
Saat malam hari Tiba.
Aluna yang sudah tak bekerja duduk di teras rumah, menenangkan hati nya, merilekskan diri nya saat ini, sesekali mata nya melihat ke pagar menantikan suami nya pulang agar ia bisa segera minta maaf karena ketidak stabil an emosi nya kemarin.
"Rehan tidak akan pulang malam ini, dia ada perjalanan keluar kota, percuma saja kamu duduk disini dan menunggu nya."Ucap Bu Adel ketus.
"Luar Kota?." Aluna terkejut.
"Apa kau tidak tahu?, Rehan tak memberitahu mu?." Tanya Bu Adel dengan senyuman sinis.
"Suami mu bahkan memberitahu Selena soal ini, kau memang istri yang tidak di anggap, buka lah pikiran mu dan pergi dari sini."Kata Bu Adel lagi sembari berjalan masuk ke dalam rumah.
Mendengar Kata Ibu mertua kalau Rehan memberitahu Selena tapi tidak memberitahu nya, Itu rasa nya hanya omong kosong bagi Aluna, karena yang ia tahu kalau Rehan sangat tak ingin berhubungan Dengan Elena lagi. Tapi yang kini menjadi Pikiran Aluna adalah, kenapa Rehan tak memberitahu nya apa-apa.
Saat menjelang malam, Aluna menghabiskan malam nya duduk di kamar sembari Chattingan dengan sahabat nya.
Tok
Tok
Tok
Suara Ketukan pintu lekas membuat Aluna beranjak dari duduk untuk membuka.
"Non Aluna, Ini ada paket." Bi Ani datang mengetuk sembari membawa sebuah Paket yang terbungkus.
"Dari siapa bi?." Tanya Aluna heran.
"Kata nya dari Galeri apa gitu Non, lupa Bibi tadi di kasi tahu."Balas Bi Ani.
Aluna pun tersenyum pada Bi Ani. "Ya udah, makasih ya Bi."Ucap Aluna mengkahiri obrolan mereka.
Aluna pun masuk dan membuka paket yang memang mengatasnamakan nama nya, saat terbuka itu adalah Album foto yang isi nya foto diri nya dengan suami nya saat acara pernikahan.
__ADS_1
Aluna tersenyum sembari membolak-balik kan foto untuk melihat. hingga mengingat kembali moment saat pertama kali ia menginjakkan kaki nya di rumah mertua nya itu.
Tiba-tiba dering Telefon berbunyi.
Aluna pun lekas mengambil ponsel nya dan melihat Herry yang menghubungi nya.
"Iya her, Ada apa?." Ucap Aluna saat mengangkat telefon dari adik ipar nya itu.
"Kau ada Di rumah??" Tanya Herry. Aluna mengerutkan kening nya.
"Iya."
"Kau ingin main ke cafe ku?." Tanya Herry lagi.
Mendengar ajakan Herry, Aluna pun lekas bersemangat, ia memang sudah tidak tahan untuk bisa keluar rumah, karena ada ibu mertua nya yang ia rasa terus mengusik nya.
"Mau, tapi ada mama." Ucap Aluna.
"Tidak apa-apa, aku sudah meminta izin dengan Kakak, sekarang aku sudah ada di luar pagar, segera lah turun." Ucap Herry seketika membuat mata Aluna terbelalak.
Tanpa berkata lagi, Aluna pun lekas mematikan sambungan telefon untuk segera bersiap.
Aluna keluar dari kamar dan mengendap - endap saat melihat Bu Rose tampak asik di depan televisi.
Bi Ani yang melihat pun terheran, namun Aluna lekas meminta nya untuk diam, Bi Ani pun tersenyum dan mengangguk, seolah mengerti apa yang di lakukan Aluna.
"Sudah siap?." Tanya Herry. Aluna mengangguk dan masuk ke dalam mobil.
"Herry, bagaimana kau tahu kalau Aku sedang ada di rumah?." Tanya Aluna.
"Kak Rehan yang meminta ku untuk mengajak mu ke cafe, agar kau tidak bosan, karena sudah berhenti bekerja, apa kah benar?" Balas Herry. Aluna pun mengangguk mengiyakan.
Mendengar kalau ini karena Rehan yang meminta, Aluna pun tersenyum karena Rehan masih peduli pada nya, sedikit rasa tenang pikiran Aluna saat ini.
__ADS_1
•••
Saat sampai di Cafe, Aluna pun kembali membantu Herry di cafe seperti biasa, meski melelahkan, tapi terasa menyenangkan, Diam-diam Herry mengamati Aluna yang tampak sibuk.
Hingga Tiba-tiba Elena datang ke cafe Herry dan menghampiri Aluna.
"Hai Aluna." Sapa Elena dengan senyuman manis nya. Aluna yang melihat Elena pun agak terkejut, namun ia tetap melebarkan senyuman nya.
"Hai."
"Kita ngobrol-ngobrol yuk disana!." Ajak Elena.
Aluna pun mengiyakan, mengikuti langkah wanita itu untuk ke salah satu meja kosong.
"Mbak Elena sedang apa disini?." Tanya Aluna.
"Ingin bertemu dengan teman, sementara mereka tidak ada, tidak masalah kan, kau temani aku sebentar, waktu itu kita bertemu belum banyak ngobrol."Ucap Elena.
"Rehan bilang dia keluar kota, aku pikir kau akan ikut dengan nya."Ucap Elena lagi.
Mendengar kata itu, Aluna pun menjadi kaget karena elena bisa tahu.
"Apa dia memberi tahu Mbak Elena??" Tanya Aluna kini suara nya terdengar agak bergetar.
Belum Elena menjawab, Teman-teman Elena pun datang.
"Mbak, kalau begitu saya pergi dulu."Ucap Aluna.
"Baik lah Aluna. lain kali kita mengobrol lagi ya."Balas Elena, Aluna pun mengangguk dan berjalan pergi.
Aluna lalu berjalan keluar dari cafe dan duduk di bawa pohon mengingat perkataan Elena kalau Rehan memberi tahu elena kalau ia keluar kota, tapi sama sekali tak memberi tahu nya.
"Apa mereka sudah baikan?." Batin Aluna.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?." Sebuah suara Herry mengalihkan pandangan Aluna.