Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
53 - Hari Bahagia


__ADS_3

Rehan mengendarai mobil nya ke sebuah pantai, Kedua nya lalu duduk atas mobil sembari menikmati sejuk nya angin pantai.


"Tuan."


"Hm."


"Terima kasih masih menunggu ku." Ucap Aluna sembari memandang ke arah pantai lepas.


Rehan tersenyum mendengar ucapan Aluna. Sejak lama ini menunggu dan mecari Aluna, kini kembali ia di pertemukan lagi dengan Aluna dan bisa mengungkapkan apa yang ia rasa kan.


"Boleh aku minta sesuatu?." Tanya Rehan.


Mendengar hal itu, Aluna menelan Saliva nya, ia seketika menjadi salah tingkah. Apa Rehan akan meminta ciuman, atau lebih dari itu?, Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di pikiran nya.


"Iya."Jawab Aluna ragu-ragu.


"Boleh kah tidak memanggilku Tuan lagi, Aku merasa sangat tidak nyaman."Ucap Rehan.


Mendengar apa yang di ingin kan Rehan, Aluna tak lagi mampu menahan tawa nya, ia pun tertawa merasa lucu dengan pikiran nya yang begitu negatif.


Namun saat ia masih menertawai diri nya, tiba-tiba tangan Rehan mendekati wajah nya, menyentuh nya dengan lembut hingga membawa tawa yang pecah mendadak hilang, berganti sunyi dan rasa gugup di hati Aluna.


"Kau menertawai ku?." Tanya Rehan menatap kedua mata Aluna dengan dalam.


Aluna menelan Saliva nya dan mengelengkan kepala nya. "Em... aku... aku..."


Kiss

__ADS_1


Rehan menghujani bibir yang belum saja menyelesaikan kalimat nya dengan ciuman. Aluna menutup mata nya terkejut, membiarkan laki-laki itu bergerak leluasa terhadap nya, hingga ia memberanikan membuka mata, melihat wajah Rehan begitu Dekat, Aluna pun tersenyum lalu saling membalas ciuman hangat malam itu.


Setelah berciuman beberapa saat, Kedua nya pelan menyudahi nya, masih begitu dekat hingga bisa merasakan nafas yang terengah-engah di antara satu salam lain. Hingga kedua ny tersenyum dan tertawa kecil bersama.


•••


Rehan lali mengantar Aluna kembali ke hotel, kedua nya berpisah di lobby hotel.


"Kau nyakin tak ingin ikut pulang bersama ku?." Tanya Rehan.


Aluna tersenyum dan mengelengkan kepala, "Akan ada waktu nya."Balas Aluna.


"Baiklah, kabari aku kalau ada apa-apa." Kata Rehan lagi.


Sebelum turun dari mobil Rehan, alun mencium pipi Rehan, membuat Rehan agak terkejut namun ia senang. Aluna pun turun tanpa mengatakan apa pun lagi. lalu melambaikan tangan nya pada Rehan sebelum laki-laki itu menjalankan mobil nya.


Aluna pun masuk ke kamar hotel nya dan membaringkan tubuh nya dengan senang, mengingat moment-moment ia bersama dengan Rehan hari ini, hari dimana kedua nya melampiaskan kerinduan yang lama telah terpendam satu sama lain.


Dering Telefon Aluna berbunyi.


"Herry."


"Kau seperti nya semangat sekali."Ucap Herry.


"He he, Iya, sedikit."


"Maaf ya, aku meninggalkan mu di tempat acara, Aku..."

__ADS_1


"Iya, aku sudah tahu alasan nya, aku bahagia kalau kau bahagia Aluna."Ucap Herry.


Ucapan yang begitu formal membuat Aluna merasa ada yang berbeda dengan Herry. tapi ia segera menepi pikiran itu, karena mungkin ia hanya mengada saja.


"Kau dimana Her?." Tanya Aluna.


"Perjalanan pulang."


"Kau tidak marah kan?." Tanya Aluna ragu.


"Untuk apa aku marah, aku justru senang karena hari ini." Ucap Herry.


"Benarkah?."


"Iya, Aku tutup dulu ya. nanti aku telefon lagi ya."Ucap Herry. belum sempat Aluna membalas, sambungan telefon telah di tutup.


Aluna pun heran, namun segera keheranan itu hilang, saat ia mengingat moment menyenangkan hari ini bersama Rehan


•••


Di tempat lain.


Rehan yang baru saja sampai di rumah begitu senang dan masuk tanpa sadar melewatkan Bu Rose yang duduk di ruang keluarga. Melihat Rehan tak menyapa nya, Bu Rose pun merasa sedih karena Rehan masih tak ingin bicara dengan nya.


"Mama udah ketemu sama kak Aluna kan?, kak Aluna mau pulang?." Tanya Reni pada ibu nya.


"Tidak tahu, Kalau Dia belum kembali kesini, Kakak mu akan terus bersikap seperti itu."Ucap Bu Rose.

__ADS_1


"Mama harus akui kalau Kak Aluna yang terbaik untuk Kak Rehan." Ucap Reni lagi. Ucapan putri nya membuat Bu Rose merasa kesal lalu bangkit dari duduk untuk segera masuk ke kamar.


Reni yang melihat Ibu nya pergi dengan kesal pun menghela nafas dan mengelengkan kepala nya. Bu Rose masih enggan mengakui Aluna sebagai menantu nya, ia Melakukan nya terpaksa karena Rehan yang meminta.


__ADS_2