Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
40 - Aluna Pergi


__ADS_3

Aluna akan masuk ke kamar nya namun di tahan oleh Herry.


"Aluna."


"Lepas kan Her."


"Kau tak perlu melakukan itu Aluna, kakak hanya sedang marah saja, ini hanya sementara."Ucap Herry menahan Aluna untuk pergi.


Saat Aluna masih terdiam melepaskan tangan Herry yang menahan nya, Ia lalu melihat Bu Rose dan Elena tampak memasuki rumah, Bu Rose dan Elena tampak heran saat melihat Aluna tampak menangis. Aluna lalu lekas meninggalkan Herry saat itu juga dan masuk ke dalam kamar untuk berberes.


"Ada apa ya Tan?." Tanya Elena.


"Tidak tahu." jawab Bu Rose heran.


"Herry, ada apa?, kenapa kakak ipar mu menangis?." Tanya Bu Rose pada Putra nya.


"Tanya Kakak saja."Balas Herry dan berjalan keluar sembari menatap Elena dengan tatapan dingin.


"Anak ini, di tanya malah pergi."ketus Bu Rose.


"Hei Ani, sini." Panggil Bu Rose.


"Iya Nyonya."

__ADS_1


"Ada Aluna dan Rehan?." Tanya Bu Rose dengan rasa penasaran nya.


"Den Rehan marah pada Nona Aluna Nyonya, tapi saya tidak tahu apa yang membuat Den Rehan marah nyonya, tapi Non Aluna tadi hanya bermaksud menjelaskan kesalah pahaman antara Nyonya dan Dia, tapi saya dengar Non Aluna di usir."Tutur Bi Ani.


Mendengar hal Itu, Bu Rose tersenyum sinis bercampur kepuasan. sementara Elena tampak terkejut mendengar hal itu, tapi di dalam lubuk hati nya terdalam ia sangat senang Rehan akan berpisah dengan Aluna.


"Kasian Non Aluna Nyonya, dia tidak salah apa-apa." Kata nya Lagi.


Bu Rose menatap bi Ani dengan tajam. "Jangan ikut campur atau kau akan segera pensiun dari rumah ini, tugas mu hanya menjadi pembantu dan mengurus rumah ini dengan baik."Ucap Bu Rose dengan tegas.


Bu Rose lalu mengajak Elena untuk masuk ke dalam kamar nya, merayakan kepergian Aluna.


"Tante, apa sebaik nya aku lihat Rehan dulu."Ucap Aluna.


"Jangan Sayang, Tante udah tahu gimana Rehan, dia lagi emosi jangan dekati dia dulu."Kata Bu Rose. Aluna pun mengangguk, meski pun ia sangat ingin melihat Rehan dan sedikit menyemangati nya agar jangan terlalu terpuruk.


Di tempat lain.


Aluna memasukan barang-barang nya ke dalam koper nya, Meninggalkan beberapa barang yang memang ia beli dengan Uang Rehan.


Saat selesai berberes, Aluna pun akan segera meninggalkan rumah itu, Sejenak mata nya melihat Album foto yang terletak di atas meja rias nya ada niat hati ingin membawa nya, namun tak jadi ia lakukan, ia pun berjalan keluar kamar dengan sedih.


"Non, Non Aluna mau pergi?." Tanya Bi Ani merasa sedih.

__ADS_1


"Iya Bi, saya akan pulang kerumah keluarga saya, terima kasih sudah menjaga dan mengajari saya dengan baik disini Bi." Ucap Aluna.


"Non." Lirih Bi ani dengan wajah sedih pada wanita itu.


Tak lagi ingin air mata nya jatuh dengan suasana perpisahan seperti ini, Aluna pun berjalan pergi meninggalkan bi Ani yang menatap nya dengan sendu.


Aluna berjalan keluar dari rumah itu, namun ia agak terkejut saat Ello sudah berdiri di depan mobil.


"Apa dia juga meminta Ello mengantar ku pergi?." Gumam Aluna dalam hati.


Ello menatap Aluna dengan tatapan kasihan dan Iba atas apa yang terjadi pada Aluna.


"Aku akan naik Taxi saja."Ucap Aluna.


"Aluna, Izin kan aku, aku akan mengantar mu, sebagai seorang teman."ucap Ello.


Aluna menatap Ello sejenak sebelum ia melebarkan senyum dan menganggukkan kepala nya setuju. Ello tersenyum lalu membuka pintu mobil untuk Aluna.


Aluna pun masuk, namun ia kembali di kejutkan dengan Herry yang juga berad di mobil.


"Herry."


"Kau kenapa disini?." Ucap Aluna.

__ADS_1


"Ikut dengan mu, sampai kau sampai tujuan dengan selamat."kata Herry. di ikuti masuk nya Ello ke dalam mobil.


Aluna melihat kedua laki-laki itu tampak kompak, entah sejak kapan, Aluna pun yang masih sedih tak mengatakan apa pun, dan melihat keluar jendela membuat wajah nya yang tampak masih sedih.


__ADS_2