
Rehan Mencari keberadaan Aluna mengikuti sinyal keberadaan Aluna Terakhir kali berada. Rasa cemas dan takut sesuatu terjadi pada Aluna bercampur di hati Rehan saat ini.
"Sayang, Aku harap kau baik-baik saja."Gumam Rehan dalam hati nya.
Di tempat Aluna berada saat ini, Aluna terbangun dari pingsan nya, dan melihat diri nya sudah penuh dengan luka di bawah jurang, Beberapa saat yang lalu setelah mobil menabrak pohon di tepian Jurang, pintu tempat Aluna duduk terbuka,hingga membuat Aluna terpental dan jatuh ke dalam jurang yang dalam.
sang supir yang masih sadar melihat Aluna jatuh ke jurang, ia melihat lihat memastikan Aluna pasti sudah mati di bawah sana, lekas meninggalkan tempat itu, ia juga meninggalkan mobil sewaan yang tak lagi bisa di pakai setelah ia meminta teman nya untuk menjemput nya.
Nasib baik masih memihak aluna, meski Aluna kini penuh luka dan kaki nya bahkan tak dapat ia gerakan, Ia pun melihat sekitaran dan mencoba meminta pertolongan dengan sisa sisa tenaga nya.
"Tolong."
"Tolong."
Namun teriakan itu percuma saja, Aluna lalu kembali pingsan tak sadarkan diri.
•••
Di tempat lain
Bu Rose yang masuk ke kamar tadi mengambil ponsel nya dan menghubungi Elena. Elena yang melihat telefon dari Bu Rose pun tersenyum dan mengangkat telefon dengan gestur anggunnya.
"Hallo Tante Sayang." Ucap Elena dengan lembut sembari meminum bir yang ada di tangan nya.
"Elena, Aluna di culik, Apa kau yang melakukan nya?." Tanya Bu Rose.
__ADS_1
"Apa?, Benar kah Tante." Ucap Elena terkejut. Bu Rose pun heran.
Namun Ekpresi Elena seketika berubah menjadi senyuman kemenangan, ia lalu tertawa membuat Bu Rose yang mendengar pun nyakin Elena tahu hal ini.
"Jadi benar kamu yang melakukan nya?." Tanya Bu Rose penuh penekanan.
"Tante kenapa sih kedengaran nya tertekan gitu, Pasti makan malam nya gagal ya karena wanita kampung itu di culik." Ucap Elena.
"Kamu tahu dari soal makan malam?." Tanya Bu Rose dengan heran.
"Gak penting aku tahu dari mana Tante, Tapi sekarang aku sudah tahu Tante menghianati aku, di depan aku Tante bilang ingin menyulitkan Aluna, tapi sekarang, Tante bahkan membuat makan malam untuk nya."Ucap Elena dengan suara yang agak meninggi.
"Tapi Tante tenang aja, Aku sudah buat Aluna akan segera menemui ajal nya, Oh atau Aluna mungkin sudah menemui Ajal nya."Ucap Elena tertawa senang.
"Iya, Memang aku sudah gila Tante, Gila karena Cinta ku pada Rehan yang kini bertepuk sebelah tangan, Aku sudah berusaha menjadi yang terbaik dan memperbaiki hubungan kami, tapi apa yang kudapat, melihat nya kembali dengan Wanita sialan itu."Elena berteriak dengan wajah yang sedih penuh keputusasan.
"Kamu benar-benar sudah Gila Elena, katakan di mana Aluna?." Tanya Bu Rose.
"Iya, Aku memang sudah Gila Tante, itu sebab nya, jika aku tak bisa memiliki Rehan, siapa pun tidak boleh." Bentak Elena lalu mematikan telefon tanpa memberitahu Keberadaan Aluna saat ini.
Bu Rose yang mendengar pun mulai khawatir karena kegilaan Elena yang sudah sangat kelewatan.
Tanpa Bu Rose sadari, Reni juga mendengar semua percakapan ibu nya dan Elena. ia pun tahu kalau ibu nya tidak ada hubungan dengan semua ini.
Meski merasa lega, Reni juga merasa sedih dan bersalah, Karena kemarin Elena menghubunginya untuk menanyakan keberadaan sang kakak.
__ADS_1
"Ren, Apa kau tahu Rehan dimana sekarang?."
"Sedang bersama kak Aluna."
"Oh begitu kah."
"Iya Kak Elena, dan tolong jangan ganggu kakak ku lagi kak, Kami semua sudah mencintai Kak Aluna, berhentilah berharap pada kak Rehan. karena dia sudah milik Aluna saat ini."
"Semua?, Mama mu?."
"Iya, Mama juga, Bahkan mama sudah menyiapkan makan malam istimewa untuk kak Aluna besok." ucap Reni dengan jelas. berharap Elena sadar kalau tidak ada lagi ruang untuk nya.
Mendengar hal itu, Elena mematikan sambungan telefon nya. "Dasar perempuan Aneh." Ucap Reni saat telefon nya di matikan.
Mendengar percakapan ibu nya dan Elena, Reni pun kini tahu ini kesalahan nya, kalau ia tak mengatakan nya saat kesal di telefon Elena, mungkin Makan malam ini tidak sekacau saat ini.
Reni yang syok masuk ke kamar nya dan mengambil telefon nya untuk menghubungi Rehan, menanyakan keadaan Aluna saat ini.
"Iya Ren."
"Kak, Bagaimana keadaan kak Aluna, kau sudah menemukan nya?."
"Belum. tapi sudah mau sampai, nanti aku kabari kalau menemukan nya."
"Baiklah kak, Kakak hati-hati."Ucap Reni dengan tidak bersemangat. ia tak menyangka Elena sangat nekad seperti ini.
__ADS_1