Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
63 - Aluna Di temukan


__ADS_3

Aluna


Aluna


Nama dan Teriakan nama Aluna terdengar, berharap memiliki sautan dan harapan.


Jam menunjukan pukul 2 menuju subuh. Semua masih mencari bersama Tim SAR dan kepolisian yang juag telah datang mencari Aluna di dasar jurang. Meski tak punya keyakinan Aluna ada di jurang, tapi harapan membuat Rehan percaya Aluna pasti akan di temukan.


Namun setelah mata hari sudah akan menampakkan diri nya, Aluna belum juga di temukan.


"Kak, Aku rasa kak Aluna tak berada disini."ucap Reni.


Rehan hanya dengan muka lusuh dan sedih tak dapat mengatakan apa-apa. hingga sebuah teriak mengalihkan perhatian semua nya.


"Di sini."


Rehan dan yang lain lekas berlari ke arah sumber suara, dimana tampak Tim SAR tampak sedang mencoba menyingkirkan kayu yang tampak menghalangi.


Rehan yang mendekat dan melihat Aluna tampak terbaring tak bergerak di antar perpohonan yang tumbang pun begitu terkejut dan syok, ia lekas mendekati Aluna dan mengendong Aluna keluar dari sana.


Reni yang melihat menutup mulut nya dengan tangan nya, Ia sangat terkejut melihat Aluna yang di temukan dalam keadaan sangat memperihatinkan , ia menangis melihat pemandangan di depan nya, membuat ia menyandarkan wajah nya dan menangis di pelukan Herry.

__ADS_1


Aluna pun lekas di bawa ke rumah sakit oleh Rehan mengunakan mobil ambulance bersama yang lain nya. Rehan memegangi tangan Aluna sembari menitik kan air mata yang tak lagi mampu ia tahan. memberikan nya kehangatan untuk istri nya.


"Bertahan lah sayang, kita akan segera sampai di rumah sakit."


Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Aluna tersadar dari pingsan nya, membuat Rehan yang melihat pun begitu senang.


"Sayang, kamu sudah sadar, Bertahan lah, kita akan sampai ke rumah sakit." Ucap Rehan. Aluna dalam kesakitan nya tersenyum melihat Rehan.


Senyuman Aluna membuat hati Rehan semakin terkikis, Aluna masih memberikan senyuman nya di saat keadaan nya seperti ini. namun senyuman sekejab itu kembali hilang setelah Aluna kembali tak sadarkan diri.


"Aluna."


"Kak Aluna wanita yang kuat kak, dia akan baik-baik saja." Kata Reni menguatkan sang kakak.


Tampak Herry duduk di kursi panjang juga tak sabar menunggu hasil pemeriksaan Aluna, wanita yang juga ia cintai, begitu sakit ia melihat keadaan nya seperti ini.


Setelah beberapa saat di periksa, dokter keluar dan menemui mereka, semua tampak mendekat untuk mengetahui keadaan Aluna.


"Bagaimana keadaan Istri saya dok?." Tanya Rehan.


Dokter dengan wajah datar sedih mengelengkan kepala nya. Dokter memberitahukan kalau Aluna kini dalam keadaan koma dengan Kaki yang patah dan beberapa luka di tubuh yang harus di jahit. keadaan yang begitu miris membuat Rehan terduduk di kursi tak mampu membayangkan keadaan yang Aluna rasakan saat ini.

__ADS_1


"Kak, Kak Aluna pasti akan segera sadar, Kakak harus kuat, agar bisa menemani kak Aluna." Kata Reni menyemangati Rehan yang tampak duduk tak bersemangat.


Herry yang mendengar keadaan Aluna pun ikut terluka dan berjalan pergi dari sana. Ello pun mengikuti Herry karena ia tahu bagaimana perasaan Herry saat ini.


Di roof top Rumah sakit.


Herry menyendiri disana, melepaskan kesesakan di hati nya.


"Aluna sangat beruntung mempunya banyak orang yang mencintai nya." Sebuah suara mengalihkan pandangan Herry.


Herry melihat Ello datang menghampiri nya, ia tak membalas nya, hanya memandang ke arah depan dengan perasaan yang sedih memikirkan keadaan Aluna.


"Jangan sedih gitu Her, Aluna itu wanita yang kuat, aku percaya dia akan bisa melewati masa kritis nya." Ucap Ello menepuk pundak Herry.


"Iya." Jawab Herry membuang nafas penuh kesesakan di dada nya.


Di tempat lain.


Elena yang mendengar kabar tentang Aluna yang selamat pun merasa marah, ia melempar semua barang-barang yang ada di kamar nya hingga semua tampak berantakan.


"Sial........." Teriak Elena.

__ADS_1


__ADS_2