
Semenjak kejadian tadi, Eren semakin posesif terhadap Ara-nya. Bahkan, saat berjumpa dengan seorang investor malam ini saja dia membawa Kaira bersamanya. Menjaga Kaira ketat dan mengantarkan Kaira saat dia akan pergi ke toilet.
"Untuk meeting hari ini sampai disini dulu saja. Saya masih ada urusan lagi nanti" Ucap Eren kepada kliennya.
"Baik Tuan Muda, saya tunggu kabar baik dari anda. Saya mohon izin pamit. Permisi. Selamat malam nyonya muda" Pamit sang investor itu. Kaira hanya tersenyum anggun. Saat dia lengah, Eren tiba-tiba menggendongnya.
"Hey, apa yang kamu lakukan?" Tanya Kaira
"Menurut kamu?" Eren membawa pergi Kaira. Eren membawa Kaira pulang ke hotel. Kaira tampil sangat cantik dan wangi hari ini.
Saat dimobi, Eren terus saja memainkan rambut Kaira. Dia menggulungnya, menciumnya, membelainya. Setelah itu, dia menciumi punggung Kaira dan lehernya..
"ahh.. Sayang, hentikan. Masih ada pak sopir. Aku malu" Muka Kaira sudah sangat memerah. Namun, tetap saja Eren tidak memedulikannya.
Sesampainya di hotel...
"Ara, aku akan menemui Rangga dulu. Kamu disini baik-baik dengan Anna, ok. Jangan kemana-mana tanpa ditemani olehku, ok?" Posesifnya keluar
"baik tuan muda. Gihh sana." Kaira menyuruh Eren untuk segera keluar. Dia ingin melanjutkan perbincangan kemarin yang hanya wanita saja yang mengetahuinya.
"Kamu mengusirku?" Tanya Eren marah
"Tentu saja tidak. Aku hanya ingin mengobrol berdua dengan Anna"
"Ohh jadi ini rahasia? Mengapa aku tidak boleh dengar?"
"Karena.... Ahh sudahlah cepatlah kasihan Rangga menunggu" bujuknya
Beraninya kamu, Ara. Lihat saja nanti aku akan menghukummu tanpa ampun. Geram Eren sepanjang. Dia heran dengan Kaira, mengapa Kaira tak memperbolehkannya mendengarkan yang ia bicarakan dengan Anna.
Sesampainya di ruang makan VVIP hotel
Eren masih saja menggerutu dan menekuk mukanya.
"Anda tidak apa-apa tuan muda?" Tanya Rangga yang bingung melihat ekspresi tuan mudanya itu
"Kamu tahu? Betapa menjengkelkannya Ara. Dia bahkan mengusirku keluar hanya untuk berbincang dengan Anna. Kamu bilang sama Anna untuk tidak merebut Ara-ku dariku." Rangga hanya tertawa kecil melihat kelakuan tuan mudanya
"Apa? Kamu menertawakanku?"
"Itu sudah merupakan hal yang biasa jika seorang wanita membutuhkan wanita lain untuk teman bicara." Rangga menjelaskannya
"Sudahlah. Nanti biar aku hukum Ara. Lalu, bagaimana? Kamu sudah mendapat petunjuk?"
"Untuk saat ini masih belum. Anna berkata mungkin dia perlu beberapa hari untuk mengungkapkannya beserta mengungkapkan hal yang kita cari selama ini"
"Apa maksudmu?" Rangga menjelaskan segalanya kepada Eren. Eren paham dengan apa yang telah direncanakan mereka berdua.
"Baiklah, saya tunggu kabar dari kalian. Jangan sampai gagal. Ingat" Eren memperingatkan Rangga
"Saya tidak akan mengecewakan tuan" Eren bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kembali menuju kamar hotelnya. Lalu, dia menoleh
__ADS_1
"Ngomong-ngomong apa yang dikatakan Ara benar. Kamu dan Anna sangat kompak dalam mengerjakan tugas. Kalian berdua cocok" Rangga tersipu malu. Jantungnya berdegup kencang serasa mau copot
"Tidak tuan. Saya dengan dia hanya berteman saja"
"Saya kan tidak menyuruh kalian jadian, atau jangan-jangan?"
Nyonya muda. Apa yang sudah kamu lakukan pada tuan mudaku? Mengapa dia menjadi konyol seperti ini? Racun apa yang kamu berikan kepadanya. Menghadapi kalian berdua bersama-sama sungguh merepotkan. Rangga menjerit dalam hati
......................
Ditempat lain
"Nona Amalia. Maaf murid tidak bisa melaksanakan perintah nona. Murid pantas untuk dihukum" Murid Amalia melapor padanya
"Apa?"
BRAKKK!!! Amalia memukul mejanya keras
"Dasar ga becus. Ngurus perempuan lemah saja kamu tidak mampu? Lalu, untuk apa aku mengangkatmu menjadi murid. Sekarang pergi sana" Amalia memarahi muridnya
"Baik, guru."
"Haaahhh.. Sial!! Mengapa aku bisa gagal? Selama ini, tidak ada tugas yang gagal ditanganku. Aku harus mencari cara lain untuk melakukannya. Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Mona. Yaa mungkin dia memiliki cara lain"
Amalia menelfon Mona. Tak berselang lama
"Halo. Ada apa?" Terdengar suara diujung sana
"Apa? Kau mengatakan bahwa kau tak pernah gagal. Namun, mengapa bahkan hanya seorang Wanita lemah kau bisa kalah darinya? Apa kekuatan geng hitam menurun?" Mona tersulut emosi
"Apa katamu? Berani-beraninya menghina geng hitamku" Amalia marah karena Mona menghina gengnya yang menandakan dia meragukan kekuatan geng hitam
"Mm-mana berani aku" Mona ketakutan. Bagaimanapun dia tidak bisa menyinggung Geng hitam. Selain Eren, tidak ada lagi yang dapat berurusan dengan geng hitam, karena kekuatan mereka yang sangat mengerikan.
