
Heh, pasti kali ini gue berhasil. Lu lihat aja kehancuran lu sendiri, KA-I-RA!!! ~Batin Clara. Senyum liciknya terpampang jelas di wajahnya. Sayang sekali jika seorang wanita cantik bahkan rela menjadi perebut suami orang. Namun, itulah jalan yang dipilih oleh wanita berusia sekitar 25 tahunan itu.
Tukang tersebut telah naik keatas, tepat pada Kaira dan Wisnu berada disana. Mereka berdua sedang asyik mengobrol hingga tak memperhatikan hal yang berada disekitarnya. Tidak, sepertinya itu salah. Wisnu mengedipkan mata tanda dia mengerti dengan rencana Clara. Wanita itu terkejut bukan kepalang melihatnya, dia bahkan tidak memberitahukan hal ini kepada Wisnu.
Tukang itu sudah mulai beraksi, melemparkan sebuah ember kearah Kaira dan bersembunyi dibaliknya
"KAIRA AWAS!!!" Teriak Wisnu
Cekrek cekrek cekrek
Beberapa kali jepretan foto telah diambil disana. Sebelum ketahuan, Clara pergi meninggalkan TKP.
Every angle I got it. Hmmm, ga sabar menunggu reaksi Eren nanti ~Batin Clara
Tak
Satu ketikan dan tombol "send" telah dipencet oleh Clara. Beberapa foto tersebut telah berhasil terkirim kesana. Clara tersenyum puas.
Sedangkan disisi lain...
Tinggg
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Eren. Terpampang jelas nama Clara disana.
Ngapain lagi sih nih cewek? Apakah pelajaran yang kemarin begitu kurang baginya?~Batin Eren
Walau sempat bergumam kesal, Eren tetap saja penasaran dan berakhir dengan membukanya pesan dari Clara. Clara semakin dibuat senang, karena sebentar lagi rencananya hampir berhasil.
Tch, lu pikir gue bakalan marah ke ara? Kau salah paham Clara. Ara tidak mungkin melakukan hal demikian. Lagipula, Wisnu adalah orang yang dapat dipercaya.~Batin Eren
Eren meletakkan ponselnya dan kembali bekerja
"Ihh, kok cuma dibuka sih? Atau jangan-jangan itu ga ngaruh lagi sama Eren? Percuma dong gue bayarin orang kalau hasilnya sama?" Gumam Clara sendirian
📳 Drttt drttt
Ponsel Eren bergetar. Wajah seriusnya kini berubah menjadi sumringah girang gembira saat dirinya menengok siapakah yang telah meneleponnya. Istri cumilku, itulah yang tertulis disana. Pria itu dengan sigap merapikan tatanan rambutnya dan mengangkatnya
"Hai, Ara. Gimana sama proyeknya? Lancar kan?" Tanya Eren
"Lancar kok mas. But wait. Kok keknya seneng banget. Habis dapat bonus apa hayoo.. Eh tapi kan kamu pemilik jadi ga mungkin dapat bonus ya. Oh pasti goal kan proyeknya? Wahhh.. Traktir dong makan enak. Aku kangen nih makan di restoran itu" Celoteh Kaira tanpa henti.
"Bos..." Rangga masuk ke ruangan Eren dan mendapati Eren sedang senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya, menaikkan kakinya ke meja dan meletakkan seluruh pekerjaannya yang telah menumpuk. Eren yang melihat Rangga di ambang pintu sana, menatapnya dengan tatapan membunuhnya.
"Ehh.. Maaf sudah menganggu" Ucap Rangga
__ADS_1
Brakkk
"Pffttt. Kalian berdua lucu deh" Ucap Kaira sambil terkekeh ringan
"Hai, Eren. apa kabar?" Wisnu tiba-tiba datang dan mengalungkan tangganya pada leher Kaira, sok akrab. Dia risih dan spontan melepaskan.
"Tolong ya, jangan macam-macam" Ucap Kaira dingin
"Gitu dong baru istriku. Lagian sih lu Wisnu, dia itu milik gue ya. Inget itu" Ucap Eren penuh ancaman.
"Tenang tenang. Gue ga bakal macam-macam sama istri lu kok"
Eren kesal melihat wajah genit milik Wisnu. Pria itu langsung menutup teleponnya dan mengalihkan perhatiannya ke hadapan laptopnya, memanggil Rangga kembali dengan suara yang menggelegar.
Tatapan dingin membunuh membuat Rangga merinding dibuatnya. Ingin rasanya dia kabur, sayangnya...
"RANGGA!!!" Bentaknya dengan tatapan membunuh
Nyonya, apa yang sudah kau lakukan tadi? Mengapa ekspresi bos berubah seketika?~ Batin Rangga
Glekk
Sekretaris tampan itu menelan ludahnya dengan susah payah. Keringat dingin bercucuran disana, dingin, sakit perut pun tak terhingga sudah berapa kali menyerangnya
"Mau kemana kamu tadi? Mau kabur?" Tanya Eren serius
BRAKKK
Eren membanting dokumen itu. Rangga terpelonjak dibuatnya, menunduk menanti kepastian akan nasibnya setelah ini.
