
Hari itu adalah hari dimana Aluna merasa kan ke bahagian yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.
tawa, canda dan obrolan meliputi Rehan dan Aluna yang berjalan-jalan ke mall, sementara Frans hanya jadi obat nyamuk dan mengikuti kedua pasangan yang tengah di mabuk asmara itu.
"Lihat sayang, ini sangat bagus."Ucap Aluna saat melihat baju kaos berwarna merah muda.
"Iya, itu cocok untuk mu."Ucap Rehan.
"Bukan untuk ku saja, tapi untuk mu juga sayang."Balas Aluna tanpa memalingkan wajah nya dari baju kaos yang kini sudah berada di tangan nya.
"Apa?." Wajah Rehan sangat terkejut mendengar hal itu, Begitu juga dengan Frans yang hanya menahan tawa ny dengan senyuman tipis.
Rehan mengaruk kepala nya yang tidak gatal untuk menyembunyikan ke tidak percayaan nya.
"Bukan kah Warna merah muda hanya di pakai oleh para wanita?." Tanya Rehan lagi.
"Siapa bilang, Coba lihat itu, Mereka sangat serasi kan?." Aluna menunjuk ke sebuah Arah, dimana sepasang kekasih dengan pakaian couple berwarna putih x merah muda tengah memilih pakaian.
Rehan melihat dan menelan Saliva nya. ia lalu menoleh ke arah Frans dengan wajah penuh keraguan, Frans pun hanya tersenyum menahan tawa nya yang Kapan saja bisa pecah.
"Laki-laki itu pasti sangat tertekan mengenakan nya."ucap Rehan dengan suara pelan.
"Ha Apa?."Tanya Aluna yang mendengar samar-samar ucapan Rehan.
"Tidak, tidak, aku bilang mereka terlihat sangat manis."Ucap Rehan.
Aluna pun tersenyum melihat Rehan. "Kalau begitu ayo kita coba."Ajak Aluna.
Saat Aluna akan berjalan pergi, Ia lalu teringat pada Frans. "Sekertaris Frans, apa kau ingin pakaian yang sama, kita bisa pakai bertiga?." Tanya Aluna menatap Frans.
Frans salah tingkah dan memandang ke arah lain. "Terima kasih Nona, tapi saya akan cari yang lain."Kata Frans dan berlalu pergi.
Aluna pun setuju, dan ia lekas meraih Tangan Rehan dan di tarik Aluna ke arah ruang ganti, Rehan pun hanya bisa mengikuti untuk menyenangkan hati Aluna.
__ADS_1
•••
Setelah Selesai membeli pakaian.
Rehan dan Aluna pun keluar dari tempat itu dan lansung mengenakan pakaian couple yang di pilih Aluna.
Hal itu sontak membuat Rehan menjadi pusat perhatian wanita, Banyak wanita yang kagum karena Rehan yang tampan dan mau memakai baju berwarna pink itu, meski begitu kegagahan Rehan tidak pudar sama sekali.
Aluna pun sangat bangga karena menjadi pusat perhatian, mereka berdua tampak begitu serasi. sementara Rehan masih belum percaya diri dengan pakaian yang ia kenakan, namun masih mencoba untuk biasa-biasa saja.
•••
Setelah puas jalan-jalan, Aluna dan Rehan pun akan segera pulang, sembari berbicara kedua nya berjalan ke arah parkiran, dimana Frans sudah berada disana sejak tadi.
"Aluna, Rehan." Sebuah panggilan lekas membuat kedua menoleh bersama kebelakang.
Elena mendekati kedua nya dan menatap heran pakaian mereka.
"Rehan, kau pakai pakaian seperti ini, tidak kah kau merasa harga diri mu sedikit hilang, ini pakaian wanita."Ucap Elena.
"Maaf Nona Elena, Seperti nya anda sudah salah soal pakaian ini, ini adalah baju kaos siapa pun boleh mengenakan nya, warna merah muda bukan berarti hanya wanita yang boleh mengenakan nya kan?." Ucap Aluna.
Namun Elena tak memperdulikan Ucapan Aluna dan menoleh melihat Rehan.
"Aku tidak pernah memaksa mu memakai sesuatu yang kau tidak suka Rehan, aku tahu kau pasti tidak nyaman kan."Ucap Elena.
"A..k..."Belum sempat Rehan menjawab, ucapan nya sudah lebih dulu di jawab Aluna.
"Itu hanya masa lalu Nona, seharus nya anda malu karena terus mengingatkan masa lalu yang tidak penting itu pada milik orang lain "Ucap Aluna.
Aluna lalu mengajak Rehan untuk Pergi, Melihat Aluna yang berani melawan Elena dan menyinggung Elena sampai tak bisa berkata-kata, Rehan Tersenyum bangga.
Sementara Elena menatap kedua nya pergi dengan perasaan kesal.
__ADS_1
"Milik mu itu bekas milik ku, Dan aku juga akan buat dia menjadi bekas mu juga. kau terlalu sombong sekarang Aluna, tunggu saja."Ucap Elena dengan kesal menatap dengan tajam penuh kebencian pada Aluna.
•••
Di dalam mobil
Aluna masuk dan duduk dengan wajah cemberut, melipat kedua tangan nya di atas perut nya.
"Kau kenapa?." Tanya Rehan.
"Apa benar kau tak suka dengan pakaian itu?." Tanya Aluna agak ketus.
"Em, tidak." Ucap Rehan gugup. Aluna mendengar kata tidak pun membesarkan bola mata nya menatap penuh penindasan.
"Maksud ku, aku tidak ada masalah dengan pakaian ini, selama aku bersama mu "Ucap Rehan.
Mendengar balasan di ikuti gombalan, Aluna pun tersenyum tipis.
"Aku bangga saat melihat mu berani menjawab Elena."Kata Rehan.
"Iya, karena aku sudah nyakin kau di pihak ku."Balas Aluna.
"Selalu, aku selalu akan bersama mu."ucap Rehan.
"Hm."Frans mendehem tanpa sengaja dan mengalihkan pandangan Aluna dan Rehan.
"Kita jalan sekarang Nona?." Tanya Frans.
"Tidak, Kita menginap saja di sini sekertaris Frans."Jawab Aluna dan tertawa.
Tawa Aluna sedikit garing karena Frans dan Rehan hanya menatap nya tertawa dengan senyuman tipis.
"Ayo pulang." Ucap Aluna lekas menghentikan tawa nya.
__ADS_1
•••
Hai Para pembaca setia Wanita Gendut Itu Aku, Maaf ya baru Up lagi, Author sedang tidak fit beberapa hari ini, Terima kasih kalian masih setia menunggu cerita ini. 🙏