Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Bertemu Thomas


__ADS_3

Lamanya waktu perjalanan telah ditempuh oleh Kaira, hati sakit, badan, semuanya sakit. Dia telah kehilangan semangatnya. Namun, saat ini dia dapat bernafas lega. Akhirnya, dia tidak terikat apapun lagi dengan pria yang sama sekali tak dapat memberikannya kepuasan. Kepuasan batin dan raganya. Semua hanya siksaan yang diterimanya.


Tepat pada pukul 11.45 WITA, pesawat mereka telah tiba di bandara terdekat, bandar udara internasional Ngurah Rai. Kaira terjaga dari tidurnya. Hal yang pertama kali dilakukannya adalah mencari anaknya, Lauren.


"Lauren mana?" Tanya Kaira yang masih belum sadar sepenuhnya.


"Itu sama baby sitter" Jawab Wisnu.


"Ayo kita kemas-kemas" Tambah Wisnu lembut.


Kaira bangkit dari duduknya, menunggu sebentar hingga semua orang lewat dari sana. Mereka tidak menggunakan pesawat pribadi tentu saja, Wisnu tidak sekaya itu.


"Maaf ya Kai. Kita harus naik pesawat biasa ga kayak sama Eren" Ucap Wisnu lirih.


Kaira hanya tersenyum. Dia benar-benar malas berbincang dengan pria yang sedikit banyak telah menyebabkan masalah ini baginya. Namun, dia tetap harus berterimakasih kepadanya.


Kaira bangkit dari tempat duduknya, mendahului Wisnu yang terus saja membuntutinya. Betapa leganya dia setelah lamanya waktu perjalanan yang ditempuhnya. Satu jam empat puluh lima menit adalah waktu yang cukup lama. Kaira meregangkan semua otot-ototnya, menghirup dalam-dalam udara sejuk disana yang kini berangsur mulai memanas.


"Huffttt hahhhh" Kaira mendenguskan nafasnya lembut.


Aroma pantai sangat terasa disana. Segala kenangan pun tak luput dari bayangannya. Kenangan itu seakan berlarian di depannya. Saat dia, Eren, Rangga, Anna dan si kecil baru saja turun dari pesawat, tergambar jelas di depannya. Kaira tersenyum kecil mengingat segalanya.


Aku masih belum percaya jika semua ini harus berakhir. Kenapa harus secepat ini sih?~Batin Kaira.


"Kai, kamu gapapa kan? Kenapa dari tadi kamu merenung?" Tanya Wisnu


"Gapapa" Ucap Kaira singkat dan sedikit dingin.


Kaira sesegera mungkin menjauh dari Wisnu


Apakah dia masih menghindariku?~Batin Wisnu.


...............


Suasana Bali terasa sudah disana. Mulai dari pemandangan yang indah hingga rasa angin pantai yang bertiup kencang hingga ke sisi jalan. Entah itu hanya ilusi semata atau kenyataan, namun Kaira dapat merasakannya. Rumah Wisnu tak jauh dari pusat kota. Rumah besar, megah nan mewah yang tepat berada di sekitaran pantai.


"Nahh sudah sampai. Ini adalah rumah yang baru saja aku beli beberapa bulan lalu. Kamu suka?" Tanya Wisnu


Kaira hanya mengangguk pelan sambil menatapnya. Ada perasaan berbunga-bunga dalam hati Wisnu yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Deg deg deg


Detak jantung Wisnu berpacu dengan kencangnya.


"Selamat datang, non, Raden" Sapa Mbok.

__ADS_1


Spontan, Kaira langsung menjabat tangan Mbok dan menciumnya.


"Selamat siang. Perkenalkan nama saya Kaira. Saya adalah teman dari Wisnu" Sapa Kaira balik dengan senyum ramahnya


Cah ayu. Ga salah kalau den Wisnu sangat menyukainya. Dia begitu cantik dan lembut.~Batin Mbok


"Bu?" Panggil Kaira membuyarkan lamunannya


"Ehh iya non. Jangan panggil saya Bu. Panggil saya mbok aja. Lalu, jangan bersalaman hingga mencium tangan seperti tadi. Saya hanya pembantu den Wisnu" Ucap Mbok


"Enggak. Mbok lebih tua dari Kaira bahkan lebih tua dari ibunda Kaira sepertinya. Lagipula, Wisnu cerita kalau mbok udah kayak ibu kandungnya sendiri. Jadi, Kaira harus menghormati Mbok" Sahut Kaira protes


"Terserah non saja" Respon Mbok.


Mbok mengantarkan Kaira menuju kamarnya. Mereka bercerita sangat banyak seperti dengan ibunda Kaira sendiri. Kaira butuh teman. Apalagi, sekarang mertuanya jauh di sana, tak ada lagi tempat untuk cerita. Wanita itu sesekali menangis sesenggukan saat menceritakan kisah pilunya tentang pernikahannya. Mulai dari awal bertemu hingga berpisah.


