Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
73 - Merasa DiCintai


__ADS_3

"Herry, aku ingin Ajak Aluna jalan-jalan sebentar di depan, beli cemilan."Ucap Bella.


"Baiklah."Balas Herry.


Bella lalu mengajak Aluna ke depan untuk membeli somay dan tentu saja di ikuti oleh Adita.


Herry melihat Punggung wanita bernama Adita itu dengan tatapan tidak senang. ia lalu duduk di kursi dimana Ello duduk.


"Kau kenapa seperti nya benci sekali dengan Pengawal Aluna itu?." Tanya Ello.


Herry melihat Ello, ingin mengungkapkan namun ia segera memutarkan bola mata malasnya lalu bersandar, mengurungkan niat nya.


"Hei, tatapan apa itu?, kau tak percaya lagi aku mampu menjaga rahasia?."Tanya Ello, meminta penjelasan dengan sorotan mata Herry untuk nya.


"Memang nya aku punya rahasia apa?." Tanya Herry.


"Kau lupa, apa aku perlu kata kan pada Aluna saat ini tentang perasaan mu padanya?." Ujar Ello.


"Diam lah." Balas Herry.


Ello lalu tertawa melihat ekpresi ketidak nyamanan Herry soal ancaman nya.


"Ha ha, aku bukan orang seperti itu, beruntung lah kau, punya teman seperti ku, aku bisa baca hati mu, tapi aku tidak ember." kata Ello.


"Iya, iya, aku harus banyak-banyak bersyukur ya?."


"Iya, tentu saja, sekarang kata kan, apa yang membuat mu membenci wanita itu?." Tanya Ello.

__ADS_1


"Dia membuat ku tidak bisa dekat dengan Aluna."Ucap Herry.


Ello pun tertawa saat mendengar hal itu. Herry menatap Ello dengan tajam dan heran. "Apa kau selalu tertawa untuk segala hal?." Tanya Herry.


"Tidak, tidak, bukan begitu, sekarang aku semakin setuju Adita menjaga aluna, agar kau tak pernah lagi berfikir bisa memiliki Aluna." Ucap Ello.


"Hei, aku tak pernah berfikir untuk menghianati kakak ku, aku menyayangi Aluna karena aku ingin melihat dia bahagia." Ucap Herry.


•••


Di tempat lain.


Bella dan Aluna berjalan sambil mengobrol.


"Boleh tolong belikan minuman disana?." Tanya Bella.


Adita melihat Aluna, aluna menganggukan kepala nya, ia pun mengiyakan setelah di setujui Aluna.


"Tidak Bel, Yah... meski sedikit tidak nyaman, tapi semua aku terima agar aku tidak terus merepotkan Rehan, kau tahu kan aku sekarang hanya wanita lumpuh." Ucap Aluna.


"Apa yang kau bicarakan, kau tidak lumpuh Al, kau masih bisa berjalan. aku dengar dari Herry, kau akan segera mendapatkan terapi setelah keadaan mu lebih baik." Ucap Bella.


"Iya, semoga saja Bel, aku tak ingin menjadi beban bagi orang-orang di sekeliling ku."Ucap Aluna.


"Al...." Merasa sedih dan tidak enak melihat air mata Aluna mengalirkan dari ujung mata nya.


"Gak apa-apa Bel, aku memang agak sensitif akhir-akhir ini." Aluna menyekat air mata nya. bersamaan dengan Adita yang juga kembali.

__ADS_1


•••


Saat siang hari tiba, Aluna yang masih di cafe Herry bersama Bella, Ello, teralihkan pandangan mereka saat mereka melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan cafe Herry.


Aluna tersenyum saat melihat itu adalah mobil Rehan. Beberapa wanita yang tengah bersantai di cafe itu pun tampak terpesona saat yang turun itu adalah laki-laki tampan dan gagah.


"Wah, dia tampan sekali." Ujar beberapa wanita itu. mendengar suami nya di puji, ada rasa bangga di hati Aluna saat itu.


Rehan berjalan masuk dan menghampiri Aluna. "Sudah mau pulang?." Tanya Rehan.


Aluna tersenyum menganggukan kepala. Rehan pun lalu berjalan ke belakang Aluna dan mendorong kursi roda nya.


"Herry, terima kasih untuk hari ini " Ucap Aluna.


"Baiklah."


"Sayang, boleh kita antar Bella pula g lebih dulu?." Tanya Aluna.


"Al, aku bisa pulang sendiri." Kata Bella.


"Tidak apa-apa, kita searah." Saut Rehan.


"Kekasihnya cacat?." Ucap para Wanita dengan suara pelan saling berbisik, namun masih terdengar di telinga Aluna dan Rehan.


Rehan kesal dan ingin menghampiri mereka dan memberi pelajaran saat itu juga, namun Aluna menahan tangan nya.


"Tidak apa-apa." Ucap Aluna tersenyum.

__ADS_1


Rehan membuang nafas berat, mengurungkan niat nya mengikuti kata Aluna dan pun melanjutkan mendorong Aluna keluar.


Herry yang juga mendengar membuang nafas berat, menahan diri sendiri untuk memarahi mereka karena telah menghina Aluna. ia lalu berjalan masuk pergi.


__ADS_2