Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
71 - Pengawal dingin


__ADS_3

Herry dan Ello mengajak Aluna ke taman untuk menikmati Udara Sore yang segar di taman.


"Disini sangat enak untuk bersantai." Ucap Herry sembari mendorong kursi roda aluna.


"Iya."Jawab Aluna.


Ello melihat Heran Adita yang tampak bersikap sangat datar, tak ada ekspresi, lebih seperti robot dingin, pikir Ello.


"Kamu di lihat-lihat cantik juga ya."Ucap Ello terlontarkan pada Adita, membuat Herry dan Aluna menoleh melihat Ello.


Ello menelan Saliva nya dengan salah tingkah karena keceplosan. sementara Adita masih dengan sikap datar nya, tak merespon ucapan Ello pada nya.


Aluna tersenyum mengelengkan kepalanya. Sementara Herry tak peduli dengan apa yang di katakan Ello, ia duduk di kursi bersama yang lain nya, menikmati Udara sore itu, sembari mata nya melihat Aluna yang tersenyum tampak menikmatinya.


"Kalau kau suka datang kesini, nanti kapan-kapan kita datang lagi."kata Herry.


"Iya Herry, nanti aku akan ajak kakak mu juga." Jawab Aluna.


Herry tersenyum agak berat dan mengangguk, Sementara Ello yang mendengar tersenyum menepuk pundak Herry, menguatkan laki-laki itu dengan tepukan nya.


Setelah kembali ke rumah Herry menyerahkan Aluna pada Adita.


"Makasih Ya Herry, Ello." Ucap Aluna.

__ADS_1


"Sama sama Aluna." Jawab Ello.


"Bawa dia ke kamar, aku mau keluar dulu."Ucap Herry pada Adita. Adita menganggukan sekali kepala nya dan mendorong Aluna masuk ke dalam.


Ello dan Herry lalu kembali ke cafe, duduk dan mengobrol di sana, hingga malam.


"Kau terlihat rapuh saat Aluna menyebut kakak mu " Ucap Ello.


Herry tersenyum kecil. "Tidak juga, aku sekarang hanya ingin Aluna selalu bahagia dan cepat pulih." Jawab Herry.


"Iya, aku juga ingin kan itu, semoga saja Aluna cepat pulih, aku sangat tidak tega melihat keadaan nya seperti ini " Ujar Ello.


•••


Sementara di rumah.


"Kau sudah boleh pulang, besok jangan terlambat datang." Kata Rehan dengan tegas.


"Baik Tuan." jawab Adita.


Adita lalu menundukkan kepala nya pada Aluna dan Rehan sebelum ia melangkah pergi untuk pulang.


Rehan mengambil kursi dan duduk di dengan Aluna. membiarkan Aluna nya melepaskan Dasi nya seperti yang pernah Aluna lakukan sebelum nya.

__ADS_1


"Bagaimana hari ini, apa kau merindukan ku?." Tanya Rehan.


"Aku selalu merindukan mu." Jawab Aluna.


Rehan tersenyum lalu mendekatkan wajah nya dengan Aluna, mengecup bibi Aluna sekali


"Bagaimana dengan dia, apa dia melakukan tugas nya dengan baik?." Tanya Rehan lagi.


"dia terlihat seperti wanita yang dingin. dia tak banyak bicara saat bersama ku." Tutur Aluna.


"Tugas nya memang hanya menjaga mu sayang, aku tak ingin kau terluka lagi karena mereka orang-orang jahat itu." Jawab Rehan.


"Rumah sedikit sepi karena Reni dan Mama tidak ada." Ucap Aluna.


"Iya, Aku akan berusaha pulang lebih awal untuk menemani mu."Ucap Rehan.


Aluna tertawa. "Tidak apa-apa sayang, meski aku tidak ada teman, tapi ada Herry dan Ello yang masih menemani ku, jadi, kamu tenang saja, fokus saja bekerja sayang." Balas Aluna.


"Baiklah, apa kau sudah makan?." Tanya Rehan.


"Belum, aku menunggu mu." jawab Aluna.


"Kalau begitu, Ayo kita makan malam."Rehan mendorong kursi roda Aluna keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.

__ADS_1


"Makasih sayang."Ucap Aluna saat Rehan mendorongnya sampai meja makan.


Pelayan pun mulai menyiapkan makan malam untuk kedua nya nikmati, hanya Aluna dan Rehan saja yang duduk di meja makan menikmati makan malam.


__ADS_2