Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Pernikahan Neraka


__ADS_3

"Baiklah baiklah. Terserahmu saja. Lalu, apa rencanamu selanjutnya? Aku mencarimu setengah mati hingga mbok pun ikut panik. Mbok sempat sakit karena rasa bersalahnya yang tidak menjaga kalian berdua. Apakah kamu harus seperti ini?" Ucap Wisnu menjelaskan situasi yang terjadi tanpa hadirnya Kaira


Mbok... Mbok sakit karena aku?~Batin Kaira


"Please, Kai. Ikut aku pulang" Ucap Wisnu memohon


"Tidak. Aku tidak mau. Aku masih mau disini" Tolak Kaira tegas.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Aku yang akan pindah kemari." Ucap Wisnu


"Ha? Yang benar saja?"


"Iya, benar."


"Woyy Kaira, jangan ngobrol Mulu. Kerja yang benar!!!" Celetuk bos Kaira dari belakang.


"Ahh Maaf bos. Saya kedatangan tamu" Ucap Kaira setengah berteriak membuat bosnya itu muncul dari belakang


"Tamu siapa si...." Kata-kata terhenti saat melihat sosok tampan didepannya.


Kayaknya pernah kenal, tapi siapa ya?~Batin Bos Kaira


"Bos, kenalin dia adalah Wisnu Wijaya" Ucap Kaira kepada bosnya memperkenalkan pria di depannya.


"Bos Wisnu? Astaga bos. Kalau mau kesini itu bilang toh. Kan jadi saya bisa mempersiapkan segalanya untuk bos." Ucap Bos Kaira.


"Tak perlu" Jawab Wisnu dingin.


" Saya hanya ingin mengobrol dengan karyawati anda. Boleh kah?" Tanya Wisnu penuh penekanan.


"bo-boleh bos. Ma-maaf mengganggu" Ucap Bos Kaira terbata-bata.


"Cihh, dasar penjilat" Umpat Wisnu


"Sudahlah. Dia juga benar kok. Aku disini di gaji bukan untuk mengobrol" Ucap Kaira sambil berdiri akan berlalu pergi.


Wisnu dengan sigap menggenggam tangannya. Kaira menoleh kepadanya


"Kamu karyawati dia sama saja dengan karyawati ku. Duduk diam disini dan layani bos, apakah itu salah?" Tanya Wisnu dengan suara seksi menggoda


Pria ini... Boleh ga sih kalau gue tampol?~Batin Kaira geram


"Serah lu aja deh. Tapi, gue rencana mau bikin bisnis baru di bidang re. Jadi dalam waktu dekat, aku bukan karyawatimu lagi. Bye" Ucap Kaira ketus.


Kamu tidak pernah berubah~Batin Wisnu.


Kaira dan Wisnu pulang lebih awal hari ini. Hari spesial seperti ini, mana mungkin bosnya bisa marah padanya. jika pria itu melarangnya, dia akan benar-benar telah kehilangan seluruh kesempatannya untuk mencari uang. Bos besar telah berkata, maka semua orang tidak akan bisa mengelaknya.


Sesampainya di rumah kontrakan Kaira...


"Maaf ya Wisnu. Kecil, kumuh. Aku harap kamu tidak akan masalah" Ucap Kaira kepada Wisnu.


"Tch, aku bukan pria yang tidak menerima." Ucap Wisnu sambil duduk di sofa Kaira tanpa ragu.

__ADS_1


"Ughhh"


Ada apa ini? Mengapa rasanya seperti mual? Mengapa kepalaku sakit sekali?~Batin Kaira


"Howekkk howekk"


Kaira langsung berlari menuju toilet


"Kai, lu gapapa kan?" Tanya Wisnu khawatir. Pria itu langsung berdiri dan berlari mendekati Kaira.


Kaira membasuh mulutnya dan Wisnu datang di waktu yang tepat.


"Pu-pusing sekali"


Kaira memegangi kepalanya dan berjalan tertatih-tatih. Wisnu datang dan memapahnya dan sesegera mungkin membawanya ke dokter setempat.


