Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
69 - Kecewa dengan Keadaan


__ADS_3

Saat sampai di rumah Rehan, Aluna di bantu Turun oleh Rehan dan duduk di kursi Roda.


Aluna melihat Rehan sebelum Rehan mendorong kursi roda nya.


"Ada apa?." Tanya Rehan saat melihat Aluna ingin mengatakan sesuatu.


"Apa tidak apa-apa, aku pulang kesini?." Tanya Aluna ragu. karena bagaimana pun ia dan Rehan bukan lagi suami istri dan ia juga tak ingin merepotkan Siapa pun.


"Tidak apa-apa nak, ini juga rumah mu." Sautan dari dalam rumah membuat semua orang menoleh.


Senyum semua orang mekar saat ternyata itu adalah Bu Rose yang menyambut ke pulangan Aluna.


"Mama."


"Tidak ada yang bisa melarang mu datang ke rumah ini, karena ini rumah mu juga sayang." Ucap Bu rose.


Aluna merasakan kehangatan dari setiap ucapan Bu Rose pada nya saat ini. Rehan dan Herry yang melihat ibu nya sudah berubah pun merasa senang dan bangga karena kini ibu mereka kembali menjadi ibu yang baik seperti dulu.


"Makasih Ya Ma." Ucap Aluna.


"Iya sayang, Ayo kita masuk, Mama sudah siapkan makan siang untuk kita semua." Ajak Bu Rose.


Rehan mendorong pun kursi Roda Aluna masuk ke dalam rumah.


Rehan membawa Aluna ke kamar, mengendong nya ke atas tempat tidur.

__ADS_1


"Makasih sayang." Ucap Aluna.


"Sama-sama, em.... Apa kau ingin memberikan sesuatu pada ku?." Tanya Rehan sembari memberikan pipi nya pada Aluna.


Aluna tersenyum lalu mencium pipi Rehan dengan ragu-ragu, Rehan pun tersenyum saat Aluna mencium pipi nya, Ia lalu mencium kening Aluna dengan lembut.


•••


Beberapa hari kemudian.


Di dalam kamar.


Aluna berbaring di tempat tidur, melihat kaki nya yang tak ada rasa sama sekali, ia pun merasa sedih dan mendadak kepercayaan diri nya bisa kembali berjalan tiba-tiba menghilang.


"Apa benar aku masih bisa berjalan, Aku bahkan tak bisa merasakan apa-apa dari kaki ku " Gumam Aluna.


Sudah Beberapa hari, Ia tak berdaya dan hanya bisa meminta bantuan orang lain saat ia mau mandi, Bahkan buang air ia harus merepotkan Rehan, dan itu sangat tidak menyenangkan bagi Aluna, ia merasa sangat membebani orang-orang di sekitarnya.


Rehan yang baru saja masuk ke kamar melihat Aluna menangis, dengan cepat Rehan menghampiri nya.


"Ada apa?, Siapa yang menyakiti mu?." Tanya Rehan.


Aluna dengan cepat menghapus air mata nya.


"Tidak apa-apa." Jawab Aluna.

__ADS_1


"Jangan berbohong pada ku, Ada apa?." Tanya Rehan. Aluna hanya diam saja.


Rehan pun merasa kan antara sedih dan kesal karena Aluna tidak terbuka pada nya. Rehan tak banyak bicara, duduk di sofa tak ingin memaksa Aluna lagi berbicara.


Diam nya Rehan, Aluna sudah tahu kalau laki-laki itu tengah marah pada nya.


"Maaf, Tapi aku tidak apa-apa." Ucap Aluna. Rehan gak menghiraukan nya. membuat Aluna pun memilih untuk diam juga.


Hingga malam hari tiba, Rehan tertidur di sofa.


Aluna yang merasa haus, ingin minum air, namun ia tak tega membangun kan Rehan, Ia pun mencoba untuk menggapai minuman yang ada di meja samping tempat tidur nya.


Namun karena agar sulit di jangkau, Aluna pun terjatuh dari tempat tidur.


"Auw..."


Jeritan Aluna membangun Rehan dari tidur nya, Melihat istri nya jatuh, Rehan lansung mendekati istri nya, membantu nya untuk kembali ke tempat tidur.


"Kenapa bisa jatuh?." Tanya Rehan khawatir.


"Aku hanya ingin minum." Jawab Aluna pelan.


"Kamu bisa memberitahu ku, aku disini untuk menjaga mu." Ucap Rehan.


Meski ia masih marah dengan Aluna, namun tak sedetik pun meninggalkan Aluna.

__ADS_1


"Bukan ini yang aku ingin kan, Aku tak ingin membuat mu terus disini menemani ku, aku ingin kamu kembali lagi ke kantor, bukan duduk disini dan menemani aku yang tidak bisa apa-apa." Ucap Aluna dengan marah, merasa kecewa dengan keadaan nya. Aluna lalu menangis di tambah ia mengingat kaki nya yang menambah lengkap rasa sakit nya saat ini.


__ADS_2