Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
74 - Rehan Marah


__ADS_3

"Kau pulang naik Taxi." Ucap Rehan dingin pada Adita.


"Baik Tuan." Balas Adita.


"Kenapa tidak sama-sama saja?." Tanya Aluna. namun Rehan tak menjawab nya. membuat Aluna agak heran.


Rehan mengendong Aluna masuk ke dalam mobil, lalu Frans melipat dan memasukan kursi Roda Aluna dalam bagasi.


Di dalam mobil.


Aluna dan Rehan akan mengantar Bella pulang ke rumah nya, suasana begitu canggung di dalam mobil setelah kejadian tadi di cafe.


"Kenapa diam saja?, suasana ini sungguh tak menyenangkan." Ucap Aluna cemberut dengan senyuman kecil.


Aluna tahu penyebab kecanggungan ini berasal, ia pun berusaha mencairkan suasana saat ini.


"Iya Al, Aku hanya tidak enak saja karena kau harus repot-repot mengantar ku,kau pasti lelah kan. Sementara Rehan tak menggubris ucapan Aluna.


"Bell, aku oke kok, aku malah senang tahu gak, bisa jalan bareng kamu hari ini, sering-sering main ke rumah ya Bell."Ucap Aluna. Bella tersenyum mengangguk.


Setelah sampai di halaman rumah Bella, Aluna dan Bella berpisah dari balik jendela mobil.


"Hati-hati ya Al."


"Tuan Rehan, Sekertaris Frans, terima kasih tumpangan nya." Ucap Bella lagi.


Frans dan Rehan mengangguk kecil, lalu mobil kembali berjalan.


Aluna melihat Rehan yang memandang ke arah depan tak menghiraukan nya. Aluna lalu mengandeng tangan Rehan dengan manja, Rehan tak menepisnya, namun ia tak menoleh sama sekali.


"Kau marah pada ku ya?." Tanya Aluna dengan lembut dan pelan.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa marah pada mu, Aku hanya kesal kau hanya diam saja saat orang lain menghina mu." Ucap Rehan ketus.


"Ini bukan pertama kali kan, waktu aku gemuk, aku juga sudah sering di hina oleh orang-orang, tapi aku bisa melewati semua nya kan, aku balas dengan bukti kalau aku bisa merubahnya dan menjadi pujian." Ucap Aluna.


Rehan melihat Aluna dan membuang nafas berat. "Jangan pura-pura kuat kalau kau tak sekuat itu, aku disini kan akan melindungi mu."Kata Rehan.


"Kau jadi superhero ku ya?." Tanya Aluna lagi sembari tersenyum melihat wajah tampan di depan nya itu.


Rehan mendengar kata superhero pun tersenyum menahan tawa, tak berapa lama tawa nya pecah.


"Kau ini, selalu saja punya cara untuk membujuk ku." Ucap Rehan.


"Kau juga." Balas Aluna.


Rehan mengelus pipi Aluna dan mencium kening nya. Frans yang tak sengaja melihat pemandangan dari balik kaca spion lekas mengalihkan pandangan dan tersenyum.


Saat berada di kamar, Aluna yang kaki lurus kedepan di tutup selimut membuka selimut nya saat ia mengingat kaki nya.


Aluna menangis dan memukul-mukul kaki nya.


Tok


Tok


Tok


Sebuah ketukan pintu lekas membuat Aluna menghapus air mata nya.


"Masuk." Ucap Aluna.


Adita masuk ke dalam rumah membuat Aluna terheran.

__ADS_1


"Adita, kamu disini?, kenapa belum pulang?." Tanya Aluna.


"Tuan Rehan meminta saya menginap Nona, untuk menemani anda, ini saya antarkan obat Nona, kalau anda membutuh kan saya, bisa menelepon saya Nona." Ucap Adita.


"Maaf ya Adita, membuat mu harus menginap."Ucap Aluna.


"Tidak apa-apa Nona." Balas Adita sembari mengamati Mata Aluna yang tampak sembab.


"Nona, Anda menangis?." Tanya Adita pada Aluna yang meminum obat nya.


"Tidak, hanya menguap saja, jadi agak sembab."Balas Aluna. Adita mengangguk.


"Em, Adita."


"Boleh kah kau duduk disini dan menemani ku mengobrol?." Tanya Aluna.


Adita melihat Aluna dan mengangguk tersenyum.


"Aku butuh seorang teman, saat melihat mu sebenarnya aku sedikit tidak suka." Ucap Aluna membuat Adita agak terkejut.


"Saat melihat mu, aku merasa menjadi orang yang sangat tak berdaya, karena aku harus di temani oleh mu, aku tak bisa menjaga diriku sendiri."Ucap Aluna.


Adita mendengar menelan Saliva nya, merasa iba dengan penuturan Aluna.


"Tapi, sekarang aku senang, karena aku punya teman seperti mu, menemani dan menjaga ku, meski aku tahu ini memang tugas mu, tapi aku hanya senang saja."Ucap Aluna dan menitikkan air mata.


"Nona, Anda pasti akan sembuh, Anggap saja saya ini teman anda, saya juga bersedia menjadi bodyguard anda dan juga teman anda."Ucap Adita.


"Baiklah, kalau begitu, kau jangan bersikap terlalu dingin dan tegas, aku tahu kau punya sisi lembut sebagai wanita."Ucap Aluna. Mendengar permintaan Aluna, Adita tersenyum lebar, untuk pertama kali Aluna melihat senyum lebar Adita.


Dari balik pintu, Herry yang melihat pintu kamar Aluna terbuka dan mendekati, melihat Adita dan Aluna tampak mengobrol membuat Herry tersenyum karena setelah kepulangan Aluna, sangat jarang ia melihat Aluna tersenyum di malam hari.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2