
Malam itu.
Bu Rose duduk di sebuah restoran bersama Elena untuk makan malam bersama.
"Apa."
"Tante bawa Aluna kembali pada Rehan, kenapa Tan?." Elena terkejut mendengar Bu Rose yang memberitahu kalau Aluna telah kembali pada Rehan.
"Jangan teriak-teriak gitu, kamu gak malu di liatin banyak orang."jawab Bu Rose.
Dengan wajah kecut Elena melihat sekitaran dan beberapa mata melihat ke arah nya, Ia pun mencoba kembali tenang, namun hati nya terasa sangat panas dan kesal setelah penuturan Bu Rose.
"Tapi kenapa Tan?, Aku sudah berusaha ikut mau nya Tante, berusaha baik sama Rehan, kok Tante malah bawa Aluna kembali pada Rehan." Gerutu Elena pada Bu Rose.
Bu Rose yang mendengar celotehan Elena yang tanpa henti pun menghela nafas dengan berat.
"Kamu ini berisik sekali. Kalau saya tidak membawa Aluna kembali, bagaimana Tante bisa baikan dengan Rehan, dan bagaimana Tante bisa bantu kamu kembali pada Rehan. lagian Tante heran sama kamu, seharusnya kamu sadar diri, Kamu bisa dekat sama saya dan dapat dukungan juga karena Tante benci sama Aluna, kamu lupa kesalahan kamu ninggalin Rehan, Rehan mau bicata dengan kamu juga berterima kasih sama Tante." balas Bu Rose yang juga kesal karena Elena terus mengeluh dan menyalahkan nya.
Elena yang mendengar pun berhenti diam, namun ia mengutuki Bu Rose di dalam hati nya.
"Dasar nenek lampir, padahal semua terjadi juga karena kesalahan nya, coba saja dia tidak ketahuan mengirimi Aluna surat cerai" batin Bu Elene memaki Bu Rose di dalam hati nya.
__ADS_1
Bu Rose menghela nafas berat dan berdiri dari duduk nya, di ikuti mata Elena yang menengadahkan kepala nya.
"Tante mau kemana?." Tanya Elena.
"Mau pulang dulu, kalau ada sesuatu Tante akan kabarin kamu, sekarang Tante mau istirahat beberapa saat."Ucap Bu Rose sembari melangkahkan kaki nya berlalu pergi.
Elena pun hanya duduk diam mematung tak menjawab, melihat wanita paru baya itu berlalu pergi.
"Aku tidak rela, Awal nya aku mungkin masih bisa menerima nya Rehan belum bisa melupakan wanita itu, tapi semua kebaikan yang telah aku lakukan, bahkan tak sedikit pun membuat Rehan melihat ku kembali, semua sia-sia." Gerutu Elena.
•••
Rehan sedang bersiap di kamar untuk pergi bersama Aluna, sementara Aluna tampak mengobrol dengan Reni.
"Kak Rehan lama sekali kak." Tanya Reni.
"Iya ya." Balas Aluna yang baru sadar kalau Rehan terlalu lama belum keluar.
Namun beberapa saat kemudian, Rehan berjalan keluar dengan kemeja mewah nya, membuat nya terlihat sangat gagah. namun bukan kagum atau memuji Rehan, Reni dan Aluna tertawa lepas, membuat Rehan terheran dan melihat diri nya, mungkin saja ada yang salah.
"Ada apa?."
__ADS_1
"Sayang, kita sedang tidak ingin ke kantor atau ke pesta, kita hanya perfi ke mall "Ucap Aluna.
"Iya, dan pakaian kakak tidak sesuai." Sambung Reni.
"Bukan kah aku terlihat gagah."Sambung Rehan.
"Oh Tuhan, apa ini yang di nama kan cinta itu buta."Kata Reni.
Aluna pun tersenyum menahan tawa nya. "Sayang, ayo ke kamar."Ajak Aluna. Rehan melihat Aluna pun hanya mengangguk dan melihat nya dengan tatapan penuh pesona.
Aluna mulai mengeluarkan pakaian kaos yang memang sangat jarang Rehan kena kan, karena ia bekerja dari pagi hingga malam.
"Ini terlihat sederhana namun tetap tampan."Kata Aluna saat Rehan telah Menganti pakaian nya.
"Iya, Karena mu, harus aku akui, Aku memang membutuhkan mu di sisi ku."Balas Rehan menatap penuh damba.
"Sudah, jangan mengombal lagi, Ayo pergi."Saut Aluna.
Saat Aluna akan pergi, Rehan menahan Tangan Aluna, membuat Aluna menoleh.
"Aku senang dengan panggilan sayang mu tadi."Bisik Rehan, Aluna pun tersipu malu mendengar nya. dan menarik Rehan untuk keluar dari kamar.
__ADS_1