
Rehan dan Herry serta Frans yang tengah menyetir melihat sebuah mobil yang tampak terparkir di tepi jalan yang gelap, namun setelah di perhatikan lagi mobil itu tampak menabrak sebuah pohon.
"Kau lihat mobil itu, coba berhenti Frans." Ucap Rehan.
"Baik Tuan." Balas Frans.
Ketiga nya lalu turun dan mendekat ke arah mobil yang tampak penyok.
"Ini mobil seperti nya kecelakaan kak, sudah tidak ada orang, mungkin sudah di bawa ke rumah sakit dan sengaja di tinggalkan, kita tak ada waktu mengurus ini kak."Ucap Herry yang tidak tahu kalau mobil itu adalah mobil yang di tumpangi Aluna saat itu.
Rehan pun mengangguk dan akan segera pergi, saat ia tanpa sengaja menyentuh mobil itu, Rehan merasakan body mobil yang masih hangat, menandakan kalau ini mobil yang baru saja mengalami kecelakaan.
"Tunggu."
"Ini masih panas."
Rehan lalu kembali berjalan mendekat, melihat ke dalam mobil, mungkin ia bisa menemukan sesuatu. Namun Rehan tak menemukan Apa pun yang bisa menandakan tentang istri nya.
"Bagaimana kak?."
__ADS_1
Rehan mengelengkan kepala nya, ia lalu berjalan akan pergi, namun kaki nya menginjak sesuatu yang membuat nya ia pun mengeluarkan ponsel nya untuk menerangi kaki nya, ia menemukan sebuah sepatu hills, meski ia tak begitu mengenali milik Aluna, namun ia merasa kalau ini milik Aluna. namun ia ragu.
"Kenapa kak?."
"Kau kenal sendal ini?." Tanya Rehan. Herry mengelengkan kepala nya.
Rehan pun semakin putus asa bisa menemukan Aluna, ia sungguh tak tahu harus sampai mana ia mencari aluna, tanpa ia sadari kalau Ia sudah sangat dekat dengan keberadaan Aluna saat ini.
Bertepatan dengan ke datangan Reni dan Ello. "Kak, ini mobil siapa?." tanya Reni saat melihat sebuah mobil kecelakaan.
"Kau kenapa disini?." Tanya Rehan.
"Aku tidak tahu dimana dia sekarang." Ucap Rehan membuang nafas penuh kesesakan.
Reni pun merasa sedih. Namun matanya melihat sepatu yang di pegang oleh kakak nya.
"Kak, ini kak sepatu kak Aluna, kakak temukan dimana?." Tanya Reni.
"Benarkah?, Kau tahu?, apa benar ini milik nya?." Tanya Rehan kembali harapan nya saat mendengar ucapan Reni.
__ADS_1
"Iya, Aku nyakin ini milik kak aluna, Aku menyukai nya saat ia kenakan." Ucap Reni.
"Berarti kak Aluna ada disini, apa ini mobil peculik itu?." Ucap Herry.
Dering telepon.
Herry mendaptkan telefon dari orang-orang suruhan nya yang mengabarkan mobil yang terekam cctv apartemen yang di naiki Aluna.
Herry yang mendengar pun melihat mobil dan plat yang sama yang di sebutkan oleh orang-orang nya.
"Kak, ini memang mobil itu." Ucap Herry.
"Tapi ini jurang, Astaga kak Aluna, apakah mereka..." Reni tak mampu mengatakan yang terlintas di pikiran nya saat ini, Mungkin Aluna di buang ke jurang, itu lah yang di pikirkan Reni saat ini, dan semua memikirkan hal yang sama.
Herry dan Ello lalu menghubungi bala bantuan untuk mencari Aluna di tepian Jurang dan di dasar.
"Kita harus turun ke bawah." Ucap Rehan. Semua mengangguk, sembari menunggu bantuan datang, Rehan turun kebawah bersama Frans, Ello, Herry dan Reni.
"Reni, kau sebaiknya di mobil bersama Ello."
__ADS_1
"Engak, aku mau ikut."Reni memaksa. Rehan pun hanya bisa membiarkan Reni ikut, karena ia ingin segera menemukan Aluna.