
Keesokan paginya...
Kaira tertidur dalam dekapnya, namun wanita itu tidak sepenuhnya terlelap. Saat mendengarkan kokokan ayam, Dia langsung duduk bersandar disana. Dia sesekali melihat tubuhnya yang polos tanpa pakaian dan melihat pria tampan yang pernah menjadi bagian dari hidupnya itu tertidur lelap disampingnya.
Kaira terus saja merintih kesakitan juga menangis sesenggukan hingga Eren terbangun dari tidurnya.
Seseorang menangis?~Batin Eren
Pria itu membuka matanya dan membelalakkan matanya saat dia berad di sebuah ranjang besar dengan suara tangisan seorang wanita.
"Ara?!!" Pekik Eren terkejut.
"Ara, aku... aku minta maaf" Ucap Eren lirih.
"Aku benci kamu, mas...." Ucapan Kaira tertahan.
"AKU BENCI KAMU!!!!" Teriak Kaira histeris.
"Kamu menghancurkan hidupku dulu saat kita masih bersama. Selalu menghancurkan diriku, hatiku bahkan ragaku. Aku hampir keguguran karenamu, hampir mati olehmu. Dan sekarang bahkan saat kita telah bercerai pun, kamu masih menghancurkan hidupku untuk kesekian kalinya? Apa sih maumu, huh?" Protes Kaira dengan suara seraknya nyaris habis.
"Maaf, Ara. Aku.. Aku cemburu melihatmu bersama pria itu. Pria itu mencumbumu sedangkan aku tidak memiliki kesempatan itu. Aku benar-benar minta maaf. Aku akan melakukan apapun asal kamu mau maafin aku" Ucap Eren bersalah.
"Sekarang, aku hanya mau kamu pergi dari hadapanku untuk selamanya." Ucap Kaira tegas.
"Tapi..." Kata-kata Eren terpotong
"PERGI!!!" Teriak Kaira mengejutkan Eren.
Pria itu hanya dapat menuruti keinginan wanita yang masih terdiam memeluk dirinya sendiri diatas ranjang. Eren memunguti pakaiannya dan bergegas meninggalkan Kaira sendirian.
"Huhuhu, kamu jahat mas. Kamu jahat. Sampai kapan kamu akan menghancurkan hidupku." Gumam Kaira pada dirinya sendiri
"Aku benci kamu mas, aku benci kamu mahen. Aku benci kamu Wisnu. Kalian telah merusak hidupku, merusak kesenanganku." Ucap Kaira dengan nada meninggi.
Dia mengambil gelas di sebelahnya dan menatap dirinya yang penuh dengan kecupan Eren di seluruh tubuhnya di sebuah kaca besar di depannya.
"AKU BENCI KALIAN!!!!" Teriak Kaira histeris
Pyarrr
Kaca besar tersebut seketika pecah. Kaira mengacak-acak lagi rambutnya dan menangis sekeras-kerasnya. Menarik rambutnya bahkan berpikir untuk bunuh diri. Namun, suara tawa kecil manis milik Lauren pun terngiang di telinganya membuatnya tersadar masih ada makhluk kecil nan imut yang menunggunya di rumah.
Tak lama kemudian, Kaira memutuskan untuk kembali bangkit dan kembali ke rumah Wisnu.
Sedangkan, Eren pergi menuju tempat yang telah disepakati lebih awal. Dia menelepon Rangga untuk langsung menuju tempat yang telah ditentukan.
Di dalam mobil...
Bodoh Eren, lu bodoh!!!~Umpatnya dalam hati.
"Bisa-bisanya gue lose control hanya karena cemburu? Tch, sial!! Kenapa gue akan menjadi sebodoh ini. Dulu gue yang minta bercerai sama dia, gue yang memutuskan hubungan dengan dia dan gue juga yang meninggalkannya demi wanita lain. Sekarang, gue juga yang masih begitu cemburu kepadanya. Bodoh!! Bodoh Eren bodoh!!! Ga salah kalau Kaira jadi benci bat sama gue. Dia benar, gue yang hancurin dia berkali-kali." Ucap Eren mengumpati dirinya sendiri.
Tiga puluh menit kemudian...