"Yang sabar ya non. Mbok tau, non Kaira adalah orang yang kuat. Kalau ada pertemuan, pasti akan ada yang namanya perpisahan. Itu semua lumrah terjadi, namun penyebabnya berbeda-beda. Ada yang karena perceraian atau orang ketiga ada juga karena maut. Kita semua hanya menunggu waktu kapan perpisahan itu terjadi." Ucap Mbok menasehati sekaligus menyadarkan Kaira


"Ingat pesan mbok, jangan tangisi yang sudah berlalu. Perpisahan bukan berarti suatu akhir bisa jadi itu adalah suatu permulaan. Awal yang baru bagi kita semua. Fokus sama anak non kaira itu lebih baik ya" Tambah Mbok. Kaira mengusap air matanya dan mengangguk


"Senyum dong. Eman-eman kalau cewek secantik ini dibuat nangis sama seorang pria"


Kaira menuruti ucapannya. Dia tersenyum dengan manisnya.


Deg


..............


Seminggu kemudian...


Kaira mulai beraktivitas seperti normalnya. Dia juga telah berdandan rapi dan siap untuk mencari pekerjaan. Yap, mencari pekerjaan. Dia tidak bisa selalu menumpang makan di rumah Wisnu. Bagaimana pun, Wisnu tetaplah orang lain baginya.


"Kai, mau kemana?" Tanya Wisnu sehabis sarapan.


"Cari kerja. Aku malu kalau terus-terusan numpang sama kamu. Makan, mandi, tidur semua perlengkapan aku bahkan susunya Lauren saja semua darimu. Aku ga bisa gini terus" Ucap Kaira tak enak hati.


"Kayak sama siapa aja. Anggap aja aku ini sebagai sahabat kamu, keluarga kamu. Mbok juga sudah seperti mama kamu sendiri bukan?"


Kaira terdiam dan tersenyum.


"Enggak. Aku mau mandiri." Jawab Kaira tegas.


"Baiklah. Aku tidak bisa melarangmu. Hati-hati ya"


"Thank u. Mbok, tolong jaga Lauren ya. Kaira berangkat dulu. Permisi" Pamit Kaira

__ADS_1


Kaira telah mengirimkan beberapa dokumen dan file pdf ke beberapa perusahaan ternama di Bali. Sebuah perusahaan besar telah meneleponnya untuk datang dan melakukan wawancara. Pengalamannya di William Group sudahlah banyak. Terlebih lagi, William Group adalah sebuah perusahaan kelas atas di dunia dan tak lupa termasuk ke dalam jejeran sepuluh besar perusahaan terbesar di Indonesia. Sungguh prestasi yang mengagumkan.


Kaira mendatangi sebuah perusahaan ternama. Dia terkagum-kagum dengan desain yang luar biasa indahnya. Ternyata, ada beberapa.perusahaan yang menyerupai William Group tempatnya bekerja dulu, tempatnya bersenda gurau dengan rekan-rekannya, tempat dia bertemu dengan pria pertama yang datang dalam hidupnya.


Kaira masuk dengan mantap. Mulutnya komat-kamit tak berhenti berdoa agar diterima dalam pekerjaan kali ini.


"Permisi, saya Kaira Luna. Saya kesini karena ada panggilan wawancara" Ucap Kaira kepada seorang administrator disana.


"Baik ibu, silahkan ibu tunggu di ruang Presdir Lee, karena beliau masih ada rapat dadakan dengan para direksi perusahaan." Ucap Administrator.


"Baik, terimakasih" Balas Kaira


Kaira memasuki ruangan yang tertuliskan "Ruangan Thomas Lee" disana


Kenapa nama itu begitu familiar?~Batin Kaira.


Kaira membuang jauh-jauh pikirannya. Dia masuk dan duduk tanpa ragu disana, menunggu hingga kantuk menghampirinya.


Kriekkk


Suara pintu terbuka membangunkan dirinya dari tidur singkatnya.


Tap tap tap


Suara langkah kaki mendekat.


"Kaira, ngapain kamu disini?!!" Ucap Pria yang diduga bernama Thomas Lee itu dengan nada dan ekspresi terkejutnya.


Kaira yang masih setengah sadar itu langsung berdiri dan membungkukkan badannya sedikit, memberi hormat pada calon atasannya


"Selamat pagi, Tuan Thomas." Sapa Kaira sopan


"Ayo duduk, duduk" Ucap Thomas


"Kamu bagaimana bisa sampai disini? Kenapa juga ngelamar pekerjaan disini? Dimana Eren?" Tanya Thomas tak berujung.


"Maaf tuan, saya disini untuk wawancara bukan untuk membahas masalah pribadi" Ucap Kaira tegas dan profesional.


"Baiklah. Kamu saya terima" Ucap Thomas tanpa ragu


"Tidak dipikirkan terlebih dahulu?" Tanya Kaira heran


"Ga perlu. Saya sudah mengerti kinerja kamu. Lalu, jawab pertanyaan saya. Dimana Eren? Kenapa kamu melamar kerja disini?" Tanya Thomas untuk kedua kalinya.


.................

__ADS_1


Spoiler: Next episode bakal ada pemeran baru guys. Seorang pria tampan. Tebak, siapakah dia? Dan apa perannya nanti? 🤫🤭🤭



__ADS_2