
Setelah setuju dan luluh akan perhatian yang diberikan oleh Eren seharian full, Kaira pun setuju untuk ikut pulang ke rumah mereka, rumah yang menjadi saksi pernikahan mereka. Susah, senang, tawa, tangis, duka mereka lalui disana. Adapun Ana dan Bibi yang selalu menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Ya, walau mereka hanya sekadar bawahan dan pekerja, tapi Eren dan Kaira menganggap mereka layaknya keluarga sendiri. Terbukti dengan keikutsertaan mereka makan bersama di satu meja dengan Eren dan Kaira
Eren telah menyuruh Rangga untuk mempersiapkan dekorasi seunik dan semenarik mungkin. Dia benar-benar ingin bertobat dari kenakalannya dimasa sekarang. Dia takut karma itu akan menimpa anak mereka yang masih dikandung oleh Kaira
Kaira dan Eren telah sampai dirumah mereka
"Tutup mata dulu dong" Ucap Eren.
"Buat apa?"
"Ga usah banyak tanya. Ikutin aja"
Kaira menurut saja apa yang dikatakan suaminya. Dia percaya suaminya kali ini
"Okay. Ikutin langkah aku ya. Ikutin arahan aku"
Eren menuntun kaira masuk kedalam rumah
"Nahh dah sampai" Eren berhenti tepat di tengah ruang tamu rumah mereka.
Eren berjalan ke depan dan bersiap untuk membukakan penutup mata yang dipasangnya di mata Kaira
"Satu... Dua... Tiga..."
Eren membuka penutup matanya
Kaira menutup mulutnya, terkejut dengan apa yang dilihat olehnya
Tertulis di banner besar didalam rumahnya
"Welcome back nyonya muda Kaira" Ucap Bibi dan Ana dari belakang dapur mereka dengan membawa cheese cake versi jumbo yang dibuat langsung oleh Ana. Bisa dikatakan itu adalah kue perdana baginya
"Nyonya, coba deh incipin ini. Ini kue perdana saya lho." Ucap Ana.
Ana memotong kue tersebut dan meletakkannya diatas piring kertas ulang tahun dan menaruhkan tusuk untuk diberikan oleh Kaira
"Special cheese cake untuk nyonya mudaku yang tersayang"
Kaira merasa terharu. Ternyata, masih ada segelintir orang yang masih menganggapnya. Segelintir orang yang akan selalu mendukungnya disaat dia terpuruk, segelintir orang yang bahkan siap melakukan apapun demi dirinya
Kaira membuka mulutnya, memulai mencoba cheese cake buatan Ana
Uhuk uhuk. Seberapa banyak garam yang diberikan oleh Ana ke dalam cheese cake ini? Kenapa begitu asin?
"Nyonya kenapa? Ga enak ya?"
"Ahh ehh ehh. E-enak kok" Ucap Kaira sambil tersenyum pahit
"Ahh ga percaya. Ngelihat ekspresi nyonya pasti ga enak. Sini aku cobain"
"Ehh jangan-jangan"
Kaira mencegahnya.
"Kenapa sih memang?"
Ana tak memedulikan larangan nyonya nya lagi. Dia memakan sepotong kue buatannya dan...
"Buwehh bwehhh. Apa ini? Kenapa asin sekali?"
Kaira menepuk jidatnya, Eren memutarkan bola matanya, sedangkan bibi hanya menggelengkan kepala
"Hehe. Maaf ya nyonya. Sepertinya tadi saya salah masukin. Harusnya gula, tapi malah masukin kebanyakan garam"
__ADS_1
"Sudahlah tak apa. Kita bisa beli di toko kue terdekat"
Kaira dan Eren sepakat untuk pergi bersama. Hari ini Eren telah berjanji untuk menemani istrinya kemanapun ia inginkan. Kebetulan sekali mereka bisa berbelanja kebutuhan anak mereka ketika sudah lahir
...............
Disisi lain...
"Uhhh. Ternyata kemampuanmu masih sama seperti yang dulu, Clara. Kau benar-benar bisa memuaskan ku" Ucap Wisnu yang masih berbaring disebelah Clara tanpa mengenakan sehelai benang pun.
"omong-omong, apakah kamu pernah hamil sebelumnya?"
Ba-bagaimana dia bisa tahu? Atau karena...
Clara terdiam membuat Wisnu tak enak hati
"Ma-maaf. Aku nyinggung perasaan kamu ya?"
Clara hanya menggeleng. Dia meneteskan air mata seketika
"Clar, kamu kenapa?"
Diketahui sebelumnya, Wisnu memang menyukai Clara dan hanya Clara seorang hingga detik ini. Namun, dia mengalah demi kebahagiaan Clara bersama dengan sahabat lamanya yaitu Eren
"Kenapa kamu menangis? Siapa yang membuatmu begini? Apakah karena Eren?"
"Ya. Aku pernah hamil dan keguguran sebelumnya." Jawab Clara
"Apa? Bagaimana bisa? Kurang ajar emang tuh si Eren. bisa-bisanya dia ga jaga anaknya dan istrinya baik-baik"
"Wisnu, ini tidak ada hubungannya dengan Eren. Memang, aku kesini karena aku diusir oleh Eren..."
"Benar-benar pria kurang ajar!!!"
"Oh. Terus kenapa?"
