Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Kegagalan rencana


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa, Kaira terbaring dalam komanya selama dua hari lebih lamanya. Eren hampir mati frustasi karenanya. Dia benar-benar berharap ada keajaiban yang membuat istrinya itu bangun saat ini dan menyebut namanya dengan riang seperti biasanya


Bibir merah milik Eren pun tak henti-hentinya bergerak, komat-kamit, kesana dan kemari menghaturkan doa untuk Aranya tercinta. Namun, tak jarang pula dia mengutuk dirinya sendiri dalam hati maupun lisan layaknya orang gila yang berbicara dengan angin yang berlalu dihadapannya.


"BODOHH!!! EREN, KAMU SANGAT BODOH!!!" teriak Eren sekarang di sebuah bukit dekat rumah sakit


BRAKKK!!!


Eren menghantamkan tangannya ke tembok yang ada di sekitaran bukit tersebut membuat tangannya memerah bahkan mengeluarkan darah


"Tuan muda, sudah. Jangan menyiksa dirimu lagi seperti ini" Ucap Ana yang sedari tadi tak tega meninggalkan tuannya itu. Jangan tanya Rangga kemana, tentu saja dia berjaga sepanjang hari didepan kamar rumah sakit milik Kaira.


"Bagaimana aku tidak menyiksa diriku seperti ini? Aku sudah bodoh. Hari itu, aku tidak mendengar ucapannya dan itu terjadi lagi. Lihat sekarang. Dia bahkan tak bersedia bangun dari komanya. Dia bahkan seperti ingin mati, namun belum waktunya. Dan dokter berkata jika dia tidak segera sadar, maka bahaya akan mengancam nyawanya juga. Aku panik, aku takut, tapi kalian semua malah menyalahkanku" Eren mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada dalam hatinya. Tentu saja itu membuat Ana terkejut setengah mati. Bagaimana tidak, pria yang dingin itu, tiba-tiba menjadi seseorang yang sangat lemah didepannya dan itu semua terjadi karena rasa bersalahnya yang tinggi pada istrinya


Ana tak dapat berkata-kata. Dia menyalahkannya juga kala itu. Dia bahkan sempat membenci pria dihadapannya yang juga merupakan bosnya atas nama Kaira.


Apakah aku akan berdosa atas kebencian ku terhadap pria ini kemarin? Tapi, cara dia memperlakukan nyonya muda sungguh sudah keterlaluan. Jika aku menjadi nyonya, aku benar-benar akan meninggalkan pria ini. Aku tidak bisa menyalahkan jika nona tidak ingin sadar dari komanya. ~Batin Ana


"Humpphhh" Ana menghela nafas kasar


"Tuan muda. Bolehkah saya berbicara?" Tanya Ana. Pria yang sedari tadi terengah-engah setelah meluapkan emosinya itu, kini kembali stabil dan menatap kearah Ana


"Katakan" Jawabnya singkat


"Menurut saya, saat ini adalah saat yang paling tepat bagi anda untuk membuktikan jika anda tidak bersalah. Saat ini adalah saat dimana nyonya muda membutuhkan dukungan anda untuk sadar. Tanpa bisikan dari anda, saya mengerti bila dia tidak akan tenang" Ana mengutarakan sarannya dan sepertinya Eren memikirkan tentang itu


"Apakah itu akan berhasil?" Tanya Eren


"Berhasil atau tidaknya, masih tidak diketahui. Namun, beberapa film yang saya lihat selalu ada adegan seperti itu" Jawab Ana


Eren sedikit tidak yakin dengan saran dari Ana itu akan berhasil. Nampak jelas pada wajahnya jika dia masih berpikir keras


"Tuan muda, jika belum dicoba, maka tidak akan tahu." Ana tersenyum memberikan semangat padanya


Eren tersenyum kepadanya kembali. Dia memutuskan untuk kembali ke kamar kaira dan mencoba untuk melakukan apa yang disarankan oleh Ana


................

__ADS_1


Sedangkan disisi lain...


Cihhh, ternyata wanita itu masih selamat. Kupikir dia akan keguguran dan mati. Jikalau dia mati sekalipun, anak itu... Cihh malas saja jika aku harus merawatnya ~Batin Clara


Wanita itu berdiri di sebuah taman rumah sakit yang jauh dari kamar Kaira, menamati keadaan dan memikirkan cara untuk menyingkirkan wanita penghalangnya itu


Aha, aku tahu. Jika saat ini aku tidak bisa membunuh wanita itu, maka aku akan mengambil anaknya dan membuangnya saja ~Batinnya sambil menyeringai


Clara segera bertindak menuju ke tempat dimana bagi Kaira dirawat. Dia tak terlalu mengetahui nama bayi kedua orang itu, namun dia bisa bertanya atau melihat data yang ada disana pikirnya.


