmm semoga kamu bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri, Rangga. Maafkan saya yang terlalu sering menyusahkanmu. Kupikir, aku telah mendapatkan kebahagiaanku sekarang.
"Hmm, kenapa tidak?" Eren pun menggendong Kaira.
"Jangan begini. Aku malu"
"Kenapa tidak? Kamu istriku, aku berhak melakukan apapun kepadamu. Jadi, menurutlah" Akhirnya kaira pun hanya bisa pasrah dan menikmatinya.
Aku berharap kamu akan selamanya seperti ini kepadaku. ~Kaira.
......................
Tak terasa malampun tiba.
"Tuan. Kemanakah tujuan kita selanjutnya?" Tanya Rangga menghampiri Tuan dan nyonya mudanya bersama dengan Anna.
"Uhmm. Ciee. Apakah tangan itu tidak mau dilepas?" Kaira menatap kearah tangan mereka. Sontak mereka melepaskannya.
"Sudahlah tak apa. Kita tidak akan melarang kalian berpacaran kok. Iya kan tuan muda?" Kaira menatap Eren memberi sinyal.
"Ya. Lakukan apa yang Ara-ku katakan. Dia benar. Kamu telah lama menderita denganku. Saatnya menemukan kebahagiaanmu." Eren menepuk pundak Rangga. Mereka berdua tersipu malu. Sedangkan, Kaira dan Eren tersenyum kepada mereka dan tertawa. Hingga sesuatu memecahkan suasana
Kryuuukkk. suara perut Kaira berbunyi
Maaf hehe.
"Ayo kita segera berangkat. Apa kalian mau melihat Ara-ku kelaparan?" Eren langsung menggendongnya lagi dan menuju kearah mobil. Anna dan Rangga berlarian kecil mengikuti mereka. Tiba-tiba Eren terhenti.
"Ada apa tuan?"
"Rangga, Berikan kuncimu padaku." Rangga pun memberikannya.
"Untuk apa tuan?"
"Jangan banyak tanya. Aku beri kamu uang. Bersenang-senanglah bersama Anna. Kalian bawa mobil Kaira untuk pergi berdua."
"Tidakk u..." Eren tak mendengarkannya dan langsung pergi begitu saja. Rangga dan Anna saling menatap dan wajah mereka kembali memerah.
"Kamu melakukan hal yang bagus sayangku" Puji Kaira
__ADS_1
"Pasti dong. Siapa dulu dong?" Eren pun besar kepala.
Eren dan kaira pun menikmati detik-detik terakhir menuju esok bersama. Tanpa dibuntuti oleh Rangga dan Anna. Namun, tetap saja masih terdapat pelindung bayangan yang ia sewa waktu itu.