"Aku pernah menikah oleh seorang pria di negeri Paman Sam karena dia menjanjikan hal menggiurkan. Aku mendapatkan segalanya dan ternyata yang segala dia berikan padaku hanyalah harta milik istrinya. Aku hamil anaknya dan dia mendepakku begitu saja."
"Apa?"
Wisnu tak menyangka bila nasib Clara akan setragis itu. Yang dia ketahui, Eren dan Clara saat itu baik-baik saja.
"Bukankah Eren sudah menikah? Aku mendengar dari Putra. Lalu, siapa istrinya?"
"Tch, sayangnya itu benar. Aku menyesal telah meninggalkan Eren saat itu hanya demi karir. Sekarang dia telah menikah dan istrinya sangat cantik juga dia telah mengandung anaknya" Clara memasang raut wajah sedih dan menyesalnya
Tch, aku tidak pernah menyesal melepaskan lelaki labil seperti Eren. Aku hanya menyayangkan hartanya menjadi milik orang lain bukan diriku ~Batin Clara
"Sudah sudah. Jangan menangis. Itu menandakan kalian tidak berjodoh. Kan masih ada gue?"
"Enggak!!!"
Clara berdiri dari tempat tidurnya
"Itu ga boleh terjadi. Eren adalah jodoh gue dan selamanya akan begitu. Aku harus merebutnya kembali dan memusnahkan wanita itu. Selama masih ada dia, hidupku tidak akan tenang"
Milik Wisnu bangun seketika saat melihat tubuh Clara yang tidak mengenakan apapun itu. Clara tidak malu meskipun dia tersadar.
"Clara.. Bisakah kamu memakai pakaianmu? Atau aku tidak akan tahan..." Wisnu menutupi matanya dan menunjuk kearah badan Clara yang t*lanj*ng bulat.
Clara mendekati pria dihadapannya dan membuka mata pria itu.
"Tch, payah. Apakah kau sudah kelelahan karena semalam?" Tanya Clara. Dia menggoda Wisnu lagi dan lagi.
__ADS_1
"Apa kamu menantang ku?"
"Menantang? Bisa dikatakan begitu."
"Baiklah. Jangan salahkan aku tidak sungkan" Ucap Wisnu. Wisnu membaringkan Clara dan berbaring diatas wanita itu
"Huh, siapa suruh kamu begitu menggoda dan pintar dalam bermain? Kamu benar-benar tidak berubah" Balas Clara
Mereka melakukan hal itu selama beberapa ronde lagi di siang bolong
.................
Kaira dan Eren telah tiba di sebuah restoran langganannya yang tak lain dan tak bukan adalah restoran milik Wisnu. Kali ini, mereka mengajak Rangga dan Ana bersama. Mereka berencana untuk makan ditempat.
"Mbak, saya pesan bla bla bla" Kaira memesan banyak sekali untuk mereka semua
"Baik Bu. Silahkan menunggu disana dan nanti akan kami panggil jika telah selesai." Ucap salah satu pegawai disana
Beberapa menit kemudian...
"Clara sayang, lebih baik kamu menungguku disini atau pulang ke apartment ku. Aku akan menyuruh sopir untuk mengantarmu"
Wisnu bersiap-siap untuk pergi
"Kenapa bukan kakak yang antar?" Tanya Clara memasang wajah sedihnya
Wisnu mengelus rambutnya pelan
"Ga bisa. Aku masih ada urusan penting dan rapat siang ini. Menurut ya"
"Tch, ya baiklah. Tapi, selesai rapat segeralah mengunjungiku ya"
Clara menyetujuinya. Dia mengemasi barang-barangnya dan memakai bajunya
"Baiklah. Aku janji"
"Pak Retno, tolong antarkan nona kecil ini menuju apartment saya. Ini kuncinya" Ucap Wisnu kepada supirnya itu
"Baik tuan"
Untungnya, saat Clara keluar dia tidak melihat sosok Eren dan kaira berada pada tempat yang sana. Dia berjalan lurus ke depan menggunakan kacamata hitamnya dan berlagak layaknya orang kaya.
Itu... Apakah dia Clara? Tapi, bagaimana mungkin? Dia terlihat seperti baru saja berjalan dari ruang khusus karyawan itu ~Batin Kaira
"Nyonya William" Panggil Pelayan itu. Lamunan Kaira buyar seketika. Dia mengalihkan pandangannya ke arah kasir. Saat dia menoleh lagi, sosok itu sudah hilang entah kemana.
"Ini nyonya pesanannya Silahkan menikmati"
Kaira membawanya satu persatu. Dia membawa nampan berisi minuman terlebih dahulu.
"Sama-sama. Sebentar ya mbak, saya nanti kembali lagi"
Saat kaira berbalik badan, tanpa sengaja dia menabrak seorang pria berbadan kekar dibelakangnya. Minuman itu tumpah ke kemeja dan jas pria itu
"Ahh maaf maaf tuan. Saya tidak sengaja" Ucap Kaira kepada pria itu. Kaira menaruh nampan yang dia pegang di meja dan mengambil tisu secara sembarangan
"Saya bantu bersihkan ya"
"Ga perlu" Ucap pria itu
Kaira mendongak keatas dan melihat betapa tampannya pria itu. Kaira hampir terpana dibuat olehnya. Sedangkan Wisnu benar-benar telah tertarik padanya
Dia... Dia benar-benar cantik. Walau dalam kondisi hamil, sinar diwajahnya benar-benar terpancar.
__ADS_1