
Hari ini Kaira dinyatakan telah sembuh total dan kakinya telah kembali seperti sedia kala. Sekarang, dia bisa pergi ke kantor, mall atau kemanapun dengan leluasa tanpa tongkat. Sudah sedari lama dia ingin sembuh dan memulai untuk menyelidiki suaminya yang sering pulang malam. Namun, malam ini yang terparah
Tok tok tok.
"Ara.. Buka pintunya."
Bukankah itu suara tuan? Ada apa ya? Mengapa suaranya seperti itu?
"Ara.. Kamu dengar ga sih? Ayo cepat buka" Teriak Eren dari luar
Tersadar dari lamunannya karena suara teriakan Eren
"Baik Tuan. Sebentar."
Kaira pun berjalan menuju pintu depan dan membuka kan pintu untuk Eren yang sebenarnya tidak terkunci itu.
"Tuan. Anda kenapa?" Teriak Kaira spontan.
"Udah. Jangan banyak omong kamu. Bantu saya menuju kamar"
Kaira pun membopong tubuh suaminya yang jauh lebih besar darinya. Dan membaringkannya di sofa.
"Tuan. Anda minum? Tolong jangan ulangi lagi"
"Berisik" Teriak Eren membuat Kaira ketakutan dan terdiam seketika
Brak Eren membanting hpnya. Entah apa yang membuat Eren menjadi se stress ini. Biasanya dia hanya pulang larut karena bermain dengan wanita-wanita penggoda itu. Itu sudah membuat Kaira terbiasa akan sifatnya. Namun, kali ini dia nampak berbeda.
"Tuan, ada apa?" Tanya Kaira berusaha untuk tetap tenang dan tidak emosi.
"Kamu tahu? Clara bertunangan dengan seseorang hari ini. Sakit." Jawabnya menjelaskan hal yang membuatnya seperti ini.
Clara Hoffman adalah mantan terindah dan cinta pertama dari seorang Eren William. Eren sangat mencintainya dan selalu gagal move on. Namun, karena urusan bisnis keluarga, Clara terpaksa pindah ke negara Jerman. Tak disangka, dia malah dikabarkan berpacaran dengan seseorang yang bernama Simon Smith, Pria keturunan Jerman-Perancis dan merupakan seorang aktor terkenal di negaranya. Kabar itu semakin diyakini akan kebenarannya setelah berita tersebut viral, Clara secara tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan Eren. Itulah yang menyebabkan Eren seperti sekarang ini. Dingin, kejam, suka mempermainkan wanita dan benci dengan wanita yang mendekatinya lebih intim.
Hati Kaira rasanya seperti tertusuk seribu pisau tertajam yang pernah ada. Dia sadar diri jikalau dia hanyalah istri kontrak Eren. Namun, tidak bisakah Eren menghargainya? Menghargai keberadaannya? Mungkin jika dia bermain dengan wanita-wanita itu dia baik-baik saja karena sudah terbiasa, namun dia tak pernah menyangka bahwa dia akan sesakit ini mendengar tentang Eren mabuk karena cinta pertamanya bertunangan dengan pria lain. Tanpa sadar dia menangis terisak. Setelah sadar, dia pun menghapus air matanya dan memegang pundak Eren
"Tuan, walaupun saya istri kontrak tuan, namun tuan masih memiliki saya yang siap kapan pun tuan butuhkan" Kaira tetap saja berusaha meredam emosinya.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Ada kamu? Hey sadar diri dong kamu itu ga ada apa-apanya dibandingkan dia. Dia seksi, cantik, stylish. Kamu? Kampungan kayak gitu berharap bisa menjadi sepertinya? Mimpi saja sana. chh ahh. Liat muka kamu setiap hari saja saya semakin badmood. Sudahlah minggir." Ucap Eren sambil berlalu dan menyenggol Kaira hingga membuat Kaira terjatuh di kursi
Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Sakit sekali hati Kaira. Ingin memarahi dan memaki Eren, namun ia tak sanggup. Lagipula, dia siapa berani memaki tuan muda yang serba benar ini. Bahkan seorang petinggi negarapun harus tunduk padanya.
Apakah aku seburuk itu dimatanya? Kaira hanya bisa terdiam dan meratapi nasibnya itu. Lalu, dia berdiri menuju dapur untuk menanyakan pada bibi perihal cinta pertama Eren dan yang menyebabkan Eren menjadi seperti ini.
Bibi menyadari seseorang berada dibelakangnya dan dia menoleh. Dia melihat sosok Kaira yang berlinang air mata itu.
"Non, Anda kenapa? Anda baik-baik saja kan?" Tanya bibi khawatir.
Hiks hiks Kaira pun tak kuasa menahan tangis. Dia memeluk bibi dengan erat. Dia telah menganggap bibi seperti ibunya sendiri karena hanya bibi yang mengerti isi hatinya. Selama ini dia hanya memendam segalanya sendiri. Namun, sekarang dia ada bibi yang memperlakukan nya layaknya anak sendiri. Bibi yang mengetahui kondisi Kaira pun ibah dengannya.
"Engga papa kok bi. Oh iya bi, Cinta pertama tuan itu siapa dan seperti apa wajahnya?" Tanya Kaira sambil mengusap air matanya
"Jika kamu butuh teman cerita, kamu bisa bercerita kepada bibi. Cinta pertama den Eren itu namanya Clara Hoffman. Cantik sekali orangnya seperti orang Eropa. Ya memang sih bapaknya neng Clara itu adalah orang Jerman. Dia juga Tinggi dan seksi memang. Ada apa memangnya?"
