
"Kau baik-baik saja?." Herry datang menghampiri Aluna yang tengah duduk di bawah pohon.
Aluna melihat Herry dan tersenyum ringan sembari mengangguk.
"Tapi kau tak terlihat sedang baik-baik saja."Kata Herry.
"Apa Elena mengatakan sesuatu pada mu?." Tanya Herry lagi. Aluna tak menjawab pertanyaan Herry, ia menundukkan wajah nya sebelum ia kembali mengangkat kepala nya dan bertanya.
"Apa mereka dulu sangat dekat?." Tanya Aluna, Herry mengerut kan kening nya tak mengerti.
"Em maksud ku, bukan kah mereka mantan, apa hubungan mereka dulu sangat erat?, sampai Rehan juga sangat terpuruk waktu itu." Aluna meluruskan pertanyaan nya agar di mengerti Herry.
"Tentu saja, ketika mereka jalan bersama, mereka selalu berhasil membuat orang di sekeliling mereka iri. apa kau sedang membandingkan kau dan Elena?." Tutur Herry.
"Aku rasa tidak seperti itu, aku bahkan tak ada pantas nya jika di bandingkan dengan dia."Jawab Aluna.
"Tapi mereka kini tinggal masa lalu, aku liat kakak sudah banyak berubah setelah bertemu dengan mu kakak ipar, dia sekarang lebih bisa banyak tersenyum dan tidak seemosian dulu, dan aku merasa kau lebih baik dari Elena."Ucap Herry.
Mendengar pujian Herry Aluna hanya tersenyum tipis.
•••
Saat malam Aluna pulang di antar oleh Herry, Tampak Bu Rose keluar dari rumah dengan melipat kedua tangan nya, seolah menunggu Aluna mendekat dan siap memaki nya.
Saat melihat ibu mertua nya menunggu diri nya, perasaan Aluna sudah tahu apa yang akan di lakukan.
__ADS_1
"Malam Ma." Sapa Aluna dengan sopan.
"Masih berani panggil aku Mama, pergi seenak kamu dan pulang Selarut ini, istri macam apa kamu, bahkan keluar dan senang-senang dengan adik ipar mu."Ucap Bu Rose dengan tatapan sinis.
"Aku..."
"Ma, Kakak yang meminta ku membawa Aluna ke cafe, mama marah pada nya terlalu berlebihan."Ucap Herry.
"Masuk lah Aluna." kata Herry lagi.
Aluna pun berjalan masuk melewati Bu Rose begitu saja.
"Hei, saya belum selesai bicara."Teriak Bu rose.
"Ma, sudah lah."Kata Herry.
"Lihat saja, aku akan buat dia segera di usir Rehan."Batin Bu Rose.
"Kamu itu sama saja kayak dia, suka bikin kesal mama."Ucap Bu rose dan berlalu masuk.
Herry mengelengkan kepala nya melihat sikap ibu nya yang tak menyukai Aluna.
•••
Siang Itu. Aluna tengah membantu Bi Ani di dapur mendengar pecahan kaca di lantai atas, setelah itu terdengar suara Bu Rose berteriak memanggil Aluna.
__ADS_1
"Aluna.........."Teriak wanita itu.
Aluna dan Bi Ani saling melihat sebelum akhir nya Aluna berkata. "Aku kesana dulu bi, Bibi lanjutkan saja ini."Kata Aluna.
"Iya Non."
Aluna berjalan menaiki anak tangga dan melihat Bu Rose duduk di kursi dan tampak vas bunga pecah di lantai.
"Ada apa ma?."
"Masih tanya ada apa, ini kamu yang pecahkan kan?." Kata Bu rose.
Aluna mengerutkan kening mendengar tuduhan ibu mertua nya itu. "Aku tidak tahu ma." Ucap Aluna.
"Halah, kamu itu gak mau ngaku, kamu tahu ini vas kesayangan nenek Rehan, sekarang pecah karena kamu, perempuan pembawa sial." Ketus Bu rose.
Mendengar kembali hinaan dari mulut ibu mertua nya, Aluna yang berdiri mengepalkan, Bu Rose yang melihat tangan nya terkepal pun mendekati Aluna.
"Kenapa, gak senang?, mau pukul saya?." Tanya Bu Rose. Bu Rose mengambil tangan Aluna dan mengarahkan ke wajah nya, menyuruh Aluna memukul nya, tapi Aluna tidak mau.
Genggaman Bu Rose yang sangat kuat dan terus mendesak nya membuat Aluna menarik tangan nya dengan kuat, namun hal itu membuat Bu Rose tidak sengaja tertarik dan tersungkur di lantai.
"Astaga." Kedua mata Aluna membesar saat melihat Ibu mertua nya jatuh kelantai karena ia tak sengaja menyentak tangan nya dari genggaman Bu Rose.
"Berani nya kau membuat ku jatuh." Ucap Bu Rose.
__ADS_1
"Maaf Ma, aku tak sengaja."Ucap Aluna lalu bermaksud membantu Bu Rose berdiri. namun Bu Rose menepis tangan Aluna, tak Sudi di bantu oleh menantu nya itu.
"Ada apa ini?." Rehan yang sudah kembali mendengar keributan dari atas dan bersamaan melihat Bu Rose tersungkur di lantai.