"Kamu pikirkan caranya. Lalu, beritahu aku segera. Nanti, aku akan mengirimkan pasukanku untuk membantumu."
"Baiklah. Tenang saja. Semua pasti terjamin"
"Bagus" Amalia memutus teleponnya
Duhh menyesal aku menghubunginya. Sekarang malah aku kan yang tertekan. Sial banget hidup aku. Batin Mona
......................
Saat ini, waktunya untuk Kaira dan Eren menikmati hari terakhir cuti mereka. Tak terasa, mereka sudah dua Minggu disana. Banyak sekali kenangan indah yang telah mereka lalui bersama. Ingin rasa memutar hari itu, namun tak ada seorang pun yang bisa melakukannya, kecuali dalam adegan komik maupun kartun yang bahkan tidak mungkin terjadi didunia nyata.
"Sayang. Aku bosan. Ayo kita main diluar" Rengek Kaira
"Tidak. Saat ini saja masih belum ditangkap penculikmu. Mau ambil resiko lagi?" Larang Eren tegas
"Ayolah. Di pantai depan hotel saja. Sama kamu deh. Nanti malam, aku kasih kamu jatah sepuas kamu deh. Tapi, kalau engga, kamu juga ga aku kasih jatah" Eren adalah pria normal. Tentu saja, dia tertarik dengan penawaran Kaira.
__ADS_1
"Huhu jangan begitu dong. Ga adil namanya" Eren merengek seperti bayi
Hehe berdasarkan sifatmu itu, kamu tidak akan menolaknya.
Kaira dan Eren masih sibuk bernegosiasi. Sedangkan, Rangga dan Anna sibuk mencari bukti penculikan terhadap Nyonya muda mereka.
"Bagaimana Anna? Apa sudah ada petunjuk?" Tanya Rangga melalui telefonnya.
"Belum. Aku disini masih melayani bosku. Aku belum pergi ke tempat lain."
"Segeralah. Jika kita tidak segera kembali sebelum matahari terbenam, tuan muda pasti akan sangat marah." Rangga menyuruh Anna untuk lebih cepat
"Anna, mengapa lama sekali kamu buat kopinya?" Seseorang sedang memanggilnya diseberang sana. Rangga dapat mendengarnya.
"Sabar tuan. Perut saya tadi sakit jadi saya ke toilet sebentar"
"Nanti kita lanjut lagi. Aku tidak ingin dia mengetahui rahasia kita. Kamu tenang saja aku tidak akan mengkhianati kalian" Anna meyakinkan Rangga
"Hmm. Aku percaya padamu"
Setelah melayani tuannya, Anna pergi berkeliling. Dia berpura-pura hanya berjalan-jalan saja. Tanpa sengaja, dia mendengar percakapan seseorang.
Dia pasti nona Amalia, mantan kekasih tuan muda.
Anna menguping pembicaraan mereka.
"Amalia. Kamu bagaimana sih? Bagaimana bisa kamu membuat malu nama geng hitam? Aku mendapatkan kabar dari beberapa orang jika kamu gagal menghancurkan Eren. Bahkan menangkap istrinya saja kamu tak bisa? Kamu tahu kan, dia adalah musuh terbesar kita. Ohh atau jangan-jangan kamu masih suka sama dia?" Ratu pemimpin geng hitam, Alda Collins, memarahi Amalia.
"Maaf ratu. Amalia salah. Amalia tidak bermaksud mengkhianati ratu. Amalia berjanji akan segera menghabisi Eren dan istrinya" Amalia berlutut dihadapan ratu Alda
Cihh kalau bukan karena untuk mendapatkan kamu kembali, ren, aku juga tidak sudi tinggal lebih lama lagi disini. Batin Amalia.
Dia sudah merasa tertekan dan tersiksa. Dia sama sekali tidak ingin menyakiti Eren. Namun, dia hanya bisa melakukan ini untuk menghancurkan pernikahan mereka. Anna telah merekam semuanya. Sebelum ketahuan, dia segera berlari dan keluar dari markas besar geng hitam. Sebelum keluar, tentu saja dia akan diperiksa. Namun, Anna sudah lama mengikuti tuannya. Jadi, dia tahu persis bagaimana menyembunyikan sesuatu agar tidak dicurigai oleh mereka.
"Hmm kamu lolos." Kata penjaga
"Tentu saja. Aku kan sudah lama mengikuti tuan Reno disini"
Tuan Reno adalah anggota dari geng hitam. Dia bukanlah anggota biasa. Dia juga merupakan seorang tamu VIP dari geng hitam yang direkrut oleh ratu geng hitam untuk bekerjasama dengan mereka. Ada jadwal tersendiri bagi Reno untuk mengunjungi markas besar geng hitam. Saat ini, kebetulan adalah jadwalnya.
Anna berjalan santai dan masuk kemobil yang telah diparkir diparkiran mobil. Dia berpura-pura menyetir sendirian padahal terdapat Rangga bersembunyi dibaliknya. Agar tidak curiga, Anna menyapa penjaga markas sebelum pulang
"Bye pak"
"Hati-hati non"
Mereka menjauh dari markas tersebut hingga mereka rasa, mereka tidak bisa terlacak jejaknya.
"Bagaimana? Apa kamu menemukan sesuatu?"
"Tentu saja. Kamu coba dengar ini" Anna menunjukkan perekam suara berupa pena itu dan memberikannya pada Rangga. Rangga memutarnya dan puas atas kerja Anna
__ADS_1
"Bagus. Tuan muda pasti akan senang dengan ini"