Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
70 - Hanya Beban


__ADS_3

"Bukan ini yang aku ingin kan, Aku tak ingin membuat mu terus disini menemani ku, aku ingin kamu kembali lagi ke kantor, bukan duduk disini dan menemani aku yang tidak bisa apa-apa." Ucap Aluna dengan marah dan sedih, merasa kecewa dengan keadaan nya. Aluna lalu menangis di tambah ia mengingat kaki nya yang menambah lengkap rasa sakit nya saat ini.


"Aku hanya bisa menyusahkan mu terus, aku hanya bisa jadi beban." Kata Aluna lagi.


Rehan dengan cepat memeluk Aluna, menenangkan Aluna yang kini pikiran nya sedang tidak stabil.


"Sehari, 2 hari, aku masih bisa menerima nya, kalau terus seperti ini, hati ku tersakiti karena melihat mu sibuk karena aku." Ucap Aluna dengan di pelukan Rehan.


"Kau tidak pernah menjadi beban ku sayang, aku mencintai mu, dan aku akan menjaga mu, jangan berfikir yang tidak tidak." Ucap Rehan.


Aluna terdiam lalu melepaskan pelukan Rehan, memandang laki laki itu dalam-dalam.


"Kalau begitu, lakukan ini untuk, kembali lah ke kantor."Ucap Aluna.


Rehan menatap Aluna. "Baiklah." Jawab Rehan dengan berat, Aluna pun kembali membenamkan wajah nya di dada laki-laki itu.


Diam-diam Rehan masuk ke dalam ruangan kerja nya setelah Aluna merasa tenang, ia duduk menangis di dalam ruangan itu, tidak tahan melihat Aluna yang biasa nya menguatkan nya kini malah sebalik nya.


•••


Pagi Itu.


Aluna dan Rehan tengah berada di ruang tamu bersama, menonton Acara Tv yang


Ting Tong


Bel rumah berbunyi mengalihkan perhatian Rehan dan Aluna bersamaan. tiba-tiba Frans datang dengan seorang wanita mengunakan jas dan celana tampak seperti seorang body guard.

__ADS_1


"Tuan, Dia sudah datang." Ucap Frans.


Rehan melihat nya dengan sorotan tajam dari bawah sampai atas, memastikan ia orang yang memang ia cari. lalu ia melihat Istri nya untuk memberitahu maksud nya. sementara Aluna sudah siap mendengar penjelasan Rehan tentang wanita itu.


"Perkenalkan diri mu!." Ucap Rehan.


"Tuan muda, Nona, Perkenalkan saat nama Adita, saya siap untuk menjaga Nona Muda dengan baik." Ucap Adita. Aluna yang mendengar agak terkejut.


"Apa?." Aluna terkejut.


"Sayang, Ini adalah orang yang akan menemani kamu setiap hari, kamu mau kemana dan melakukan apa, kau bisa meminta bantuan nya." Ucap Rehan.


"Untuk apa?, Aku tidak butuh itu."Ucap Aluna agak kecewa saat mendengar nya, ia merasa Rehan memperlakukan nya sebagai seorang yang tidak bisa melakukan apa pun sendiri.


"Hei sayang, Dengar kan aku, jangan berfikir yang tidak tidak, Bukan kah kamu ingin aku bekerja. kalau tak ada yang menjaga mu, aku tidak akan bisa rela meninggalkan mu." Ucap Rehan.


Rehan lalu mencium kening Aluna dengan Lembut, Frans dan Adita yang melihat lekas menundukkan kepala nya.


Meski Aluna tak ingin memiliki Bodyguard ,tapi demi Rehan mau kembali bekerja di kantor dan tak terus mengkhawatirkan diri nya, Aluna pun setuju untuk di kawal oleh Adita.


•••


Sore itu.


Herry datang ke kamar Aluna, dan melihat Adita bodyguard yang di beri tahu Rehan pada nya sebelum nya.


"Aluna." Herry dari ambang pintu akan masuk ke kamar aluna, Namun di tahan oleh Adita.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Anda tidak boleh masuk." Ucap Adita dengan datar terdengar tegas.


Namun Herry tak menghiraukan nya dan akan masuk dengan Ello, dengan cepat Adita menarik baju Herry hingga membuat laki-Laki itu hampir jatuh dan kembali mundur.


"Hei, apa kau gila?." Tanya Ello.


"Maaf Tuan, saya hanya melakukan tugas saya, untuk menjaga Nona Aluna."Jawab Adita. Herry menghela nafas berat.


"Tapi ini adik ipar nya."


"Saya hanya menjalankan tugas, jika sudah di beri izin baru boleh menemui Nona Aluna." Ucap Adita.


"Kau..." Ello agak kesal, namun Herry menahan nya.


"Adita, biarkan saja masuk." Ucap Aluna yang juga agak terkejut dengan Adita yang ternyata benar benar melakukan tugas nya bak bodyguard yang ia sering lihat di drama tv.


Adita mengangguk dan mempersilakan Herry masuk, tak banyak bicara Herry masuk ke dalam bersama Ello.


"Aluna, kau pasti sangat tidak nyaman dengan dia."Ucap Ello.


"Iya, tapi mungkin karena baru 1 hari, nanti juga terbiasa."Balas Aluna. "Oh iya, ada apa?." Tanya nya lagi.


"Aku ingin mengajak mu jalan sore di taman, aku tak mengajak nya, tapi dia ingin ikut sendiri "Tutur Herry sembari melihat Ello yang tersenyum mengaruk kepala nya.


"Kau mau kan?." Tanya Herry lagi.


Aluna tersenyum dan mengangguk. Herry lalu mendorong kursi roda Aluna keluar dari kamar, Adita pun mengikuti Aluna karena itu tugas nya.

__ADS_1


__ADS_2