Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
11 - Peringatan


__ADS_3

Saat Baru saja menapakkan kaki nya di pintu utama milik keluarga Rehan, Aluna lansung di sambut oleh para pelayan yang membawa kan koper milik nya dan menuntun nya ke ruangan yang pernah ia bersihkan beberapa hari yang lalu. tapi Kini Aluna di buat tercengang, kedua mata nya membulat besar saat ia melihat kamar yang tadi nya kosong kini sudah di isi dengan perabotan baru dan bahkan sudah di cat dengan warna pink putih, membuat kamar itu terlihat mewah dan minimalis.


"Nona, ini lemari Anda." Kata seorang palayan dan memperlihat kan isi lemari yang sudah di penuhi pakaian - pakaian bagus.


"Itu semua untuk ku?" Tanya Aluna.


"Iya Nona , semua ini milik anda." Balas pelayan itu. Aluna pun tersenyum senang, meski bukan pecinta fashion, tapi ia tentu saja senang saat di berikan pakaian-pakaian mahal dan bagus.


"Nona muda,perkenalkan saya Enna, saya yang akan membantu keperluan anda secara pribadi, anda bisa memanggil saya Jika membutuhkan sesuatu." Kata pelayan Enna.


Aluna tersenyum geli. "Apa maksud mu seperti asisten ku?." Tanya Aluna.

__ADS_1


Enna pun mengangguk kan kepala nya. sontak Aluna lansung saja tertawa, melihat Aluna tertawa Enna mengerutkan kening nya terheran. Namun tawa Aluna pelahan hilang saat melihat Rehan memasuki kamar nya. dengan gerakan tangan nya pada Enna, lekas membuat Enna mengerti, menunduk kan kepala nya dan berlalu pergi, Mata Aluna melihat pelayan itu pergi membuat Aluna menelan Saliva nya.


"Apa dia akan meminta malam pertama dengan ku?." Batin Aluna mulai khawatir dan gugup.


"Apa yang kau tertawa kan?." Tanya Rehan pada Aluna, Aluna tak dapat menebak apa laki-laki itu sedang marah atau biasa saja mengenai tawa nya yang begitu lepas tadi.


"Em, aku hanya merasa aneh saja, kata nya dia adalah asisten pribadi ku." ucap Aluna dengan suara agak bergetar tapi masih mencoba untuk tetap tenang.


"Ini adalah kamar mu, ingat lah untuk selalu menjaga sikap mu, kau kini berjalan bersama nama dan kekuasaan ku, kalau kau melakukan hal yang mempermalukan ku, kau akan rasakan akibat nya." Kata Rehan dengan tatapan tajam membuat Aluna mengidik ngeri.


"Baik Tuan, saya akan bersikap baik dan tidak mengecewakan anda." jawab Aluna, tak ada jawaban yang bisa Aluna katakan selain kata itu, janji yang Aluna sendiri tak tahu apa ia bisa lakukan atau tidak.

__ADS_1


Rehan melihat wanita itu tertunduk, lalu ia melangkah keluar, namun Aluna menahan nya, menghadang langkah laki-laki itu, hingga membuat Rehan berhenti.


"Tuan, boleh saya tanya sesuatu?." Tanya Aluna dengan antusias.


Setelah dari kamar Aluna, Rehan masuk ke dalam kamar nya, tersenyum sinis saat mengingat pertanyaan yang di lontarkan Aluna. setelah mengucapkan peringatan untuk wanita itu secara tegas, Ia berfikir Aluna akan takut, namun ternyata alun malah bertanya. "Apa aku masih boleh bekerja tuan?"


Orang-orang yang bertemu dengan nya bahkan terus menunduk kan kepala dengan rasa takut dan hormat saat bicara dengan Dirinya, namun Aluna bahkan mengangkat wajah nya untuk bertanya.


"Aku ingin Lihat sejauh mana kau bisa bersikap berani seperti itu." Batin Rehan.


Sementara di kamar, Aluna heran karena rehan mengatakan kalau ini adalah kamar nya. "Apa itu arti nya kami tidak akan satu kamar?, wah kalau benar itu sangat lah bagus, aku sudah menduga sebelum nya ini akan terjadi." Ucap Aluna Senang.

__ADS_1


Ia lalu membanting tubuh nya yang masih mengenakan Dress pengantin di tempat tidur nya, tempat tidur yang begitu empuk dan nyaman, lebih nyaman dari tempat tidur di rumah nya.


__ADS_2