"Tuan cerita ke aku jikalau dia mabuk karena cinta pertamanya itu. Dia pun berkata jika aku tak bisa dibandingkan dengannya. Apa aku seburuk itu?"
"Engga non, nyonya muda cantik. Bahkan sangat cantik. Nyonya muda sangat menawan dan manis. Wajah nyonya muda tidak pernah ngebosenin." Puji Bibi
"Ahh bibi bisa aja"
Boleh juga tuh saran bibi. Mungkin besok aku bisa ke butik untuk membeli beberapa pakaian seksi dan stylish. Sekalian deh ajak Angela dan Ana untuk menemaniku berbelanja. Lagian ini uang Eren bukan uang aku. Dia pun menyuruhku menghabiskan sebanyak yang ku mau. Kaira pun pergi ke kamar tidur untuk tidur karena besok dia akan pergi ke mall shopping sekalian berkumpul dengan teman-teman kantornya, mumpung libur akhir pekan. Kaira pun menelfon mereka
"Ana, Angela. Besok kalian sibuk ga?" Tanya Kaira.
"Engga sih kai, ada apa?" Tanya Angela.
"Ikut aku yuk. Aku mau beli beberapa pakaian baru. Mau ya, please. Temani aku memilih pakaian" Kaira memohon pada mereka.
"Baiklah baiklah. Kami akan menemanimu. Hitung-hitung cari cowok di mall" Kata Ana berterus terang.
hahahaha... Mereka bertiga pun tertawa. Memang Kaira terlihat bahagia saat ini. Namun, sebenarnya dalam hati dia hancur sehancur-hancurnya. Tapi, saat ini dia bersemangat untuk memberikan kejutan kepada suaminya itu agar betah dirumah dan mulai menyukainya. Dia bahkan sangat tidak sabar menanti hari esok.
..............................
Keesokan harinya.
__ADS_1
Kaira sudah bersiap menjemput Zuliana dan Angela. Dia pergi tanpa berpamitan kepada suami tercintanya itu. Sebenarnya dia masih canggung dan malas berbicara dengan suaminya. Sesampainya di rumah Ana, Kaira pun turun dari mobilnya.
"Zuliana" Teriaknya
"Hai Kai" Sapa Angela.
"Wahh kebetulan sekali ternyata kamu disini jadi aku tak perlu repot-repot menjemputmu dirumahmu. Irit bensin" Kaira lantas tertawa.
"Kamu itu hitung-hitungan amat sama aku." Kata Angela sambil memanyunkan bibirnya
"Becanda becanda. Mana nih si Ana lama banget? " Tanya Kaira sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Zuliana.
"Halah biasa. Kek gatau gimana dia. Dandan aja lama banget padahal kan cuman ke mall bukan mau kondangan" sahut Angela dengan nada sedikit dikeraskan untuk meledek Zuliana.
"Iya iya. Udah selesai nih. Yuk cuss" Zuliana keluar dari kamarnya dan mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil Kaira.
Sesampainya di mall
kruyuk kruyuk... Suara perut Angela berbunyi dengan nyaringnya
"Hehe maaf aku sedikit lapar." Kata Angela malu-malu saat temannya menoleh kearahnya.
"Ya udah sebelum kita berbelanja, kita makan dulu yuk. Lagian butik Raja serigala belum buka kan jam segini?" Ajak Kaira.
"Nahh gitu dong. Kai baik deh" Puji Angela.
Setelah selesai makan, mereka pun pergi dan naik ke lantai dua dimana butik Raja serigala itu berada. Butik ini adalah salah satu butik dengan koleksi yang beragam dan stylist tapi harga di butik ini sangat terjangkau bagi kalangan seperti Kaira ini. Ya walau sekarang dia adalah istri bos besar, namun tetap saja dia harus menabungkan sebagian uang yang diberi Eren setiap bulannya ditambah gaji Kaira yang selalu utuh itu. Ini semua persiapan jika sewaktu-waktu Kaira bercerai dan diusir Eren dari rumahnya.
"Wahh disini bagus-bagus ya" Zuliana takjub melihatnya. Walau harganya tergolong terjangkau, namun bagi karyawan biasa seperti Zuliana dan Angela ini adalah barang mewah yang mahal. Memang ada harga ada rupa.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang karyawan butik tersebut
"Mbak tolong pilihkan saya baju yang bagus-bagus dan modern ya. " Kata Kaira kepada mbak-mbak karyawan itu
"Ikuti saya ya Bu" Pinta karyawan itu dan Kaira pun mengikutinya.
"Nahh ibu bisa memilih disini Bu. Ini adalah koleksi terbaru di butik kami." Ucap karyawan butik sambil menunjukkan koleksi-koleksi terbaru bahkan ada yang limited edition itu. Kaira pun memilih-milih pakaian yang stylish dan seksi.
__ADS_1
Tak apalah sedikit mahal. Lagian ini juga tidak mengurangi jatah bulanan ku darinya. Ini adalah kartu fasilitas yang dia berikan padaku sebagai nyonya muda keluarga William. Batinnya sambil memilih-milih beberapa pakaian lagi sebelum mencobanya.