"Gimana dok? Apa yang terjadi pada saya?" Tanya Kaira


"Selamat, kamu tengah hamil" Ucap Dokter itu


"Apa?!! Hamil?!!" Pekik Kaira terkejut.


Apa karena malam itu? Jadi... Jadi ini anak mas Eren lagi? Oh tuhan, mengapa aku tidak pernah lepas dari dirinya? Mengapa harus terlibat lagi sih?~Batin Kaira.


"Kai, katakan dengan jujur kepadaku. Siapa ayah dari bayi ini?" Tanya Wisnu


"Aku tahu aku tidak berhak marah kepadamu. Tapi, aku akan membawa baj*ngan itu untuk bertanggung jawab kepadamu. Apakah Mahen? Ataukah..." Ucapan Wisnu terhenti sejenak


"Bukan, bukan Mahendra." Jawab Kaira lirih


"Bukan Mahen? Lalu, siapa? Kupikir selama beberapa hari ini dia mencarimu karena perasaan bersalah."


"Mas Eren." Ucap Kaira lirih nyaris tak terdengar.


"Eren lagi? Dasar memang pria brengjek. Selamanya akan menjadi brengjek!!!" Umpat Wisnu.


................


Seperti yang dikatakan Kaira sebelumnya, dia memang benar-benar membuka sebuah bisnis baru dengan menggunakan keuntungan dari saham yang dimiliki olehnya. Dia membeli beberapa tanah untuk dibangun rumah diatasnya, lalu dijual dengan harga yang lebih miring dengan kualitas yang baik. Banyak orang tertarik dengan perumahan baru miliknya. Dia sukses besar, meninggalkan profesinya sebagai pelayan bakso dan beralih menjadi CEO wanita terkenal di Surabaya.


Lima tahun kemudian...


Kaira telah berhasil bersaing di kawasan nasional bahkan beberapa proyeknya sudah go international. Tentu saja, ini semua tidak lepas dari bantuan Wisnu selama dia di Surabaya. Mulai dari pencarian relasi hingga iklan dimana-mana. Dengan menggunakan nama Wisnu, semua hal dapat teratasi dengan mudah walau tidak semudah saat menggunakan nama Eren dulu.


Kaira masihlah menyendiri, begitupun dengan Wisnu. Mereka tidak memiliki hubungan apapun kecuali teman dekat saja. Wisnu menyetujui segala keputusannya dan menerimanya begitu saja. Dia pun tidak menikah dengan Wanita lain kecuali dengan Kaira. Jika kaira tidak ia dapatkan, lalu untuk apa menikah? Dia memilih untuk melajang.


Sedangkan itu, di rumah Eren dan Clara...


...Pernikahan yang dilandasi dengan air mata dari wanita lain, rasa sakit dan kecewa dari wanita lain dan hak yang direbut darinya itu tidak akan berakhir manis. Sebaliknya, semua akan terasa seperti neraka bagi keduanya. Bagi pihak pria maupun wanita. ...


Itulah yang dialami Eren dan Clara saat ini. Mereka sudah lima tahun bersama, bukannya makin dekat, namun mereka malah makin tersiksa dengan satu sama lain. Mereka tersiksa oleh pasangannya sendiri dan mereka pun tersiksa akibat pernikahan ini.


"Mas, aku mau duit lagi dong" Ucap Clara dengan menengadahkan tangan berharap dikasih uang lebih

__ADS_1


"Clara, ini sudah berapa kali kamu minta uang huh? Walau aku pengusaha, tapi bukan berarti bisa selalu membiayai hidupmu. Setiap hari minta duit hanya untuk shopping, shopping dan shopping. Capek aku bahkan tidak sempat menggunakan uangku sendiri untuk jajan" Jawab Eren sedikit meninggi.


"Ahh pelit." Ucap Clara berlalu pergi. Wanita itu merajuk untuk kesekian kalinya.


"Clar!!! Clara!!!" Panggil Eren geram


"Wanita ini, semakin lama semakin tak tahu aturan" Gumam Eren sambil memukul meja dihadapannya.


