Tuhan, Beri Aku Kekuatan

Tuhan, Beri Aku Kekuatan
Dia kembali? (Part 2)


__ADS_3

Tiga hari setelah kejadian saat itu. Tiga hari sudah saat ancaman Clara melayang pada suaminya itu. Namun, suaminya tidak menginginkan untuk bercerai dari istri pertamanya. Entah apa yang memberatkannya, bukankah istrinya itu sakit-sakitan? Bukankah istrinya itu tidak bisa memberikan kepuasan batin pada suaminya bahkan dia tidak bisa memberikan keturunan untuknya? Lalu, alasan apalagi yang memberatkannya? Tidak, istrinya adalah wanita yang cantik dan usianya pun masih belum cukup tua. Dia juga merupakan seorang model kelas atas dan bisa dikatakan senior Clara. Namun, dia sama sekali tidak ingin disentuh bahkan mereka pun tidur dengan jarak yang telah disepakati dalam kontrak. Lalu, apa gunanya pernikahan ini dijalankan? Mengapa dia lebih memilih wanita itu dibandingkan dengan Clara. Pikir Clara kira-kira


"Mas, ini sudah hari ketiga dan ini adalah batas maksimalku. Aku sudah benar-benar muak jadi simpanan kamu terus dan selalu ditekan oleh istri sahmu itu. Bahkan, aku selalu dibawa-bawa oleh kalian dalam setiap masalah yang kalian miliki dalam rumah tangga kalian. Aku dapat apa? Nothing mas, nothing. Aku tidak mendapatkan apapun darimu." Ucap Clara membentak suaminya yang sudah tua bangka itu.


Hufttt. Clara menghela nafas panjang. Dia harus siap akan segala keputusan yang telah dia ambil. Jika tidak, dia akan dicap sebagai wanita yang tidak teguh akan pendirian. Tentu saja, bagi cewek pelakor tidak tahu diri satu ini harga diri adalah segalanya. Dia bahkan tidak mengenal yang namanya "Cinta" Dia sama sekali tidak mencintai Eren yang begitu tulus padanya. Yang ia tahu, dia mau hidup bahagia dan bergelimang harta. Dia hanya mencintai dirinya sendiri bahkan dia sudah memiliki niatan untuk membuang anak yang ada dalam kandungannya itu.


"Baiklah. Sekarang kamu tinggal pilih. Kamu pilih aku atau dirinya?" Clara mempertegas segalanya.


"Aku tidak bisa memilih..." Jawab pria itu yang sama sekali tidak memuaskan hati Clara, bahkan jauh dari ekspektasinya


"Clara, kamu tunggu sebentar sayang. Aku tidak memiliki alasan apapun untuk bercerai darinya. Kamu tahu sendiri kan bila sebagian hartaku ini juga miliknya? Aku bukanlah siapa-siapa jika bukan karenanya. jika aku bercerai darinya, bagaimana aku bisa membahagiakan kamu sayang?" Jawab Pria itu


"Sudahlah. Aku sudah muak dengan semuanya. Tidak mendapatkanmu, aku masih bisa mendapatkan pria di luaran sana yang lebih muda dan tampan darimu" Clara menunjuk kearah pria itu dan menghinanya didepan mukanya


"Cihh,mana ada pria yang mau bersama dengan wanita hamil sepertimu? Tubuhmu akan membengkak nantinya. Lihat saja, kamu nanti akan kembali lagi padaku" Pria itu rupanya meremehkan Clara. Dia tidak tahu dengan kekasih masa lalu Clara yang masih mencintainya dan akan melakukan apapun demi dirinya termasuk juga menceraikan istrinya yang sekarang.


Cihhh, bisa-bisanya aku menikahi pria tua bangka sepertimu? Bahkan kamu tidak kuat bertahan dalam waktu yang lama. Aku sudah benar-benar buta meninggalkan Eren demi dirimu. Sekarang baru kelihatan belangnya kan? Clara mencibirnya dalam hati. Mulutnya mengecenya yang berkata panjang kali lebar. Dia bungkam dan dia menutup rapat-rapat mulutnya


"Baiklah, kita lihat saja nanti" Ucap Clara sambil berlalu pergi. Clara menggeret kopernya keluar dari rumah tersebut. Tentu saja dia tak lupa membawa sertifikat rumah beserta dokumen-dokumen mobil yang dibelikan oleh suaminya itu atas namanya.