"Saya bayar kamu untuk tidur dan pacaran? Taunya cuman ngejar Ana doang. Lihat ini. Bagaimana kamu bisa seceroboh ini sih?" Tanya Eren
Pria itu benar-benar seperti kapan saja siap menerkam dan memakan pria dihadapannya itu, tidak bukan hanya Eren tapi semua hal yang berada di depannya. Mood Eren sangat buruk kali ini, semua orang akan tamat dibuatnya
"Suruh mereka yang mengerjakan ini semua kemari. CEPAT!!!" Perintah Eren.
Rangga berlari sekencang-kencangnya, mengelap keringatnya dan mengatur nafasnya sebelum berbicara di depan semuanya
Semua mata menatap kearahnya dengan tatapan penuh kebingungan.
"Hosh hosh hosh. Untuk bla bla bla" Ucap Rangga Terengah-engah memanggil satu persatu orang yang terlibat didalamnya.
Semua orang mengerti dan paham betul dengan sekretaris Rangga (begitulah mereka memanggilnya). Dingin dan tak berperasaan seperti bosnya. Namun, baru kali ini mereka melihat Rangga dalam keadaan yang begitu mengenaskan.
Sesampainya di depan ruang kerja Eren...
__ADS_1
Satu persatu orang dipanggil ke dalam. Mereka diinterogasi, di marahi bahkan beberapa dipecat dengan sadisnya hanya karena salah tanda baca ataupun kurangnya angka, keliru menuliskan nama hingga typo atau salah penulisan. Semua hal kecil saja harus diperhatikan
"Mohon maaf, sekretaris Rangga. Kami izin bertanya, sebenarnya ada apa dengan tuan muda?" Bisik salah seorang pegawai yang berdiri di sebelah Rangga.
"Tidak tahu" Jawab Rangga singkat.
Karyawati tersebut hanya dapat menunduk setelah jawaban dingin dari Rangga. Dirinya yang kasihan pun melanjutkan ucapannya.
"Huffttt" Rangga mendengus pelan
"Tuan muda tadi terlihat bahagia, namun tiba-tiba segalanya berubah. Mungkin nyonya muda berulah..." Jelas Rangga.
Zuli dan Angela pun menghampiri kerumunan yang berada di sana.
"Ehh ini ada apa sih kok ramai-ramai?" Tanya Zuli
"Zuli!!! Akhirnya kalian datang. Tolong kami. Bujuk Kai kesini" Ucap seorang karyawati yang menangis-nangis menunggu namanya terpanggil. Entah mimpi apa mereka semalam, namun mereka benar-benar apes kali ini.
Zuli dan Angela, kebetulan mereka berdua berbeda departemen dengan orang-orang yang diperkumpulkan disana
"Tunggu tunggu. Ini ada apa sih? Kenapa kalian berdiri disini sambil nangis-nangis?" Tanya Angela bingung
Mereka semua sahut menyahut satu sama lain menjawab setiap pertanyaan yang mereka lontarkan.
Zuli dan Angela saling bertatapan. Iri? Jangan ditanya lagi sudah pasti ada. Bohong jika mereka berkata tidak. Mereka kasihan sekaligus ingin menertawai hal langka ini. Semua ketakutannya tidak terjadi.
"Ok ok. Kalian tenang aja. Aku akan meneleponnya sekarang" Zuli merogoh kantongnya dan mengambil ponsel yang ada disana
"My lucky bestie" adalah nama kontak yang diberikan Zuli untuk Kaira. Bagaimana tidak, diantara mereka bertiga, nasib kaira lah yang paling baik. Menjadi nyonya muda keluarga besar, disayang suami bahkan mertua melebihi mereka menyayangi anak mereka sendiri
"Halo, Zuli. Ada apa?" Tanya Kaira polos tak tahu apa-apa.
"Dasar lu ya. Lihat nohh (Menunjukkan kerumunan orang yang menangis-nangis didepan kantor Eren). Gitu masih santai-santai aja kek orang yang ga berdosa" Celetuk Zuli
"Lho lho, mereka kenapa?" Tanya kaira masih tidak sadar
"Ini semua karena lu Kai. Sini ga lu kalau enggak mereka semua bakal dipecat satu-satu sama suami lu tuh" Protes Zuli
"Ok ok. Gue kesana."
Kaira menyabet tasnya yang dia letakkan di ruangan khusus untuk kontrol dan berlari menuju ke arah mobil
"Kaira, mau kemana?" Teriak Wisnu dari arah yang berlawanan
"Ada keributan di kantor. Saya harus kembali. Terima kasih" Ucap Kaira, masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke kantor.
__ADS_1
Heh, pasti Eren berulah lagi. Dasar pria childish. Mengapa banyak sekali wanita menyukai pria kekanak-kanakan itu?