Huhu huhu huhu


Suara tangis dari sang anak pun terdengar. Selain berbelanja, Clara tidak melakukan apapun lagi bahkan hanya untuk sekadar beberes rumah ataupun merawat anaknya. Semua eren yang menghandlenya atau beberapa lainnya adalah pembantu yang ia sewa secara khusus.


"Iya sayang, tunggu papa sebentar" Ucap Eren kepada sang anak.


Namun, tangis anaknya tak kunjung mereda. Dia terus menangis sesenggukan.


"Mas, itu si Clarissa nangis. Tenangin cepetan mas. Berisik!!!" Teriak Clara dari depan.


"Kamu sebagai ibunya, terus tugasnya ngapain? Kerja enggak, bersih-bersih juga enggak, ngurus anak pun juga Gamau? Maumu apa sih Clar? Kamu benar-benar beda sama Kaira. aku benar-benar menyesal telah meninggalkan berlian sepertinya demi SAMPAH(menekankan) seperti kamu" Ucap Eren dengan penuh penekanan


"Yee, lagian kan bukan aku yang memaksa. Aku juga ingin kayak temen-temen aku gitu. Punya anak itu ribet, Cihh!!!" Jawab Clara.


Eren tak habis pikir dengan istrinya itu. Dia benar-benar sudah tak tahan lagi dengan kelakuan Clara, namun dia masih begitu mencintainya. Bodoh? Anggap saja begitu, Eren pun mengakuinya.


"Sayang, ada apa?" Tanya Eren saat melihat anaknya dengan Clara sedang berbaring lemah di kasur miliknya.


"Muka kamu merah sekali sayang. Badan kamu panas banget" Ucap Eren setelah memegang dahi anaknya itu. Dia bergegas menelepon dokter untuk datang ke rumahnya.


Tak butuh waktu lama, dokter tersebut telah datang saat ini.


"Gimana dok kondisi anak saya? Apakah ada sesuatu yang serius?" Tanya Eren


"Tidak ada yang serius. Ini adalah resep obatnya. Setelah meminumnya dan masih belum juga turun demamnya, langsung bawa ke rumah sakit saja." Jelas dokter itu


"Baiklah. Terimakasih ya dok"


"Sama-sama. Kalau begitu, saya pamit pergi terlebih dahulu."


Dokter tersebut telah pergi dari sana. Eren langsung menyuapi putri kecilnya itu dengan biskuit kesukaannya dan meminumkan obat yang diberikan oleh dokter padanya.


Beberapa saat kemudian...


Semua telah beres. Putrinya pun telah terlelap dalam mimpinya. Dia tersenyum lega akhirnya malaikat kecil itu telah terdiam sepenuhnya, tidur dengan nyenyaknya. Dia menghampiri Clara yang acuh kepada anaknya sendiri dan memilih untuk menonton televisi favoritenya ketimbang merawat anaknya yang sedang sakit.


"Clara, aku mau ngomong sama kamu" Ucap Eren datar.


"Kalau mau ngomong, ya ngomong aja. Gitu aja repot" Ucap Clara semakin acuh.


"Clar, kamu itu benar-benar keterlaluan ya. Aku menyuruhmu untuk berhenti bekerja bukan berarti untuk tidak mau tahu dengan apapun bahkan anak kamu sendiri. Clarissa sakit. Kemana kamu saat dia menangis? Kemana kamu saat dirinya masih bayi? Dia bahkan tidak merasakan satu tetespun asi darimu. Sebenarnya, kamu niat ga sih jadi istri? Semuanya aku yang handle sendiri" Protes Eren


"Kalau ga ikhlas, ya udah sewa aja baby sitter. Bukannya aku sudah mengatakannya padamu? Sudah menyarankannya? Tapi, kamu malah gamau. Ngeyel sih" Jawab Clara dengan entengnya.


"Terserah. Aku capek sama kamu" Ucap Eren sambil berlalu pergi, menutup pintunya rapat-rapat dan menguncinya.

__ADS_1


__ADS_2