...............


Puas jalan-jalan di mall, Kaira, Anna dan Angela kembali lagi ke kantor mereka.


"Kai, ini sudah sore. Ayo kita pulang. Waktunya pulang kerja juga akan berakhir. Aku gamau ya kalau sampai suami kamu itu memotong gaji kami hanya karena dirimu" Ucap Angela yang mengultimatum Kaira. Kaira tersenyum

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita pulang. Aku yakin mas Eren sudah menungguku disana"


Saat mereka melangkah keluar Mall, terdapat sebuah mobil mewah kelas atas bewarna hitam didepan mata mereka.


"Mas Eren" Celetuk Kaira. Dia sangat hafal betul mobil milik suaminya. Mobil edisi terbatas yang baru saja dia datang dari luar negeri beberapa bulan yang lalu. Sedangkan, mobil lamanya dia berikan kepada Kaira karena kaira sendiri yang selalu menolak untuk dibelikan mobil baru. Katanya "Sayang mas, mending ditabung buat si baby" Selalu jawaban yang sama yang dia lontarkan.


Pria dengan jas setelan bewarna hitam pun turun dari mobil tersebut. Dia membuka kacamatanya yang menunjukkan keindahan dari kedua bola matanya yang menambah kesan maskulin yang ada pada dirinya.


"Ahh, siapa pria itu? Tampan sekali" Teriak seorang wanita yang berada di sekeliling mereka.


"Mas, ngapain sih pakai buka kacamata. Pakai lagi ahhh." Kaira tidak suka bila ada seseorang yang ikut menikmati pemandangan indah yang ada didepan matanya ini


"Lho memangnya kenapa? Kamu cemburu?" Pipi kaira merona seketika. Dia malu untuk mengakuinya, namun itulah kenyataannya.


"Aku pulang dulu ya" Pamitnya.


........... ...


Hari semakin larut, namun Kaira masih saja suka berlama-lamaan ditaman depan rumah mereka. Tak berselang berapa lama, bel berbunyi


Ting Tong.


Seseorang menekan tombolnya.


"Ya, tunggu sebentar." Kaira berjalan menuju pagar rumahnya dan dia melihat sosok yang membuatnya menderita beberapa bulan yang lalu

__ADS_1


"Kamu, ngapain kamu disini?" Tanya Kaira


"Ngapain gue disini ya sesuka gue dong" Jawab Clara tak tahu malu. Clara menerobos masuk dan menyenggol Kaira kasar.


"Ahhh" Kaira menatap dinding yang ada dibelakangnya. Untung saja hanya bagian punggungnya yang tidak menyebabkan kandungannya kenapa-napa.


Kaira meraih tangannya dan mencegahnya masuk.


"Hey mbak. Tahu sopan santun ga? Mau saya teriakin maling?"


Wanita itu memutar tubuhnya dan membuka kacamatanya seolah dia adalah pemilik rumah ini. Sungguh tidak tahu diri ya guys?


Eren yang mendengarkan suara Clara dari dalam pun berlari dan keluar.


"Clara!!" Teriak Eren. Dia memeluk Clara tepat didepan mata Kaira. Kaira berusaha untuk tidak menangis dan berusaha untuk tetap tegar.


"Apa kabar? Kamu gapapa kan?" Tanya Eren


"Lho,kenapa kamu bawa tas? Kamu mau kemana?" Eren terlihat sangat care kepadanya. Berbeda denganku saat aku baru saja pulang dari rumah orang tuaku dan diusir dari sana.


Clara memeluk Eren dan menangis dalam peluknya


"Eren, maafin aku. Aku menyesal telah meninggalkanmu. Aku bodoh. Pria tua itu tidak tahu diri dan mengusirku dari rumahnya. Aku sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi" Mereka berpelukan selayaknya mereka adalah suami istri yang sudah lama berpisah dan Kaira? Kaira seakan hanyalah pembantu yang sedang melihat majikannya sedang bermesraan didepan matanya. Sungguh ironis. Sakit? Jangan ditanya lagi bagaimana rasa sakit yang dia rasakan saat ini. Diam-diam air matanya menetes.


"Eren, aku boleh kan tinggal disini..."

__ADS_1


__ADS_2