__ADS_1
Kaira telah sampai di halaman rumah milik Wisnu. Dia mengendap-endap untuk mengambil Lauren dari kamarnya. Sesekali melihat kondisi, memastikan tidak ada orang yang akan memergokinya. Kebetulan sekali Wisnu ada meeting pagi-pagi,sedangkan Mbok masih sibuk berkutat di dapur.
Kaira tak lupa meninggalkan sebuah surat untuk mereka di ranjang bayi milik Lauren, lalu wanita itu langsung kabur dari sana.
"Sayang, maafin mama ya. Nanti mungkin kamu akan mengalami kesulitan bersama mama. Namun, mama ingin kita pergi dari sini, pergi jauh dari semuanya. Mama harap kamu tidak akan pernah menyalahkan mama ya nak" Ucap Kaira kepada Lauren.
Kaira berniat untuk kabur ke Surabaya, kota penuh kenangan bersama ibundanya.
................
"Mbak, disini kos berapa ya?" Tanya Kaira kepada salah satu ibu kontrakan yang berada disana.
"Kalau di daerah ini masih sedikit mahal ya mbak. Untuk perbulannya sekitar 1,5 jutaan. Kalau pertahunnya lebih murah mbak cuman 13 juta aja" Ucap ibu kontrakan.
Sebanyak itu? Apakah uangku cukup?~Batin Kaira.
Kaira membuka tasnya dan menemukan uang sejumlah sepuluh juta disana.
"Bu, saya bayar 10 juta dulu ya. Saya kontrak setahun. Tiga jutanya nanti menyusul ya Bu. Saya usahakan secepatnya, maksimal dua bulan kedepan" Ucap Kaira sambil menyerahkan sisa uang tabungannya untuk membayar kontrakan. Dia menyisakan sejumlah uang di ATM untuk kehidupannya kedepan hingga dirinya mendapatkan pekerjaan.
"Gapapa ya nak rumahnya lebih sempit dari rumah papa dulu" Ucap Kaira.
Kaira memberesi semua barangnya, membersihkan kontrakan barunya dan tidur untuk sejenak. Setelah itu, dia berencana untuk sesegera mungkin mencari pekerjaan sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Sore harinya...
Tak pernah terbayangkan sebelumnya bila dia akan mengalami hari dimana ijazahnya tidak berlaku. Hari dimana dia akan kesusahan mencari pekerjaan dengan kemampuan kerjanya dan pengalamannya yang bagus. Dia telah keliling kemanapun dengan menggendong Lauren bersamanya, namun tetap tidak mendapatkan pekerjaan. Hingga dirinya melihat sebuah kedai penjual bakso dan mie ayam membuka lowongan pekerjaan.
"Permisi pak, saya mencari pekerjaan. Apakah ada pekerjaan yang dapat saya lakukan disini?" Tanya Kaira kepada seseorang
Daripada ga ada penghasilan, sepertinya ini juga gapapa deh untuk sementara waktu~Batin Kaira
"Ya pak, mau mau" Ucap Kaira langsung meng-iyakan.
"Karena kamu cantik, sepertinya kamu jadi pelayan saja. Semua orang pasti akan tertarik melihatmu. Saya akan gaji kamu sesuai UMR(Upah Minimum Regional)." Ucap Pria dihadapannya.
"Per seratus mangkok, kamu akan mendapatkan bonus sebesar 50 ribu setiap harinya. Jadi, kalau kamu bisa menjualkan 500 mangkok bakso atau mie ayam, saya akan memberikan bonus sebesar 250 ribu setiap harinya." Tambahnya
"Wahh. Boleh boleh. Terima kasih pak"
"Kalau begitu, mulai kapan saya bisa bekerja?" Tanya Kaira
"Besok. Besok kamu boleh mulai bekerja"
"Terimakasih pak"
Kaira dengan gembiranya pulang ke rumahnya. Dia tak lupa mampir sebentar ke pasar tradisional dekat rumahnya dan mengambil sejumlah uang yang tersisa di ATM miliknya. Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat saldonya yang tiba-tiba bertambah fantastis. Bahkan untuk hidup selama beberapa tahun kedepan tanpa kerja sekalipun, dia sanggup. Atau mungkin hanya sekadar beli rumah kecil untuknya dan Lauren. Tiga ratus lima puluh juta berada di rekeningnya.
