
Eren mengantarkan kepergian Clara hingga depan pagar rumahnya. Sangat tidak ikhlas dan rela rasanya, tapi Clara benar-benar sudah keterlaluan dalam menghina Kaira. Walau Kaira memiliki kesalahan yang tak termaafkan bagi Eren, namun dia tetaplah istri sah Eren dan Eren pun tak bisa hidup tanpanya.
Setelah Clara benar-benar pergi dari rumah itu, Eren meneteskan air mata
"Sudahlah tuan. Bibi dan non Ana ada disini. Non Clara memang tidak pantas untuk anda dan saya yakin masalah dia keguguran yang katanya akibat dari non Kaira itu tidak benar. Saya yakin ada kesalahpahaman saja atau mungkin non Kaira sengaja dijebak oleh wanita iblis itu" Ucap Bibi. Wanita itu mengusap pundak Eren layaknya anaknya sendiri
Untungnya, Eren sama sekali tak pernah tersinggung dan marah dengan apapun yang diucapkan oleh bibi karena dia telah menganggap pembantunya yang satu itu layaknya ibundanya sendiri. Dia sangat menghormatinya. Bagaimana tidak, saat kedua orang tuanya sibuk bekerja di luar negeri dulu, hanya bibi yang menemaninya hingga dia menjadi orang sukses hingga seperti ini. Melukai hati wanita paruh baya yang selalu disampingnya itu sama saja seperti dia melukai hati ibundanya.
Pasalnya, bibi memang tak pernah salah melihat seseorang. Eren sudah berulang kali diingatkan olehnya dan setiap ucapannya adalah kenyataan.
"Tapi, bibi kan tau sendiri bila seseorang yang cemburu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya"
"Percaya sama bibi. Non kaira itu adalah wanita sebaik-baiknya wanita. Dia bahkan rela mengorbankan kebahagiaan dirinya demi tuan. Dia sering curhat ke bibi betapa tersiksanya dia sebenarnya saat non Clara disini, dibanding-bandingkan dan bahkan disakiti. Setiap non Kaira terluka itu karena anda kan? Bibi tahu dia adalah wanita yang berhati-hati dan teliti. Hampir tidak mungkin baginya jika dia terjatuh tapi apa? Dia bahkan tidak mengakui itu perbuatan tuan kan? Dia menutupinya dan menyimpan segalanya rapat-rapat."
"Saya berani menjamin bila non Kaira tidak akan melakukan hal selicik itu hanya demi mendapatkan anda karena baginya, kebahagiaan anda adalah segalanya. Sebaliknya, non Clara lah yang bisa jadi mencelakai diri sendiri hanya demi mendapatkan cinta anda kembali dan menguasai harta anda dengan menjadi nyonya di rumah ini"
"Mana mungkin sih ada seorang wanita yang tega membunuh anak dalam kandungannya sendiri?" Tanya Eren. Dia tak habis pikir, bagaimana bisa bibinya berpikir Clara akan melakukan hal sekeji itu hanya demi harta bahkan dia merelakan nyawanya?
"Saya tahu, setiap ibu pasti akan berusaha untuk melindungi anaknya daripada dirinya. Namun, ada beberapa ibu yang tidak mengharapkan anaknya dan menjadikannya tameng untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Non Clara tidak mencintai suaminya, dia melakukan itu hanya demi harta. Pikirkanlah baik-baik tuan sebelum anda terjerat olehnya untuk kedua kalinya." Jawab Bibi
"Sudahlah, lebih baik anda menjemput non Kaira sebelum semuanya semakin runyam. Ana akan membantumu bicara. Namun, dia berkata dia mengajukan syarat untuk anda"
"Apa itu syaratnya? Uang? Aku bisa memberikan uang sebanyak apapun asalkan Ara pulang"
"Syaratnya hanyalah anda jangan pernah sakiti non Kaira lagi. Kasihan dia sudah terlalu banyak menderita" ucap Ana yang muncul secara tiba-tiba
"Baiklah tuan. Jangan bersedih lagi, karena wanita yang meninggalkan seseorang yang tulus mencintai dia demi karirnya dan menikah dengan seorang pria tua yang telah beristri itu TIDAK PANTAS untuk ditangisi"
ya, yang dikatakan Ana dan bibi ada benarnya juga. Bagaimana pun dia adalah istriku dan aku sudah terlalu banyak menyiksanya. Aku bahkan tidak melihat secara langsung bila dia yang mendorong Clara, malahan aku mendengarkan sendiri dari dokter bila dia juga terkena benturan saat itu. ~Batin Eren
.................
__ADS_1
Eren dan Ana berangkat menuju ke rumah orang tua Eren. Mereka berdua hanya terdiam, Eren sibuk dengan kerjaannya yang terbengkalai dikantor sedangkan Ana yang fokus pada menyetir. Urusan kantor untuk sementara waktu di handle oleh Rangga, sedangkan urusan Eren diluar dan mengantarnya kemana-mana sekarang menjadi tanggung jawab Ana. Ana mendapatkan bonus untuk kerja lemburnya kali ini
Sesampainya disana...