Clara mengendap-endap masuk ke dalam kamar bayi. Terdapat beberapa bayi yang lahir bebarengan di jam yang hampir sama dengan Kaira


Plakk. Seseorang menepuk pundak Clara. Wanita itu terlonjak kaget


"Mbaknya mau ngapain ya? Kok mencurigakan? Ohh jangan-jangan mau maling?!!!" Ucap seorang suster disana


"Sttt sttt. Jangan berisik" Clara mengeluarkan sejumlah uang untuk menutup mulut suster itu


"Segini cukup? Kalau kurang, saya tambah lagi"


"Hehe, cukup kok. Terima kasih ya kak" Ucap Suster itu kegirangan


"Saya tidak berani"


Suster itu pergi dari ruangan bayi dalam kondisi ketakutan. Hingga beberapa saat kemudian, dia menemukan anak tanpa nama dengan ibu bernamakan Kaira Luna. Dia menebak itu pasti anak Eren dan Kaira. Dia mengambil bayi tersebut dan sesegera mungkin berlalu pergi. Namun, belum sempat menyelesaikan aksinya, Eren memergoki seseorang sedang mengambil bayinya itu saat tak sengaja lewat didepan ruang bayinya


"Lauren?" Teriak Eren


"Woyyy, siapa itu? Mengapa kau mengambil anak itu?" Tanya Eren. Pria itu langsung menghampiri Clara dan mengambil paksa anaknya dari tangan Clara.


Aduhh gawat. Jika aku tidak segera lari dari sini dan pandangan Eren teralihkan, bukankah itu sama saja seperti aku bunuh diri?~Batinnya


Clara memanfaatkan kesempatan saat Eren sibuk menenangkan bayinya yang sedang menangis kencang itu. Dia mengendap-endap dan lari dari jangkauan pria yang pernah menjadi miliknya itu


"RANGGA!!!" sekali teriak maka Rangga akan datang. Entah terbuat dari apa pendengaran pria itu. Dia benar-benar akan mendengar setiap panggilan yang diteriakkan oleh Eren dan langsung datang dengan cepat


"Iya tuan, ada apa?" Tanya Rangga saat melihat wajah panik milik Eren

__ADS_1


"Kejar wanita itu. Dia mau mengambil bayiku tadi. Aku ga mau tau, kau harus mendapatkannya." Ucap Eren melirik kearah Clara yang sudah semakin jauh itu.


"Baik tuan" Rangga mengikuti perintahnya dan langsung pergi mengejar wanita itu


"Sayang, anak papa. Kamu gapapa kan sayang?" Ucap Eren kepada bayi mungilnya itu. Dia memeluk erat tubuh bayi itu.


Berhubung mereka sudah berada diluar kawasan rumah sakit, Rangga mengeluarkan pistolnya dan menembakkannya ke udara


Dorr!!!


Satu tembakan melayang disana


"Berhenti atau aku akan menembakmu!!!" Ucap Rangga dengan suara lantangnya. Kaki Clara tiba-tiba kaku dan tak bisa digerakkan bahkan gemetar ketakutan. Rangga mendekat kearah wanita itu dan menangkapnya dari belakang


"Mau kemana lagi kamu huh?" Tanya Rangga.


Tak disangka dan diduga, ternyata Rangga benar-benar akan menjadi pria yang dingin dan sadis saat itu berhubungan dengan tuan muda dan keluarganya


"A-ampun tuan... Jangan bunuh saya" Ucap Clara dengan suara seraknya


Rangga membuka topeng milik Clara dan terkejut melihat sosok Clara disana.


APA?!! ternyata... Ga habis pikir. Ternyata, wanita ini memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Aku harus segera memberitakannya kepada bos. Aku harus sesegera mungkin membawanya. ~Batinnya.


Rangga membawa Clara kehadapan Eren saat ini dan menyuruhnya untuk berlutut. Sekretaris Eren itu membuka topeng milik Clara dihadapan Eren yang sedang memberikan susu kepada bayinya secara langsung.


"Clara?!! Kenapa kamu kemari dan kenapa kamu mau mengambil anak saya? Apakah yang kemarin masih kurang dan sekarang mau menghancurkan keluarga saya? Ingat, kamu hanyalah masa lalu saya!!!" Kata-kata yang sederhana itu mampu menusuk hati sejuta umat manusia dan tak lupa menyadarkannya.


Clara membelalakkan matanya saat mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Eren, mulut pria yang dia pikir akan selalu menerimanya itu.


"Apa? Jadi... Jadi, kamu selama ini hanya menganggapku sebagai masa lalu? Lantas, mengapa kamu membuatku jatuh hati lagi?" Ucap Clara dengan meneteskan air mata


"Membuatmu jatuh cinta lagi? Tidakkah itu salah? Memangnya kapan aku bertindak baik padamu?" Tanya Eren


Dasar pria!!! Bagaimana bisa dia melupakan dia bahkan membelaku di depan istrinya sendiri dan mendiskriminasi Kaira. Sekarang, dia mengatakan dia tidak bertindak baik padaku? Apakah pria ini sungguh pria? ~Batin Clara


"Sudahlah. Pergi dari sini atau aku tidak akan sungkan denganmu. PERGI!!!" Bentak Eren. Pria itu bahkan buang muka

__ADS_1


Cihh, mengusir sambil buang muka? Apakah itu tidak menunjukkan kamu masih begitu peduli padaku? Baguslah. Aku tidak sabar menantikan saat dirimu menjadi milikku lagi ~Batin Clara sambil menyeringai


Wanita itu pergi sesuai dengan ucapan Eren. Namun, bukan untuk pergi selamanya. Hanya sesaat hingga saat yang tepat, kembali lagi untuk mendapatkannya


__ADS_2