"Ini... Ga salah kan? Banyak sekali." Gumam Kaira
..."Jangan datang lagi cinta... Bagaimana aku bisa lupa..."...
Ponsel Kaira pun berbunyi. Tertera nama "Papa mertua" di layar ponselnya.
__ADS_1
"Halo, pa. Ada apa?" Tanya Kaira
"Kai, papa sudah transfer uang ke rekening kamu ya. Itu adalah keuntungan dari saham milik kamu" Jawab Papa mertuanya tanpa berbelit-belit
"Saham?" Tanya Kaira kebingungan
"Bukankah waktu perceraian itu Eren memberikan sebagian saham miliknya kepadamu? Bukankah kamu juga sudah menandatangani pengalihan saham milik papa kepadamu?"
Kaira tak tahu harus berkata apa.
"Uhmm, Pa, Kaira mau pergi dulu ya. Mau bikinin susu buat Lauren" Ucap Kaira
"Kamu memangnya dimana? Mengapa Rangga mengatakan Wisnu mencarimu dan Lauren kemana-mana. Kamu kabur?" Tanya Papa Eren
"Iya. Pa, tolong jangan beritahu mereka. Kaira sekarang sudah tidak lagi di Bali. Kaira di Surabaya..." Lirih Kaira
"APA?!!" pekik Papa Eren
"Udah ya pa. Kaira mau pergi dulu. Bye bye" Kaira memutuskan teleponnya secara paksa.
...................
Beberapa bulan kemudian...
Kaira tetap tidak menginginkan untuk berpangku tangan. Kaira memilih untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah kedai bakso. Dia melakukannya dengan riang gembira. Lauren pun ia ajak disana, hitung-hitung sebagai hiburan untuk dirinya sendiri dan para pengunjung yang datang.
"Utut Utut Utut. Nak ganteng..Namanya siapa?" Ucap seorang pengunjung menggoda Lauren
"Namanya Lauren Tante. Iya." Balas Kaira
Pria mungil yang menggemaskan itu sudah menarik perhatian berbagai orang hingga menyebabkan dirinya begitu viral akhir-akhir ini. Seseorang mengambil videonya diam-diam dan menyebarkannya pada sosial media. Kaira awalnya tak menyadari hal demikian hingga seseorang yang sangat dikenalnya itu muncul dihadapannya.
Seorang pria tampan bertubuh gagah berdiri di depan kedai baksonya.
"Iya, sebentar" Teriak Kaira.
Saat wanita itu menghampiri pria itu, betapa terkejutnya dia dibuatnya.
"Wis.. Wisnu?" Celetuknya.
"Ba-bagaimana kamu bisa sampai disini?" Tanya Kaira
Seinget aku, bahkan aku tidak memberitahu kepada Papa dimanakah aku tinggal. Tapi, mengapa pria ini sampai sini? Bukankah aku juga sudah memutuskan segalanya termasuk juga GPS di ponselku?~Batin Kaira
Tanpa banyak kata, Wisnu langsung menunjukkan video Lauren yang sedang merangkak dan tertawa dengan lepas bersama dengan para pengunjung disana.
"Kamu pikir, kamu bisa lari dariku? Tidak Kaira" Ucap Wisnu
"Aku akan selalu menemukanmu walau hingga ujung dunia sekalipun. Aku membantumu merawat Lauren, tentu saja aku mengingat dengan jelas wajah tampannya. Terlebih lagi, dia mirip dengan Eren" Tambahnya.
"Sudah, cukup!!!" Bentak Kaira dengan tetap menjaga nada bicaranya.
"Jangan sebut nama itu di hadapanku lagi. Aku membencinya, sangat membencinya" Lanjutnya.
__ADS_1
"Baiklah, lalu untuk apa kamu bekerja disini? Bukankah Eren waktu itu membagikan sahamnya padamu? Apa dia bahkan tidak mengirimkan bagianmu?" Tanya Wisnu
"Iya. Setiap bulan aku mendapatkan banyak uang dari dia dan papa. Tapi, aku tidak bisa berpangku tangan. Itu semua untuk Lauren, masa depan Lauren. Aku ga bisa membiarkan Lauren hidup kekurangan dan tidak memiliki pekerjaan yang layak di masa depan. Jadi, aku harus mulai menabung dari sekarang" Jawab Kaira