
Di tengah Obrolan Aluna dan Adita, kedua tampak begitu mudah akrab di dalam percakapan kedua nya malam itu.
"Kenapa kau memilih menjadi Bodyguard?." Tanya Aluna di sela-sela obrolan mereka.
"Karena sejak kecil sudah menyukai olahraga bela diri, dan Saya punya cita-cita menjadi pengawal presiden, namun meski tidak tercapai, Saya cukup puas bisa menjadi Asisten orang-orang terhormat, termaksud anda Nona." Tutur Adita. Aluna tersenyum mendengar nya.
"Aku hanya orang biasa, aku bukan orang penting, tapi aku mengerti, mungkin maksud mu, lebih tepat nya orang kaya kan." Ucap Aluna tertawa. Herry yang berada di luar juga tertawa kecil tanpa suara. namun setelah itu, ia pun melanjutkan langkah nya kembali ke kamar karena ia juga baru pulang dari Cafe.
Adita mendengar pun tersenyum menahan tawa nya. "Iya Nona." Balas Adita.
"Kau sungguh nakal, tapi berarti kau bisa berkelahi?." Tanya Aluna.
"Tentu Nona, anda mau coba?." Tanya Adita.
"Kau menantang aku disaat aku seperti ini, itu tidak far." Balas Aluna.
"Anda pasti akan segera bisa kembali berjalan Nona."
"Terima kasih." Balas Aluna.
Malam ini, Aluna merasa sedikit lega saat ia bersama dengan Adita yang menemani nya mengobrol, membuat nya sedikit menghilangkan pikiran dalam kesedihan hati nya malam ini.
Saat tengah mengobrol, Adita reflek terkejut, kedua mata nya terbelalak dan lekas berdiri saat melihat jari kaki Aluna bergerak. "Nona, jari anda bergerak."Ucap Adita.
__ADS_1
Aluna melihat nya tapi tidak bergerak, ia pun mencoba menggerakkan nya dan itu berhasil, meski tidak semua nya, tapi Aluna sangat senang. Reflek ia menarik Adita dan memeluk nya, Adita sejenak mematung lalu tersenyum karena Aluna memeluk nya.
Tiba-tiba Rehan masuk ke dalam dan melihat Aluna tampak senang memeluk Adita.
"Ada apa ini?."Tanya Rehan dengan heran.
Adita yang mendengar suara Rehan, Lekas melepaskan pelukan Aluna dan berdiri, menyapa Rehan dengan menundukkan kepala.
"Sayang, lihat kaki ku, Aku bisa mengerakkan nya." Ucap Aluna dengan senang dan memperlihatkan kemajuan yang ia alami.
Rehan dengan antusias mendekati istrinya dan melihat kaki Aluna, ia pun begitu senang melihat Aluna yang tampak begitu Bahagia.
"Aku senang mendengarnya sayang, besok kita ke dokter." Ucap Rehan. Aluna mengangguk dengan senang dan semangat.
Keesokan hari nya.
Aluna dan Rehan pun bersiap untuk ke dokter memeriksakan kondisi Aluna yang menampakkan sedikit harapan untuk wanita itu.
Di meja makan, Herry yang tidak tahu tentang hal semalam melihat Aluna tampak duduk depan meja kan makan sarapan dan tampak sudah siap.
"Kak, kalian mau keluar?."Tanya Herry.
"Ia, memeriksakan kaki Aluna ke dokter." Jawab Rehan.
__ADS_1
"Herry, kaki sudah bisa di gerakan, em meski cuman baru jari-jari." Ucap Aluna.
"Benarkah?, aku ikut senang, boleh aku ikut kak?." Tanya Herry.
"Kau bukan nya akan ke cafe, Aku dengar dari Ello, dia memesan tempat mu untuk ulang tahun teman nya." Ucap Rehan.
"Oh iya, aku baru ingat."
"Tidak perlu ikut Her, kalau ada perkembangan, aku pasti memberitahu mu."Ucap Aluna. Herry tersenyum mengangguk sembari menikmati sarapan nya.
Herry lalu melihat Adita, ia tahu Adita membuat Aluna tertawa semalam, mungkin kemajuan kali ini juga karena wanita itu. Adita yang berdiri di belakang antara Aluna dan Rehan menyadari Herry memandang nya pun mencoba untuk tidak menggubris apa-apa, karena ia juga tidak mengerti maksud pandangan Herry yang begitu lama pada nya.
Saat Akan berangkat, Herry menghampiri Adita yang mengambil tas Aluna di dalam kamar.
"Tuan."Ucap Adita terkejut karena Herry sudah ada di belakang nya saat ia berbalik.
"Terima kasih semalam sudah membuat Aluna senang." Ucap Herry. Adita agak terkejut, dari mana ia tahu.
"Apa dia menguping?." pertanyaan itu yang terlintas di pikiran Adita saat ini.
Adita tak menjawab dan hanya diam saja. Herry menepuk pundak Adita sebelum ia berlalu pergi.
Adita hanya memandang dengan heran dan tersenyum kecil, sebelum ia melanjutkan langkah nya.
__ADS_1