Brakkk
Suara Eren menutup pintu mobil terdengar disana. Kaira mengintip dari jendela
Mas Eren? Untuk apa dia kemari lagi? Ahh sudahlah. Aku malas bertemu dengannya
Eren tanpa sengaja melihat istrinya sedang melihatnya dari jendela. Namun, wanita itu acuh tak acuh dan kembali menutup gordennya.
Aha aku punya ide
"ARAKU SAYANG!!!! ARAA!!!" Teriak Eren
"Eren, untuk apa kamu disini? Bisakah kau tidak teriak-teriak seperti Tarzan? Bukankah aku sudha mengusirmu waktu itu?" Tanya Mama Eren yang terganggu dengan suara bledek milik Eren.
"Aku kesini untuk menjemput istriku. Aku sudah mengusir wanita itu sesuai dengan permintaannya" Jawab Eren dingin
Mama Eren meninggalkannya berdiri mematung disana. Dia bahkan tak mempersilahkan anaknya untuk masuk. Kedua pasangan ibu dan anak ini benar-benar layaknya kutub Utara dan kutub selatan.
"Kau masuk setelah aku memberimu isyarat" Ucap Eren kepada Ana
"Baik tuan"
Eren memasuki kediamannya waktu dia masih kecil. Seumur-umur, baru kemarin dia diusir dari rumah besar ini hanya demi seorang menantu. Orang tua Eren benar-benar kejam
"ARA!!! JIKA KAU TIDAK INGIN TURUN DAN MENEMUIKU, SETIDAKNYA TEMUI SESEORANG YANG AKU YAKIN KAU AKAN MENYUKAINYA" Eren berteriak diruang tamunya. Suaranya menggema bahkan hingga ujung rumah besarnya. Eren mengisyaratkan untuk Ana masuk kedalam
Sedangkan diatas sana...
__ADS_1
Huh, benar-benar menyebalkan. Kemarin-kemarin dialah yang memarahiku dan mengatakan aku adalah wanita licik yang tak tahu diri bahkan mengatakan tidak akan menerima wanita sehina diriku. Sekarang lihat. Lihat, siapa yang butuh siapa~Gumam Kaira. Mulutnya komat-kamit mengutuk suaminya itu. Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. Dia merasa mual serta jijik setiap kali menatap wajahnya hingga satu suara menyapanya
"Non, nona. Apakah kau benar-benar tidak ingin menemuiku?" Tanya Ana dari lantai satu. Kaira langsung bangkit saat mendengarnya. Dia bahkan lupa bila masih ada sosok yang telah membuangnya kemarin
"Ana? Itu benar suara ana kan?" Dia merindukan sosok wanita yang selalu menjadi garda terdepan baginya
Kaira berlari menuruni anak tangga
"Kaira sayang, jangan lari-larian. Bahaya lho kalau sampai terjatuh" Ucap Mama Eren yang melihat menantunya berlarian itu. Benar-benar mengerikan
"Ahhh" Teriaknya
"ARA!!!" pekik Eren. Eren berlari kearahnya dan menangkap kaira tepat pada waktunya. Kaira terjatuh dalam pelukan suaminya. Kedua pipi mereka sama-sama memerah sedangkan pandangan mata mereka bertemu menyiratkan rasa rindu mendalam dalam diri mereka, namun lagi dan lagi ego mereka terlalu tinggi untuk mengungkapkannya
"Lepaskan" Kaira mendorong Eren. Dia tak memedulikan suaminya itu justru malah melewatinya begitu saja
"Hai, Ana. Apa kabar? Aku merindukanmu" Kaira memeluk gadis yang ada didepannya
"Kabar saya baik nyonya. Anda sendiri?"
"Ga usah berpura-pura. Kau pasti sudah tau kabarku. Bagaimana? Sudah beres semua kan? Bagaimana dengan ibu kamu dikampung?" Tanya Kaira.
Ana menundukkan kepalanya.
"Semua sudah beres nyonya. Hanya saja..." Ana menghela nafas kasar. Dia benar-benar tak sanggup mengungkapkan nya.
Ana mengangkat wajahnya seraya berkata:
"Bu e meninggal. Aku sekarang hidup sendiri. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi"
"Sudah ya, Ana. Kan masih ada aku disini? Masih ada bibi, masih ada mama dan papa. Semua akan menjadi keluargamu. Kamu jangan sedih lagi ya." Ucap Kaira menguatkan
__ADS_1
"Terima kasih nyonya"
Saya benar-benar salute dengan anda nyonya. Bahkan disaat terpuruk sekalipun, anda masih bisa tersenyum dan mencoba menguatkan yang lain walau aku tahu sebenarnya hatimu sudah benar-benar hancur tak berbentuk. Ayah kandung tidak mengakui, disiksa oleh ibu tiri bahkan disakiti oleh suami sendiri demi wanita lain. Huh, jika itu aku mana mungkin aku sekuat itu? ~Batin Ana.